Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 59. Salah paham


__ADS_3

***Kamar tidur Rossy Hartono***


Rossy mencoba mengingat wajah suster yang selalu mendampingi Dokter Erik waktu itu.


Rossy yakin dirinya bisa mengenali suster itu apabila bertemu dengannya lagi.


"Aku tidak yakin apakah suster itu adalah suster yang pernah aku temui lima tahun yang lalu. Mungkin kamu bisa mencoba memotretnya secara diam-diam besok," kata Rossy ke Michelle.


Rossy tidak berani langsung menemui suster itu karena takut suster itu mengenalinya.


Sekarang belum saatnya identitas Miss X terbongkar. Rossy takut setelah Jackson tahu dirinya adalah Miss X, Jackson akan merebut Kelvin dari tangannya karena mengingkari perjanjian kontrak mereka lima tahun yang lalu.


Walaupun semuanya bukan salah Rossy karena Rossy sama sekali tidak mengetahui anak yang di lahirkannya adalah kembar.


Dokter Erik lah yang memberikan Kelvin kepada Rossy.


Rossy ingin menunggu Dokter Erik siuman dari komanya baru memberitahukan Jackson bahwa dirinya adalah Miss X.


Dokter Erik bisa menjadi saksi Rossy dan membuktikan Rossy tidak mengetahui tentang bayi kembarnya.


Pada waktu itu Chandra memang sudah di ambil oleh Jackson sesuai perjanjian kontrak sehingga setidaknya Jackson tidak akan menuduh Rossy mengingkari perjanjian kontrak dan merebut Kelvin darinya.


"Oke Rossy. Besok aku kerja shift pagi. Aku akan ada di sana sewaktu suster itu datang menjenguk dokter Erik. Aku akan mengusahakan mendapatkan fotonya untuk diperlihatkan kepadamu," kata Michelle.


"Thank you Michelle. Kamu pun jangan terlalu khawatir. Kita masih belum tahu apakah dokter Erik di rawat di Healing Hands Hospital ada hubungannya dengan Jackson yang ingin mencari Miss X. Mungkin saja Dokter Erik memang pasien pribadi Felix."


Rossy mencoba menenangkan Michelle karena tahu Michelle sangatlah khawatir padanya.


"Oke Rossy. Besok aku akan menghubungimu lagi," kata Michelle.


Setelah selesai berbicara dengan Michelle di telepon, Rossy menelepon langsung handphone Chandra untuk video call dengannya.


Rossy tidak mau pilih kasih terhadap salah satu putranya saja. Rasa sayang dan cinta Rossy kepada Kelvin sama besarnya ke Chandra. Setelah selesai video call dengan Chandra, Rossy mendengar ketukan di  pintu kamarnya.


Rossy membuka pintu kamarnya dan melihat Pak Lesmana berdiri di depannya.


"Ada apa Pak Lesmana? Tuan Jackson ingin makan supper kah?" tanya Rossy.


Biasanya Jackson suka sekali menyuruh Rossy memasak supper dan hasil akhirnya adalah Jackson sama sekali tidak makan masakan suppernya dan menyuruh Rossy makan di hadapannya.


"Bukan tuan Jackson. Pak Felix yang ingin makan supper. Nona Rossy bisa mengantarnya ke kamar tidur tuan Jackson nanti karena Pak Felix sedang berada di sana," kata Pak Lesmana.


"Baiklah Pak Lesmana. Terima kasih," kata Rossy.


Rossy baru ingat Felix akan menginap dua malam di Mansion Wijaya. Selama dua malam ini Felix pasti akan meminta di masakkin supper.


Rossy berjalan ke dapur Mansion Wijaya. Rossy ingin membuat hamburger dan kentang goreng untuk supper Felix.


 

__ADS_1


*** Kamar tidur Jackson Wijaya***


Felix mendorong kursi roda ke kamar tidur Jackson setelah Jackson menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja.


Jackson berada di atas tempat tidur dan Felix sedang membantunya mengelap badannya.


Jackson tidak memanggil Pak Lesmana untuk membantunya karena tidak mau pinggang  lPak Lesmana sakit lagi seperti semalam.


Felix mau membantu Jackson mengelap badannya karena ada imbalan yaitu dapat makan supper masakan Rossy. Setelah selesai mengelap seluruh badan Jackson, Felix membantu mengoleskan obat salep ke pinggang Jackson.


Jackson sudah memakai celana tidur, sedangkan baju tidurnya belum di kancing karena Felix sedang mengoleskan obat salep di pinggangnya.


"Jackson. Kamu sudah dua kali tanpa sengaja berhasil makan masakan Rossy. Itu merupakan hal yang baik untuk perkembangan penyakitmu," kata Felix.


Jackson menganggukkan kepala pertanda setuju dengan pendapat Felix tentang penyakitnya.


"Aku melihatmu memperlakukan Rossy dengan spesial. Ayo jujur kepadaku, apakah kamu menyukainya?" tanya Felix dengan rasa penasaran tingkat dewa.


"Apakah kamu buta? Aku tidak menyukainya melainkan Rossy lah yang menyukaiku," jawab Jackson dengan yakin.


"Oh ya? Rossy menyukaimu? Kamu yakin?" tanya Felix.


"Rossy sendiri yang memberitahukannya kepadaku," jawab Jackson.


Felix yang sedang membungkukkan badannya mengoleskan obat salep di pinggang Jackson menghentikan gerakan tangannya  dan melihat ke atas menatap wajah Jackson.


Felix ingin tahu apakah Jackson berbohong atau tidak tentang Rossy.


"Wah tidak disangka Jackson Wijaya CEO muda perusahaan Wijaya mendapatkan pernyataan cinta dari kokinya," seloroh Felix sambil ketawa kecil.


"Jackson. Aku baru sadar dari sudut pandang ini, wajahmu terlihat tampan juga," lanjut Felix.


"Omong kosong! Wajahku di lihat dari sudut manapun tetap terlihat tampan," kata Jackson.


Tangan Felix memegang dagu Jackson secara spontan.


"Benar juga. Melihat wajahmu ini, aku ingin menciumnya," kata Felix.


Felix sengaja menggoda Jackson karena Felix tidak tahan dengan sifat narsis Jackson yang berlebihan.


Jackson menatap tajam Felix Wilson.


"Coba aja kalau berani ," kata Jackson dengan tegas.


"Kalau aku melakukannya, kamu berjanji untuk tidak memukulku?" tanya Felix.


"Tidak bisa! Tetapi aku bisa berjanji tidak memukulmu sampai mati!" jawab Jackson.


Jackson sangat yakin Felix hanya berani omong kosong saja dan tidak akan berani melakukannya.

__ADS_1


"Jackson mudah sekali terpancing emosinya. Aku akan mengganggunya lagi," kata hati Felix.


Felix semakin  mendekatkan wajahnya ke wajah Jackson dengan maksud menakuti Jackson. Felix yakin Jackson pasti akan menghindarinya.


***


Pintu kamar tidur Jackson di buka oleh Rossy dari luar.


Rossy memegang nampan yang berisi piring masakan supper untuk Felix dan terkejut melihat keadaan di dalam kamar.


Tangan Felix memegang dagu Jackson dan wajah mereka berdua sangat dekat. Selain itu kancing baju tidur Jackson terbuka.


Pikiran Rossy langsung melayang jauh dan mengingat Michelle pernah memberitahukannya bahwa ada gosip hubungan spesial antara Jackson dan Felix.


"Sorry! Sorry! Aku tidak melihat apapun," kata Rossy dengan spontan dan membalikkan badannya ingin meninggalkan kamar tidur Jackson.


"Berhenti!" teriak Jackson.


Rossy menghentikan langkah kakinya, menyunggingkan senyum manis di bibirnya kemudian membalikkan badannya menghadap ke arah Jackson.


"Ada apa tuan Jackson?" tanya Rossy dengan sopan.


Felix sudah berdiri dari tempat duduknya  dan bersandar di dinding dengan kedua tangan melipat di depan dadanya.


Felix penasaran dan ingin tahu bagaimana Jackson menjelaskan kesalahpahaman itu kepada Rossy.


"Rossy. Kemari!" perintah Jackson dengan suara rendah.


Rossy melihat wajah Jackson yang serius dan merasa takut akan di hukum oleh Jackson.


"Tuan Jackson. Aku sama sekali tidak melihat apapun dan tidak akan menyebarkan gosip apapun," kata Rossy kedengan panik.


Jackson tahu Rossy sudah salah paham terhadap hubungannya dengan Felix.


"Rossy! Kemari! Sekarang juga!" seru Jackson dengan tegas.


Rossy memberanikan diri berjalan mendekati Jackson dan berdiri di samping tempat tidur.


Felix langsung mengambil nampan dari tangan Rossy dan membawanya ke meja. Felix menikmati suppernya sambil melihat ke arah Jackson dan Rossy seolah-olah sedang menonton di bioskop.


"Lihatlah! kata Jackson sambil menunjuk badannya.


"What?" teriak Rossy tanpa sadar.


***


Selamat siang Readers.


Hari ini author up 2 bab ya. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


Thank You


Author : LYTIE


__ADS_2