
***Healing Hands Hospital***
Violet merasa kesal di dalam hatinya karena Michelle bersikap ketus. Kalau saja tidak ada Febrian di sampingnya, Violet tidak akan berakting akrab dengan Michelle.
Violet membuka tasnya dan mengeluarkan dua buah kartu undangan berwarna merah.
"Kak Michelle. Ini kartu undangan pesta pertunanganku dengan Febrian untukmu dan kak Rossy," kata Violet sambil memberikan kedua kartu undangan itu ke arah Michelle dengan senyum yang di paksakan.
Michelle tidak menerima kedua kartu undangan itu melainkan melipat kedua tangannya di depan dadanya, sedangkan Febrian yang melihat Chandra duduk menunduk di samping Michelle, suasana hatinya menjadi buruk karena tahu Chandra adalah putra dari Rossy dengan pria lain.
Febrian sangat tidak menyukai Chandra karena kalau saja tidak ada Chandra, Rossy pasti sudah menjadi istrinya lima tahun yang lalu.
"Kenapa aku harus terima kartu undanganmu? Aku dan Rossy tidak berminat untuk pergi ke pesta pertunanganmu,' ucap Michelle.
"Bagaimanapun Kak Rossy adalah kakakku. Aku ingin dia menghadiri pesta pertunanganku dan melihatku bahagia," ucap Violet sambil mengandeng mesra Febrian yang berdiri di sampingnya.
"Bilang aja kamu mau pamer ke Rossy," ucap Michelle dengan ketus.
"Kenapa Kak Michelle dan Kak Rossy salah paham kepadaku? Aku tidak ada niat pamer sama sekali," ucap Violet sambil berusaha menahan air matanya.
Violet sengaja berakting lemah dan menangis. Violet yakin semua pria lebih menyukai wanita yang lemah dan gampang menangis di bandingkan dengan wanita yang tegar.
Violet ingin Febrian membelanya di depan Michelle.
"Sudahlah Violet. Jangan sedih lagi. Tidak perlu undang mereka jika mereka tidak berniat datang," ucap Febrian.
Perkataan Febrian membuat hati Violet menjadi tidak senang.
Violet ingin Rossy hadir di pesta pertunangannya dan merasa cemburu terhadapnya karena semua milik Rossy berhasil di rebut olehnya.
"Febrian. Aku hanya ingin Kak Rossy merestui hubungan kita dan menghilangkan gosip tentang aku yang merebut dirimu dari tangan Kak Rossy," ucap Violet dengan nada sedih.
Violet ingin membuat Febrian merasa bersalah kepadanya karena sudah mengundurkan waktu pertunangan selama lima tahun.
Violet tahu dengan pasti Febrian sengaja mengundurkan waktu pertunangan karena masih mengharapkan Rossy kembali.
Violet sudah menghabiskan waktu lima tahun lamanya untuk menyakinkan Febrian menyetujui dan ikhlas mengadakan pesta pertunangan dengannya.
__ADS_1
Ini adalah saatnya bagi Violet untuk menunjukkan kepada Rossy kehebatannya merebut semua milik Rossy.
Apa lagi Rossy sekarang sudah berwajah jelek sehingga Violet yakin Febrian tidak mungkin akan mencintai Rossy lagi.
Febrian terdiam sejenak memikirkan perkataan Violet. Febrian tahu dirinya sudah membuat Violet menunggunya selama lima tahun. Permintaan Violet meminta Rossy hadir di pesta pertunangan mereka bukanlah permintaan yang berlebihan.
"Michelle. Terima saja kartu undangan ini. Rossy yang ku kenal adalah wanita yang berlapang hati. Rossy pasti akan datang ke pesta pertunangan dan merestui hubunganku dengan Violet."
Febrian mencoba membujuk Michelle untuk menerima kartu undangan mereka.
Violet sangat senang karena Febrian berada di pihaknya sekarang walaupun di dalam hati Violet ada sedikit rasa kesal karena Febrian memuji Rossy mempunyai sifat yang berlapang hati.
"Iya Kak Michelle. Kak Rossy pasti mau datang ke pesta pertunanganku. Di pesta nanti aku akan mengenalkan beberapa pria mapan yang baik untuk jodoh Kak Rossy," ucap Violet sambil tersenyum licik.
"Oh ya Febrian. Pak William kolega bisnismu bisa kita jodohin dengan Kak Rossy," ucap Violet ke Febrian.
"Pak William? Dia sudah berumur lima puluh tahun lebih. Tidak cocok dijodohkan dengan Rossy." Febrian menolak dengan tegas.
"Walaupun Pak William sudah berumur lima puluh tahun lebih, tetapi masih berstatus single. Pak William pasti tidak akan keberatan dengan Kak Rossy yang sudah memiliki putra tanpa menikah," ucap Violet ke Febrian.
Febrian terdiam lagi dan tidak bisa berkata apa pun karena di ingatkan oleh Violet akan kenyataan Rossy sudah memiliki putra tanpa menikah.
Wajah Michelle menjadi merah menahan amarah ketika mendengar perkataan Violet dan menatap tajam ke arah Violet.
Violet tidak merasakan takut kepada Michelle malahan semakin senang karena Febrian terdiam dan tidak lagi membela Rossy.
"Usulku ini untuk kebaikan Kak Rossy. Jika Kak Rossy sudah ada pacar, maka tidak akan ada lagi gosip-gosip yang tidak baik tentang dirinya," lanjut Violet sambil tersenyum lebar.
"Siapa bilang saya tidak mempunyai pacar?" Terdengar suara Rossy.
Tanpa di sadari oleh Violet dan Michelle, Rossy sudah berdiri di samping mereka dan mendengarkan dengan jelas perkataan Violet.
"Rossy!" teriak Michelle kegirangan.
"Mommy," kata Chandra.
Rossy meletakkan dua termos penghangat makanan yang berada di tangannya di atas kursi tunggu pasien dan mengelus sebentar kepala Chandra yang sedang menunduk dengan lembut, lalu berdiri di depan Violet.
__ADS_1
"Apa hak kalian untuk ikut campur dalam urusan pribadiku?" tanya Rossy ke Violet.
"Ternyata Kak Rossy sudah mempunyai pacar. Aku ikut senang mendengarnya," kata Violet sambil tersenyum ke Rossy.
"Kamu pasti bohong. Mana mungkin ada pria yang mau denganmu?" kata hati Violet.
"Ini kartu undangan pesta pertunanganku. Kak Rossy bisa datang dengan pacar," lanjut Violet.
Violet yakin Rossy hanya berbohong dan sengaja meminta Rossy membawa pacarnya ke pesta pertunangannya nanti.
"Aku pasti akan hadir bersama pacarku," jawab Rossy dan menerima kartu undangan Violet.
Rossy memang berencana membuat pesta pertunangan Violet kacau dan sedang memikirkan cara untuk bisa menyusup ke dalam pesta pertunangan Violet.
Tidak di sangka sekarang Violet sendiri yang memberikannya kartu undangan sehingga Rossy tidak akan menolaknya.
Mengenai pacar bohongan, Rossy bisa meminta bantuan orang lain untuk menyamar sebagai pacarnya nanti.
"Kenapa tadi Kak Michelle tidak bilang kalau Kak Rossy sudah mempunyai pacar? Kak Michelle sudah pernah bertemu dengannya kah?" tanya Violet.
Michelle tahu Violet sengaja mencari masalah lagi sehingga memutuskan mengikuti skenario Rossy tentang pacar bohongan.
"Aku sudah bertemu dengan pacar Rossy beberapa kali. Pacar Rossy sangat tampan dan tinggi. Dia adalah CEO muda di perusahaan terkenal. Febrian mah kalah jauh darinya," kata Michelle.
Febrian yang mendengar perkataan Michelle menjadi kecewa.
"Benarkah yang di katakan oleh Michelle?" tanya Febrian ke Rossy.
"Iya," jawab Rossy dengan singkat.
"Ha Ha Ha. Jebakanku berhasil membuat Michelle membual yang berlebihan. Aku yakin Rossy tidak akan bisa membawa pacar perfect itu di pesta pertunanganku nanti," kata hati Violet sambil tersenyum licik.
"Aku tunggu ya kak Rossy dan kak Michelle di pesta pertunanganku," kata Violet dan mengandeng tangan Febrian meninggalkan Rossy dan Michelle.
Violet tidak senang melihat Febrian berjalan dengan lesu dan mengumpat di dalam hatinya.
"Dasar pria bodoh. Percaya saja dengan perkataan Rossy dan Michelle. Pria mana yang bersedia menjadi pacar wanita berwajah jelek? " kata hati Violet.
__ADS_1
Terima kasih semua dukungannya readers tercinta. Love sekebon dari author LYTIE