
***Meja penerima tamu Hotel H***
Violet dan Febrian sudah berjalan masuk ke dalam ballroom Hotel H yang menandakan acara pesta pertunangan sudah di mulai.
Victoria dan Jessi sedang bersiap-siap meninggalkan meja penerima tamu untuk bergabung ke dalam ballroom Hotel H.
Jessi sedang menelepon Stella yang menghilang secara tiba-tiba di meja penerima tamu tadi.
"Halo Jessi," jawab Stella ketika menerima panggilan telepon dari Jessi.
"Stella. Kamu kemana saja? Pesta pertunangan Violet sudah di mulai. Kamu masih berada di Hotel H bukan?" tanya Jessi.
"Maaf Jessi. Tadi aku sakit perut dan masih berada di toilet. Aku akan menyusul ke dalam ballroom nanti," jawab Stella.
"Oke. Aku dan Victoria tunggu kamu di dalam ya," ucap Jessi tanpa mencurigai Stella sedang berbohong kepadanya.
Stella meninggalkan meja penerima tamu karena melihat Michelle dan Felix sedang menuju ke arahnya.
Stella tidak menyangka Felix dan Michelle akan menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian sehingga Stella melarikan diri dari meja penerima tamu dan bersembunyi di dalam toilet hotel.
Stella masih ingat dengan jelas rasa malu nya ketika dipecat langsung dari Healing Hands Hospital karena ketahuan kebohongannya mengaku sebagi tunangan Felix.
Kejadian di Healing Hands Hospital adalah kesalahan Suster Amanda yang mencari masalah dengan Michelle dan melibatkannya.
Stella merasa iri dan cemburu terhadap Michelle karena Felix menjadi pasangannya ke pesta pertunangan Violet dan Febrian Iskandar ini.
Stella tidak menyangka tindakan Suster Amanda mencegah Michelle mengajak Dokter Michael ke pesta malahan membuat Michelle mendapatkan keberuntungan karena Felix yang menemaninya ke pesta sekarang.
Stella yakin pesta yang sedang dibicarakan oleh Michelle dan temannya yang jelek sewaktu di Healing Hands Hospital adalah pesta pertunangan Febrian dan Violet. Setelah menutup sambungan telepon dengan Jessi, Stella melihat pantulan wajahnya di depan cermin toilet.
"Kenapa aku harus takut bertemu dengan mereka berdua? Dengan topeng wajah ini, mereka tidak akan mengenaliku," kata hati Stella.
Stella tidak mau meninggalkan pesta pertunangan Violet dan Febrian sebelum berhasil menggaet pria kaya yang berada di dalam ballroom Hotel H.
Sebelum kedatangan Michelle dan Felix, beberapa pria tamu undangan tersenyum lebar ke arah Stella yang berada di meja penerima tamu.
Stella yakin dirinya sudah berhasil menarik perhatian mereka. Stella hanya perlu memilih di antara mereka mana yang lebih kaya untuk menjadi sugar daddynya yang merupakan tujuannya bersedia menjadi penerima tamu di pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Stella merasa percaya diri dan berjalan keluar dari toilet hotel dengan topeng wajahnya menuju ballroom tempat pesta pertunangan diadakan.
Sementara itu Victoria yang masih berada di meja penerima tamu melihat sebuah mobil mercedes benz putih berhenti di Hotel H.
"Pasti pria kaya," kata hati Victoria.
"Jessi. Aku akan menyusulmu ke dalam ballroom nanti. Masih ada tamu undangan yang datang," kata Victoria sambil tersenyum.
"Oke," jawab Jessi.
Victoria menatap ke arah mobil mercedes benz putih itu dengan mats berbinar-binar.
__ADS_1
Mobil mercedes benz putih itu adalah milik Agung Wijaya yang datang bersama Indra Wijaya ke pesta pertunangan Febrian dan Violet.
Di dalam mobil terlihat Agung dan Indra mengenakan jas formal.
Mereka terlambat datang ke pesta pertunangan Febrian dan Violet karena Indra sedang sibuk bekerja di Perusahaan Wijaya.
"Kakek! Maafkan aku yang membuatmu terlambat ke pesta ini. Jackson sudah meninggalkan kantornya dari jam dua siang sehingga aku harus membantu mengurus pekerjaannya yang menumpuk," kata Indra.
Indra merasakan hari ini adalah hari keberuntungannya karena mengetahui Jackson meninggalkan kantornya lebih awal.
Indra sengaja lebih lama berada di Perusahaan Wijaya untuk menunjukkan kepada Agung bahwa dirinya adalah pekerja keras dan rajin dibandingkan Jackson.
Sekarang Indra memberitahukan Agung tentang tindakan Jackson Wijaya yang sewenang-wenang meninggalkan Perusahaan Wijaya dengan harapan Agung merasa kecewa terhadap Jackson.
Agung tersenyum tipis mendengar laporan dari Indra karena Agung tahu pasti apa maksud Indra mengatakan hal itu.
"Jackson sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dua hari yang lalu dan sudah memberitahukanku tentang dirinya yang akan cepat pulang dari Perusahaan Wijaya hari ini karena ada urusan penting," ucap Agung.
Jackson sudah bisa menduga tindakannya yang pulang cepat dari Perusahaan Wijaya pasti akan dijadikan senjata oleh Kusuma dan Indra untuk melawannya sehingga Jackson sudah menelepon Agung terlebih dahulu sebelum menjemput Rossy di Mansion Wijaya tadi siang.
Indra terdiam setelah mendengar perkataan Agung. Provokasi yang dilancarkan olehnya gagal total. Indra tidak menyangka Jackson sudah menelepon Agung terlebih dahulu sehingga bisa dipastikan Agung mengetahui niat tersembunyinya menjelek-jelekkan Jackson tadi.
"Jackson sialan!" gerutu Indra di dalam hatinya
"Indra, dalam waktu dekat CEO Adinata akan datang dari Australia ke Bali untuk membahas kontrak kerja dengan Perusahaaan Wijaya. Aku akan memberitahukan Jackson untuk mengikutsertakan kamu dalam proyek itu. Kakek yakin kamu bisa mendapat pelajaran berharga tentang bisnis dari Jackson dan CEO Adinata," ucap Agung.
Agung dan Indra turun dari mobil dan berjalan ke arah meja penerima tamu. Indra mewakili Agung mengisi buku tamu undangan.
"Wow. Pria ini sangat tinggi dan muda," teriak hati Victoria kegirangan.
Victoria merasa senang karena bisa bertemu dengan tamu undangan yang tinggi dan muda sesuai dengan kriteria Victoria akan pria idamannya selama ini.
Tadi Victoria tertarik dengan Felix karena tinggi badannya dan wajahnya yang tampan, tetapi sekarang Victoria berfirasat dirinya bisa lebih mudah menggoda dan mendapatkan Indra dari pada Felix.
Victoria yakin Indra pasti kaya dan mempunyai jabatan di perusahaan besar.
Indra dengan jas formalnya sangatlah cocok dan terlihat berkelas. Sangat berbeda jauh dengan dua pria teman Violet tadi yang datang mengambil topeng wajah darinya.
Walaupun kedua pria itu mengenakan pakaian kemeja yang rapi tetapi tidak bisa menutupi penampilan asli mereka yang membuat Victoria merasa jijik.
Kedua pria itu secara terang-terangan menatap tubuhnya dan Jessi secara bergantian dengan senyuman mesum.
Victoria merasa muak dan jijik terhadap kedua pria itu. Victoria tidak mengerti mengapa Violet Hartono bisa membiarkan kedua pria itu menghadiri pesta pertunangannya.
Victoria sama sekali tidak tahu rencana jahat Wulan Sari dan Violet yang akan mempergunakan kedua pria itu untuk melukai Rossy.
Victoria hanya mengetahui rencana Violet untuk mempermalukan Rossy di dalam ballroom pesta pertunangan nanti.
"Topeng wajah ini harus dikenakan sebelum masuk ke dalam ballroom pesta," kata Victoria sambil tersenyum lebar ke arah Indra dan menyerahkan dua buah topeng wajah.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Indra tanpa membalas senyuman Victoria.
Indra tahu wanita dihadapannya sedang menggodanya. Indra merasa tertarik dengan tubuh wanita seksi dihadapannya saat ini, tetapi karena sedang bersama Agung, Indra bersikap mengacuhkan Victoria.
"Kakek. Ini topeng wajahnya," kata Indra sambil menyerahkan salah satu topeng wajah ke Agung.
"Tuan Agung!"
Belum sempat Agung mengenakan topengnya, terdengar suara seorang pria memanggilnya.
Thomas yang sedang memapah Wulan Sari berjalan menghampiri Agung.
Topeng wajah Thomas dan Wulan Sari sudah dilepaskan oleh mereka ketika berjalan keluar dari ballroom hotel H.
"Thomas!" sapa Agung sambil tersenyum.
"Maaf tuan Agung. Aku harus meninggalkan pesta sekarang karena harus membawa Wulan ke dokter," kata Thomas.
"Ada apa dengan istrimu?" tanya Agung sambil melihat ke arah Wulan Sari yang masih berpura-pura memegang perutnya.
"Wulan tiba-tiba sakit perut sewaktu di dalam ballroom tadi. Aku harus membawanya ke dokter sekarang. Tuan Agung bisa mengikuti acara pestanya di dalam ballroom," jawab Thomas.
"Baiklah," ucap Agung.
"Om Thomas. Aku yang akan mengantar teman Om Thomas ke dalam ballroom," kata Victoria dengan ramah.
Victoria tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat mendekati Indra.
"Terima kasih Victoria," ucap Thomas.
"Sama-sama Om Thomas," jawab Victoria.
Victoria membawa Agung dan Indra yang sudah mengenakan topeng wajah berjalan masuk ke dalam ballroom Hotel H.
***
Selamat sore readers.
Masih ada satu bab lagi ya malam ini dan pastinya akan semakin seru 😊
Akan ada konflik di dalamnya. Author sedang berkonsentrasi penuh menyusun naskah ceritanya 😂😂😂
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1