
***Mansion Wijaya***
Pak Lesmana mendorong kursi roda Jackson keluar dari kamar tidurnya.
Jackson sudah berpakaian rapi dan tangannya memegang dokumen Perusahaan Wijaya yang semalam di bacanya.
Pak Lesmana mendorong kursi roda Jackson menuju ruang makan.
Jackson ingin menunggu Felix di sana. Felix akan datang sebentar lagi ke Mansion Wijaya untuk makan breakfast masakan Rossy.
Tercium wangi masakan Rossy yang berasal dari dapur Mansion Wijaya membuat Jackson penasaran dengan apa yang sedang di masak oleh Rossy.
"Pak Lesmana. Dorong aku ke dapur. Aku ingin melihat Rossy sedang memasak masakan apa," kata Jackson.
Pak Lesmana dengan senang hati mengikuti permintaan Jackson mendorong kursi roda menuju dapur Mansion Wijaya.
Selama ini Jackson pasti akan merasa mual dan muntah setiap kali mencium aroma masakan sehingga dapur Mansion Wijaya adalah tempat terlarang bagi Jackson.
Jackson sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya ke dapur Mansion Wijaya.
Walaupun semua peralatan dapur di dapur Mansion Wijaya di rancang dengan alat penghisap asap dapur, tetapi indra penciuman Jackson sangatlah sensitif dan peka terhadap aroma masakan.
Hari ini Jackson berinisiatif ingin ke dapur membuat Pak Lesmana sangat senang.
"Penyakit tuan Jackson semakin membaik," kata hati Pak Lesmana.
***Dapur Mansion Wijaya***
Jackson melihat Rossy sedang serius dan konsentrasi memasak sehingga tidak menyadari kehadiran Jackson dan Pak Lesmana.
Jackson mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Pak Lesmana untuk menghentikan mendorong kursi rodanya ketika dirinya berada di tempat yang bisa melihat Rossy dengan jelas.
Rossy terlihat sangat rapi dan memakai topi koki di atas kepalanya.
Rambut Rossy sudah di sanggul seperti biasanya. Tidak seperti penampilan tadi pagi di kamar Jackson yang terlihat sangat berantakan karena rambut panjangnya tergerai.
Tanpa sadar tangan Jackson menyentuh kantong celananya. Di dalam kantong celananya ada sebuah karet gelang milik Rossy yang tertinggal di kamar tidurnya.
Sewaktu Pak Lesmana membantu Jackson bersiap-siap untuk berangkat kerja, Pak Lesmana memungutnya dari lantai tempat Rossy tidur semalam dan memberikannya ke Jackson.
Pak Lesmana tidak menanyakan apapun tentang pemilik karet gelang itu karena di dalam hati Pak Lesmana sudah bisa menduga karet gelang itu adalah milik Rossy.
__ADS_1
Karena satu-satunya wanita di dalam Mansion Wijaya yang mempunyai hubungan dekat dengan Jackson hanyalah Rossy.
Pak Lesmana tidak mempermasalahkan wajah Rossy yang tidak cantik dan terlihat lebih tua dari Jackson. Pak Lesmana lebih mempertimbangkan perasaan Jackson.
Selama Jackson merasa senang dan bisa menerima Rossy apa adanya, Pak Lesmana pasti akan mendukung semua keputusan yang di ambil oleh Jackson.
Selain itu Pak Lesmana tahu Rossy adalah wanita yang baik, ramah, dan perhatian.
Jackson melihat Rossy memotong daging ayam dan daging ikan menggunakan pisau yang berbeda-beda .
Peralatan masak yang berada di atas kompor listrik pun berbeda jenisnya. Beraneka ragam alat masak di gunakan oleh Rossy dengan cekatan.
Ini pertama kalinya Jackson merasa kagum akan keahlian memasak Rossy karena untuk menghasilkan satu masakan saja di perlukan proses memasak yang berbeda-beda.
Tidak mengherankan Rossy di hari pertama bekerja di Mansion Wijaya berani bertaruh dengan Jackson.
Rossy pasti percaya diri dengan kemampuan memasaknya yang di akui oleh Jackson memang sangat fantastik.
Dalam sekejap sudah terhidang beberapa jenis masakan di atas meja dapur yang terletak dekat dengan kompor listrik tempat Rossy memasak.
Satu panci besar berisi bubur ikan yang segar sangat menggugah selera.
Aroma masakan yang tercium membuat Pak Lesmana tanpa sadar memegang perutnya karena merasa lapar.
"Rossy!"
Jackson memanggil Rossy yang sedang memotong daun bawang untuk topping bubur ikannya.
Rossy terkejut dengan panggilan namanya secara tiba-tiba sehingga pisau di tangannya terlepas dan terdengar suara teriakan dari mulut Rossy.
Wajah Jackson menjadi tegang mendengar suara teriakan Rossy dan ingin mendekat ke arah wanita muda itu
Pak Lesmana mengerti keinginan Jackson sehingga mendorong kursi roda Jackson ke arah Rossy dengan cepat.
"Tanganmu terluka? Coba aku lihat!"
Jackson memegang tangan kiri Rossy dan ingin memeriksanya. Satu persatu jari tangan Rossy di lihat dengan saksama oleh Jackson.
Rossy tidak mengatakan apa pun dan ikut melihat ke tangannya yang di pegang oleh Jackson. Jarak mereka berdua yang dekat membuat Rossy bisa melihat dengan jelas bulu mata Jackson yang lentik dan panjang.
Jackson memeriksa tangan kiri Rossy mulai dari ibu jari sampai ke kelingking jari tangan Rossy dan tidak menemukan luka di bagian manapun.
__ADS_1
"Kamu tergores di bagian mana? Kenapa aku tidak menemukan lukanya," ucap Jackson sambil memeriksa ulang jemari tangan Rossy satu persatu.
Rossy merasakan pipinya panas dengan perhatian yang di berikan oleh Jackson. Di tambah dengan Pak Lesmana yang berdiri di belakang kursi roda Jackson juga melihat ke arah Rossy dengan pandangan khawatir.
Rossy merasa malu dan berusaha menarik tangannya dari genggaman Jackson.
"Jangan bergerak! Aku belum menemukan lukanya," kata Jackson mempererat genggaman tangannya dan menatap ke wajah Rossy.
Rossy bisa melihat dengan jelas rasa kekhawatiran di wajah Jackson dan merasa tersentuh. Perasaan hangat menjalar ke seluruh tubuh Rossy.
Jackson yang terkenal dengan sikapnya yang angkuh, dingin, dan arogan bisa mengkhawatirkan dirinya terluka. Setelah memeriksa jemari tangan Rossy berulang kali, Jackson menatap ke wajah Rossy dengan tatapan tajam.
"Rossy. Kamu berbohong! Tanganmu sama sekali tidak terluka!" ujarJackson.
Rossy mengalihkan perhatiannya ke samping menghindari tatapan tajam dari Jackson.
"Aku tidak pernah mengatakan tanganku terluka," kata Rossy dengan suara kecil.
"Kenapa kamu berteriak jika tidak terluka?" tanya Jackson.
"Aku terkejut karena tuan Jackson tiba-tiba memanggil namaku sehingga pisaunya mengenai kuku ku," kata Rossy sambil menunjukkan kuku ibu jarinya yang menjadi pendek karena terpotong pisau.
Rossy bersyukur dirinya berhasil menarik tangannya sewaktu pisaunya terjatuh. Jika tidak jari tangannya pastilah sudah terluka.
Tadi Rossy terbuai dengan perhatian Jackson sehingga tidak bisa mengatakan perkataan apa pun mengenai luka di tangannya.
***
Halo readers setia. Terima kasih dukungannya untuk novel ini. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya
Follow author LYTIE di noveltoon dan bergabung ke grup chat ya readers.
Follow juga author di facebook dan instagram.
FB : Lytie
IG : lytie777
TERIMA KASIH 🙏
Salam sayang,
__ADS_1
Author : LYTIE