Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 258. Dua pangilan telepon yang bersamaan


__ADS_3

***Taman bermain***


Robin berlari kencang mengejar  badut berkostum pikachu yang mengendong Chandra dengan susah payah sambil berlari.


Chandra yang genius sadar penculiknya tidak berani melukainya dan hanya ingin menculiknya saja karena dari tadi si penculik menggendongnya dengan hati-hati dan bukannya membuatnya pingsan.


"Berhenti!" teriak Robin yang sudah berhasil menyusul dan  menghadang di depan si penculik berkostum pikachu.


Si penculik berkostum pikachu menghentikan langkah kakinya dan meletakkan Chandra di lantai. Kemudian membuka kostum kepala pikachu yang menempel dikepalanya.


Terlihat jelas keringat bercucuran di wajah si penculik. Robin langsung memberikan satu tendangan yang kuat ke tubuh si penculik dan melindungi Chandra di belakang tubuhnya.


Si penculik jatuh ke lantai sambil meringis kesakitan. Walaupun kostum pikachunya tebal, tetapi tendangan dari Robin sangatlah kuat.


"Ayo kita pergi Tuan muda Chandra!" ajak Robin ke Chandra.


Robin ingin segera bergabung dengan Kelvin dan Rossy, lalu secepatnya meninggalkan taman bermain.


Robin khawatir masih ada komplotan penculik yang bersembunyi di sekitarnya.


Dugaan Robin sangat tepat karena di sekelilingnya muncul lima orang berpakaian jas dan mengepungnya.


"Kita diperintahkan untuk menjemput tuan muda. Menyingkirlah!" ujar salah satu pria berpakaian jas.


"Langkahi dulu mayatku!" gertak Robin dan langsung melayangkan tinju dan tendangannya ke lima orang pria yang mengelilinginya.


Kelima orang itu membalas pukulan Robin sehingga terjadilah perkelahian yang sengit.


Kelima orang itu sama sekali bukan tandingan Robin dan dalam sekejap terkapar di lantai.


Robin membungkukkan badannya dan menarik kerah salah satu pria yang terkapar di lantai.


"Siapa atasanmu?" tanya Robin dengan suara yang tegas.


Dari perkelahian tadi, Robin tahu para pria yang ingin menculik Chandra juga berprofesi sebagai bodyguard. Sama seperti dirinya.


"Pak...Pak Indra Wijaya!" jawab pria itu terbata-bata.


"Kenapa Om Indra menculikku? Atau jangan-jangan Kelvin lah sasaran penculikan kali ini?" kata hati Chandra.


Chandra yang genius tahu penculik menggunakan kostum pikachu untuk menarik perhatian Kelvin.


Lagi pula baju biru favorit Kelvin sedang dikenakan olehnya sehingga penculik itu  salah menculik.


"Om Robin! Ayo kita segera mencari mommy dan Kelvin!" ajak Chandra.


"Baik, Tuan muda Chandra!" jawab Robin.


Mereka berdua bergegas menuju toilet wanita untuk mencari Rossy dan Kelvin.


Chandra mempunyai firasat yang tidak baik sehingga segera menekan tombol kecil di jam tangannya.


Terlihat dua buah titik berwarna merah muda dan biru sudah meninggalkan taman bermain.


"Om Robin! Mommy dan Kelvin sudah di culik! Cepat telepon daddy!" ucap Chandra.


Robin segera menelepon Jackson, sedangkan Chandra mengeluarkan handphone miliknya untuk hacker cctv di taman bermain.


***


Mobil box hitam berhenti di tempat kos Udin dan Ale. Boris memerintahkan mereka berdua untuk mengurung Rossy semalaman sambil menunggu Boris yang sedang dalam perjalanan pulang dan akan tiba tidak lama lagi.


Violet ikut memapah tubuh Rossy dan berjalan masuk ke dalam tempat kos.


Michael mengintai dari dalam mobil xenia birunya untuk melihat sekeliling tempat kos.


Tempat kos ini sangat dekat dengan Medical Health, tempat kerjanya dulu sebelum pindah ke Healing Hands Hospital. Bahkan ada beberapa suster Medical Health yang juga tinggal di sana.


Michael melihat ke arah samping kemudi. Kelvin tidur dengan pulas karena efek obat bius kloroform.

__ADS_1


Michael khawatir dengan keadaan Kelvin dan juga Rossy yang di bawa ke dalam kamar kos.


Michael ingin mengantar Kelvin ke Medical Health, tetapi dirinya tidak bisa meninggalkan Rossy di tempat kos ini.


Mata Michael berbinar-binar ketika melihat salah satu suster yang bekerja di Medical Health sedang menuju tempat parkiran untuk mengambil mobil.


Michael segera turun dari mobilnya dan memanggil suster itu.


"Suster Juli!" sapa Michael


"Dokter Michael? Kenapa bisa berada di sini?" tanya Juli.


Juli termasuk salah satu penggemar Michael di Medical Health sehingga sangat senang bisa bertemu dengan Michael.


"Keponakanku tanpa sengaja menghirup kloroform. Bisakah kamu membawanya ke Medical Health? Nanti abangku akan menjemputnya di sana. Aku harus kembali ke Healing Hands Hospital untuk operasi besar," jawab Michael sambil memberikan senyuman simpati ciri khasnya.


"Bisa, Dokter Michael!" jawab Juli dengan antusias.


Michael segera menggendong Kelvin turun dari mobilnya dan memindahkannya ke mobil Juli.


"Tolong periksa keadaannya. Abangku akan menghubungimu untuk menjemputnya nanti," kata Michael.


"Baik, Dokter Michael!" jawab Juli dan segera mengemudikan mobilnya menuju Medical Health.


Juli mempercayai perkataan Michael seratus persen karena anak laki-laki yang sedang tertidur mempunyai kemiripan dengan wajah Michael.


Setelah mobil Juli pergi, Michael menelepon Dilan untuk membantunya melihat keadaan Kelvin di Healing Hands Hospital karena dirinya harus berada di sini mengawasi keadaan Rossy.


***Restoran Italia***


Jackson tidak mau menyia-nyiakan waktu lagi setelah Dilan menghabiskan steak sapi saus barbeque di piringnya.


Jackson ingin segera menyelesaikan kontrak kerja sehingga bisa menemui Rossy dan kedua putra kembarnya.


"Dilan! Sekarang kita bahas kontrak kerja!" kata Jackson.


Venesia berdiri dari tempat duduknya dan meletakkan dokumen file kontrak kerja ke hadapan Dilan.


Dilan membiarkan kontrak kerja itu di atas meja dan menatap intens ke Jackson.


"Perusahaan Sanjaya juga tertarik bekerjasama dengan Perusahaan Adinata dan menawarkan keuntungan 50% sedangkan Perusahaan Wijaya hanya menawarkan keuntungan 25%. Menurutmu aku harus memilih yang mana?" tanya Dilan.


"Aku yakin Dilan pasti sudah memeriksa secara saksama perbedaan Perusahaan Wijaya dengan Perusahaan Sanjaya. Pada akhirnya kerjasama yang mana paling menguntungkan, aku rasa Dilan sudah mengetahuinya sejak awal. Aku tidak akan merubah kontrak kerjanya," ucap Jackson dengan tegas.


Perusahaan Wijaya jauh lebih besar daripada Perusahaan Sanjaya dan kedua perusahaan itu tidak berada di level yang sama.


Jackson tidak akan melakukan kontrak kerja yang merugikan Perusahaaan Wijaya.


"Aku suka caramu berbisnis! Aku tertarik mendengar proyek kerjanya," kata Dilan sambil tersenyum tipis.


"Venesia!" panggil Jackson.


"Baik Tuan Jackson!" kata Venesia.


Venesia mengeluarkan file proyek kerja dari tasnya dan ingin menerangkannya ke Dilan.


Tiba-tiba handphone Jackson dan Dilan berbunyi secara bersamaan sehingga mereka berdua berdiri dari tempat duduk masing-masing dan saling menganggukkan kepala sebentar pertanda permisi sebelum mengangkat teleponnya.


Jackson dan Dilan berjalan ke arah yang berlawanan untuk menerima panggilan telepon.


***


"Tuan Jackson! Nona Rossy dan Tuan muda Kelvin hilang!" lalor Robin dengan panik.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Jackson.


"Pak Indra mengirim orang menculik Tuan muda Chandra sehingga aku mengejar serta berkelahi dengan mereka dan berhasil menyelamatkan Tuan muda Chandra, tetapi Nona Rossy dan Tuan muda Kelvin hilang," jawab Robin.


"Di mana Chandra?" tanya Jackson.

__ADS_1


Robin menyerahkan handphone ke Chandra.


"Daddy! Aku sedang menghacker rekaman cctv taman bermain sekarang," kata Chandra.


"Baiklah! Kirim hasilnya ke handphone daddy. Daddy akan menyelamatkan mommy dan Kelvin sekarang!" kata Jackson dengan suara bergetar.


Jackson berusaha menahan kemarahannya yang sudah memuncak. Jackson tahu dirinya harus tetap tenang agar bisa menyelamatkan Rossy dan Kelvin.


"Aku yakin daddy pasti bisa menyelamatkan mommy dan Kelvin!" kata Chandra.


Setelah menutup sambungan telepon, Jackson berjalan ke arah Indra dan menarik kerah bajunya dengan kasar.


"Di mana putraku?" tanya Jackson sambil menatap tajam Indra.


Indra terkejut dengan pertanyaan Jackson karena laporan sms dari bawahannya, mereka gagal menculik Kelvin.


"Aku tidak menculiknya!" bantah Indra


"Putraku menghilang!  Kalau dia kekurangan sehelai rambut saja, aku tidak akan melepaskanmu!" ancam Jackson dan melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah baju Indra.


Indra duduk di kursinya dengan wajah yang pucat karena sadar ancaman Jackson tidaklah main-main.


Jackson menekan tombol kecil di pergelangan tangannya dan melihat jelas dua buah bulatan warna merah muda dan biru berada di dua lokasi yang berdekatan.


Jackson keluar dari Restoran Italia tanpa berpamitan dengan Dilan yang juga sedang menerima telepon dengan wajah serius.


Venesia sadar pasti terjadi sesuatu yang penting sehingga Jackson pergi begitu saja.


***


"Tuan Jackson!" sapa Pak Kuncoro sambil membukaan pintu mobil.


"Aku nyetir sendiri!" ucap Jackson.


Jackson mengendarai mobil Land Rover Range Rover Velar menuju lokasi bulatan berwarna merah muda dengan kecepatan tinggi sambil menelepon Bagaskara.


"Halo Tuan Jackson!" sapa Bagaskara.


"Bagaskara! Aku akan mengirim dua lokasi GPS. Kamu dan beberapa bodyguard bagi menjadi dua kelompok dan menuju kedua lokasi itu. Rossy dan Kelvin di culik!" perintah Jackson.


"Baik, Tuan Jackson!" jawab Bagaskara.


Terdengar suara sms masuk ke dalam handphone Jackson disertai rekaman voice call.


Jackson menekan rekaman voice call. "Daddy! Violet dan dua pria yang menculik mommy, sedangkan Kelvin di bawa oleh Dokter Michael!"


"Apa??" teriak Jackson setelah mendengar rekaman voice call dari Chandra.


Jackson segera membuka video rekaman cctv. Chandra sudah menggabungkan semua rekaman cctv menjadi satu sehingga Jackson bisa melihat dengan jelas semua kejadian.


"Apakah Violet bekerjasama dengan Michael?" kata hati Jackson.


Jackson menambah lagi kecepatan mobilnya menuju lokasi GPS Rossy.


Jackson tahu Violet mempunyai hati yang busuk dan pastinya Rossy berada dalam bahaya saat ini.


Sementara mengenai Michael, Jackson mau tidak mau harus mempertimbangkan kecurigaan awalnya terhadap Michael.


"Mungkin memang benar dia putra Susan!" kata Jackson sambil menggenggam erat stir mobil.


***


Halo readers tercinta


Bab selanjutnya on proses ya. Di tunggu 🤗🤗🤗


FOLLOW AUTHOR LYTIE DI NOVELTOON YA 👍


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2