
***Rumah kontrakan Michelle Angela**
Rossy melanjutkan obrolannya dengan Michelle setelah menyinggung tentang Michael.
"Rossy. Kamu yakin akan mendekati Jackson setelah pulang dari pesta pertunangan Violet sabtu ini?" tanya Michelle.
Wajah Rossy merona merah karena Michelle dan Chandra menatapnya dengan intens untuk mendengar jawabannya.
"Ehm...iya. Demi Kelvin," jawab Rossy.
"Hore! Aku akan mempunyai adik perempuan lagi," pekik Chandra dengan girang.
Chandra yang selalu bersikap tenang, tidak bisa menutupi perasaan hatinya jika menyangkut tentang adik perempuan yang selalu di inginkannya.
Rossy dan Michelle tertawa kecil melihat kelakuan Chandra.
"Apa rencanamu, Rossy?" tanya Michelle.
"Itu..."
Belum sempat Rossy menyelesaikan perkataannya, Chandra sudah membantunya menjawab pertanyaan Michelle.
"Mommy akan berpura-pura mabuk dan salah masuk ke kamar daddy," jawab Chandra dengan yakin.
"Betulkah?" tanya Michelle dengan nada tidak percaya.
"I...iya," jawab Rossy dengan terbata-bata.
Rossy merasa ide Chandra sangatlah bagus karena dengan berpura-pura mabuk dan salah masuk kamar, Rossy tidak akan terlalu malu jika Jackson mengusirnya pada saat itu.
"Good luck," ucap Michelle.
Michelle ingin Rossy segera mendapatkan darah tali pusat untuk menyembuhkan penyakit Kelvin sehingga mendukung apa pun rencana Rossy.
"Oh iya. Masih ada hal yang penting. Bagaimana caramu merusak pesta pertunangan Violet dan Febrian?" tanya Michelle lagi.
Michelle teringat akan wajah Violet yang sangat menyebalkan dan sombong saat memberikan kartu undangan ke Rossy sewaktu di Healing Hands Hospital
Chandra menatap Rossy dengan berbinar-binar ketika mendengar pertanyaan Michelle.
Rossy tahu Chandra ingin menggunakan rahasia Wulan Sari untuk membuat kacau pesta pertunangan Violet dan Febrian. Akan tetapi, sekarang Rossy masih belum mau menggunakan rahasia itu karena khawatir Thomas tidak kuat menerima goncangan jika rahasia itu tersebar.
"Selama ini kan Violet dan Febrian mengira wajahku sudah berubah menjadi jelek. Nanti di pesta pertunangan mereka, aku akan mencari kesempatan menunjukkan wajah asli ku ke Febrian. Febrian pasti akan syok dan mungkin saja membatalkan pertunangannya dengan Violet," ucap Rossy sambil tersenyum canggung setelah memikirkan sejenak rencana yang bisa dijalankannya di pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Rossy tidak yakin rencananya akan berhasil. Seingat Rossy Febrian sangat mencintainya lima tahun yang lalu. Jadi mungkin saja Febrian akan syok berat ketika mengetahui wajah Rossy masih cantik dan akan membatalkan pertunangannya dengan Violet.
Michelle hanya bisa menganggukkan kepalanya saja mendengar rencana Rossy karena tahu Rossy tidak akan pernah bisa mempunyai rencana jahat untuk melawan Wulan Sari dan Violet.
Michelle sendiri pun yang sangat geram dan marah kepada Wulan Sari dan Violet, juga tidak bisa memikirkan rencana jahat untuk melawan mereka berdua sehingga Michelle sangat memaklumi Rossy.
Chandra ikut menganggukkan kepala setelah mendengar perkataan Rossy, pertanda akan mendukung apa pun keputusan Rossy.
Chandra tahu Rossy tidak mau menyebarkan rahasia Wulan Sari karena takut Thomas akan syok berat.
__ADS_1
"Rossy. Akh mendukung rencanamu. Nanti aku akan membantumu mengelabui Jackson ketika kamu akan menunjukkan wajah aslimu ke Febrian," kata Michelle.
Michelle tahu Jackson tidak boleh mengetahui identitas asli Rossy sebelum Rossy berhasil mendapatkan darah tali pusat.
"Terima kasih Michelle," kata Rossy.
"Bagaimana kalau Violet mempunyai rencana jahat terhadapmu di pesta pertunangannya nanti? Aku akan melindungimu. Kamu tidak boleh terlepas dari pandanganku dan harus berada di dekatku selama di sana," ujar Michelle ke Rossy.
Michelle sangat yakin Violet pasti sudah menyiapkan rencana jahat ataupun jebakan untuk Rossy.
"Jangan khawatir aunty Michelle. Daddy pasti akan melindungi mommy di sana. Aku akan menghacker cctv ballroom Hotel H dan memantau pesta pertunangan itu," ucap Chandra.
"Betul sekali perkataan Chandra. Ada Jackson yang bisa melindungimu di sana," kata Michelle.
Rossy menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Chandra.
"Chandra. Sabtu ini kamu akan di titipkan di tempat penitipan anak yang berada di dekat rumah kontrakan ini. Aunty Michelle akan menghadiri pesta pertunangan. Mommy tidak mau kamu sendirian di rumah kontrakan ini," kata Rossy.
"Oke mommy. Aku akan di tempat penitipan anak menunggu aunty Michelle menjemputku. Aku bisa memantau cctv ballroom Hotel H melalui handphoneku di sana," jawab Chandra dengan patuh.
Rossy membelai kepala Chandra dengan lembut. Rossy merasa senang putra sulungnya sangat mandiri.
Beberapa saat kemudian Michelle melihat ke arah jendela rumah kontrakan.
"Hujannya sudah berhenti. Ayuk kita ke mall sekarang," ajak Michelle.
"Oke!" jawab Rossy dan Chandra bersamaan.
Ketika mereka berada di dalam mobil Ayla, Michelle yang mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah kontrakan Michelle, Rossy menyadari sesuatu yang hampir saja terlupakan olehnya.
Tadi setelah Rossy mandi dan keramas, Rossy langsung menuju ruang tamu untuk mengobrol dengan Michelle sehingga belum merias wajahnya dengan foundation berwarna gelap dan juga menambahkan flek-flek hitam di wajahnya.
Rossy baru menyadarinya saat melihat kacamata besar yang selalu di jadikan pajangan di depan matanya berada di dalam tas nya yang di masukkan oleh Rossy ke sana ketika ingin mandi dan keramas tadi.
"Rossy. Kamu bisa merias wajahmu di toilet mall nanti. " Michelle yang sedang menyetir mobilnya memberikan ide ke Rossy.
"Oke deh. Lagi pula Jackson sedang bekerja di Perusahaan Wijaya. Aku tidak perlu takut wajah asliku akan terlihat olehnya," jawab Rossy.
"Hari ini aku mau jalan-jalan dengan sahabat terbaikku dan putra tercintaku dengan penampilanku yang asli," lanjut Rossy
"Yeay!" Michelle dan Chandra berteriak bersamaan. Mereka bertiga pun ketawa bersamaan di dalam mobil.
Rossy memutuskan akan merias lagi wajahnya ketika mereka akan pulang dari mall. Rossy hanya takut wajah aslinya di ketahui oleh Jackson dan akan membuat rencananya untuk mendapatkan darah tali pusat terhalang.
***Mall***
Rossy membantu Michelle memilih gaun pesta untuk ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.
"Michelle. Gaun putih ini sangat cocok denganmu. Gaun hitam ini pun sangat bagus. Kamu coba saja keduanya," kata Rossy dengan antusias sambil melepaskan kedua gaun itu dari gantungan dan menyerahkannya ke Michelle.
Michelle tersenyum kecil melihat Rossy yang bersemangat memilih gaun untuknya. Michelle pun teringat akan kenangan ketika Rossy belum ke Amerika.
__ADS_1
Setiap kali Rossy dan Michelle jalan-jalan ke mall pasti akan saling memilih pakaian atau pun aksesoris yang cocok untuk mereka.
Rossy akan memilih untuk Michelle dan sebaliknya Michelle akan memilih untuk Rossy.
Michelle merasa senang bisa mengulang lagi kebersamaannya bersama Rossy saat ini.
Rossy dan Chandra duduk sambil menunggu Michelle keluar dari kamar ganti.
Kedua gaun itu di coba oleh Michelle dan Michelle akan bergaya seperti seorang model berjalan mengelilingi Rossy dan Chandra yang sedang duduk sehingga mereka bisa mengamati gaun mana yang paling cocok dengan Michelle.
"Michelle. Gaun hitam itu lebih cocok denganmu," ucap Rossy, setelah mengamati saksama penampilan kedua gaun di tubuh Michelle.
"Aunty Michelle sangat cantik dengan gaun hitam itu," kata Chandra.
"Baiklah. Aunty akan membeli gaun hitam ini," kata Michelle.
Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju meja kasir.
"Rossy. Apa warna gaun pestamu?" tanya Michelle.
Michelle tahu gaun pesta Rossy di pesan oleh Jackson ke desainer langganannya.
"Aku tidak tahu. Sabtu ini Jackson akan membawaku langsung ke tempat desainer untuk mencoba gaunnya," jawab Rossy dengan jujur.
"Pasti gaunnya cantik," kata Michelle.
Chandra menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan Michelle.
Chandra yakin daddynya yang perfect pasti akan menyiapkan gaun yang cantik dan bagus untuk mommynya.
Mereka bertiga antri di depan kasir dan masih ada dua orang yang sedang melakukan pembayaran di depan mereka.
"Michelle!"
Terdengar suara seorang wanita memanggil Michelle dari belakang.
Michelle dan Rossy membalikkan badannya ke belakang bersamaan.
Wajah Michelle dan Rossy menjadi pucat ketika melihat wajah wanita yang memanggil Michelle tadi.
***
Selamat siang readers.
Penasaran kan siapa wanita itu?
Jawabannya ada di bab selanjutnya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE