
**Healing Hands Hospital***
Langkah kaki Jackson, Felix, dan Michael berhenti bersamaan ketika mereka saling berpapasan dan berhadapan.
Jackson dan Michael masih saling beradu pandangan dengan tenang.
Felix yang berdiri di samping Jackson bisa melihat jelas percikan api di mata mereka berdua dan juga merasakan hawa dingin yang terpancar dari tubuh Jackson dan Michael.
Felix berfirasat jika dirinya tidak segera mencairkan suasana maka besar kemungkinan Jackson dan Michael akan terlibat perkelahian.
Walaupun Felix tidak tahu masalah apa yang membuat keduanya kelihatan sudah bermusuhan dalam waktu yang lama.
"Dokter Michael," sapa Felix.
Michael yang mendengar namanya dipanggil, mengalihkan pandangannya ke Felix yang berdiri di samping Jackson.
"Dokter Felix! Tidak disangka kita bertemu lagi hari ini. Padahal beberapa hari yang lalu kita baru saja lunch bersama," kata Michael sambil memberikan senyuman simpatinya.
"Iya. Masakan Rossy memang lezat," ucap Felix dengan semangat sambil mengenang kembali rasa masakan Rossy yang dimakannya di rumah kontrakan Michelle.
"Iya. Masakan Rossy memang enak. Aku sangat menyukai wanita yang pintar memasak," ucap Michael sambil melirik ke arah Jackson.
Felix tahu perkataan Michael bisa menyebabkan Jackson salah paham.
"Rossy memang chef wanita yang disukai semua orang karena masakannya yang sangat lezat," kata Felix, yang melihat wajah Jackson sudah berubah menjadi hitam seperti warna kuali di dapur Mansion Wijaya.
"Rossy memang wanita menarik. Aku ingin menjadikannya pacarku," ucap Michael sambil tersenyum.
Michael sengaja ingin memancing amarah Jackson.
"Rossy wanitaku!" ujar Jackson sambil menatap tajam Michael.
"Iya Dokter Michael. Rossy adalah calon istri Jackson," kata Felix.
Felix tidak ingin terjadi perkelahian dan pertumpahan darah di rumah sakit miliknya 😂.
"Hanya calon istri kan? Aku masih mempunyai kesempatan untuk mengejar Rossy. Bagaimana kalau kita bersaing secara adil?" tanya Michael ke Jackson.
"Kamu tidak sepadan untuk menjadi sainganku," jawab Jackson dengan tenang dan tersenyum sinis.
Michael terpancing emosinya melihat sikap Jackson yang meremehkannya.
"Emangnya kamu punya kelebihan apa yang luar biasa?" tanya Michael.
Felix diam mematung saat merasakan aura yang sama terpancar dari tubuh Jackson dan Michael.
__ADS_1
"Apakah mereka punya hubungan darah?" kata hati Felix.
Dengan cepat Felix memungkiri pemikiran itu karena tahu pasti Jackson hanya mempunyai satu saudara sepupu yaitu Indra. Felix yakin itu hanyalah imajinasinya saja.
Jackson melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Michael dengan tenang tanpa membalas pertanyaan Michael.
Seolah-olah Michael bukan hanya tidak sepadan untuk bersaing memperebutkan Rossy, melainkan juga tidak sepadan untuk mengobrol dengannya.
Michael semakin geram dan marah terhadap Jackson. "Kamu bisa menjadi CEO Wijaya hanya karena kekuasaan dan kekayaan keluarga Wijaya," tukas Michael.
"Semua orang tahu aku menjadi CEO Wijaya karena kemampuanku sendiri," jawab Jackson dengan tenang.
Saat ini Jackson curiga Michael pun menyelidikinya secara diam-diam sehingga menatap tajam ke Michael.
Mereka berdua saling memberikan tatapan membunuh tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi. Felix berpikir keras bagaimana memisahkan mereka berdua.
***
Sementara itu beberapa suster melihat ke arah mereka bertiga sambil bergosip ria.
"Aku sangat bahagia bisa melihat pria nomor satu dan nomor dua Healing Hands Hospital di hadapanku saat ini."
"Iya. Benar-benar pemandangan yang menyejukkan mata. Apa lagi pria tinggi yang sedang bersama mereka. Tinggi dan sangat tampan. Melebihi ketampanan Dokter Felix dan Dokter Michael."
"Aku lebih suka pria tinggi dan tampan itu."
Suara gosipan para suster terdengar sampai di telinga Felix dan membuatnya menghela napas panjang.
"Apa mereka tidak merasakan kedua pria di hadapanku ini sedang bersitegang?" kata hati Felix.
***
Seorang wanita berpakaian kemeja putih ketat dan rok pendek berwarna hitam yang mendengar suara gosip para suster, ikut bergabung dan melihat dengan jelas wajah ketiga pria tampan yang menjadi bahan gosipan.
Wanita itu adalah Violet.
Di Perusahaan Wijaya, Violet sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari Jackson.
Jackson selalu mengacuhkan Violet dan tidak memberikan satu pun lirikan mata terhadapnya.
Padahal banyak karyawan laki-laki Perusahaan Wijaya yang melirik ke Violet karena kemeja ketat dan rok hitam pendeknya sehingga ketika melihat Jackson keluar dari Perusahaan Wijaya tadi, Violet beralasan sakit perut ke Fransisca dan membuntuti Jackson.
Violet ingin mencari kesempatan mendekati Jackson di luar Perusahaan Wijaya dan tidak menyangka ternyata Jackson ke Healing Hands Hospital.
Violet yakin Jackson pasti mau menjenguk putranya di kamar pasien VVIP.
__ADS_1
Violet masih mengingat jarinya yang dilukai oleh Robin si hercules sehingga tidak berani menuju kamar pasien VVIP.
Violet sudah putus asa untuk bertemu dengan Jackson di Healing Hands Hospital dan memutuskan pulang ke Perusahaan Wijaya, tetapi suara gosipan suster membuat Violet penasaran dengan pria tampan yang menjadi bahan gosipan para suster.
Mata Violet langsung berbinar-binar ketika melihat Jackson. "Dewi fortuna berada di pihakku. Saatnya mengambil perhatian Jackson Wijaya," kata hati Violet.
Violet memperlihatkan senyum terbaiknya dan berjalan mendekati Jackson yang masih saling bertatapan tajam dengan Michael.
Di mata Violet hanya ada Jackson seorang sehingga tidak memedulikan apa yang sedang terjadi di sana.
Felix yang menyadari kehadiran Violet terlebih dahulu. "Kenapa adik tiri Rossy bisa berada di sini?" kata hati Felix.
Felix mengenali wajah Violet karena video foto pre-wedding yang sempat di lihatnya di layar LED besar di atas panggung ballroom Hotel H sebelum kedua matanya ditutup oleh tangan Michelle.
"Ini kesempatan bagus," kata hati Felix.
Felix ingin memanfaatkan kedatangan Violet untuk mengalihkan perhatian Jackson dan Michael, yang masih saling menatap tajam tanpa ada yang mau mengalah.
***
"Tuan Jack...."
Bertepatan dengan suara Violet yang ingin menyapa Jackson, Felix menjulurkan kaki kanannya sehingga Violet tersandung.
"AH!" Teriak Violet yang kehilangan keseimbangan dan akan jatuh ke depan.
Violet kegirangan di dalam hatinya karena posisi jatuhnya akan mengenai tubuh Jackson.
Violet sudah berhalusinasi membayangkan Jackson akan menolongnya dengan memeluk pinggangnya dan menempelkan wajahnya ke dada atletis Jackson.
Inilah kesempatan emas yang sangat ditunggu-tunggu oleh Violet.
***
Siang Readers tercinta. Ini bab pertama hari ini ya.
Apakah halusinasi Violet akan menjadi kenyataan?
Di tunggu jawabannya di bab berikutnya 😊
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1