
***Ruang rapat direksi Perusahaan Wijaya***
Suasana ruang rapat direksi menjadi sepi dan tenang setelah Jackson mengatakan akan menyampaikan kabar baik.
Para pemegang saham penasaran dengan kabar baik yang akan di katakan oleh Jackson dan semuanya menatap ke arah Jackson dengan antusias.
Agung pun tidak sabar ingin mengetahui kabar baik apa yang akan di sampaikan oleh Jackson.
Jackson tersenyum puas melihat reaksi antusias dari mereka semua.
Kusuma mempunyai firasat yang tidak baik setelah mendengar perkataan Jackson dan juga merasa penasaran kabar baik apa yang bisa Jackson sampaikan pada saat ini.
"Apa kabar baiknya?" tanya Kusuma.
"Penyakit eating disorderku sudah sembuh," jawab Jackson dengan singkat.
Semua orang di dalam ruang rapat direksi sangat terkejut dengan perkataan Jackson terutama Kusuma dan Indra.
Rossy pun ikut terkejut karena selama ini Rossy tahu dengan jelas Jackson sama sekali belum bisa makan makanan apa pun.
Dinner beberapa hari yang lalu Felix pernah mencoba memaksa Jackson memakan masakan Rossy dan tidak berhasil sama sekali.
Rossy tahu Jackson pasti terpaksa berbohong supaya para pemegang saham tidak mendesaknya untuk mundur dari jabatan CEO sehingga Rossy pun diam saja tidak membantah perkataan Jackson.
Agung lah yang paling senang mendengar penyakit eating disorder Jackson sudah sembuh.
"Kenapa Pak Lesmana tidak memberitahuku? Sejak kapan Jackson sembuh?" kata hati Agung.
Kusuma yang sudah menguasai rasa keterkejutannya menatap Jackson dengan pandangan tidak percaya.
"Bagaimana mungkin Jackson? Kita bukanlah anak kecil yang bisa di bohongi oleh perkataanmu begitu saja. Penyakit eating disordermu sudah puluhan tahun. Aku tidak percaya bisa sembuh dengan mudah," kata Kusuma dengan yakin.
Kusuma menyadari beberapa pemegang saham sudah mulai goyah dan akan berpihak kembali ke Jackson setelah tahu Jackson sembuh dari penyakit eating disordernya sehingga menjadi semakin khawatir dan mengatakan keraguannya dengan perkataan Jackson.
"Iya benar sekali Jackson. Kamu harus menjelaskan kepada kita semua bagaimana penyakitmu bisa sembuh," kata Indra, mendukung kecurigaan Kusuma terhadap perkataan Jackson.
"Rossy!" panggil Jackson.
Rossy yang mendengar namanya di panggil segera maju ke hadapan Jackson.
"Iya tuan Jackson," kata Rossy.
"Jelaskan kepada mereka!" kata Jackson dengan singkat.
"What? Apa yang harus aku jelaskan kepada mereka?" jerit hati Rossy.
Semua orang di dalam rapat direksi melihat ke arah Rossy dan mengamatinya dengan saksama. Mereka menunggu penjelasan Rossy.
__ADS_1
"Rossy? Ternyata wanita ini adalah koki baru Jackson," kata hati Agung.
Agung mengetahui nama Rossy dari laporan Pak Lesmana.
"Dia adalah Rossy. Koki pribadiku yang baru. Lulusan CIA yaitu Culinary Institute of America. Rossy merupakan murid asia satu-satunya dari Mister Gordon. Dokter Felix yang merekomendasikan Rossy untuk bekerja di Mansion Wijaya. Dengan petunjuk dari Felix di padu dengan masakan Rossy yang lezat bisa membuatku mulai tertarik dengan makanan. Penyakitku sudah sembuh," jelas Jackson dengan yakin.
"OMG! Ternyata ini tujuan tuan Jackson membawaku ke rapat direksi," kata hati Rossy.
Beberapa dari pemegang saham mengetahui tentang Culinary Institute of America yang terkenal dan juga Mister Gordon sehingga mempercayai perkataan Jackson.
"Penyakit CEO Jackson sudah sembuh merupakan berkah untuk Perusahaan Wijaya."
"Perusahaan Wijaya akan semakin berkembang dibawah pimpinan CEO Jackson yang sudah sehat"
Para pemegang saham bergantian mengatakan hal yang baik tentang penyakit Jackson yang sudah sembuh.
Rossy merasakan para pemegang saham mudah sekali mengubah pendapat mereka.
Sebelumnya mereka bersikeras menginginkan Jackson mundur dari jabatan CEO, sekarang malahan mengucapkan puji syukur karena penyakit Jackson sudah sembuh.
Kusuma menahan emosi mendengar perkataan para pemegang saham yang sudah mulai memihak ke Jackson.
Kusuma menatap wajah Rossy dengan saksama. Kusuma tidak percaya ibu-ibu di samping Jackson ini adalah koki yang hebat, lulusan Culinary Institute of America dan juga murid dari Mister Gordon.
"Karena Jackson bilang penyakit eating disordernya sudah sembuh. Untuk membuat semua orang yang hadir di rapat direksi ini percaya, aku harap Jackson mau makan di depan kita," usul Kusuma.
"Apa yang di katakan oleh ayah benar. Supaya kita semua percaya penyakitmu sudah sembuh, kita akan lunch bersama hari ini," kata Indra.
"Tidak apa-apa. Jackson ingin makan apa, aku bisa memesan online makanannya," kata Kusuma sambil tersenyum.
Kusuma semakin yakin Jackson berbohong karena tidak berani makan bersama mereka.
Apapun caranya, Kusuma akan membuat Jackson tidak bisa menolak dan makan di hadapan mereka. Semakin baik jika Jackson muntah sehingga membuktikan Jackson berbohong.
Rossy merasa khawatir melihat Kusuma yang terus menerus mendesak Jackson.
Rossy tidak ingin melihat Jackson kehilangan harga diri dan muntah di hadapan para pemegang saham.
"Aku hanya memakan masakan koki pribadiku saja," jawab Jackson.
"Perusahaan kita ada oven microwave. Dengan kemampuan memasak nona Rossy ,pasti bisa membuat makanan dengan oven microwave," kata Indra.
Jackson menatap ke arah Rossy.
"Kamu bisa membuat masakan dengan oven microwave?" tanya Jackson.
"Aku bisa memasaknya," jawab Rossy.
__ADS_1
"Kamu akan memasak apa?" tanya Jackson dengan serius.
Rossy berpikir sebentar makanan apa yang akan di masaknya dengan microwave.
"Mac n cheese," jawab Rossy.
"Tuliskan bahan yang di perlukan. Venesia akan membelinya di mini market terdekat," kata Jackson.
Dengan cepat Rossy menuliskan bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat mac n cheese dan menyerahkan kertas itu ke Venesia.
"Rapat akan di lanjutkan tiga puluh menit lagi," kata Jackson.
"Baik CEO Jackson."
Para pemegang saham meninggalkan ruang rapat direksi, sedangkan Kusuma dan Indra tetap berada di dalam ruangan sambil berbincang dengan Agung.
Mereka ingin menahan Agung berada di ruang rapat direksi untuk melihat kebohongan Jackson Wijaya nanti.
Agung pun tidak berniat meninggalkan ruang rapat direksi karena sangat ingin melihat dengan matanya sendiri Jackson sudah sembuh dari penyakitnya.
Sementara itu Rossy berbicara dengan suara kecil ke Jackson.
"Tuan Jackson. Kamu yakin akan makan di hadapan mereka ?" tanya Rossy.
"Bukankah selama ini kamu sangat percaya diri aku akan makan masakanmu?" Jackson bertanya balik ke Rossy.
Memang benar sewaktu menjadi koki pribadi di Mansion Wijaya, Rossy sangat percaya diri bisa membuat Jackson makan masakannya.
Sekarang Rossy tidak yakin lagi karena selama seminggu ini tidak berhasil membuat Jackson makan makanannya.
"Masaklah yang enak. Aku percaya dengan kemampuanmu," pesan Jackson.
"Baik tuan Jackson. Aku akan membuat mac n cheese terenak yamg bisa membuatmu makan dengan lahap," kata Rossy.
Keputusan yang sudah di ambil oleh Jackson tidak akan bisa di bantah lagi sehingga Rossy hanya bisa semampunya memasak makanan yang lebih enak.
Kenyataannya Jackson sendiri pun tidak yakin bisa makan masakan Rossy nantinya. Akan tetapi, keputusan itu harus dia ambil untuk mempertahankan posisi CEO nya.
Hanya berdasarkan dirinya secara tidak sengaja makan masakan Rossy dua kali, Jackson bertaruh dirinya bisa makan masakan Rossy hari ini.
***
Hallo Readers. Ini bab kedua ya.
Jangan lupa baca kelanjutannya nanti.
Author akan lanjut mengetik dulu.
__ADS_1
Salam sayang
Author : LYTIE