Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 175. Foto Keluarga


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Kelvin dan Chandra menghentikan permainan board gamesnya setelah kepergian Michelle.


Kelvin masih merasa penasaran dengan keahliannya bermain games dibandingkan dengan Chandra.


Permainan board games tadi belum ada pemenang di antara mereka berdua karena mereka menang secara bergantian.


"Brother! Ayo kita lomba bermain games di handphone," ajak Kelvin dengan semangat.


Selama tinggal di Amerika, Kelvin terkenal sebagai gamer sejati dan selalu memenangkan setiap pertarungan di dalam games yang di mainkannya sehingga Kelvin yakin dirinya akan menang dari Chandra dalam permainan games di handphone.


"Oke," jawab Chandra dengan tenang.


Kelvin menggunakan iphone milik Chandra dan Chandra menggunakan handphone yang dibelikan oleh Rossy.


Mereka berdua pun log in di dalam permainan games handphone dan memasukkan nickname masing-masing ke dalam gamesnya.


Mata Kelvin membulat besar melihat nickname Chandra di dalam permainan games handphone adalah 'C'.


Kelvin dengan daya ingatannya yang kuat, mengingat jelas dirinya pernah bermain satu kali permainan games handphone dengan lawan main nickname 'C'.


Pada saat itu Kelvin sangat penasaran dengan 'C' karena setiap strategi permainannya bisa diketahui oleh C.


Itu adalah permainan games terakhir yang Kelvin mainkan karena setelah itu dirinya pingsan di butik Cindy dan dibawa ke rumah sakit.


Kemudian Rossy membawa Kelvin pulang ke Bali dan terjadi pertukaran identitas di Bandara Ngurah Rai.


"Brother! Selama ini kamu memakai nickname 'C'?" tanya Kelvin.


"Iya Kelvin," jawab Chandra sambil melihat nickname Kelvin di layar handphonenya.


"Kamu adalah 'K'?" tanya Chandra dengan ekspresi terkejut.


"Iya brother," jawab Kelvin sambil menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka berdua ketawa bersamaan karena menyadari pertemuan pertama mereka adalah di dalam permainan games handphone. Pertemuan di airport lounge adalah pertemuan kedua mereka.


Ternyata selama ini ada benang merah halus yang mulai menghubungkan mereka berdua dan mereka berdua sama sekali tidak menyadarinya.


Selama lima tahun ini mereka berdua tinggal di dua negara yang berbeda yaitu Amerika dan Bali, Indonesia. Akan tetapi, benang merah halus itu tetap bisa menghubungkan mereka berdua dan mempertemukan mereka di dalam permainan games handphone.


"Ayo kita lomba lagi. Kali ini, kamu pasti tidak bisa membaca strategiku," ujar Kelvin dengan antusias.


"Oke," kata Chandra dengan tenang.


Mereka berdua pun bermain dengan gembira dan berkonsentrasi penuh di permainan games di handphone masing-masing.


Ā ***


Beberapa saat kemudian pintu kamar pasien VVIP Kelvin terbuka dan terlihat Jackson bergandengan tangan dengan Rossy berjalan masuk ke dalam kamar pasien.


"Daddy, Mommy," teriak Chandra dan Kelvin bersamaan serta meletakkan handphone mereka di atas meja dan lari memeluk Rossy dan Jackson.


"Kenapa begitu manja? Baru saja di tinggal sebentar," ucap Rossy sambil tersenyum.


Kelvin tersenyum memamerkan deretan giginya di depan Rossy, sedangkan Chandra memberikan senyuman kecil di sudut bibirnya.


"Mommy, daddy, dan Chandra akan menemanimu sampai malam dan makan dinner bersama," kata Rossy sambil memegang pipi Kelvin.

__ADS_1


"Hore!" pekik Kelvin kegirangan.


Hari ini adalah hari minggu sehingga Jackson tidak perlu bekerja ke Perusahaan Wijaya.


Jackson lah yang mengusulkan akan menemani Kelvin sampai malam dan Rossy langsung menyetujuinya.


Jackson sudah menelepon Robin untuk membelikan makanan dari restoran favorit Chandra untuk dinner mereka nanti malam.


Robin yang diberikan cuti setengah hari, dengan senang hati menjalankan tugas yang diberikan oleh Jackson dan bertekad menjalankannya dengan baik untuk menebus kesalahannya tadi pagi. šŸ˜‚


Felix dan Michelle akan datang ke kamar pasien VVIP Kelvin untuk dinner bersama mereka nanti malam.


Mereka berempat duduk berdampingan di kursi yang berada dalam kamar pasien VVIP Kelvin.


"Mommy! Kita foto keluarga yuk!" ucap Kelvin dengan mata berbinar-binar menatap ke arah Rossy.


Rossy melirik sekilas ke arah Jackson karena tahu pasti masalah terbesar untuk mengambil foto keluarga adalah mendapatkan persetujuan dari Jackson.


Chandra juga menatap ke arah Jackson untuk menunggu jawaban dari daddynya.


Selama ini Jackson tidak pernah sekali pun berfoto bersama Chandra sehingga masyarakat umum pun tidak mengetahui wajah Chandra dan hanya mengetahui Jackson mempunyai seorang putra berumur lima tahun.


Sejak kejadian penculikan oleh Susan dan kematian Satria serta Eva, Jackson sama sekali tidak menginginkan adanya foto keluarga.


Semua foto Satria dan Eva yang berada di Mansion Wijaya sudah dipindahkan oleh Agung ke Vila Wijaya dua puluh tahun yang lalu.


TindakanĀ Agung itu sangatlah tepat karena setidaknya bisaĀ  mengurangiĀ  sedikit rasa bersalah Jackson terhadap kedua orang tuanya.


Satria dan Eva mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menemui Susan yang menculik Jackson saat itu sehingga Jackson kecil menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orang tuanya.


Jackson tidak berani mengambil foto keluarga dengan Chandra selama ini karena merasa takut akan teringat dengan kedua orang tuanya yang meninggal dengan tragis.


"Hore!" pekik Kelvin dan Chandra kegirangan.


Kali ini Chandra pun tidak bisa menahan rasa senangnya dan mengungkapkannya secara langsung.


Kegembiraan Chandra membuat Jackson merasa bersalah karena selama ini dirinya sangat egois mementingkan perasaannya sendiri dan mengabaikan perasaan Chandra.


Jackson mengeluarkan handphonenya dan berfoto bersama Rossy serta kedua putra kembarnya. Kemudian Jackson mengirimkan foto itu ke handphone Rossy dan iphone milik Chandra.


Setelah mengirimkan foto, handphone Jackson berdering dari nomor panggilan yang tidak dikenalnya. Jackson menerima panggilan telepon itu.


"Halo!" kata Jackson dengan suara datar.


"Daddy! Aku ingin fotonya," kata Chandra melalui handphonenya.


Saat ini Jackson baru menyadari Chandra yang meneleponnya dari handphone yang dibelikan oleh Rossy.


Jackson menganggukkan kepalanya dan menyimpan nomor handphone Chandra ke dalam handphonenya. Kemudian mengirim foto keluarga itu ke Chandra.


"Thank you daddy," ucap Chandra sambil melihat foto keluarganya di layar handphonenya.


Kelvin berjalan mendekati Chandra dan membahas tentang masalah handphonenya.


"Brother! Kamu mau ambil kembali iphonemu kah? Kalau mau, kita tukaran handphone,"Ā  kata Kelvin dengan polos.


"Tidak apa-apa, Kelvin! Handphone itu dibelikan oleh kakek buyut. Kamu boleh memakainya," ucap Chandra.


Chandra tahu Kelvin merasa tidak enak hati karena masihĀ  memakai handphonenya ketika identitas mereka berdua sudah diketahui oleh Jackson.

__ADS_1


Padahal Chandra lebih suka menggunakan handphone yang dibelikan oleh Rossy saat ini.


"Oke brother. Kapan pun kamu mau tukar handphonenya, aku akan tukar," kata Kelvin.


"Oke," ucap Chandra.


Ā ***


"Rossy!"


Jackson memanggil Rossy secara tiba-tiba karena teringat akan sesuatu.


"Iya," jawab Rossy.


"Pegang!" perintah Jackson sambil memberikan handphonenya ke Rossy.


Rossy pun memegang handphone Jackson dengan raut wajah kebingungan.


"Chandra, Kelvin," panggil Jackson.


"Iya daddy," jawab Kelvin dan Chandra bersamaan.


Mereka berdua menghampiri Jackson dan Jackson merangkul kedua putra kembarnya di sisi kiri dan kanannya.


"Foto!" ucap Jackson dengan singkat ke Rossy.


Rossy baru sadar Jackson ingin dirinya memotret Jackson bersama kedua putra kembar mereka.


"Oke," kata Rossy dengan senang.


Setelah memotret foto Jackson bersama kedua putra kembarnya, Rossy langsung mengirimkan foto ituĀ  ke handphonenya, handphone Chandra, dan handphone Kelvin.


Kemudian mengembalikan handphone itu ke Jackson.


Jackson tersenyum puas melihat fotonya bersama Kelvin dan Chandra.


***


Selamat siang readers.


Jangan lupa masih ada bab lagi ya nanti malam.


Spoiler bab berikutnya : Jackson Wijaya foto bersama kedua putranya karena ingin mengirim foto itu .


Ayo tebak! Jackson Wijaya akan mengirim foto itu ke mana dan ke siapa?


Oh iya readers. Author LYTIE mau info ada Novel baru yang berisi audio dari Author LYTIE.


Judul Novelnya QUE SERA SERA, bercerita tentang seorang wanita dan pria mafia yang ditemuinya di Rusia, Moskow.



Readers boleh kepoin suara author LYTIE di sana 😁


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2