Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 228. Benci dan iri


__ADS_3

***Perusahaan Wijaya***


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan Perusahaan Wijaya.


"Violet! Cepat berdiri memberi hormat. Tuan Jackson sudah datang!" kata Fransisca sambil berdiri dari kursinya dan merapikan seragam kerjanya untuk menyambut kedatangan Jackson.


"Jackson Wijaya sudah datang," teriak hati Violet kegirangan.


Violet mengikuti Fransiska yang sedang membungkukkan badan sembilan puluh derajat menyambut kedatangan Jackson.


Violet sengaja membuka dua kancing atas kemeja putih  ketatnya dan membungkukkan badannya lebih ke bawah.


Ketika Violet merasakan Jackson akan berjalan melewatinya, Violet mengangkat kepalanya dan memberikan senyuman terbaiknya, tetapi hal yang di lakukan oleh Violet sia-sia belaka karena Jackson sama sekali tidak melihat ke arahnya.


Jackson menghentikan langkah kakinya setelah berjalan beberapa langkah melewati Violet, lalu Jackson membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Violet.


Hati kecil Violet langsung berteriak kegirangan. "Betul kan dugaanku. Tidak ada kucing yang menolak ikan asin," kata hati Violet.


"Kamu adik tiri Rossy?" tanya Jackson dengan suara datar dan wajah tanpa ekspresi.


"Iya Tuan Jackson," jawab Violet sambil membusungkan dadanya dan memberikan senyuman menggoda di sudut bibirnya.


Violet sengaja ingin memperlihatkan tubuh seksinya ke Jackson.


Violet yakin Jackson akan tergoda olehnya, sedangkan Violet sendiri pun menatap wajah tampan Jackson tanpa bisa mengedipkan matanya.


"Jackson Wijaya sangat tampan. Lebih tampan daripada Febrian. Tampan dan kaya. Dia seharusnya milikku," kata hati Violet.


Hati Violet semakin kegirangan karena melihat mata Jackson mengarah ke kemeja putihnya sehingga Violet semakin sengaja berpura-pura merapikan kerah kemejanya padahal ingin memperlihatkan bagian tubuhnya yang tersingkap ke Jackson.


"Pakaianmu sangat tidak rapi dan merusak citra Perusahaan Wijaya. Gajimu di potong lima ratus ribu!" kata Jackson.


"Apa?" teriak hati Violet.


Wajah Violet menjadi pucat seketika karena tidak menyangka Jackson tidak tergoda dengan tubuh seksinya, malahan gajinya akan di potong di hari pertamanya bekerja.


Jackson menoleh ke arah Fransisca.


"Fransisca! Beri dia SP 1. Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi," kata Jackson.


#SP : Surat Peringatan#


"Baik Tuan Jackson," jawab Fransisca dengan patuh.


Jackson berjalan meninggalkan tempat resepsionis setelah memberi perintah ke Fransisca, tanpa melihat ke Violet lagi.


Tadi Jackson memang sengaja ingin memastikan identitas Violet karena dari data Bagaskara semalam, Jackson tahu Violet melamar menjadi resepsionis di Perusahaan Wijaya.


Jackson yakin Violet pasti mempunyai niat terselubung untuk bekerja di Perusahaan Wijaya dan terbukti tadi Violet ingin menggodanya.

__ADS_1


Jackson sengaja hanya memberikan SP1 karena ingin mengetahui apa rencana Violet selanjutnya.


Jackson berprinsip lebih baik meletakkan satu bom waktu di bawah pengawasannya daripada bom waktu itu berada di luar dan bisa melukai Rossy.


***


Violet duduk dengan lemas di kursinya karena tidak masih tidak bisa menerima kenyataan di hari pertamanya bekerja, gajinya sudah di potong dan mendapatkan SP1 dari Perusahaan Wijaya.


Fransisca hanya menggelengkan kepala melihat Violet dan menelepon bagian HRD untuk mengirimkan SP1 ke Violet.


Beberapa saat kemudian seorang laki-laki berpakaian kerja berjalan perlahan melewati resepsionis.


"Pagi Pak Indra!" sapa Fransisca sambil menganggukkan kepalanya.


Violet mengikuti sikap Fransisca menqanggukkan kepalanya ke Indra.


"Pagi Pak Indra!" sapa Violet.


Indra berdiri di hadapan Violet dan melihatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kamu resepsionis baru?" tanya Indra.


"Iya Pak Indra. Aku Violet , resepsionis baru," jawab Violet.


Indra melirik sekilas ke kemeja putih Violet. "Memang tidak ada kucing yang menolak ikan asin," kata hati Violet dengan pe de yang melihat lirikan mata Indra ke kemeja putihnya yang masih belum di kancing.


Violet menatap punggung Indra Wijaya yang secara perlahan menghilang dari hadapannya.


Violet tahu pasti siapa pria muda yang baru saja berjalan meninggalkan tempat resepsionis.


Sewaktu mencari informasi tentang Jackson, Violet tahu Indra adalah sepupu Jackson dan juga bekerja di Perusahaan Wijaya.


Walaupun Indra juga mempunyai jabatan yang tinggi di Perusahaan Wijaya, Violet tidak tertarik untuk mendekatinya.


Target Violet adalah Jackson Wijaya karena Rossy. Violet ingin merebut semua milik Rossy dan melihat Rossy hidup sengsara dan menderita.


Violet tidak mau Rossy mendapatkan kebahagiaan melebihi dirinya.


Sifat iri dan benci Violet terhadap Rossy sudah mengakar di  dalam hatinya sejak kecil.


Bukan hanya Wulan Sari yang tahu Thomas lebih menyayangi Rossy, bahkan Violet sendiri pun sudah menyadarinya sejak kecil.


Sejak kecil banyak kenalan mereka yang selalu memuji Rossy sangat mirip dengan Thomas, sedangkan dirinya lebih mirip dengan Wulan Sari.


Thomas selalu tersenyum senang dan bahagia setiap kali mendengar pujian itu dan akan menggendong Rossy kecil di hadapannya.


Thomas sangat jarang mengendong Violet sewaktu kecil sehingga membuatnya iri dan benci kepada Rossy.


Padahal kenyataannya Thomas selalu menggendong Rossy karena Wulan Sari tidak pernah  mengendong Rossy lagi sejak melahirkan Violet, dengan alasan anak paling kecil lebih membutuhkan ibu sehingga Thomas tidak pernah mempermasalahkannya.

__ADS_1


Thomas sama sekali tidak pernah mencurigai Wulan Sari akan berbohong kepadanya. Semua dikarenakan sebelum kelahiran Violet, Wulan Sari memang memperlihatkan kasih sayang yang besar terhadap Rossy kecil.


Kemudian ketika Violet dan Rossy mulai sekolah bersama,  prestasi belajar Rossy lebih baik daripada prestasi Violet.


Semakin dewasa, kecantikan Rossy juga melebihi Violet sehingga membuat kebencian serta iri  hatinya kepada Rossy semakin memuncak. Akan tetapi, pada saat itu Violet tidak bisa melakukan apa pun karena ada Thomas yang selalu melindungi Rossy.


Bahkan ketika Febriam menjadi tunangan Rossy, Violet hanya bisa menyimpan kekesalan dan kebencian di dalam hatinya dengan rapat.


Sampai akhirnya tiba waktunya untuk Violet melampiaskan kebencian dan iri hatinya ke Rossy.


Michelle yang mengantarkan cek 200 juta kepada Wulan Sari membuat Wulan Sari dan Violet menggunakan kesempatan itu dengan baik.


Pada saat itu Wulan Sari dan Violet menduga Rossy menjadi simpanan dari sugar daddy sehingga bisa mendapatkan uang 200 juta itu.


Mereka menggunakan uang 200 juta itu membebaskan Thomas dari penjara dan memberitahukan Thomas tentang Rossy yang terlibat pergaulan bebas.


Wulan Sari dan Violet semakin gembira ketika Rossy membawa pulang bayi laki-laki yang tidak diketahui siapa ayah kandungnya.


Pada akhirnya mereka berhasil membuat Rossy meninggalkan rumah Hartono dan Violet berhasil menjadi tunangan Febrian menggantikan Rossy saat itu.


Selama lima tahun ini, Violet menjalani hidupnya dengan senang dan bahagia karena semua milik Rossy berhasil menjadi miliknya. Akan tetapi, kemunculan Rossy Hartono lima tahun kemudian merenggut semua kebahagiaan yang selama ini Violet miliki.


Bukan hanya Febrian membatalkan pertunangan dengannya, melainkan Rossy mendapatkan pria yang lebih baik, mapan, tampan, dan sukses yaitu Jackson Wijaya.


Violet tidak percaya keberuntungan  akan selalu berpihak kepada Rossy.


Kegagalannya kali ini tidak memupus harapan Violet karena Jackson menyadari statusnya sebagai adik tiri Rossy, yang membuktikan Jackson memiliki ketertarikan terhadapnya.😅


Selama dirinya masih bekerja di Perusahaan Wijaya, Violet yakin pasti akan mendapatkan banyak  kesempatan untuk mendekati Jackson.


***


Malam readers tercinta. Bab ini author up pukul 19.30 WITA.


Hari ini author LYTIE crazy up 3 bab.


CRAZY UP CRAZY UP


CRAZY UP CRAZY UP


CRAZY UP CRAZY UP


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2