
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy dan Jackson saling bertatapan mata dan berpegangan tangan.
Rossy bisa merasakan genggaman tangan Jackson sangat kuat dan perasaan hangat menyelimuti seluruh tubuh Rossy.
Rossy mengikuti perintah Jackson untuk fokus menghitung jumlah detik di dalam hatinya.
Satu detik...
Dua detik....
Tiga detik....
Jantung Rossy berdetak semakin cepat. Rossy merasakan dirinya terhipnotis dengan mata hitam dan pekat milik Jackson. Karena wajahnya yang sangat dekat dengan Jackson, Rossy bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Jackson.
Hal itu membuat Rossy menjadi gugup dan tanpa sadar dirinya pun menggenggam erat tangan Jackson.
Rossy tidak bisa berkonsentrasi menghitung jumlah detik di dalam hatinya lagi. Karena gugup m, Rossy spontan menggigit bibir bawahnya berulang-ulang.
Apa yang sedang di rasakan oleh Rossy, tidaklah berbeda jauh dengan yang sedang di rasakan oleh Jackson sekarang.
Jackson juga merasakan jantungnya berdetak dengan cepat dan Jackson menginginkan waktu berhenti dalam sekejap karena merasa sepuluh detik adalah waktu yang sangat singkat.
Jackson ingin bertatapan dengan Rossy lebih lama dan ingin mereka berdua bisa lebih dekat lagi.
Sama seperti Rossy, Jackson pun sudah menghentikan hitungan detik di dalam hatinya karena sedang berusaha menenangkan detak jantungnya yang semakin kencang.
Gerakan Rossy yang menggigit bibir bawahnya berulang-ulang menarik perhatian Jackson.
Mata Jackson menatap bibir ranum Rossy yang berwarna merah delima.
Bibir Rossy mengingatkan Jackson akan buah stroberi. Buah stroberi yang segar dan menggugah selera.
Jackson tergoda untuk mencicipi buah stroberi di hadapannya. Jackson sangat penasaran dengan rasa buah stroberi ini dan ingin segera mencicipinya.
Tanpa sadar Jackson mendekatkan wajahnya ke arah bibir Rossy dan kilatan matanya memancarkan keinginan yang bergebu-gebu.
Bibir Rossy bagaikan magnet yang kuat dan sedang menarik Jackson ke arahnya dan Jackson sama sekali tidak bisa menghentikan tindakannya.
Rossy terkejut melihat kilatan mata yang menggebu-gebu Jackson ke arah bibirnya.
Rossy menjadi tegang dan dengan refleks memalingkan wajahnya ke samping.
Bibir Jackson mendarat sempurna di pipi Rossy.
Mata Rossy membulat besar dan pipinya terasa sangat panas.
Ini pertama kalinya Rossy m di cium pipinya oleh lawan jenis.
Perasaannya sangat berbeda jauh dengan ciuman pipi yang di berikan oleh Kelvin dan Chandra. Karena terlalu gugup dan syok, Rossy masih membiarkan bibir Jackson menempel di pipinya.
__ADS_1
Jackson pun tersadar akan tindakan agresifnya ketika bibirnya menyentuh pipi kanan Rossy.
Pipi Rossy terasa sangat lembut dan kenyal sehingga membuat Jackson semakin ingin merasakan bibir stroberi milik Rossy.
Jackson menangkupkan kedua tangannya ke pipi kiri dan kanan Rossy sehingga membuat wajah Rossy menghadap ke arah Jackson lagi.
Jackson menatap Rossy dengan tatapan mata yang intens. Kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Rossy.
Kali ini Jackson tidak akan membiarkan Rossy memalingkan wajahnya lagi.
Rossy terpaku dan tidak bisa bergerak ke mana pun karena terhipnotis oleh kedua bola mata Jackson yang mendominasi pikiran Rossy saat ini.
Rossy mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan pasrah akan apa pun yang terjadi nantinya.
***
Suara pintu kamar tidur Jackson terbuka.
"Jackson!"
Felix berjalan masuk ke dalam kamar tidur Jackson dan sedang menuju ke arah mereka berdua.
Suara Felix membuat keduanya terkejut dan menghentikan hal yang akan mereka lakukan.
Rossy dengan panik menarik tubuhnya ke belakang dan kedua tangannya mendorong kursi roda Jackson untuk menjauh darinya.
Dorongan Rossy sangat kuat sehingga kursi roda Jackson terdorong jauh ke belakang dan menabrak meja nakas yang berada tepat di belakang Jackson.
Gelas kosong susu hangat yang berada di atas meja nakas terjatuh ke lantai dan pecah.
Rossy mengikuti Felix dari belakang dengan perasaan bersalah karena sudah mendorong kursi roda Jackson dengan kuat.
"Jackson. Kamu baik-baik saja?" tanya Felix.
Jackson menganggukkan kepalanya.
Felix melihat ke arah Rossy.
"Rossy.Apa yang sedang terjadi?" tanya Felix
"Aku...aku tidak sengaja mendorong kursi roda tuan Jackson. Maafkan aku, tuan Jackson," ucap Rossy sambil menunduk.
"Tidak apa-apa. Kamu bersihkan pecahan gelas itu," kata Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.
Jackson tidak menyalahkan Rossy karena dirinya sendiri pun tidak ingin Felix mengetahui apa yang terjadi tadi.
Felix mendorong kursi roda Jackson ke sisi lain tempat tidur sehingga Rossy bisa membersihkan pecahan gelas di lantai dengan mudah.
Rossy segera meninggalkan kamar tidur Jackson dengan cepat tanpa berpamitan setelah membersihkan pecahan gelas.
__ADS_1
Jackson menatap punggung Rossy yang menghilang dari hadapannya secepat kilat itu.
Jackson termenung sambil memikirkan kenapa dirinya tidak bisa mengontrol diri dan sangat ingin mencium bibir Rossy tadi.
Felix yang sensitif bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi antara Jackson dan Rossy tadi, sebelum dirinya masuk ke dalam kamar tidur Jackson.
"Jackson. Apa yang kamu lakukan terhadap Rossy sehingga dia pergi dengan cepat tanpa berpamitan?" tanya Felix.
"Tidak ada apa pun yang terjadi tadi," jawab Jackson dengan singkat.
Jackson bersumpah dalam hatinya bahwa sampai mati pun dirinya tidak akan memberitahu Felix tentang keinginannya mencium Rossy tadi.
Felix tersenyum kecil mendengar jawaban Jackson dan semakin yakin telah terjadi sesuatu antara Jackson dan Rossy tadi.
"Mungkinkah Jackson mengungkapkan perasaan hatinya ke Rossy?" kata hati Felix.
"Oh ya Jackson. Ini untukmu," kata Felix sambil mengeluarkan sesuatu dari paper bag yang di bawanya tadi.
Jackson menerimanya dan barang itu adalah sebuah buku.
"Pakar Cinta." Jackson membaca cover buku tersebut.
Felix sengaja ke toko buku untuk membeli dua buah buku Pakar Cinta yang hot seller setelah pulang dari jamuan makan malam. Felix yakin Jackson belum tidur sehingga datang ke kamar Jackson untuk memberikan buku tersebut.
"Bacalah buku ini. Semua persoalan tentang cinta di bahas di dalamnya. Kamu akan semakin mengerti arti dari cinta," kata Felix.
***
Selamat sore readers.
Author yakin para readers pasti kepo membaca bab ini setelah melihat judulnya 😄😄
Maaf ya readers. Jackson cuma berhasil mencium pipi Rossy saja kali ini 🤣🤣
Author ga pintar buat cerita romansa. Jadi di tambahin komedi sedikit dengan kemunculan Felix.
Bab ini di buat dalam waktu yang lama dan sangat menguras pikiran author 😅😅😅. Semoga para readers menikmatinya ya.
Masih ada bab lanjutannya malam ini ya.
Di tunggu dukungan Like dan Vote nya readers 😘😘😘
Thank You
Author : LYTIE
NOTE : Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef sudah ada audio nya readers. Finally author LYTIE bisa mengisi audio untuk novel ini.
Readers setiaku bisa mendengar audio novel ini ya sambilan menunggu kelanjutan ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung audionya juga ya readers dengan mengklik favorit dan like di setiap bab audio.
Semoga suara author bisa menghibur para readers 😊😊😊