Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 116. Dilema


__ADS_3

***Ruang makan Mansion Wijaya***


Rossy memberanikan diri membuat telur mata sapi berbentuk hati karena teringat dengan perkataan Chandra untuk memintanya bersikap lebih agresif terhadap Jackson.


Dari sikap Jackson kemarin yang memberinya air jahe hangat, menggosok perutnya yang sakit, dan juga memberikan dua paper bag itu, Rossy berfirasat Jackson mulai menyukainya sehingga wanita muda itu mencoba mengirim sinyal cinta ke Jackson untuk melihat reaksi dari Jackson.


Salah satu bentuk sinyal cinta yang di berikan oleh Rossy adalah dengan memasak telur mata sapi berbentuk hati.


Jackson tidak menolak sama sekali telur mata sapi buatan Rossy dan terlihat jelas sangat menyukainya sehingga membuat hati Rossy semakin senang.


Pak Lesmana tersenyum di dalam hatinya melihat interaksi antara Jackson dan Rossy yang membuatnya semakin rindu kepada istrinya.


Jackson makan dengan perlahan telur mata sapi yang berada di hadapannya. Telur mata sapinya terasa manis sekali di dalam mulut Jackson.


Padahal Rossy m hanya membumbuinya dengan sedikit garam dan merica saja.


Beberapa saat kemudian telur mata sapi itu habis di makan oleh Jackson, sedangkan nasi goreng kambing oriental hanya di makan tiga sendok saja.


"Rossy. Masakanmu semakin enak," puji Jackson.


"Terima kasih tuan Jackson," jawab Rossy.


Rossy memperhatikan saksama pakaian yang di kenakan oleh Jackson bukanlah pakaian kerja yang biasa di kenakan oleh Jackson ke Perusahaan Wijaya.


"Hari ini tuan Jackson tidak ke Perusahaan Wijaya kah?" tanya Rossy.


"Hari ini aku cuti dan akan pergi ke Healing Hands Hospital untuk full medical check up," jawab Jackson.


"Full medical check up?" kata hati Rossy.


Rossy terkejut dengan perkataan Jackson dan merasa khawatir dengan kesehatan Jackson.


Belum sempat Rossy menanyakan tujuan Jackson melakukan full medical check up, Pak Lesmana sudah menanyakannya terlebih dahulu ke Jackson.


"Apakah pinggang tuan JacksonΒ  masih sakit?" tanya Pak Lesmana dengan nada khawatir.


Jackson menggelengkan kepalanya. "Hanya medical check up biasa," jawab Jackson dengan singkat. Kemudian Jackson melihat ke arah Rossy dan menatapnya dengan intens.


Tatapan mata Jackson sangat lembut dan berbeda dengan tatapan yang selama ini Jackson tampilkan.


"Rossy," panggil Jackson.


"Iya tuan Jackson, " jawab Rossy.


Jackson terdiam sebentar dan memikirkan kembali Rossy yang kesakitan semalam.

__ADS_1


"Aku memberimu cuti hari ini. Jam enam sore kamu harus berada di Mansion Wijaya untuk menyiapkan dinner," kata Jackson.


Hari ini Jackson akan berada di Healing Hands Hospital untuk melakukan full medical check up dan menunggu hasilnya.


"Benarkah tuan Jackson? Bolehkah aku pergi menemui putraku?" tanya Rossy dengan mata berbinar-binar menatap Jackson. Karena perkataan Rossy, Jackson baru teringat Rossy sudah mempunyai seorang putra dan dirinya masih belum mengetahui apa pun tentang putra Rossy sehingga ingin menanyakannya.


"Apa nama putramu dan berapa umurnya sekarang?" tanya Jackson.


Rossy terkejut dengan pertanyaan Jackson dan berusaha untuk tenang.


"Namanya Kelvin Hartono dan berumur lima tahun," jawab Rossy dengan jujur.


"Seumuran dengan Chandra," kata Jackson.


"I...iya. Seumuran dengan tuan muda Chandra," jawab Rossy dengan terbata-bata.


"Bukan hanya seumuran. Kelvin dan Chandra kembar dan memiliki wajah yang sama," kata hati Rossy, sedangkan di dalam hati Jackson mempunyai pemikiran yang berbeda.


"Putra kita seumuran dan mereka pasti bisa akrab dengan mudah," kata hati Jackson.


"Di mana mantan suamimu? Di Amerika kah?" tanya Jackson secara tiba-tiba.


Jackson ingat perkataan Felix bahwa Rossy menjadi murid Mister Gordon di Amerika sehingga sebelum menjadi koki pribadinya, Rossy pasti berada di Amerika.


Jackson ingin mengetahui dengan jelas apakah Rossy masih berhubungan dengan mantan suaminya.


"Benar-benar pria yang brengsek. Meninggalkan istri dan anaknya," kata hati Jackson. πŸ˜·πŸ˜‚πŸ˜‚


"Kamu boleh pergi menemui putramu selama kamu merasa sudah lebih sehat." Jackson menjawab pertanyaan yang Rossy ajukan tadi.


"Aku sudah sangat sehat sekarang. Terima kasih atas bantuan tuan Jackson semalam," kata Rossy dengan semangat.


Pak Lesmana yang dari tadi hanya terdiam sambil mendengarkan pembicaraan mereka, merasa bingung dengan perkataan Rossy.


"Semalam tuan Jackson menemui nona Rossy kah?" kata hati Pak Lesmana dengan penasaran.


"Tuan Jackson. Bolehkah aku menumpang mobilmu ke Healing Hands Hospital? Kelvin ada di sana karena Michelle kerja shift pagi hari ini," pinta Rossy.


"Boleh," jawab Jackson.


"Terima kasih tuan Jackson," ucap Rossy.


Β 


***Healing Hands Hospital***

__ADS_1


Rossy mendorong kursi roda Jackson ke ruang praktik Felix terlebih dahulu sebelum mengantarkan breakfast untuk Kelvin di kamar pasien VVIP.


Jackson melihat kepergian Rossy dengan tatapan intens dan sorot mata yang lembut.


Felix yang memperhatikan sikap Jackson dari tadi merasakan bulu roma di seluruh tubuhnya berdiri.


Felix tidak menyangka seorang CEO Perusahaan Wijaya yang angkuh dan kaku bisa memberikan sorotan mata yang hangat terhadap lawan jenisnya sehingga membuat Felix semakin yakin Jackson sudah mulai menyadari perasaan hatinya terhadap Rossy.


"Tidak sia-sia aku membelikannya buku Pakar Cinta," kata hati Felix.


Felix tersenyum jahil dan berencana menggoda Jackson.


"Jackson. Kamu berpacaran dengan Rossy kah?" tanya Felix dengan spontan.


Jackson menjadi salah tingkah dengan pertanyaan Felix karena ketika dirinya ingin membantah pertanyaan Felix, hati kecilnya tidak memperbolehkannya.


Setelah terdiam beberapa saat, Jackson menjawab pertanyaan Felix.


"Belum!" jawab Jackson dengan singkat.


"Belum? Apakah Rossy menolakmu?" tanya Felix dengan rasa penasaran yang besar.


Jackson menatap tajam ke arah Felix sehingga Felix menggaruk hidungnya yang tidak gatal dengan spontan.


"Aku khawatir Chandra tidak akan menerimanya," jawab Jackson.


Felix memegang dagunya sambil memikirkan ide untuk membantu Jackson.


"Kamu bisa membicarakannya dengan Chandra. Aku yakin Chandra pasti akan mendukungmu untuk mendapatkan kebahagiaan," saran Felix.


Jackson mempertimbangkan usul Felix. Selama ini Chandra selalu menyukai masakan Rossy dan pernah meminta Jackson untuk menikahi Rossy sehingga kali ini Chandra tidak mungkin akan menolak dirinya berpacaran dengan Rossy.


Jackson sudah yakin dengan perasaannya terhadap Rossy. Sekarang hanya memerlukan persetujuan dan dukungan dari Chandra.


"Baiklah," kata Jackson.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya untuk mengetahui reaksi Kelvin Hartono ketika di tanya oleh Jackson Wijaya mengenai mommy baru. Yang pastinya akan ada kejutan dan membuat Jackson Wijaya semakin galau akan hubungannya dengan Rossy Hartono.


Penasaran kah? πŸ˜πŸ˜πŸ€—


Terima kasih

__ADS_1


Salam Sayang


Author : LYTIE


__ADS_2