Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 98. Trauma korban penculikan


__ADS_3

**Kamar tidur Jackson Wijaya***


Suasana di dalam kamar tidur Jackson menjadi sepi dan tenang. Jackson terdiam dan terhanyut dengan pemikiran narsisnya.


Jackson sedang memikirkan cara bagaimana menyadarkan Rossy yang 'bagaikan pungguk merindukan bulan'. Tentu saja Rossy adalah pungguk dan dirinya adalah bulan.


"Tuan Jackson!" Rossy memanggil Jackson yang termenung dengan tatapan mata kosong.


Sebelumnya Rossy sudah berkali-kali menggoyangkan tangannya di depan mata Jackson dan tidak ada reaksi apapun sehingga Rossy mencoba memanggil Jackson.


"Ada apa?" tanya Jackson dengan suara datar, setelah tersadar dari lamunannya.


"Ini susu hangatnya," jawab Rossy sambil menyodorkan gelas susu ke arah Jackson.


Jackson memegang gelas susu hangat itu dan berpikir lagi. Kali ini Jackson berpikir ulang perkataan Rossy tadi bahwa dia tidak bisa tidur nyenyak malam ini.


"Dia tidak bisa tidur nyenyak? Apakah karena trauma penculikan kemarin?" kata hati Jackson.


Jackson sangat mengerti bagaimana  perasaan korban penculikan karena dirinya pernah mengalaminya sewaktu kecil.


Korban penculikan akan merasa tidak aman dan selalu takut si penculik akan datang lagi menculiknya.


Dua puluh tahun yang lalu, Jackson yang sudah dibebaskan oleh Susan, selalu merasa tidak aman dan ketakutan. Jackson tidak berani keluar satu langkah kaki pun dari Mansion Wijaya.


Pada waktu itu untung ada Agung dan Pak Lesmana, yang selalu mendampingi Jackson.


Selama enam bulan Jackson hanya berada di Mansion Wijaya saja dan serta Pak Lesmana tidak pernah memaksanya untuk keluar. Mereka dengan sabar menjaga, merawat, dan menemani Jackson.


Jackson mengurung diri di kamar dan  sifatnya berubah dari periang menjadi pendiam dan pemurung.


Jackson merasa takut dan juga benci terhadap Susan karena wanita itulah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil. Sampai suatu saat secara tidak sengaja Jackson mendengar pembicaraan antara Agung dan Pak Lesmana bahwa wanita itu telah meninggal karena bunuh diri di rumah sakit jiwa.


Mulai hari itu Jackson berani keluar dari Mansion Wijaya dan pergi ke tempat lain. Hanya saja penyakit eating disordernya masih mengikutinya dan tidak dapat disembuhkan karena setiap kali Jackson mencoba makan makanan, maka bayangan dan suara wanita itu akan muncul terus menerus dalam pikiran Jackson dan menerornya.


Wanita itu dengan mudahnya bunuh diri mengakhiri hidupnya sementara luka yang ditinggalkannya mengikuti dan menghantui Jackson sampai saat ini.


"Kamu tidak bisa tidur nyenyak?" tanya Jackson sambil menatap wajah Rossy dengan intens.


"Iya tuan Jackson," jawab Rossy dengan jujur.

__ADS_1


"Karena kamu tidak bisa tidur , kamu tinggal di sini untuk menjagaku. Aku memerlukan seseorang untuk membantuku ke toilet," kata Jackson.


"Bukannya tadi tuan Jackson bilang bisa memakai tongkat ketiak kruk itu ?" tanya Rossy dengan nada protes.


"Aku lebih percaya dengan kekuatan orang yang hidup daripada benda mati itu. Jangan lupa kamu sekarang adalah asisten pribadiku," jawab Jackson dengan tegas.


"Baiklah tuan Jackson," jawab Rossy dengan pasrah.


Rossy tidak bisa menolak permintaan Jackson karena dirinya memang kalah taruhan. Mungkin nanti  dirinya bisa tidur nyenyak dan tidak memikirkan tentang penculik itu lagi karena dirinya tidak sendirian malam ini.


"Kemarin penculik itu ada melukaimu kah?" tanya Jackson.


Sewaktu Jackson tiba di Apartemen Royal Residence kemarin dan menemukan Rossy dalam keadaan baik-baik saja serta berpakaian lengkap, pada saat itu Jackson merasa bersyukur.


Bersyukur karena Rossy hanyalah ibu-ibu yang  tidak muda dan tidak cantik sehingga penculik itu tidak melakukan perbuatan tidak pantas terhadap Rossy.


Kalau saja Rossy terluka maka Jackson pasti akan merasa bersalah terhadapnya karena Jackson tahu pasti tujuan penculik itu adalah dirinya bukan Rossy.


Rossy tidak menyangka Jackson akan menanyakan secara langsung kepadanya tentang penculikan kemarin sehingga merasa terharu.


"Penculik itu tidak melukaiku. Dia hanya membongkar isi tasku dan menyuruhku memasak dua belas masakan variasi indomie," jawab Rossy.


Jackson bisa mendengar suara Rossy bergetar ketika menyebutkan tentang penculik itu.


Jackson berbohong untuk menghilangkan rasa takut Rossy terhadap penculiknya.


"What? Logika darimana ini? Penculik itu menculikku karena ingin dimasakkan indomie?" kata hati Rossy. Akan tetapi, Rossy tidak berani membantah perkataan Jackson karena yakin Jackson pasti mempunyai alasannya sendiri.


"Iya. Benar sekali tuan Jackson. Aku rasa penculik itu terlalu bodoh untuk memesan makanan online sehingga menculikku," kata Rossy sambil tersenyum.


Jackson merasa tenang melihat Rossy tersenyum.


"Sekarang kamu sudah merasa lebih baik kan?" tanya Jackson.


"Terima kasih perhatiannya tuan Jackson. Aku sudah merasa lebih baik sekarang," jawab Rossy.


"Aku tidak perhatian kepadamu. Kamu jangan ge er dan berpikir yang tidak-tidak," tukas Jackson.


Jackson tidak sadar wajahnya sudah bersemu merah dan Rossy melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


"Dia sedang malu kah?  Ternyata Chandra mewariskan sifat pemalu darinya," kata hati Rossy.


Rossy mengamati wajah Jackson yang bersemu merah seperti tomat dan membuatnya merasa gemas ingin mencubit pipi Jackson.


Jackson yang ditatapi Rossy dengan intens menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain menghindari tatapan mata Rossy.


Susu hangat yang berada di tangannya diteguknya dengan cepat dan habis dalam seketika. Karena terburu-buru, Jackson lupa akan kebiasaannya meminum air putih seteguk demi seteguk sehingga setelah susu hangat itu dihabiskannya, Jackson pun terbatuk-batuk.


Rossy segera membantu menepuk-nepuk punggung Jackson dengan lembut.


"Tuan Jackson. Apakah tuan Jackson baik-baik saja kah?" tanya Rossy.


Jackson menjawab dengan anggukkan kepala sambil menyerahkan gelas kosong itu ke Rossy.


Rossy menatap gelas kosong di tangannya kemudian menatap wajah Jackson dan perbuatannya itu  dilakukannya secara berulang-ulang.


"Tuan Jackson. Kamu bisa minum susu sekarang," teriak Rossy kegirangan.


Jackson pun terkejut dengan hal yang baru dilakukannya tadi. Tidak heran Rossy menatapnya dan gelas kosong itu berulang-ulang karena  kali ini Jackson sama sekali tidak memuntahkan susu yang di minumnya.


Jackson hanya tersedak dan terbatuk-batuk saja karena meneguk susu hangat itu secara langsung.


Selama dua puluh tahun ini Jackson hanya bisa minum air putih saja. Jus dan susu sama sekali tidak bisa di minum olehnya.


Jackson sangat senang dengan perkembangan tubuhnya yang sudah mulai bisa menerima asupan makanan dan minuman yang lain secara perlahan.


***


Hore 🥳🥳🥳 Jackson sudah bisa minum susu selain air putih.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya readers.


Si narsis Jackson dan Rossy masih ada di bab berikutnya.


Thank You


Author : LYTIE


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


__ADS_2