Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 202. Wine merah


__ADS_3

Rossy yang selesai mandi,


mengambil jubah mandi baru yang berada di dalam kamar mandi hotel dan memakainya.


Jubah mandi itu sangat lembut dan pendek sehingga memperlihatkan kaki jenjang Rossy yang putih dan mulus.


Rossy berdiri di depan cermin kamar mandi dan menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.


Sambil mengeringkan rambutnya, Rossy mengingat kembali perjalanan kencan pertamanya bersama Jackson dari taman bermain hingga candle light dinner di balkon hotel tadi.


Rossy menatap cincin emas putih yang melingkar di jari manisnya sambil tersenyum manis membayangkan cincin emas putih yang sama sedang melingkar di jari manis Jackson.


Rossy sama sekali tidak menyangka di hari kencan pertama mereka, Jackson akan langsung melamarnya di tempat umum.


Itu membuktikan perasaan cinta dan sayang Jackson terhadapnya sangat murni dan tulus.


Rossy yakin acara kencan mereka hari ini pasti sudah dipersiapkan oleh Jackson sejak mereka saling curahan hati di malam hari.


Pada malam itu Jackson memberinya waktu untuk memikirkan kapan pernikahan mereka akan dilaksanakan sehingga Rossy mengira pada saat itu Jackson sudah melamarnya secara tidak langsung.


Jackson yang selama ini bersikap kaku dan dingin pastilah akan bersikap terus terang dan tidak bisa romantis sama sekali.


Terbukti dengan hadiah bunga sayuran satu luggage van yang diberikan oleh Jackson untuknya sehingga Rossy pun tidak berpikir terlalu muluk akan mendapatkan perlakuan romantis dari Jackson.


Yang terpenting bagi Rossy adalah Jackson mencintai dan menyayanginya sepenuh hati serta dirinya pun sangat mencintai dan menyayangi Jackson sehingga akan menerima semua kelebihan maupun kekurangan Jackson.


Kejutan yang diberikan oleh Jackson kepada Rossy hari ini membuatnya merasa terharu dan semakin yakin dengan hubungan mereka berdua.


Komitmen yang diberikan oleh Jackson hari ini membuat Rossy merasa senang dan bahagia.


Selain itu setelah malam panas pertama mereka yang terjadi secara tidak sengaja karena Rossy dalam pengaruh jus stroberi, Jackson sama sekali tidak pernah memaksa Rossy untuk berhubungan mesra dengannya lagi  yang membuktikan Jackson menghormati keinginannya.


Rossy menyadari setiap malam Jackson menahan gejolak darah mudanya dan hanya sebatas memberikan ciuman dan pelukan mesra kepadanya.


Malam ini Rossy memutuskan akan memulai perjalanan fantasi bersama Jackson.


Sekarang Rossy merasa dirinya sudah siap lahir dan batin untuk berhubungan mesra dengan Jackson.


Selain itu semakin cepat dirinya hamil, maka semakin cepat penyakit Kelvin disembuhkan.


 ***


Rossy mematikan hair dryer setelah rambutnya kering, lalu menatap wajahnya di depan cermin.


Rossy menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan keberanian hatinya melaksanakan keputusan yang baru saja dia ambil.


"Aja-aja fighting," gumam Rossy sambil mengepalkan tangannya di depan cermin kamar mandi.


Rossy berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat Jackson sedang duduk di sofa sambil menikmati wine merah.


Jackson sudah melepaskan jaket kulitnya yang di letakkannya di atas sofa sehingga terlihat lekukan dada Jackson yang atletis,  terjiplak di balik kaos hitamnya.


Pipi Rossy merona merah karena langsung membayangkan dada Jackson yang penuh dengan goresan kuku dan gigitan cinta pada saat dirinya menjadi agresif dan ganas karena jus stroberi yang diminumnya.


Rossy bertanya-tanya di dalam hatinya, apakah malam ini dirinya akan meninggalkan lagi goresan kuku dan gigitan cinta di tubuh atletis Jackson. 😆


Jackson meletakkan gelasnya di atas meja dan berjalan ke arah Rossy.


"Kamu sudah selesai mandi?"tanya Jackson sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggang ramping  Rossy.


"Sudah," jawab Rossy.


Jackson memejamkan matanya dan menghirup aroma bunga mawar yang terpancar  dari rambut dan tubuh Rossy.


"Hm...kamu harum sekali," ucap Jackson dengan suara serak.


"Sekarang giliranmu mandi," kata Rossy dengan suara kecil.


Jackson mencium kening Rossy Hartono terlebih dahulu sebelum berjalan ke arah kamar mandi.


Jackson menghentikan langkah kakinya di depan kamar mandi dan menoleh ke arah Rossy.

__ADS_1


"Rossy!" Jackson memanggil Rossy dengan suara lembut.


"Iya," jawab Rossy sambil menatap wajah Jackson.


"Aku tidak akan lama. Bersabarlah sebentar," ucap Jackson dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Rossy memegang kedua pipinya yang terasa panas karena mengerti apa maksud dari perkataan Jackson. Rossy menjadi gugup dan berjalan mondar-mandir di dalam kamar hotel.


"Bagaimana nih? Aku harus melakukan apa ketika Jackson keluar?" kata hati Rossy.


Rossy melihat ke arah tempat tidur dan memutuskan untuk naik ke atas tempat tidur.


Sesekali mata Rossy melihat ke arah kamar mandi. Rossy semakin gelisah menunggu Jackson keluar dari kamar mandi.


Tiba-tiba Rossy melompat turun dari tempat tidur dan menguping di luar kamar mandi. Samar-samar terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Rossy menajamkan pendengarannya. Lama kelamaan suara gemericik air sudah berhenti dari dalam kamar mandi.


Rossy bisa mendengar jelas suara detak jantungnya yang semakin cepat. Rossy masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi dengan gugup dan gelisah.


Ketika pintu kamar mandi terbuka dari dalam, Rossy baru tersadar dan berlari ke arah tempat tidur.


Rossy melompat ke atas tempat tidur dan menarik selimut menutup seluruh tubuhnya.


Jackson yang semula  terkejut melihat Rossy berdiri di luar pintu kamar mandi menjadi  tersenyum kecil melihat Rossy yang berlari ke atas tempat tidur.


Jackson berjalan ke arah tempat tidur dengan perlahan dan tenang.


Jackson mengenakan jubah mandi hotel yang tidak diikat dengan erat sehingga menampilkan dada atletisnya.


Rossy menelan ludahnya tanpa sadar ketika melihat dengan jelas dada atletis yang selalu dipeluknya setiap malam.


Jackson duduk di atas tempat tidur dan melihat sekilas selimut yang menutup seluruh tubuh Rossy.


Jackson tahu Rossy sedang malu. "Rossy. Saatnya tidur," kata Jackson dengan suara lembut.


"Ah.. begitu cepatkah?" tanya Rossy secara spontan.


"Kamu mau melakukan hal lain?" tanya Jackson.


Mata Rossy melihat sekeliling kamar untuk mencari alasan hal apa yang bisa mereka berdua lakukan sebelum tidur.


Mata Rossy berbinar-binar melihat sebuah kotak kecil berada di atas meja nakas sehingga tangan Rossy segera menyambar kotak kecil itu.


"Ternyata di kamar hotel ada permen karet. Aku ingin mencobanya dulu," kata Rossy dan langsung membuka kotak kecil dengan tulisan bahasa asing yang tidak dimengerti oleh Rossy.


Ada gambar stroberi di kemasan kotak kecil itu sehingga Rossy mengiranya permen karet rasa stroberi. 😂


Jackson merasa heran di kamar hotel mewah ini menyiapkan permen karet untuk tamu hotel.


Jackson sengaja booking kamar hotel suite ini yang memang disediakan untuk pasangan honeymoon.


Rossy yang gugup tanpa sengaja merobek kotak kecil itu dengan keras sehingga bungkusan di dalam kotak kecil terlempar keluar dan berserakan di tempat tidur dan lantai.


Rossy membungkukkan badannya mengambil semua bungkusan yang tercecer di lantai, sedangkan Jackson membantu Rossy mengambil bungkusan yang berceceran di atas tempat tidur.


Rossy berdiri di hadapan Jackson sambil tersenyum canggung akan kecerobohannya tadi.


Rossy mengambil salah satu bungkusan dan ingin membukanya.


"Jackson! Ayo kita makan ber...."


Rossy menghentikan perkataannya dengan mata membulat besar menatap bungkusan yang berada di tangannya.


Bungkusan itu sama sekali bukanlah permen karet. Pipi dan telinga Rossy merona merah seketika.


Jackson yang sudah menyadarinya sejak awal mengambil semua bungkusan dari tangan Rossy dan meletakkannya di atas meja .


"Malam ini kita tidak memerlukannya," kata Jackson sambil tertawa kecil.


Rossy merasa sangat malu dan segera berjalan ke arah sofa. "Aku ingin minum wine," ucap Rossy sambil duduk di atas sofa.

__ADS_1


Jackson berjalan ke arah Rossy dan duduk di sisi kiri Rossy. Jackson mengangkat gelas wine nya dan menyenggol gelas wine Rossy Hartono.


"Cheers!" ucapJackson.


"Cheers!" kata Rossy sambil minum wine merahnya.


Mereka berdua meletakkan gelas wine yang sudah kosong di atas meja.


Jackson menuangkan lagi  wine merah ke gelasnya, sedangkan gelas Rossy dibiarkan kosong.


"Aku masih ingin minum," ujar Rossy sambil menatap ke wajah Jackson.


"Kamu boleh minum lagi jika  duduk di pangkuanku," kata Jackson.


"Oke," jawab Rossy dan langsung  duduk di atas pangkuan Jackson.


Jackson memeluk erat Rossy yang berada di pangkuannya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mengambil gelas wine dari atas meja.


"Ada cara lain untuk minum wine merah," ucap Jackson dengan wajah serius.


"Cara apa?" tanya Rossy.


Jackson tidak menjawab pertanyaan Rossy dan langsung meneguk habis wine merah dari gelasnya.


Gelas wine kosong di letakkan di atas meja dengan cepat dan Jackson mencium bibir Rossy secara tiba-tiba.


Mata Rossy membulat besar karena bisa merasakan wine merah mengalir ke dalam mulutnya melalui ciuman dari Jackson.


Rossy mengalungkan tangannya ke leher Jackson dan menikmati ciuman rasa wine merah.


Jackson menghentikan ciumannya dan menatap ke wajah Rossy.


"Mau lagi?" tanya Jackson dengan suara serak.


"Mau," jawab Rossy sambil tersenyum manis.


Jackson menuangkan wine ke gelasnya lagi dan ketika Jackson ingin mengambil gelasnya, Rossy mengambilnya lebih dulu dan langsung meminum habis wine merah itu serta meletakkan gelasnya di atas meja.


Rossy mencium bibir Jackson dan kali ini giliran Jackson yang merasakan wine merah mengalir di dalam mulutnya melalui ciuman dari Rossy.


Mereka berdua saling berciuman mesra  dengan napas yang menggebu-gebu dan detak jantung yang berdegup semakin kencang.


Jackson berdiri dari kursi sofa sambil menggendong Rossy dengan bibir mereka yang masih berciuman mesra.


Jackson berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuh Rossy di atas tempat tidur dengan gerakan lembut dan perlahan.


Jackson memegang  pipi Rossy kemudian mendekatkan bibirnya di telinga Rossy.


"Rossy! I love you," bisik Jackson di telinga Rossy.


"I love you too," jawab Rossy.


Jackson mengul*m dan menggigit lembut telinga Rossy. Rossy merasakan aliran listrik menyengat seluruh tubuhnya dengan pelan.


Dari telinga Rossy, ciuman Jackson berlanjut ke leher jenjang Rossy.


Rossy memejamkan kedua matanya, menikmati setiap ciuman yang diberikan oleh Jackson.


Tangan Rossy memeluk erat punggung Jackson ketika Jackson membawanya ke petualangan fantasi yang membuat Rossy merasakan berpetualangan di atas galaksi dengan bintang-bintang yang bertebaran di sekelilingnya.


***


Selamat malam readers.


Bab ini author up pukul 22.40 WITA dan sangat panjang.


Semoga para readers menyukainya dan segera muncul di noveltoon ya.


TERIMA KASIH


HAPPY WEEKEND

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2