Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 240. Pulang Ke Mansion Wijaya


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Michelle dan si kembar Chandra-Kelvin menjadi marah setelah mendengar cerita dari Felix.


Pada saat itu Michelle ingin langsung keluar dari kamar pasien VVIP untuk mencari Violet dan melabraknya, tetapi Felix dan Chandra mencegah Michelle melakukannya.


Felix dan Chandra berusaha menenangkan emosi Michelle. Mereka berdua memberitahukan Michelle bahwa Jackson pasti akan membantu Rossy membalas dendam sehingga Michelle tidak perlu turun tangan berkelahi dengan Violet.


Pada akhirnya Michelle tenang dan memanggil suster untuk menyiapkan bantalan es yang akan dipakainya untuk mengompres memar di kaki Rossy.


Mereka berempat bermain board games sambil menunggu kedatangan Jackson dan Rossy yang entah mengapa berada di lift dalam waktu yang lama.


Padahal Felix yang menaiki lifft lain sudah tiba di kamar pasien VVIP Kelvin dari tadi.


***


Rossy duduk di sofa dan Michelle memeriksa luka memarnya.


Michelle memeriksa luka memar itu dengan teliti. Kemudian menempelkan bantalan es ke atas kaki Rossy yang memar.


"Untung hanya luka memar ringan. Kamu sih terlalu baik. Kalau Aku, pasti akan melempar balik Violet dengan sepatuku," kata Michelle.


"Iya. Lain kali aku ajak kamu deh kalau mau berkelahi sama Violet," ucap Rossy sambil tertawa kecil.


SementaraJackson yang berdiri di samping Rossy, menatap intens kaki Rossy yang ditempeli bantalan es.


"Violet tidak bisa dibiarkan lagi. Dia harus dipecat dari Perusahaan Wijaya. Aku tidak akan membiarkannya mencari kesempatan mendekatiku dan menyakiti Rossy," kata hati Jackson.


"Aku permisi sebentar," ujar Jackson sambil mengeluarkan handphone dari kantong celananya dan berjalan keluar dari kamar pasien VVIP.


Jackson tidak mau merusak suasana di dalam kamar pasien yang seharusnya senang karena Kelvin akan pulang ke Mansion Wijaya.


Rossy menatap punggung Jackson yang menghilang di balik  pintu masuk kamar pasien VVIP.


"Jackson mau ke mana?" tanya Rossy spontan.


"Memecat Violet," jawab Chandra dan Kelvin bersamaan.


Chandra dan Kelvin tersenyum lebar bersamaan karena mempunyai pemikiran yang sama akan apa yang dilakukan Jackson sekarang.


"Bagus! Jackson mengambil keputusan yang tepat. Kita bersiap-siap mengurus Kelvin pulang aja," kata Michelle.


"Baiklah," jawab Rossy.


***


"Tuan Jackson!" sapa Robin saat melihat Jackson keluar dari kamar pasien.


Jackson menganggukkan kepalanya dan menekan panggilan dari handphone.

__ADS_1


Jackson menelepon Venesia, sektretaris utamanya.


"Halo Tuan Jackson," sapa Venesia saat menerima panggilan telepon.


"Venesia! Beritahu HRD untuk segera memecat resepsionis baru Perusahaan Wijaya. Aku tidak mau melihat bayangannya masih ada di Perusahaan Wijaya ketika aku tiba di sana!" perintah Jackson dengan tegas.


"Baik Tuan Jackson!" jawab Venesia dengan patuh.


Setelah memutuskan sambungan telepon dengan Venesia, Jackson menelepon Bagaskara.


"Halo Tuan Jackson!" sapa Bagaskara dengan sopan.


"Bagaskara! Aku mau kamu memeriksa asal usul Michael Adinata sebelum menjadi anak asuh Keluarga Adinata!" perintah Jackson.


"Baik Tuan Jackson!" jawab Bagaskara.


"Aku mau hasilnya hari ini!" lanjut Jackson.


"Siap Tuan Jackson! Aku akan menghubungi Tuan Jackson langsung setelah mendapatkan informasinya!" jawab Bagaskara.


"Oke!" ucap Jackson dengan singkat dan memutuskan sambungan telepon.


Jackson memasukkan kembali handphone ke dalam kantong celananya. Kemudian Jackson melihat ke arah Robin yang setia dengan posisi berdiri tegaknya.


"Robin! Mulai hari ini kamu bertugas menjaga Kelvin dan Chandra. Apakah perlu aku menambahkan satu bodyguard untuk mendampingimu?" tanya Jackson.


Selama ini Robin yang menjaga Chandra, lalu menjaga Kelvin yang dirawat di Healing Hands Hospital.


Jackson menghargai kemampuan kerja bawahannya sehingga menanyakan terlebih dahulu ke Robin apakah sanggup untuk menjaga kedua putra kembarnya atau harus menambah seorang bodyguard lagi.


"Tuan Jackson! Aku akan menjaga kedua Tuan muda dengan baik!" jawab Robin dengan yakin.


"Oke! Aku percaya dengan kemampuanmu!" kata Jackson dan menepuk pundak Robin sebentar sebelum masuk ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin.


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Jackson melihat Rossy dan Michelle sedang membereskan barang-barang Kelvin yang berada di dalam kamar pasien.


Termasuk buku-buku tebal yang dibelikan oleh Jackson dan juga permen lolipop kesukaan Kelvin yang disimpannya dalam laci.


Michelle tersenyum kecil melihat permen lolipop itu karena teringat  dengan Felix yang selalu memberikannya permen lolipop dan ternyata Felix memintanya dari Kelvin.


"Di mana Kelvin?" tanya Jackson.


"Kelvin sedang ganti pakaian di toilet," jawab Rossy.


Beberapa saat kemudian Kelvin berjalan keluar dari toilet. Rossy tersenyum lebar melihat penampilan Kelvin.


Kelvin terlihat sangat tampan dan tentu saja pakaiannya sama dengan pakaian Chandra, hanya berbeda warna saja.

__ADS_1


"Chandra! Ayo ke sini!" panggil Felix dengan wajah penasaran penasaran sambil menarik tangan Chandra menuju Kelvin.


Felix sengaja membuat Chandra berdiri tepat di samping Kelvin.


"Chandra dan Kelvin sangat mirip seratus persen. Pantas saja aku pun tidak menyadarinya sewaktu mereka bertukar identitas," kata Felix.


Semua orang yang berada di dalam kamar pasien VVIP ketawa kecil mendengar perkataan Felix yang spontan.


"Ayo kita pulang sekarang," ajak Jackson sambil memegang kepala Kelvin dengan lembut.


"Hore! Let's go to Mansion Wijaya!" teriak Kelvin kegirangan.


Kelvin dan Chandra bergandengan tangan. Mereka berdua berjalan di barisan paling depan, sedangkan Jackson memeluk erat pinggang  Rossy serta berjalan di belakang putra kembarnya.


Michelle dan Felix berada di barisan paling belakang. Semuanya keluar dari dalam kamar pasien VVIP Kelvin dengan raut wajah bahagia.


Robin pun ikut menyusul dari belakang.


Setiap dokter ataupun suster yang berpapasan dengan mereka, terpana melihat keluarga kecil yang sangat sempurna di hadapan mereka.


***


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam dan mobil Avanza biru sudah terparkir di depan pintu masuk Healing Hands Hospital.


Pak Kuncoro dan Pak Benyamin tersenyum senang melihat Jackson keluar bersama keluarga kecilnya.


Robin segera berlari ke arah Pak Kuncoro. "Pak Kuncoro! Aku yang menyetir sampai ke Mansion Wijaya. Pak Kuncoro ikut mobil Pak Benyamin," kata Robin.


"Baik Pak Robin," jawab Pak Kuncoro.


Robin tahu Jackson masih harus kembali ke Perusahaan Wijaya setelah mengantar Kelvin pulang ke Mansion Wijaya.


Robin harus melindungi kedua Tuan mudanya sehingga dirinya berinisiatif menjadi supir.


Jackson, Rossy, dan si kembar Chandra-Kelvin masuk ke dalam mobil Land Rover Range Rover Velar. 


Kelvin tersenyum lebar dan merasa antusias untuk segera tiba di Mansion Wijaya.


***


Halo Readers tercinta.


Yeay akhinya Kelvin Hartono bisa pulang ke Mansion Wijaya .


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Terima kasih dukungannya semua.


LOVE YOU ALL

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2