Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 38. Brokoli


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartoni***


Setelah pemeriksaan insentif di ruangan PICU selama tiga puluh menit oleh beberapa dokter spesialis, Kelvin di bawa kembali ke dalam kamar pasien VVIP.


Sekarang di dalam kamar pasien VVIP hanya ada Jackson, Felix Wilson, dan Kelvin Hartono. Sedangkan Robin berjaga di luar kamar seperti biasanya.


Felix berdiri di samping tempat tidur dan sedang membaca hasil medical file Kelvin dari PICU tadi.


Jackson melihat ke arah Kelvin masih tertidur di atas  tempat tidur dan belum siuman.


"Bagaimana hasil pemeriksaan Chandra?" tanya Jackson dengan nada khawatir.


"Dari hasil pemeriksaan  oleh beberapa dokter spesialis, penyakit Chandra masih stabil dan tidak ada tanda-tanda penyakitnya mengganas," jawab Felix setelah membaca hasil medical file di tangannya.


"Ini kedua kalinya Chandra pingsan. Kamu yakin penyakitnya masih stabil dan bisa dikendalikan?" tanya Jackson.


"Perawatan insentif yang saya berikan kepada Chandra selama ini sudah merupakan cara yang paling baik untuk mengontrol penyakitnya supaya tidak mengganas. Seperti yang sudah aku bilang kepadamu sebelumnya, pengobatan terbaik untuk Chandra adalah darah tali pusat. Hanya darah tali pusatlah yang tidak ada efek samping terhadap perkembangan Chandra di kemudian hari. Kamu harus segera menemukan Miss X," jawab Felix.


"Bagaskara sedang mencari suster yang membantu Dokter Erik melakukan proses persalinan Miss X. Mungkin saja suster itu masih mengingat wajah Miss X. Aku tidak bisa bergantung kepada Dokter Erik yang masih belum ada kepastian kapan akan bangun dari komanya," kata Jackson.


Mengenai rahasia yang di sembunyikan oleh Dokter Erik, Bagaskara masih belum menemukan petunjuk apapun.


Felix hanya bisa menepuk pundak Jackson sebagai bentuk dukungan darinya.


"Daddy!" Terdengar suara Kelvin dari atas tempat tidur.


Kelvin terbangun dan duduk bersandar di tempat tidurnya.


"Iya Chandra," jawab Jackson dan segera berjalan menghampiri Kelvin.


"Chandra! Bagaimana keadaanmu? Apakah ada bagian tubuhmu yang terasa tidak nyaman?" tanya Felix.


Walaupun hasil medical file yang di bacanya menunjukkan penyakit Kelvin masih stabil, Felix


ingin kepastian dan  mendengar secara langsung dari Kelvin tentang kondisi tubuhnya.


Kelvin memikirkan pertanyaan Felix sejenak.


"Ada," jawab Kelvin dengan singkat sambil memegang perutnya.


"Perutmu sakit?" tanya Jackson.


"Di bagian mana yang sakit?" Felix pun ikut menanyakan keadaan perut Kelvin.


Belum sempat Kelvin menjawab, terdengar suara kriuuuk yang berasal dari perut Kelvin.


"Aku lapar daddy," ucap Kelvin sambil tersenyum nyengir.


Rasa cemas di hati Jackson dan Felix menghilang seketika setelah mendengar perkataan Kelvin.


"Kamu ingin makan apa? Daddy akan menyuruh Robin pergi membelinya," kata Jackson.


"Daddy tidak perlu merepotkan Om Robin. Kan ada lunch dari aunty chef. Aku ingin makan masakan aunty chef," jawab Kelvin.


Mata Jackson dan Felix tertuju ke arah dua termos penghangat makanan yang berada di atas meja.


"Oh iya! Aku hampir saja lupa. Ada jatah lunchku juga," ucap Felix sambil menepuk jidatnya.


Felix duduk di kursi dan  mengambil salah satu termos penghangat makanan serta membukanya.


Felix sudah tidak sabar untuk memakan masakan Rossy yang lezat.

__ADS_1


"Aku makan duluan. Sudah lapar nih!" kata Felix sambil memakan bekal lunchnya dengan lahap.


Kelvin turun dari tempat tidur dan menarik tangan Jackson. Mereka duduk di samping Felix.


Jackson membuka termos penghangat makanan dan mengeluarkan satu persatu masakan Rossy serta meletakkannya di depan Kelvin.


Ketika melihat masakan brokoli saus tiram, Jackson terdiam sejenak.


"Chandra tidak menyukai brokoli. Aku harus memberitahukannya ke Rossy," kata hati Jackson.


Jackson mengira sayur brokoli saus tiram itu akan mendapat penolakan dari Kelvin dan terkejut ketika melihat Kelvin malahan mengambil sayur brokoli saus tiram itu ke dalam piringnya dan memakannya dengan lahap.


"Chandra! Bukannya kamu tidak suka makan brokoli?" tanya Jackson.


Felix yang mendengar perkataan Jackson langsung menatap brokoli saus tiram milik Kelvin dengan mata berbinar-binar .


Jika Kelvin tidak menyukai sayur brokoli saus tiram itu, maka akan menjadi milik Felix karena Jackson tidak bisa makan makanan sama sekali.


Felix sudah menghabiskan brokoli saus tiram miliknya.


"Daddy! Aku tidak boleh menjadi anak yang picky eater. Lagipula brokoli saus tiram ini sangat lezat," jawab Kelvin.


Felix menjadi kecewa karena tidak jadi  mendapat bagian brokoli saus tiram milik Kelvin.


Felix mengalihkan perhatiannya dari brokoli milik Kelvin dan berbincang dengan Jackson.


"Apa yang akan kamu lakukan terhadap Miss X setelah menemukannya?" tanya Felix dengan penasaran ke Jackson.


"Aku akan mengurungnya dan tidak akan membiarkannya menghilang lagi," jawab Jackson dengan kesal.


Tanpa sadar Jackson mengambil sepotong brokoli dan menggigitnya dengan keras dan menelannya.


"Jackson... kamu ... kamu...," pekik Felix.


"Ada apa?" tanya Jackson sambil mengernyitkan dahinya.


"Kamu bisa makan!" jawab Felix.


Ketika Jackson bercerita kepadanya tentang bakpao pikachu, Felix masih ada sedikit rasa tidak percaya. Akan tetapi, hari ini Felix melihat dengan matanya sendiri Jackson makan brokoli dan menelannya.


Jackson yang sadar akan perkataan Felix segera berlari ke dalam toilet dan memuntahkan makanannya.


Felix dan Kelvin bisa mendengar dengan jelas suara muntahan dari dalam toilet.


"Akhirnya.. Jackson sudah bisa makan makanan," kata Felix dengan senang dan tertawa.


Felix sangat gembira karena tidak lama lagi penyakit eating disorder Jackson bisa sembuh.


Jackson pasti bisa makan makanan lagi seperti orang lain.


"Kenapa Om Felix malahan senang melihat daddy muntah-muntah?" tanya Kelvin dengan polos.


"Itu adalah hal yang baik Chandra. Biasanya daddymu sama sekali tidak bisa mencium aroma masakan dan akan merasa mual.Sekarang dia bisa memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Om Felix yakin tidak lama lagi penyakit daddymu akan sembuh dan bisa makan normal seperti kita lagi," jelas Felix.


Kelvin menganggukkan kepala.


"Apa yang dikatakan Om Felix sama dengan yang dikatakan oleh brother. Aku harus membantu daddy sembuh dari penyakitnya," tekad hati Kelvin.


Beberapa saat kemudian Jackson keluar dari toilet dengan wajah yang pucat dan kaki yang lemas.


"Selamat Jackson! Aku benar-benar tidak menyangka masakan Rossy bisa menyembuhkan penyakitmu. Kamu harus akui Rossy adalah dewi fortunamu," kata Felix.

__ADS_1


Kelvin yang mendengarnya ikut merasa senang karena masakan mommy bisa menyembuhkan penyakit daddy.


"Hanya kebetulan saja," kata Jackson dengan nada datar.


Jackson melihat jam  tangannya.


"Chandra! Daddy harus kembali ke kantor. Ada beberapa meeting yang tertunda" kata Jackson ke Kelvin.


"Oke daddy. Aku sudah tidak apa-apa.Don't worry!" jawab Kelvin.


"Nanti malam daddy akan datang menjengukmu lagi," kata Jackson sambil memegang kepala Kelvin.


Felix dan Kelvin melanjutkan lunch mereka setelah Jackson pergi


"Masakan Rossy sangat lezat. Akh akan memintanya menyiapkan dinnerku juga sewaktu mengantar dinnermu," kata Felix ke Kelvin tanpa merasa sungkan.


"Oke Om Felix. Mom...aunty chef pasti akan senang karena masakannya disukai banyak orang," jawab Kelvin.


Felix dan Kelvin bersamaan memegang perut masing-masing yang sudah kenyang dengan rasa puas.


Sementara itu Rossy sudah berdiri di depan pintu kamar pasien VVIP dan sedang berbicara dengan Robin.


"Apakah tuan muda sudah bangun?" tanya Rossy ke Robin.


"Sudah nona Rossy. Tuan Jackson baru saja berangkat ke kantor lagi. Sekarang tuan muda Chandra sedang bersama Pak Felix di dalam kamar," jawab Robin.


Rossy merasa lega mendengar jawaban Robin.


"Aku ingin menjenguk tuan muda," kata Rossy.


"Silahkan nona Rossy," jawab Robin dan membantu Rossy mengetuk pintu kamar.


"Pak Felix! Nona Rossy ingin menjenguk tuan muda," kata Robin dari luar kamar.


***


Hello Para Pembaca Setia. Jangan lupa klik like ya setelah selesai membaca bab ini.


Bagaimana reaksi Kelvin ketika mengetahui Rossy datang menjenguknya lagi?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Oh iya. Author mau curhat nih .


Author lihat di setiap bab hanya ada like sejumlah belasan saja, padahal statistik orang yang membaca cerita ini lebih banyak ^~°


Author yakin kok para pembaca setia sangat menikmati novel ini dan membaca terus ceritanya dari bab 1 tanpa jeda sehingga lupa mengklik like ( ha ha ha , maaf kalau author ke pedean ya guys).


Mumpung hari ini hari Sabtu dan banyak pembaca yang sedang santai. Kalau bisa para pembaca scroll lagi mulai bab 1 sampai akhir dan klik tanda like nya ya ^~^


Ha Ha Ha. Untuk kakak cantik dan tampan yang berkenan melakukannya saja ^~• ( ikhlas ya say)


Author akan menjadi lebih bersemangat menulis kelanjutan ceritanya.


Aja aja fighting!!!


Kalau nanti jumlah likenya melebihi 100 , author akan up 2 bab besok ya.


Love You All


Author : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2