
***Taman bermain***
Rossy menemani Kelvin dan Chandra naik wahana bianglala, sedangkan Robin menunggu mereka di bawah.
Bianglala yang dinaiki Rossy dan kedua putra kembarnya secara perlahan naik ke atas.
"Wow!" teriak Kelvin kegirangan.
Kelvin dan Chandra berdiri berdampingan sambil memegang kaca dalam bianglala.
Mereka berdua tidak ingin melewatkan sedikit pun gerakan bianglala yang perlahan naik ke atas.
Rossy tersenyum kecil melihat kedua putra kembarnya sangat antusias melihat pemandangan di luar dinding kacaĀ bianglala.
Seketika Rossy teringat kenangan indahnya bersama Jackson di dalam bianglala sewaktu kencan pertama mereka.
Rossy menjadi rindu kepada Jackson sekarang. Padahal mereka baru berpisah beberapa jam saja. š¤
Kelvin mengeluarkan handphone dan memotret pemandangan di luar kaca bianglala. Kelvin juga ber wefie ria dengan Rossy dan Chandra.
Sekitar lima belas menit untuk satu kali putaran, bianglala yang dinaiki Rossy dan kedua putra kembarnya berhenti di bawah.
Rossy keluar dari bianglala sambil menggandeng tangan Kelvin dan Chandra di sisi kiri dan kanannya.
Mereka bertiga berjalan menuju kursi yang berada di taman bermain dan duduk di sana.
Kelvin baru saja keluar dari Healing Hands Hospital sehingga Rossy tidak ingin Kelvin terlalu kecapekan.
***
Tiba-tiba Rossy merasakan perutnya mules. "Mommy ke toilet dulu! Kalian berdua harus patuh nunggu di sini bersama Om Robin!" pesan Rossy ke Chandra dan Kelvin.
"Oke mommy!" jawab Chandra.
"Oke Bos mommy!" jawab Kelvin.
Rossy melihat ke arah Robin. "Robin! Aku nitip Chandra dan Kelvin ya!" kata Rossy.
"Baik Nona Rossy! Aku pasti menjaga kedua tuan muda dengan baik," jawab Robin.
Setelah Rossy masuk ke dalam toilet wanita, Chandra dan Kelvin mengobrol.
Kelvin yang sangat senang, mengobrol dengan Chandra sambil melihat sekeliling taman bermain.
Kelvin sedang mencari wahana permainan apa yang akan dimainkannya lagi setelah Rossy keluar dari toilet.
Mata Kelvin berbinar-binar ketika melihat di kejauhan ada badut dengan kostum pikachu, karakter kesukaannya.
"Pikachu!" teriak Kelvin kegirangan.
"Brother! Aku mau foto dengan pikachu!" ucap Kelvin dan berlari ke arah badut dengan kostum pikachu.
"Kelvin!" panggil Chandra, tetapi Kelvin sudah berlari jauh.
Chandra melihat sekilas ke arah toilet wanita dan belum terlihat sosok Rossy keluar dari sana.
Chandra segera berlari menyusul Kelvin karena dirinya lebih khawatir dengan keadaan adik kembarnya yang masih sakit.
Robin segera mengikuti kedua tuan muda nya dari belakang.
***
Violet yang mengikuti mereka dari jauh berteriak kegirangan ketika melihat Robin dan kedua putra kembar meninggalkan Rossy sendirian.
"Ini kesempatanku!" batin Violet.
Violet segera berjalan menuju toilet wanita dan membalikkan sebuah tanda pengenal yang digantung di depan pintu toilet sehingga muncul tulisan : Cleaning in progress.
__ADS_1
Violet masuk ke dalam toilet dan menutup rapat pintu toilet.
Violet berdiri di depan cermin yang berada di dalam toilet dan membuka tas tangannya, lalu mengeluarkan sebuah kain kecil dan menuangkan sedikit cairan ke kain kecil itu.
Cairan itu adalah kloroform , yang akan digunakan oleh Violet untuk membius Rossy nantinya.
Violet sudah mempersiapkannya sejak merencanakan untuk mencelakai Rossy hari ini.
Di dalam tas tangannya ada uang tunai sepuluh juta yang akan diberikannya kepada kedua anak buah Boris.
Semula Violet mengira kedua anak buah Boris bisa melaksanakan perintah Boris tanpa kendala, tetapi mereka berdua malahan takut sama Robin, si Hercules sehingga Violet memutuskan untuk turun tangan secara langsung sekarang.
***
Beberapa saat kemudian terdengar salah satu pintu toilet terbuka.
Rossy berjalan keluar dari dalam toilet menuju wastafel yang berada di depan cermin untuk mencuci tangannya.
Rossy terkejut melihat sosok Violet di sana, yang sedang berpura-pura memakai lipstik.
"Gila nih Violet! Sudah di pecat dari Perusahaan Wijaya, sekarang malahan menguntitku!" kata hati Rossy.
Rossy mengacuhkan Violet dan membuka keran air untuk mencuci tangannya.
Violet memegang kain yang sudah dituangkan kloroform tadi dan membekap hidung Rossy dari belakang.
Rossy yang sedangĀ membungkukkan badan sambil mencuci tangan, tidak sempat menghindari Violet yang menyerangnya secara tiba-tiba.
Violet segera menangkap tubuh Rossy yang hampir jatuh ke lantai dan menyeret tubuh Rossy Hartono masuk ke dalam salah satu toilet.
Violet mendudukkan Rossy yang sudah pingsan di atas tutup toilet bowl dan menutup rapat pintu toilet itu dari luar.
"Aku harus memanggil kedua anak buah Boris segera sebelum si Hercules kembali," kata hati Violet.
***
"Halo Pikachu!" sapa Kelvin sambil memegang tangan badut kostum pikachu itu, tetapi sepertinya badut yang memakai kostum pikachu tidak menyambut Kelvin dengan antusias melainkan berjalan ke arah Chandra yang sedang berada tidak jauh di belakang Kelvin.
Badut kostum pikachu langsung menggendong Chandra dan berlari meninggalkan Kelvin.
"Brother!" teriak Kelvin.
"Tuan muda Chandra!" teriak Robin.
Robin dan Kelvin sadar Chandra sedang di culik.
"Tuan muda Kelvin kembali ke toilet menunggu Nona Rossy! Aku akan menolong Tuan muda Chandra!" teriak Robin sambil berlari kencang mengejar badut kostum pikachu.
Kelvin percaya dengan keahlian bertarung Robin sehingga mendengarkan perkataannya dan berlari menuju toilet cewek untuk mencari Rossy.
***
Bertepatan dengan Kelvin tiba di depan toilet wanita dan melihat tulisan 'cleaning in progress', Violet keluar dari dalam toilet wanita.
"Di mana mommy ku?" tanya Kelvin yang mengenali wajah Violet.
"Sial! Anaknya cepat banget kembali!" kata hati Violet.
"Ada di dalam!" jawab Violet.
Kelvin segera berlari masuk ke dalam toilet dan Violet mengikutinya dari belakang.
Violet membekap hidung Kelvin dengan kain kloroform tadi dari belakang. Kelvin pingsan dan segera di gendong oleh Violet.
"Anak haram ini benar-benar merepotkan!" gumam Violet.
__ADS_1
Violet tidak berani melukai Kelvin karena takut akan pembalasan dendam dari Jackson.
Tujuan utama Violet hanyalah menghancurkan Rossy sehingga Violet menggendong Kelvin ke arah kursi di sekitar taman bermain dan membaringkan Kelvin Hartono di sana.
Violet langsung meninggalkan Kelvin untuk mencari kedua anak buah Boris.
***
Setelah kepergian Violet, Michael yang membuntutinya secara diam-diam, keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Kelvin dengan segera.
"Chandra! Chandra!" panggil Michael sambil memeriksa keadaan Kelvin.
Sebagai seorang dokter bedah, Michael bisa tahu Kelvin pingsan karena menghirup kloroform.
"Sial! Dia memakai kloroform terhadap anak kecil! Pasti Rossy juga pingsan di dalam toilet," kata Michael.
Tadi Michael melihat dengan jelas Violet mengikuti Rossy masuk ke dalam toilet dan sama sekali tidak terlihat sosok Rossy keluar dari dalam toilet wanita.
Michael melihat ada bekas plester di bagian lengan yang biasa digunakan untuk pengambilan sampel darah.
"Dia Kelvin!" kata Michael.
Michael segera menggendong Kelvin ke mobilnya karena di dalam mobilnya ada kotak dokternya yang berisi peralatan medis.
Michael yakin tadi pagi pasti Rossy membawa Kelvin untuk rawat jalan di Healing Hands Hospital.
Walaupun Michael tidak tahu Kelvin mengidap penyakit apa, tetapi dirinya bisa menebak penyakit itu pastilah tidak ringan sehingga Michael khawatir dengan penyakit Kelvin dan memutuskan untuk memeriksanya menggunakan peralatan medis yang berada di dalam mobil Xenia biru.
***
Di dalam mobil Xenia biru, Michael memeriksa keadaan Kelvin dengan saksama.
Beberapa saat kemudian Michael menarik napas lega setelah yakin tidak ada efek buruk dari kloroform terhadap tubuh Kelvin.
Kelvin pasti akan siuman setelah efek obat biusnya habis.
"Aku akan membawanya ke rumah sakit," kata hati Michael.
Michael memasangkan seat belt ke badan Kelvin yang tertidur pulas.
"Sangat mirip Jackson kecil!" kata Michael sambil memegang pipi Kelvin.
Dua puluh tahun yang lalu, dirinya tidak berani menolong Jackson kecil dan sekarang Michael bertekad untuk menolong Kelvin.
Ketika Michael menyalakan mesin mobilnya, dia melihat Violet dan seorang pria memapah seorang wanita di sisi kiri dan kanan masuk ke dalam mobil box berwarna hitam.
Sebuah topi besar berada di kepala wanita yang dipapah keluar sehingga menutupi sebagian wajah wanita itu.
"Itu pasti Rossy!" kata hati Michael.
"Kelvin! Om akan mengikuti mereka dulu. Kamu pasti tidak mau mommy mu terluka!" kata Michael dan membuntuti mobil box berwarna hitam secara diam-diam.
***
Siapa yang menculik Chandra Wijaya?
Malam readers tercinta.
Author up satu bab lagi ya.
Besok novel ini akan tamat. Semoga lancar menuju proses tamat ya.
Jackson Wijaya pasti akan menyelamatkan Rossy Hartono dan Violet Hartono akan terkena karmanya.
Don't miss it.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE