
**Kamar tidur Rossy Hartono di Mansion Wijaya***
Rossy melamun di depan cermin meja rias sambil memikirkan cara untuk meminta Jackson menemaninya ke pesta pertunangan Violet dan Febrian di hari sabtu ini.
Beberapa saat kemudian mata Rossy berbinar-binar setelah mendapatkan ide yang sempurna.
Suara ketukan pintu membuat senyum tipis muncul di wajah Rossy karena Rossy tahu Jackson sedang mencarinya dan kali ini adalah kesempatan baik untuknya.
Rossy membuka pintu kamar dan melihat Pak Lesmana sedang berdiri di sana sambil tersenyum.
"Ada apa Pak Lesmana? Tuan Jackson ingin makan masakan supper kah?" tanya Rossy.
"Bukan nona Rossy. Tuan Jackson meminta nona Rossy ke ruang kerja untuk menemuinya," jawab Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana. Terima kasih," kata Rossy.
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Suara ketukan pintu terdengar di luar ruang kerja Jackson.
"Masuk!" perintah Jackson sambil berpura-pura fokus melihat laptopnya.
Jackson sangat yakin yang mengetuk pintu adalah Rossy.
Rossy berjalan masuk ke dalam ruang kerja sambil memegang segelas susu hangat.
Rossy sengaja membawakan segelas susu hangat itu untuk Jackson karena pria muda itu belum makan dinner dan juga Rossy ingin menggunakannya untuk membuka pembicaraan dengan Jackson.
Rossy tahu Jackson yang sedang sibuk bekerja tidak suka di ganggu.
"Tuan Jackson. Ini susu hangatnya," kata Rossy sambil meletakkan gelas susu hangat ke atas meja dengan hati-hati.
Jackson hanya menganggukkan kepala tanpa melihat ke arah Rossy.
Mata Jackson sangat fokus melihat laptop di hadapannya dan juga jari tangannya sibuk mengetik di atas keyboard laptop.
Rossy menjadi ragu untuk mengganggu Jackson yang sedang serius bekerja sehingga wanita muda itu hanya berdiri di depan Jackson.
Suasana di dalam ruang kerja menjadi hening dan sepi. Hanya terdengar suara keyboard yang sedang di ketik oleh Jackson. Setelah menunggu hampir lima menit, Rossy melihat tangan kiri Jackson mengambil gelas susu hangat dan meninumnya secara perlahan, sedangkan tangan kanan Jackson masih sibuk mengetik di atas keyboard dan matanya fokus ke layar laptop.
Rossy mengamati gelas susu hangat yang sedang di minum oleh Jackson secara perlahan mulai habis.
"Ini saatnya," kata hati Rossy.
Sewaktu gelas susu hangat itu kosong, dengan sigap Rossy maju dan mengambil gelas kosong itu dari tangan Jackson.
__ADS_1
"Tuan Jackson," ucap Rossy dengan suara keras.
Jackson tidak terkejut sama sekali seolah dia sudah memprediksi Rossy akan memanggilnya.
Jackson menghentikan gerakan jarinya dari atas keyboar laptop lalu mengalihkan perhatiannya dari layar laptop ke wajah Rossy.
"Ada apa?" tanya Jackson dengan suara datar.
Rossy merasa senang di dalam hatinya karena berhasil mengalihkan perhatian Jackson dari pekerjaannya.
"Tuan Jackson masih ingat dengan janji akan mengabulkan satu permintaanku kan?" tanya Rossy.
Jackson mengingat dirinya berjanji akan mengabulkan satu permintaan Rossy karena Rossy sudah membantunya di rapat direksi Perusahaan Wijaya.
"Kenapa Rossy menanyakan hal itu sekarang? Apakah dia ingin mengajukan permintaannya?" kata hati Jackson.
"Tentu saja ingat. Apa yang kamu inginkan?" tanya Jackson.
"Aku ingin tuan Jackson berpura-pura menjadi pacarku dan menemaniku ke pesta pertunangan adik tiriku hari sabtu ini," jawab Rossy dengan semangat.
"Kamu bilang apa?" tanya Jackson.
Rossy menjadi bingung dengan pertanyaan Jackson. Wanita muda itu mengulangi lagi permintaannya ke Jackson.
"Aku ingin tuan Jackson menemaniku ke pesta pertunangan adik tiriku," jawab Rossy.
"Selain ini?" tanya Jackson.
"Itu adalah dua permintaan," ucap Jackson dengan tegas.
"What? Pria ini benar-benar bisnisman. Sangat perhitungan sekali," kata hati Rossy.
Rossy berpikir keras bagaimana caranya mengubah perkataannya.
"Kalau begitu satu permintaanku adalah aku ingin tuan Jackson menjadi pacarku seharian di hari sabtu ini," ucap Rossy sambil tersenyum lebar.
Jika Jackson menjadi pacarnya seharian berarti Jackson harus menemaninya ke pesta pertunangan Violet dan Febrian di malam hari.
"Ternyata Rossy sangat tergila-gila kepadaku sehingga menginginkan menjadi pacarku seharian."
Pemikiran narsis Jackson yang sangat parah mulai muncul lagi 🤣
"Kalau aku tidak menyetujuinya?" tanya Jackson.
"Waktu itu tuan Jackson berjanji akan mengabulkan apa saja permintaanku kecuali permintaan menikahiku yang tidak akan di kabulkan, tetapi kalau tuan Jackson menolak, aku juga tidak akan memaksa," jawab Rossy.
Rossy terdiam dan mulai memikirkan cadangan kedua pacar bohongannya yaitu Dokter Michael.
__ADS_1
Jackson melihat Rossy terdiam dan mengira Rossy kecewa karena penolakkannya.
"Rossy hanya memintaku menjadi pacarnya seharian. Itu bukanlah permintaan yang keterlaluan. Rossy telah membantuku di rapat direksi waktu itu. Aku seharusnya mengabulkan permintaan kecilnya ini," kata hati Jackson.
"Aku tidak pernah mengingkari janjiku. Aku akan berpura-pura menjadi pacarmu satu hari saja," ucap Jackson dengan tegas.
"Terima kasih tuan Jackson," kata Rossy sambil tersenyum lebar.
"Hanya satu kali saja," ujar Jackson.
"Tentu saja tuan Jackson," kata Rossy sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Kamu tidak akan melakukan hal-hal yang aneh terhadapku ketika menjadi pacarmu di hari itu kan? tanya Jackson dengan nada menyelidiki.
"Tidak. Tentu saja tidak," jawab Rossy sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal secar spontan.
Rossy ingin membawa Jackson ke pesta pertunangan Violet untuk membuat adik tirinya kesal dan marah.
Selain karena alasan itu, Rossy ingin menggunakan kesempatan kali ini untuk membuat hubungannya dengan Jackson menjadi lebih dekat lagi.
Tujuan utama Rossy tentu saja untuk memudahkannya mendapatkan darah tali pusat dalam waktu dekat ini sehingga Rossy agak gugup menjawab pertanyaan Jackson dan Jackson menyadarinya.
"Aku tidak mempercayai perkataanmu. Jelaskan padaku kenapa aku harus menjadi pacarmu satu hari?" tanya Jackson sambil menatap tajam ke arah Rossy.
Rossy semakin gelisah mendengar pertanyaan Jackson.
"Alasannya sangat memalukan. Bolehkah aku tidak mengatakannya?" tanya Rossy.
"Tidak!" jawab Jackson dengan singkat.
Rossy yakin Jackson tidak akan mengabulkan permintaannya jika Rossy tidak memberitahukan alasannya untuk meminta Jackson menjadi pacarnya.
Pada akhirnya Rossy memutuskan berbicara jujur kepada Jackson.
"Sebenarnya tunangan adik tiriku adalah tunanganku sebelumnya dan di rebut oleh adik tiriku. Dia sengaja mengundangku ke pesta pertunangannya dengan lelaki itu. Karena ingin menjaga harga diriku, aku membohonginya tentang mempunyai pacar yang tinggi, tampan dan CEO muda di perusahaan terkenal. Aku sudah berpikir sangat lama dan pria yang tepat untuk kriteria SEMPURNA itu hanya bisa di perankan oleh tuan Jackson," jelas Rossy panjang lebar dan tidak lupa menambahkan pujian terhadap Jackson di akhir penjelasannya.
Rossy sengaja menekankan suaranya ketika mengucapkan kata sempurna.
***
Selamat siang readers.
Wow Rossy Hartono sangat pintar memberikan pujian kepada Jackson Wijaya yang narsis.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE