Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 75. Bertemu Wulan Sari


__ADS_3

***Ruang kantor Jackson Wijaya***


Jackson menatap tajam nama  lokasi yang muncul di layar handphone yang ditunjukkan oleh Bagaskara.


"Handphone Rossy menyala di lokasi ini?" tanya Jackson ke Bagaskara.


"Iya tuan Jackson. Handphone nona Rossy baru saja menyala. Kemungkinan besar Nona Rossy berada di lokasi ini. Apakah kita berangkat sekarang?" tanya Bagaskara.


Bagaskara sudah menyiapkan beberapa bodyguard yang berpengalaman  sesuai perintah Jackson sebelumnya.


Para bodyguard itu pintar berkelahi dan juga ahli menggunakan senjata api. Para bodyguard sudah berada di depan Perusahaan Wijaya dan sedang menunggu perintah dari Jackson.


"Tunggu sebentar," jawab Jackson sambil mengambil handphonenya dari atas meja dan menelepon.


***


"Halo Jackson. Kenapa kamu dan Rossy belum pulang? Perutku sudah kelaparan," kata Felix.


"Felix. Apakah ada yang tinggal di apartemen barumu yang berada di  Royal Residence?" tanya Jackson.


Apartemen baru itu baru saja di beli oleh Felix dua minggu yang lalu.


Felix berencana tinggal di sana karena lokasinya yang dekat dengan Healing Hands Hospital tetapi karena Chandra yang mendadak sakit dan memerlukan perawatan intensif di Healing Hands Hospital, Felix menunda menempati apartemen baru itu.


Felix ingin fokus menyembuhkan penyakit Chandra terlebih dahulu sehingga apartemen barunya masih kosong.


"Tidak ada yang tinggal di sana. Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang apartemen itu?" tanya Felix.


"Aku akan membicarakannya setelah tiba di Mansion Wijaya," jawab Jackson.


"Baiklah. Aku akan menunggu kalian. Aku sudah tidak sabar makan masakan Rossy lagi," kata Felix.


Jackson menutup sambungan telepon dan melihat ke arah Bagaskara.


"Kita ke sana sekarang," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Bagaskara dan membantu mendorong kursi roda Jackson.


***


Bagaskara mengemudikan mobil Land Rover Range Rover Velar hitam milik Jackson menggantikan Pak Kuncoro sebagai sopir .


Sementara para bodyguard masuk ke dalam mobil lain dan mengikuti mobil Jackson dari belakang.


Di dalam mobil Jackson sedang memikirkan kemungkinan siapa dalang di balik penculikan Rossy dan apa alasan penculik itu membawa Rossy ke apartemen baru Felix.

__ADS_1


Jackson mempunyai dua dugaan tentang tujuan penculik itu.


Dugaan pertama adalah penculik itu sengaja ingin mengadu domba hubungan Jackson dan Felix dengan sengaja membawa Rossy yang diculiknya ke apartemen baru milik Felix, sedangkan dugaan kedua adalah penculik itu mengetahui dengan jelas Felix adalah teman baik Jackson dan juga Rossy adalah koki pribadi Jackson sehingga sengaja menculik Rossy dan membawanya ke apartemen Felix untuk menantang Jackson.


Jackson merasa dugaan kedua lah yang merupakan tujuan dari penculik itu karena penculik itu sengaja mematikan handphone Rossy dan sekarang menyalakan handphone itu.


Penculik itu pasti tahu Jackson bisa melacak keberadaaan Rossy melalui sinyal handphonenya.


"Penculik itu sangat pintar," kata hati Jackson.


 


***Restoran Hartono***


Chandra duduk dengan tenang di samping Agung sambil menunggu bakmi ayam legendaris yang sedang di masak oleh Thomas.


Chandra yakin Jackson pasti sedang menuju apartemen di Royal Residence untuk  menyelamatkan Rossy. Akan tetapi, ada satu hal yang masih mengganggu pikiran Chandra yaitu mengapa penculik itu membawa Rossy ke apartemen baru milik Felix.


Apa sebenarnya tujuan penculik itu?


Chandra mengharapkan Rossy dalam keadaan baik-baik saja ketika ditemukan oleh Jackson.


Kalau saja terjadi hal buruk terhadap Rossy, Chandra pasti tidak akan melepaskan penculik itu.


***


"Tuan Agung. Ini bakmi ayam legendarisnya," kata Thomas sambil tersenyum.


"Terima kasih Thomas. Aku merasa tersanjung karena setiap kali kamu yang mengantarkan bakmi ayamnya," kata Agung.


Walaupun di Restoran Hartono ada beberapa pelayan restoran yang membantunya, Thomas lebih suka mengantar langsung pesanan pelanggan yang makan di restorannya.


"Aku yang harus berterima kasih karena tuan Agung menyukai bakmi ayam legendaris ini," kata Thomas.


***


"Thomas! Aku mau bicara!"


Seorang wanita menghampiri Thomas dan mengandeng tangannya secara langsung tanpa memedulikan Thomas sedang berbicara dengan pelanggan restoran.


Wanita itu adalah Wulan Sari. Wulan Sari tidak suka Thomas turun tangan sendiri menghidangkan makanan ke pelanggan restoran. Padahal banyak pelayan yang bisa membantu Thomas.


Thomas adalah pemilik Restoran Hartono. Seharusnya Thomas hanya mengawasi pekerjaan para pelayan restoran. Akan tetapi, Thomas malahan suka langsung memasak sendiri di dapur jika ada pelanggan yang memesan bakmi ayam legendaris.


Wulan Sari tahu menu bakmi ayam legendaris adalah hasil kreasi dari Thomas bersama Isabella, ibu kandung Rossy.

__ADS_1


Wulan Sari tidak suka Thomas masih mengenang Isabella padahal dirinya sudah menemani dan hidup bersama Thomas puluhan tahun. Jauh lebih lama daripada Isabella yang sudah meninggal.


Wulas Sari tidak ingin di dalam hati Thomas masih ada Isabella. Selama Restoran Hartono belum di jual, kenangan akan Isabella akan terus melekat di hati Thomas.


Thomas melirik sekilas ke arah tangan Wulan Sari yang sedang memegang map. Thomas sudah tahu apa isi di dalam map itu.


"Tuan Agung. Ini istriku Wulan Sari," kata Thomas ke Agung.


Agung tersenyum ke arah Wulan Sari, sedangkan Wulan Sari membalasnya dengan senyum yang terpaksa.


Wulan Sari tidak suka Thomas memperkenalkannya ke pelanggan restoran apalagi pelanggan restoran yang bukan orang kaya.


Wulan Sari melihat penampilan Agung dan juga Chandra yang hanya mengenakan pakaian biasa-biasa saja. Selain itu Agung hanya memesan bakmi ayam dua mangkuk sehingga Wulan Sari mengira Agung hanyalah orang tua miskin dan tidak mempunyai kekayaan apapun.


Wulan Sari tidak mau menyia-nyiakan waktunya berhadapan dengan orang yang miskin.


Selama ini Wulan Sari selalu bergaul dengan orang yang lebih kaya walaupun ada beberapa temannya merupakan istri simpanan pengusaha kaya.


Wulan Sari tidak peduli dengan status mereka sebagai pelakor. Yang penting mereka kaya dan bisa membeli apapun yang mereka inginkan.


"Aku ingin bicara berdua denganmu Thomas." Wulan Sari mengulang lagi perkataannya ke Thomas.


"Kamu tidak perlu berada di sini untuk melayani mereka. Mereka berdua bisa melakukannya sendiri," lanjut Wulan Sari dengan ketus.


Wulan Sari sengaja melampiaskan rasa kesalnya di depan Agung karena sikap Thomas yang lebih mementingkan pelanggan restoran daripada dirinya yang berstatus sebagai istri sah Thomas.


Thomas merasa malu terhadap Agung karena sikap Wulan Sari yang tidak sopan, sedangkan Agung bersikap tenang dan tidak tersinggung sedikit pun dengan perlakuan Wulan Sari.


Agung sudah sering bertemu dengan orang seperti Wulan Sari yang menilai seseorang dari penampilan luar saja.


Walaupun hari ini Agung ikut menghadiri rapat direksi di Perusahaan Wijaya tetapi Agung tetap mengenakan pakaian santai yang dipakainya sehari-hari.


Agung merasa nyaman dengan pakaiannya dan tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadapnya.


***


Selamat siang readers.


Author mau mengucapakan Happy weekend and family day ya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini juga.


Rossy akan muncul di bab berikutnya ^~^


THANK YOU

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2