Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 156. Anak Rossy adalah putraku!


__ADS_3

***Ballroom Hotel H***


Semua orang yang berada di dalam ballroom hotel pesta pertunangan Febrian dan Violet melihat Jackson berjalan ke arah Rossy.


Jackson berhenti tepat di depan Rossy danĀ  menarik kedua tangan Rossy yang sedang menutup wajahnya.


Rossy tidak berani menatap ke wajah Jackson dan menunduk melihat lantai ballroom.


Kedua tangan Rossy digenggam erat oleh Jackson. Jackson tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya berdiri tegak di hadapan Rossy.


Beberapa saat kemudian Rossy menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan Jackson.


Jackson tidak lagi duduk di atas kursi roda melainkan berdiri tegak di hadapannya saat ini.


Rossy baru menyadarinya dan mengangkat wajahnya dengan spontan melihat ke wajah Jackson.


"Tuan Jackson. Cedera pinggangmu sudah sembuh," kata Rossy sambil tersenyum.


Pikiran Rossy fokus dengan kondisi Jackson yang sudah sembuh dan bisa berjalan normal sehingga Rossy sama sekali lupa dengan identitas wajah jeleknya yang baru saja terbongkar.šŸ˜…


Jackson menganggukkan kepalanya dan menatap tajam ke Rossy.


Pada saat inilah Rossy baru teringat akan kebohongannya yang terbongkar sehingga menundukkan kepalanya lagi.


Tangan kanan Jackson mengangkat dagu Rossy sehingga Rossy tidak bisa lagi menghindari tatapan mata Jackson.


"Aku harus memanggilmuĀ Rossy, Rose, atau Miss X?" tanya Jackson.


Wajah Rossy semakin pucat dan memalingkan wajahnya ke samping dengan cepat.


Rossy yakin Jackson sudah mengetahui dirinya adalah Miss X sehingga semakin tidak berani bertatapan dengan Jackson.


Jackson menangkupkan kedua tangannya ke wajah Rossy agar menghadap ke arahnya.


"Tatap mataku! Jawab!" perintah Jackson dengan tegas.


Video di dalam handphone Bagaskara berisi cuplikan Rossy mengandeng Kelvin tiba di airport, kemudian pertemuan Chandra dan Kelvin di airport lounge, hingga kejadian Kelvin pingsan dan Chandra bertemu dengan Rossy serta Jackson mengendong Kelvin yang pingsan keluar dari airport.


Chandra sengaja menghacker cctv di aiport dan mengambil rekaman cctv di hari kedatangan Rossy dan Kelvin di Bali.


Chandra menggabungkannya menjadi video cuplikan pendek dan mengirimkannya ke handphone Bagaskara.


Chandra yakin Bagaskara pasti akan memperlihatkan video itu ke Jackson.


Setelah melihat video itu, Jackson yakin Rossy adalah Miss X dan bayi yang dilahirkan oleh Miss X lima tahun yang lalu adalah bayi kembar laki-laki serta keduanya tertukar di airport beberapa waktu yang lalu.


Rossy menggigit bibir bawahnya dan kedua tangannya mengepal meremas gaunnya secara spontan.


Rossy merasa bingung dan gelisah harus memberikan jawaban apa kepada Jackson.


Rossy teringat akan penyakit leukimia Kelvin yang memerlukan darah tali pusat yang mungkin bisa didapatkannya malam ini, tetapi karena identitasnya terbongkar sekarang, Rossy tidak yakin dirinya bisa mendapatkan darah tali pusat untuk mengobati penyakit Kelvin.


Jackson melihat ke dalam mata bening Rossy dan masih tidak mendengar jawaban dari bibir Rossy.


"Aku sedang bertanya kepadamu," ujar Jackson dengan tegas.


Dalam sekejap kedua tangan Jackson yang sedang memegang wajah Rossy basah oleh butiran air mata yang mengalir dari kedua sudut mata Rossy.


Jackson melepaskan keduaĀ  tangannya dari wajah Rossy dan melihat dengan jelas air mata yang masih mengalir di pipi Rossy.


Sewaktu Stella menangis tersedu-sedu dan memohon kepada Jackson tadi, Jackson merasakan sikap dan air mata Stella sangatlah menjengkelkan. Akan tetapi, ketika melihat Rossy yang berlinangan air mata di hadapannya, rasa marah dan emosi Jackson hilang dalam seketika.


Jackson menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras.


Jackson memeluk Rossy, mendekatkan kepala Rossy ke dada bidangnya.


"Jangan menangis," ucap Jackson di telinga Rossy dan tangannya menepuk punggung Rossy dengan lembut.


Dua kata yang keluar dari bibir Jackson, malahan membuat air mata Rossy mengalir lebih deras lagi.


Rossy membenamkan wajahnya ke dada Jackson dan kedua tangannya meremas jas Jackson dengan keras. Rossy menumpahkan semua air matanya di sana.


"Aku akan mendengarkan penjelasanmu. Jangan menangis lagi," ucap Jackson dengan suara lembut.


Sambil menepuk lembut punggung Rossy serta membujuknya menghentikan tangisannya, Jackson menatap tajam ke arah teman-teman Violet yang mempergunjingkan Rossy tadi.


"Maju ke depan siapa saja yang menghina Rossy tadi dan meminta maaf kepada Rossy segera!" perintah Jackson dengan tegas.


Walaupun teman-teman Violet merasa takut dan terintimidasi oleh Jackson, tetapi mereka berusaha membela diri.


"Kita tidak menghina Rossy. Rossy memang terlibat skandal buruk lima tahun yang lalu!"


"Benar sekali. Semua yang kita katakan adalah kenyataan. Rossy dihamili pria liar dan melahirkan anak haram. Kenapa kita harus meminta maaf kepadanya?"


Jackson tersenyum sinis mendengar perkataan teman-teman Violet.


"Anak Rossy adalah putraku. Kalian berani menyebar gosip yang tidak-tidak dan menyebut putraku anak haram?" ucap Jackson dengan tegas.


Perkataan Jackson bagaikan petir yang menyambar di dalam ballroom hotel H.


"Bagaimana mungkin? Anak haram itu adalah putra Jackson Wijaya? Bohong! Jackson Wijaya berbohong!" kata hati Violet.


Violet tidak percaya sama sekali perkataan Jackson.


"Bagaimana mungkin Rossy Hpergi ke Amerika dan menetap di sana selama lima tahun jika anak haramnya adalah putra dari Jackson?" Violet Hartono bertanya-tanya di dalam hatinya.


Para tamu undangan tidak berani berkata apa pun karena mereka tahu Jackson mempunyai seorang putraĀ  yang bernama Chandra Wijaya danĀ berusia lima tahun.


Semua orang tidakĀ  mengetahui identitas ibu kandung Chandra Wijaya selama ini. Tidak di sangka ibu kandung Chandra Wijaya adalah Rossy.


Sangat masuk akal Jackson melindungi Rossy selama berada di ballroom hotel.


"Rossy adalah ibu kandung Chandra?" kata hati Agung dan Indra bersamaan.

__ADS_1


Rossy mengangkat wajahnya dari dada Jackson dan menatap ke arah Jackson.


Rossy tidak percaya Jackson akan mengakui di depan umum bahwa dirinya adalah ibu kandung dari putra Jackson?


Itu berarti dirinya bisa mengakui Chandra sebagai putranya secara terang-terangan di masa yang akan datang.


Violet berjalan mendekati Jackson yang masih berdiriĀ  memeluk Rossy.


"Kak Rossy pernah membawa putranya pulang ke rumah Hartono. Kemudian bersama putranya tinggal di Amerika selama lima tahun. Tidak mungkin putranya adalah putra Tuan Jackson," ujar Violet sambil melirik sekilasĀ tangan Jackson yang memeluk Rossy Hartono dengan tatapan iri.


Jackson tidak melihat ke arah Violet melainkan mengelap bekas air mata yang ada di pipi Rossy dengan tangannya.


Jackson mencubit pipi Rossy dan berbisik di telinga Rossy.


"Aku akan membuatmu tersenyum untuk menggantikan air mata yang hilang tadi," bisik Jackson.


Sudut bibir Jackson terangkat sedikit ketika Rossy menatapnya dengan tatapan bingung.


"Kamu lebih tahu siapa putra kandungku atau bukan dibandingkan diriku sendiri?" tanya Jackson ke Violet.


"Bukan begitu maksudku Tuan Jackson," ucap Violet dengan panik.


Violet tidak mau Jackson salah paham kepadanya. Violet hanya ingin mempermalukan Rossy dan tidak berani menyinggung Jackson sama sekali.


Jackson mengacuhkan Violet Hartono dan melihat sekeliling ballroom hotel dan pandanganĀ  matanya jatuh ke Stella yang masih mengenakan gaun dengan noda wine merah.


"Minta maaf kepada Rossy. Mulai dari kamu!" perintah Jackson sambil menunjuk Stella.


Beberapa tamu undangan yang ikut menindas Rossy dan dicatat namanya oleh Bagaskara tadi, menundukkan kepala mereka secara spontan.


Jackson melepaskan pelukan tangannya di tubuh Rossy secara perlahan kemudian melipat kedua tangan di depan dadanya.


"Dalam sepuluh detik, semua orang yang menindas Rossy di dalam ballroom ini harus berbaris rapi dan meminta maaf kepada Rossy. Aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Walaupun bukan hal yang sulit bagiku untuk menghancurkan satu perusahaan kecil dalam hitungan detik. Aku hanya ingin wanitaku tersenyum di dalam ballroom ini!" kata Jackson dengan tegas.


Beberapa tamu undangan yang menindas Rossy segera berbaris dengan rapi dan menatap ke arah StellaĀ karena Jackson memberi perintah orang pertama yang meminta maaf ke Rossy adalah Stella.


Victoria dan Jessi pun sudah mengantri di dalam barisan sambil menundukkan kepalanya.


***


"Maaf," ucap Stella ke Rossy dengan suara yang kecil.


"Suaramu sangat kecil. Ulangi!" kata Jackson.


"Maaf Rossy," ucap Stella dengan suara yang lebih besar.


"Minta maaf dengan tulus! Bungkukkan badanmu sembilan puluh derajat ke Rossy!"


Jackson memberi perintah kepada Stella. Dengan menjadikan Stella sebagai contoh dan kelinci percobaan maka barisan yang mengantri akan meminta maaf dengan sikap yang sama.


Stella menggigit bibir bawahnya dengan keras dan tubuhnya gemetaran. Stella tahu dirinya harus mengikuti perintah Jackson jika ingin keluar dari ballroom hotel ini.


"Nona Rossy! Aku minta maaf!" kata Stella sambil membungkukkan badannya sembilan puluh derajat ke arah Rossy.


Stella menarik napas lega karena tidak mendengarkan suara protes dari Jackson sehingga berjalan menuju pintu ballroom.


"A...ada apa Tuan Jackson?" Stella bertanya dengan terbata-bata.


"Gaun itu milikku. Lepaskan dulu sebelum pergi!" ujar Jackson.


Perkataan Jackson mengingatkan para tamu undangan akan cuplikan video yang mereka lihat di layar TV LED ballroom yang memperlihatkan dengan jelas Stella menuangkan wine merah ke gaunnya sendiri dan menuduh Rossy.


Beberapa tamu undangan yang sedang mengantri di barisan untuk meminta maaf kepada Rossy tahu ini adalah kesempatan baik bagi mereka untuk mengambil hati Jackson yaitu dengan cara membela Rossy.


"Aku bersalah karena bersimpati kepadanya tadi. Ternyata dia ingin menjebak nona Rossy dan merebutĀ  gaun merah rancangan desainer Athena itu."


"Iya benar sekali. Nona Rossy adalah korban. Kita melakukan kesalahan karena ikut membullynya tadi. Tuan Jackson menyuruh kita meminta maaf kepada nona Rossy adalah hal yang benar."


"Wajah nona Rossy sangatlah polos. Aku yakin skandal buruk lima tahun yang lalu tidaklah benar danĀ disebarkan oleh orang yang iri kepada nona Rossy."


"Mereka semua adalah penjilat," kata Michelle sambil menggelengkan kepala ketika mendengar perkataan beberapa tamu undangan itu.


Felix yang berdiri di samping Michelle memegang lembut kepala Michelle untuk menenangkannya.


***


Ā 


Stella menyodorkan cek yang diberikan oleh Bagaskara tadi ke Jackson.


"Tuan Jackson. Aku kembalikan dua puluh juta ini!" kata Stella.


Jackson mengernyitkan alisnya sambil menatap Stella.


"Siapa bilang Aku akan menjualnya dengan harga dua puluh juta?" kata Jackson dengan suara datar.


"Apa maksudmu?" teriak Stella.


Stella tidak menyangka Jackson akan meminta dirinya membayar lebih dari dua puluh juta yang dikeluarkan oleh Jackson tadi.


"Enam puluh juta," kata Jackson dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kamu meminta bayaran tiga kali lipat?" tanya Stella dengan nada tidak percaya.


"Kenapa tidak? Kamu meminta ganti rugi lebih dari sepuluh kali lipat dan aku memberikannya tanpa protes satu kata pun. Sekarang gaun itu adalah milik Jackson Wijaya. Karena gaun itu milikku sekarang sudah membuat harganya naik," jawab Jackson dengan tenang.


"Aku...aku tidak mempunyai uang tunai enam puluh juta," kata Stella.


"Bagaskara!"Ā  Jackson Wijaya memanggil Bagaskara.


"Iya Tuan Jackson," jawab Bagaskara sambil mengeluarkan mesin gesek kartu kredit.


"Nona bisa membayar dengan kartu kredit," kata Bagaskara ke Stella.

__ADS_1


Bagaskara sangat mengharapkan Stella membayar gaunnya sehingga Bagaskara tidak perlu melepaskan gaun itu dari tubuh Stella. šŸ˜…


Stella mengeluarkan kartu kreditnya dengan terpaksa dan ketika digesek ke mesin hanya bisa membayar lima juta saja.


Stella menjadi panik dan berlari ke arah Violet yang berdiri di samping Febrian.


Febrian dan Violet terlihat lesu dan berwajah pucat. Seolah-olah mereka bukanlah pasangan yang melakukan pesta pertunangan di ballroom Hotel H melainkan Jackson dan Rossy yang menjadi pusat perhatian sekarang.


"Violet. Kamu harus membantuku membayar gaunku. Aku tidak ingin keluar dari ballroom ini tanpa mengenakan apa pun. Semua adalah rencanamu untuk menjebak..."


"Diam!" teriak Violet ke Stella.


Perkataan Stella membuat Febrian menatap wajah Violet dengan tatapan tidak percaya.


"Violet! Kamu yang menjebak Rossy dan ingin mempermalukannya?" tanya Febrian.


"Kak Febrian salah paham dengan perkataan Stella," kata Violet dengan panik sambil memegang lengan Febrian.


Febrian menepis tangan Violet dengan kasar dan berjalan ke atas panggung ballroom. Febrian merebut mic dari tangan MC pria.


"Pesta pertunangan dibatalkan!" ucap Febrian dan berjalan meninggalkan ballroom.


Febrian tidak ingin berada di dalam ballroom karena iriĀ melihat Jackson yang sangat menyayangi dan melindungi Rossy.


"Febrian!" teriak Violet danĀ  mengejar Febrian. Akan tetapi, tangannya di pegang erat oleh Stella.


"Bayar dulu gaunku!" ujar Stella.


Stella tidak akan membiarkan Violet meninggalkannya sendirian di dalam ballroom dan menanggung rasa malu.


"Sialan!" teriak Violet dan mengeluarkan kartu kredit dari tas tangannya.


Bagaskara menerima kartu kredit itu dan menggeseknya ke mesin gesek kartu kredit. Violet merebut dengan kasar kartu kreditnya dari tangan Bagaskara dan berlari mengejar Febrian.


Stella pun ikut berlari keluar dari ballroom karena takut akan dijadikan kelinci percobaan oleh Jackson lagi.


***


Jackson melihat jam di pergelangan tangannya.


"Waktuku sangat berharga!" ujar Jackson


Beberapa tamu undangan yang sedang berbaris melangkahkan kaki mereka dengan cepat ke arah Rossy.


Satu persatu membungkukkan badan sembilan puluh derajatĀ  di depan Rossy sambil mengucapkan permintaan maaf.


"Maaf nona Rossy."


"Aku minta maaf nona Rossy."


"Nona Rossy. Aku minta maaf "


Rossy merasaĀ  tidak nyaman dan melihat ke arah Jackson.


"Kamu bisa menyuruh mereka menghentikannya sekarang," kata Rossy dengan suara kecil ke Jackson.


"Tidak bisa! Mereka harus tahu wanitaku tidak boleh di tindas oleh siapa pun!" tolak Jackson dengan tegas sambil melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Rossy.


Rossy melihat sekeliling ballroom hotel H.Ā Para tamu undangan yang tidak ikut menindas Rossy sudah meninggalkan ballroom Hotel H karena pesta pertunangan sudah dibatalkan oleh Febrian.


Bahkan sosokĀ Joni Iskandar pun tidak kelihatan di dalam ballroom hotel.


Rossy bersyukur di dalam hatinya bahwa Thomas sudah pulang duluan dan tidak melihat semua kejadian di dalam ballroom.


Rossy melirik sekilas ke arah Jackson yang berdiri disampingnya saat ini.


Rossy yakin mulai saat ini hubungannya dengan Jackson sudah berubah. Hubungan mereka bukan lagi antara majikan dan koki pribadi melainkan hubungan yang lebih dekat dan Rossy masih meraba-raba ke arah mana hubungannya dengan Jackson nantinya.


***PART 1 ***


Selamat malam readers setia Novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF


Author minta maaf kalau bab ini up nya malam ya karena sangat menguras otak author untuk menyelesaikan PART 1.


Bab ini sangat panjang...


Semoga para readers menyukainya šŸ™šŸ™šŸ™.


Part 1 tamat karena identitas Rossy Hartono sudah terbongkar dan Jackson Wijaya sudah mengetahui bayi yang dilahirkan oleh Rossy Hartono adalah bayi kembar.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya di Part 2 yang akan up besok ya.


Cerita di Part 2 akan semakin seru dan mengungkapkan rahasia yang masih belum terungkap di Part 1.


Bagaimana liku-liku perjalanan cinta antara Jackson Wijaya dan Rossy Hartono?


Apa percikan api antara Jackson Wijaya dan Michael Adinata nantinya?


Rahasia Wulan Sari?


Jackson Wijaya dan Rossy Hartono akan berhasil mendapatkan bayi kah supaya darah tali pusatnya bisa menyembuhkan penyakit leukimia Kelvin Hartono?


Bayi yang dilahirkan Rossy Hartono nantinya sesuai dengan harapan Chandra Wijaya? Baby girl or baby boy? šŸ˜


Kapan keluarga kecil Jackson Wijaya + Rossy Hartono + si kembar genius akan berkumpul?


Semuanya ada di Part 2 ya.


Don't miss it.


SALAM SAYANG


THANK YOU

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


up pukul 21.00 WITA


__ADS_2