Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 90. Pacar bohongan


__ADS_3

***Healing Hands Hospital***


"Halo Michelle," kata Rossy setelah berhasil mengeluarkan handphone dari dalam tasnya.


"Rossy. Kamu berada di mana sekarang?" tanya Michelle.


"Aku sedang menuju ruang bermain anak untuk menemui Chandra. Sekarang aku ada di.."


Rossy menghentikan langkah kakinya dan melihat sekelilingnya.


"Di bagian spesialis dokter anak," kata Rossy.


Setiap ruang praktik spesialis di Healing Hands Hospital akan di gabung menjadi satu untuk  spesialis yang sama.


Healing Hands Hospital mempunyai tiga  dokter spesialis anak sehingga ruang praktik dokter spesialis anak itu sejajar dan bersebelahan. Ruang bermain anak berada di sudut ruang praktik dokter spesialis.


"Tepatnya di depan ruang praktik Dokter Nyoman," lanjut Rossy sambil berbisik.


Rossy merasa malu jika mengingat pertemuan pertamanya sewaktu tiba di Bali  dengan Dokter Nyoman, dokter  senior spesialis anak di Healing Hands Hospital.


Pada saat itu Rossy sama sekali tidak menyadari Kelvin sudah tertukar dengan Chandra di airport sehingga Chandra lah yang diperiksa oleh Dokter Nyoman di hari itu.


Tentu saja hasil medical check up Chandra sangat bagus dan tidak ditemukan adanya penyakit apapun.


Rossy sempat meragukan kemampuan Dokter Nyoman pada hari itu dan sekarang sudah terbukti hasil  medical check up dan juga pemeriksaan oleh Dokter Nyoman tidaklah salah.


"Ruang praktik Dokter Nyoman ya. Kamu tunggu di sana. Aku menuju ke sana sekarang," kata Michelle.


"Oke Michelle," jawab Rossy.


Rossy duduk di kursi pasien sambil menunggu Michelle. Hari ini Dokter Nyoman praktik siang hari sehingga kursi pasien di depan ruang praktiknya kosong sehingga Rossy tanpa ragu bisa duduk di sana.


Beberapa saat kemudian Rossy mendengar suara kaki yang melangkah dengan cepat ke arahnya. Michelle sedang berlari dan berhenti di depan Rossy.


"Rossy," kata Michelle dengan napas tersengal-sengal.


"Tenang Michelle. Duduk dulu," kata Rossy sambil menepuk kursi pasien di sampingnya.


Michelle duduk di samping Rossy dan melihat Rossy dari atas kepala sampai ujung kaki dengan saksama.


Semalam Rossy sudah menelepon Michelle untuk memberitahukannya tentang penculikan yang terjadi terhadapnya.


Selama ini Rossy memang tidak pernah menyimpan rahasia apapun dari Michelle.


Alasan Michelle berlari untuk menemui Rossy selain karena ingin memberikan hasil tes DNA, juga karena Michelle ingin bertemu langsung dengan Rossy untuk melihat bagaimana keadaan Rossy setelah mengalami penculikan kemarin.


Walaupun semalam Rossy sudah memberitahukan Michelle jika dia di selamatkan oleh Jackson yang membawa lima orang bodyguard dan dirinya tidak terluka sama sekali, Michelle masih merasa khawatir dan ingin bertemu Rossy secara langsung.


Sewaktu Michelle mengantar Chandra ke ruang bermain anak, Michelle sudah memberi pesan kepada Chandra untuk menghubunginya ketika Rossy sudah datang ke ruang bermain anak.


Michelle akan menyempatkan diri untuk melihat keadaan Rossy di ruang bermain anak.


Sekarang karena ada hasil tes DNA yang  akan diberikan kepada Rossy membuat Michelle segera menghubungi Rossy.


"Rossy. Kamu benar-benar baik baik saja? Apakah ada trauma dengan penculikan kemarin?" tanya Michelle.

__ADS_1


"Michelle. Aku baik-baik saja. Penculik itu tidak melukaiku. Tenang saja. Semalam aku sudah membeli alat kejut listrik dan semprotan merica dari online shop untuk melindungi diriku," kata Rossy.


Sewaktu Rossy tinggal di Amerika bersama Kelvin, Rossy selalu membawa dua alat ajaib itu untuk melindungi dirinya di sana karena mendapat saran dari Astuti dan Cindy, teman sharing apartemen di Amerika.


Rossy merasa beruntung karena tidak perlu menggunakan kedua alat itu sewaktu tinggal di Amerika.


Rossy tidak menyangka malahan di Bali dirinya akan di culik oleh pria gila sehingga Rossy memutuskan membeli kedua alat itu lagi untuk melindungi dirinya sendiri.


"Baiklah. Kamu tahu tidak? Semalam aku tidak bisa tidur karena mengkhawatirkanmu," kata Michelle.


"Kamu memang sahabat terbaikku," kata Rossy sambil memegang tangan Michelle. Karena pegangan tangan Rossy mengingatkan Michelle tentang hasil tes DNA yang berada di tangannya.


"Oh iya. Hasil tes DNA nya sudah keluar," kata Michelle dan memberikan amplop hasil tes DNA ke Rossy.


"Benarkah? Cepat sekali hasil tes DNA nya keluar," kata Rossy sambil melihat amplop di tangannya.


"Iya. Semua karena andilku. Kamu harus memasak makanan enak untukku," kata Michelle sambil menepuk dadanya dengan tangan kanannya.


"Siap ratuku. Apapun makanan yang ingin ratu makan, hamba siap memasaknya."


Rossy membalas gurauan Michelle.


Rossy dan Michelle ketawa kecil bersamaan.


"Pagi Michelle!"


Seorang menyapa Michelle sehingga Rossy dan Michelle menghentikan canda tawa mereka dan melihat ke arah orang yang menyapa Michelle.


"Pagi Michael."


Michelle membalas menyapa pria yang memanggilnya tadi. Michael berjalan mendekati mereka berdua.


"Iya. Perkenalkan ini teman baikku Rossy," kata Michelle ke Michael.


"Rossy! Dokter ini adalah Dokter Michael. Dokter bedah baru di Healing Hands Hospital," kata Michelle ke Rossy.


Rossy dan Michael saling berjabat tangan sebagai salam perkenalan.


Rossy dan Michelle tidak menyadari Michael meliirik sekilas ke arah amplop yang berada di genggaman tangan kiri Rossy.


"Aku permisi untuk memeriksa pasienku dulu. Senang berkenalan denganmu nona Rossy," kata Michael.


"Senang berkenalan denganmu juga Dokter Michael." Rossy membalas dengan sopan.


Setelah Dokter Michael pergi, Michelle melihat ke arah Rossy dengan mata berbinar-binar.


"Ada apa Michelle?" tanya Rossy.


"Rossy. Menurutmu Dokter Michael oke bukan? Tinggi dan tampan," kata Michelle dengan antusias.


Rossy terdiam sebentar memikirkan pertanyaan Michelle.


"Iya. Dokter Michael cukup tinggi dan tampan," jawab Rossy.


"Tetapi tidak setampan Jackson," kata hati kecil Rossy.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu tidak berpikir untuk menjadi mak comblang bukan?" tanya Rossy.


"Atau kamu menyukainya?" lanjut Rossy sambil tersenyum menggoda.


"Tidak mungkin aku menyukainya. Dia bukan tipeku," kata Michelle dengan tegas.


"Wow. Tidak ku sangka Michelle sudah mempunyai pujaan hati. Ayo jujur padaku. Siapa pria itu. Apakah aku mengenalnya?"


Rossy mengajukan pertanyaan secara beruntun ke Michelle.


"Tidak...kamu tidak mengenalnya," jawab Michelle dengan gugup dan mengalihkan pandangan matanya dari Rossy.


Wajah Michelle sudah bersemu merah membuat Rossy tertawa kecil dan tidak melanjutkan menggoda Michelle lagi.


"Apa yang ingin kamu bahas tentang Dokter Michael ?" tanya Rossy.


" Penampilan Dokter Michael sangat berkharisma. Sekarang dia menjadi idola nomor dua di Healing Hands Hospital. Kamu bisa mengajaknya menemanimu menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian nanti sebagai pacar bohongan," jawab Michelle.


"Oh gitu," kata Rossy dengan singkat.


Hampir saja Rossy melupakan pesta pertunangan Violet dan Febrian, kalau saja tidak di ingatkan oleh Michelle.


Michelle melihat reaksi Rossy yang santai, bisa menduga Rossy sudah lupa tentang pesta pertunangan Violet dan Febrian.


"Astaga! Kamu melupakan tentang pesta pertunangan Violet dan Febrian? " tanya Michelle dengan nada tidak percaya.


"Iya. Untung ada kamu yang mengingatkanku," jawab Rossy sambil tersenyum lebar.


Michelle menggelengkan kepalanya karena jawaban polos dari Rossy.


" Jadi bagaimana? Aku bisa membantumu meminta bantuan  Michael kalau kamu setuju,"  ucap Michelle.


"Iya iya. Jika aku belum mendapatkan pasangan untuk ke pesta pertunangan itu, aku akan mempertimbangkan Dokter Michael," jawab Rossy.


***


Selamat malam readers.


Hari ini author sudah up 2 bab ya.


Readers setuju ga kalau Rossy di temani Dokter Michael ke pesta pertunangan Violet dan Febrian nanti?


Atau Rossy di temani oleh Jackson Wijaya yang narsis dan arogan?


Hmmm... Dokter Michael semakin mencurigakan ya? Apa tujuannya mendekati Michelle dan Rossy?


Jangan lupa ikuti ceritanya besok ya readers.


Thank You


Salam Sayang


Author : LYTIE


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


__ADS_2