Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 226. Baby Boy or Baby Girl


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Setelah berhasil memadamkan gejolak darah mudanya, Jackson melepaskan pelukannya secara perlahan. Kemudian menatap wajah Rossy engan intens.


"Rossy. Badanmu kurang fit. Mulai besok, kamu harus ikut nge gym denganku setiap pagi," kata Jackson.


"Nge gym?" tanya Rossy.


"Iya. Supaya badanmu fit dan tidak mudah kelelahan setelah petualangan fantasi," jawab Jackson dengan santai.


Pipi Rossy merona merah karena perkataan Jackson sangatlah benar.


Rossy akui dirinya  selalu merasa kelelahan setelah petualangan fantasi mereka. Tidak seperti Jackson yang semakin bugar dan energik setelah melakukan petualangan fantasi.😆


"Baiklah," kata Rossy sambil tersipu malu.


"Aku ingin kamu secepatnya mengandung baby girl," lanjut Jackson sambil mencubit gemas hidung Rossy.


Jackson sudah bisa membayangkan putri kecilnya pasti akan secantik dan semanis Rossy.


Rossy tertawa kecil mendengar keinginan Jackson yang sama persis dengan keinginan Chandra dan Kelvin.


"Bagaimana kalau bukan baby girl melainkan baby boy lagi?"


Rossy sengaja ingin menggoda Jackson karena kelihatan jelas Jackson sangat yakin akan mendapatkan baby girl.


"Baby boy ataupun baby girl, asalkan kamu yang melahirkannya, aku tetap menyukai dan menyayanginya," jawab Jackson sambil mencium pipi Rossy.


Rossy tersenyum lebar dan memeluk Jackson. Perasaan hatinya sangat berbunga-bunga.


"Lagi pula kita masih muda. Jika kali ini baby boy, kita bisa mencobanya lagi setiap malam untuk next baby," bisik Jackson di telinga Rossy.


Bisikan Jackson membuat bulu roma di sekujur tubuh Rossy berdiri.


"Aku harus rajin makan sayuran sekarang," tekad hati Rossy.


Rossy mengharapkan mitos itu nyata.😂


***


Beberapa saat kemudian, Jackson berdiri dari sofa sambil mrngendong Rossy dan berjalan ke arah kamar mandi.


Jackson mendudukkan Rossydi atas meja wastafel, lalu mengisi air hangat di dalam bathtub.


Jackson mengambil sebuah 'bath bomb' dan melemparkannya ke dalam bathtub.


Ketika 'bath bomb' tercampur ke dalam air, airnya meletup-letup dan mengeluarkan busa yang banyak. Dalam sekejap air di dalam bathtub berubah warna dan wangi.


Bath bomb itu memang sengaja Jackson persiapkan untuk Rossy yang suka berendam air hangat setiap pagi.

__ADS_1


Jackson berjalan ke arah Rossy, melepaskan selimutnya dan menggendong Rossy menuju bathtub.


Rossy merangkulkan tangannya ke leher Jackson dan bersikap tenang karena hal ini sudah sering Jackson lakukan sehingga Rossy tidak merasa canggung dan malu lagi.


Kemudian Jackson meletakkan tubuh polos Rossy di dalam bathtub dengan perlahan.


"Berendamlah air hangat," kata Jackson.


Rossy menganggukkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya sambil menikmati rendaman air hangat yang wangi di bathtub.


Air yang hangat dipadu dengan wangi yang terhirup hidungnya, membuat Rossy menjadi rileks dan tenang.


Rasa sakit dan lelah di sekujur tubuhnya perlahan berkurang sedikit demi sedikit.


Beberapa saat kemudian Rossy merasakan dua tangan kekar menggenggam tangannya sehingga Rossy membuka kedua matanya secara spontan.


"Jackson," panggil Rossy dengan wajah terkejut.


"Aku ingin berendam bersamamu," ucap Jackson.


Entah sejak kapan Jackson sudah berada di dalam bathtub dan duduk berhadapan dengan Rossy.


Pipi Rossy merona merah dan menundukkan tubuhnya di dalam gumpalan busa sabun.


Rossy tidak berani melihat ke arah Jackson yang sedang menatapnya dengan intens.


"Berbaliklah," kata Jackson dengan suara serak.


Jackson melingkarkan tangannya ke pinggang Rossy dan menarik tubuh Rossy sehingga punggung mulus Rossy bersandar di dada atletis Jackson.


"Hanya berendam saja," kata Jackson dengan suara kecil sambil menatap wajah Rossy yang sedang menghadap ke arahnya.


Rossy menganggukkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya ke dada atletis Jackson sambil  memejamkan kedua matanya lagi.


Jackson tersenyum tipis dan mengecup pipi Rossy sekali, lalu Jackson pun memejamkan kedua matanya, menikmati rendaman air hangat yang wangi serta ditemanin wanita yang sangat dicintainya sekarang.


***Ruang makan Mansion Wijaya***


Chandra duduk dengan tenang di ruang makan sambil menunggu Jackson dan Rossy.


Di atas meja makan, sudah dihidangkan beberapa macam masakan breakfast.


Semua breakfast itu di masak oleh Pak Simon dan Bu Liana, karena sampai jam enam pagi, Rossy masih belum datang ke dapur Mansion Wijaya sehingga Pak Simon dan Bu Liana berinisiatif memasak breakfast terlebih dahulu.


Selama menjadi asisten Rossy, Pak Simon dan Bu Liana tahu Rossy adalah koki yang profesional dan selalu tepat waktu berada di dapur Mansion Wijaya untuk memasak.


Rossy pasti akan terlebih dahulu memberitahukan mereka berdua semalam jika memang tidak bisa memasak breakfast pagi ini sehingga Pak Simon dan Bu Liana yakin Jackson lah yang menyebabkan Rossy tidak bisa ke dapur Mansion Wijaya dan mereka berdua sangat memakluminya 😆.


Beberapa saat kemudian Jackson bergandengan tangan dengan Rossy ke ruang makan.

__ADS_1


"Good morning daddy!  Good morning mommy!" sapa Chandra.


"Morning Chandra !" kata Rossy dan Jackson bersamaan.


Jackson dan Rossy duduk berdampingan di ruang makan.


"Chandra! Ayo makan sekarang," ucap Jackson.


"Baik daddy," jawab Chandra dengan patuh.


"Rossy. Kamu ingin makan apa?" tanya Jackson dengan suara lembut.


Rossy melihat beberapa masakan breakfast di atas meja makan.


"Bubur ayam," jawab Rossy.


Jackson mengambilkan semangkuk bubur ayam yang masih hangat dan meletakkannya di depan Rossy.


"Terima kasih Jackson," kata Rossy.


Jackson mengambil satu sendok bubur ayam, meniupnya sebentar dan menyodorkan sendok itu di depan mulut Rossy.


Rossy membuka mulutnya dan mengunyah bubur ayamnya dengan pelan.


Pipinya sudah merona merah seperti tomat dan melirik sekilas ke arah Chandra.


Rossy menarik napas lega karena Chandra sangat tenang menikmati breakfast tanpa melihat ke arahnya, sedangkan Pak Lesmana yang berdiri tidak jauh dari ruang makan , pura-pura melihat ke arah lain sewaktu melihat kemesraan yang dilakukan oleh Jackson ke Rossy.


Pak Lesmana merasa sangat senang karena tidak lama lagi akan ada Nyonya Wijaya di Mansion Wijaya ini.


Video lamaran romantis Jackson ke Rossy di taman bermain, tentu saja sudah di lihat oleh Pak Lesmana.


Bahkan Pak Lesmana sudah bergosip ria dengan Agung melalui telepon.


Mereka berdua adalah orang yang paling bahagia melihat Jackson sudah menemukan pasangan hidup dan juga sudah mempunyai sepasang anak laki-laki yang tampan dan pintar.


Agung sudah memberitahukan Pak Lesmana bahwa Jackson dan Rossy berencana mempunyai bayi dalam waktu dekat sehingga Pak Lesmana sangat antusias menantikan suara bayi yang menggema di Mansion Wijaya nantinya.


***


Halo readers.


Ini bab pertama hari ini. Semoga readers menyukainya ya.


Readers pasti mempunyai keinginan yang sama dengan Pak Lesmana 😊😊


Bersiaplah untuk kehadiran Violet Hartono, si benalu yang ke pe de an 😂😂😂.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2