Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 237. Sepatu high heels


__ADS_3

***Healing Hands Hospital***


Rossy ingin menyusul Jackson ke ruang praktik Felix karena dirinya juga ingin menayakan apakah ada hal yang harus diperhatikan tentang kondisi kesehatan Kelvin setelah keluar dari Healing Hands Hospital.


Dalam perjalanan menuju ruang praktik Felix, Rossy melihat beberapa suster berkumpul di sana.


Selain itu ada seorang wanita duduk menunduk di lantai dalam keadaan menyedihkan.


Rossy menduga wanita itu terjatuh ke lantai karena terlihat luka lecet di siku dan lutut.


Wanita itu sedang meniup-niup luka lecet di siku tangannya. Rossy merasa heran karena tidak ada seorang pun yang maju untuk membantu memapah wanita itu.


"Kasihan sekali. Aku akan membantunya," kata hati Rossy.


"Sakit!" teriak wanita itu.


Rossy menghentikan langkah kakinya dan menatap intens ke wanita yang terluka itu.


Suara wanita itu sangatlah familiar di telinga Rossy. Rossy merasa dejavu karena pernah mendengarkan kata 'sakit' dari suara yang sama.


Rossy terkejut ketika menyadari wanita itu adalah Violet, adik tirinya sehingga Rossy mengurungkan niatnya untuk memapah Violet berdiri.


Rossy sangat yakin walaupun saat ini dirinya menolong memapah Violet, adik tirinya itu tidak akan mengucapkan terima kasih malahan akan memberikan umpatan dan sumpah serapah kasar ke Rossy seperti yang pernah diterima oleh Robin beberapa hari yang lalu.


"Kenapa Violet bisa ada di sini? Bukannya sedang bekerja di Perusahaan Wijaya?" kata hati.


***


Rossy mengedarkan pandangan ke sekeliling. Wanita muda itu melihat Jackson dan Michael saling bertatapan tajam dengan aura dingin memancar dari tubuh mereka berdua, sedangkan Felix berdiri terdiam mematung tidak jauh dari mereka berdua.


Rossy memutuskan menghampiri Felix terlebih dahulu untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.


Felix bingung harus memberi jawaban apa atas pertanyaan Rossy.


"Itu...sulit dijelaskan. Rossy! Tolong bantu melerai mereka berdua, sebelum mereka berkelahi," kata Felix dengan wajah serius.


Saat ini baik Jackson ataupun Michael yang memulai perkelahian akan membuat reputasi mereka berdua dan Healing Hands Hospital menjadi jelek.


Felix yakin Jackson akan mendengarkan perkataan Rossy sehingga perkelahian itu bisa dihentikan dan tidak terjadi.


"Baiklah," jawab Rossy.


Rossy berjalan mendekati Jackson dan Michael.


***


Violet yang sedang duduk di lantai sudah menyadari kedatangan Rossy dari tadi.


"Dasar bodoh! Kamu juga akan mengalami hal yang sama sepertiku!" kata hati Violet.


Violet melepaskan sepatu high heels kanan yang sudah patah dan melemparkannya sekuat tenaga ke arah kaki Rossy.

__ADS_1


Violet tersenyum sinis membayangkan Rossy menjadi 'bola pingpong' dan jatuh ke lantai seperti dirinya tadi.


Lemparan Violet sangat tepat dan mengenai kaki Rossy.


Kejadiannya sangat tiba-tiba. Rossy sama sekali tidak menyangka Violet akan melemparkan sepatu high heels ke kakinya sehingga Rossy kehilangan keseimbangan dan akan jatuh ke depan.


"Rossy!" teriak Felix dengan keras dan panik karena dirinya tidak akan sempat maju ke depan untuk menolong Rossy.


Rossy memejamkan kedua matanya dengan rapat saat tubuhnya akan menyentuh lantai. Kemudian Rossy merasakan kedua lengannya di cengkeram dengan kuat sehingga tubuhnya tidak jatuh ke lantai.


Jackson dan Michael mendengar teriakan Felix sehingga berlari cepat ke arah Rossy.


Mereka bersama-sama memegang lengan Rossy dengan kuat di sisi yang berbeda.


***


"Sial!" teriak Violet secara spontan.


Violet sangat emosional melihat Jackson dan Michael menyelamatkan Rossy.


Padahal tadi dirinya dijadikan 'bola pingpong' dan berakhir dengan tergeletak di lantai Healing Hands Hospital.😂


"Terima kasih," kata Rossy sambil menarik napas lega dan melihat Jackson serta Michael yang berada di sisi kanan dan kirinya.


Jackson dan Michael menatap intens Rossy dari atas kepala sampai ujung kaki.


Kedua tangan mereka masih mencengkeram erat lengan Rossy di sisi yang berbeda.


Rossy melihat sekilas ke kakinya yang memar karena high heels Violet.


Rossy menganggap memar di kakinya hanyalah luka kecil sehingga tidak mempermasalahkannya.


"Aku baik-baik saja," jawab Rossy sambil tersenyum.


Jackson dan Michael melihat ke arah sepatu high heels yang tergeletak tidak jauh dari tempat mereka. Kemudian mereka berdua memberikan tatapan mata tajam ke Violet yang duduk di lantai.


Wajah Violet menjadi pucat seketika dan menundukkan kepalanya dengan cepat.


Violet merasa takut dengan tatapan intimidasi dari Jackson dan Michael.


***


"Rossy! Aku akan membawamu ke ruang dokter untuk mengompres memar kakimu," kata Michael sambil menarik lengan kiri Rossy yang masih dalam genggamannya.


"Tidak perlu Michael. Kakiku tidak sakit." Rossy menolak niat baik Michael secara halus.


"Kamu tidak perlu sungkan kepadaku. Mengompres dengan es tidak memerlukan waktu yang lama," kata Michael sambil memberikan senyuman simpatinya.


Michael memang tulus khawatir dengan memar di kaki Rossy dan bukan karena ingin mencari masalah dengan Jackson, tetapi perhatian yang berlebihan dari Michael terhadap Rossy membuat Jackson kesal.


"Lepaskan tanganmu dari wanitaku! Aku bisa mengompres memarnya. Tidak perlu bantuanmu!" ujar Jackson dengan ketus.

__ADS_1


"Aku dan Rossy berteman baik. Aku membantunya mengompres memar adalah hal yang biasa," kata Michael sambil mempererat cengkeramannya di lengan Rossy.


"Lepaskan tanganmu!" perintah Jackson.


"Lepaskan tanganmu!" balas Michael.


Michael tidak mau mengalah dan meminta Jackson melepaskan cengkeraman tangan di lengan kanan Rossy karena Michael sama sekali tidak bisa membawa Rossy ke ruang dokter sekarang.


Jackson dan Michael saling beradu pandangan dengan tatapan mata tajam dan tangan mereka mencengkram erat lengan Rossy.


Rossy merasa kesakitan sehingga berteriak secara spontan. "Sakit! Kalian membuat lenganku sakit sekali!" pekik Rossy sambil meringis kesakitan dan mata berkaca-kaca.


Jackson dan Michael terkejut dengan teriakan kesakitan Rossy sehingga melepaskan cengkeraman tangan mereka secara bersamaan.


"Semua salahmu!" teriak Jackson dan Michael bersamaan.


Rossy mengusap-usap kedua lengannya dengan telapak tangan sambil menatap Jackson dan Michael.


Mereka berdua memancarkan aura yang sama dan ekspresi wajah yang sama.


Rossy Hartono merasakan sifat  Jackson dan Michael sangat mirip. Keduanya sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah.


Rossy tidak ingin mereka berdua bersitegang terus menerus sehingga berusaha mencairkan suasana.


Rossy segera menggenggam jemari tangan Jackson. Jackson mengalihkan tatapan mata tajamnya dari Michael ke Rossy.


Tatapan mata Jackson berubah menjadi  lebih lembut. Semua rasa marah dan kesalnya hilang seketika hanya dengan memandang wajah Rossy.


Rossy tersenyum manis ke Jackson dan merasa lega dirinya  bisa meredam emosi Jackson.


***


Malam readers tercinta. Bab ini author up pukul 19.30 WITA.


Akhirnya author bisa menyelesaikan misi crazy up 3 bab selama seminggu 🥳🥳🥳🙏🙏🙏.


Semoga author beruntung dan novel ini bisa mendapatkan rekomendasi dari Noveltoon .


Mulai besok novel ini tetap up setiap hari, tetapi jumlah babnya tidak menentu ya. Bisa satu bab atau pun dua bab per hari. Author akan memberi info di akhir cerita.


Novel ini sedang dalam proses menuju tamat. Author sedang mencoba menghubungkan semuanya supaya Jackson Wijaya bisa menyingkirkan semua kerikil kecilnya sekaligus.😁


Author mohon dukungannya terus dari readers sampai cerita ini tamat ya🤗.


Terima kasih banyak kepada readers yang setia membaca dan memberikan dukungan baik berupa vote,like, hadiah maupun komentar positif 🙏🙏🙏🤗🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2