Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 39.Keputusan Kelvin *UP 2 BAB*


__ADS_3

Selamat sore para pembaca setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.


Walaupun like nya tidak mencapai 100 , Author hari ini tetap kasih bonus para pembaca setia 2 bab ya ^~^


Karena harus membuat 2 bab, jadi up nya agak sorean.


Semoga para pembaca menikmati ceritanya ya.


++++++++++++++++++++++


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Kelvin yang mendengar bahwa Rossy datang menjenguknya lagi, secepat kilat berlari ke arah meja di samping tempat tidur.


Kelvin mengambil topeng Captain America dan memakainya ke wajahnya. Topeng itu diletakkan oleh Felix di sana sewaktu memeriksa keadaan Kelvin yang pingsan.


"Halo Felix," kata Rossy sambil berjalan masuk ke dalam kamar.


"Rossy! Kamu datang untuk menjenguk Chandra ya? Tadi pasti kamu khawatir sewaktu melihat Chandra pingsan," kata Felix.


"Mommy tahu aku pingsan tadi? Apakah identitasku terbongkar?" kata hati Kelvin sewaktu mendengar perkataan Felix.


"Iya. Aku khawatir dengan keadaan tuan muda Chandra," jawab Rossy dengan jujur.


"Bagaimana dengan penyakit tuan muda?" tanya Rossy dengan nada khawatir ke Felix.


"Penyakit Chandra masih stabil dan bisa dikendalikan. Aku yakin Chandra pasti akan sembuh dari penyakitnya," kata Felix.


Felix tahu pasti Jackson akan menemukan Miss X walaupun harus mencarinya sampai ke ujung dunia.


"Syukurlah," kata Rossy.


Rossy merasa lega karena penyakit Kelvin tidak memburuk.


Rossy ingin berbicara berduaan dengan Kelvin sehingga memikirkan cara untuk membuat Felix meninggalkan kamar pasien.


"Felix! Aku ingin berduaan dengan tuan muda untuk menanyakan secara pribadi apa saja makanan kesukaannya karena tuan Jackson memintaku untuk memasak makanan tuan muda," kata Rossy.


"Tidak perlu! Tidak perlu! Aku ingin istirahat." Kelvin menolak permintaan Rossy secara langsung.


"Vin Vin. Kamu pingin dicubit mommy ya?" kata hati Rossy setelah mendengar penolakan Kelvin untuk berduaan dengannya.


Rossy menahan keinginannya untuk mencubit pipi Kelvin dengan melihat ke arah Felix.


"Semua masakanmu pasti disukai oleh Chandra. Buktinya brokoli saus tiram masakanmu di makan habis olehnya, padahal Jackson bilang selama ini Chandra tidak suka sayur brokoli," kata Felix.


"Pantas saja tadi Chandra tidak menyentuh brokolinya. Aku malahan memaksanya untuk memakannya karena tidak mau dia menjadi anak yang picky eater, " kata hati Rossy.


"Nanti kamu akan mengantar dinner untuk Chandra lagi ya? Jangan lupa sekalian dinner untukku ya," kata Felix tanpa merasa sungkan.


"Felix suka masakanku kan? Setelah aku mengobrol berduaan dengan tuan muda tentang makanan kesukaannya, aku akan pulang ke Mansion Wijaya mempersiapkan masakan yang lezat untuk Felix dan tuan muda," kata Rossy sambil tersenyum.


Mata Felix bersinar bling bling ketika mendengar perkataan Rossy. Pikirannya sudah melayang ke semua jenis makanan enak yang akan dimasak oleh Rossy.


"Iya. Aku masih harus memeriksa pasien yang lain. Rossy bisa mengobrol berapa lama pun dengan Chandra," kata Felix dan berjalan keluar dari kamar.


Kelvin yang melihat Felix meninggalkan kamar, buru-buru naik ke atas tempat tidur dan bersembunyi di dalam selimut.

__ADS_1


Rossy menggelengkan kepala melihat reaksi Kelvin.


"Tuan muda Chandra! Ayo kita berbincang sebentar," kata Rossy sambil duduk di samping tempat tidur.


"Aku mengantuk. Aku ingin tidur, " kata Kelvin. Selimutnya di pegang dengan erat.


"Tuan muda Chandra bisa tidur sambil memakai topeng Captain America? Bisa mimpi buruk loh, " kata Rossy sambil ketawa kecil.


Rossy ingin tahu Kelvin akan mencoba mengelabuinya sampai batas apa.


"Aunty chef pulang saja. Kalau aunty tidak  pulang, aku akan bilang ke daddy," kata Kelvin


"Wah hebat sekali ya. Ada daddy sebagai bekingmu," kata Rossy.


"Iya. Daddy sangat menyayangiku dan akan mendengarkan semua perkataanku," kata Kelvin dari dalam selimut.


"Kelvin Hartono! Keluar dari dalam selimut. Aku hitung sampai tiga. Satu..dua...," perintah Rossy dengan tegas.


Kelvin membuka selimutnya sewaktu Rossy menghitung sampai hitungan kedua.


"Kamu tadi memanggilku apa?" tanya Kelvin.


Tanpa banyak bicara, Rossy langsung menjewer telinga Kelvin.


"Aww... sakit sakit," teriak Kelvin.


"Kelvin Hartono! Kamu mengakui kesalahanmu kah?" tanya Rossy.


"Iya iya mommy. Aku mengaku salah karena membohongimu. I'm so sorry," jawab Kelvin.


Rossy melepaskan tangannya dari telinga Kelvin dan memeluknya erat.


"Mommy. I miss you," lirih Kelvin.


Setelah berpelukan beberapa saat, Rossy membantu Kelvin membuka topeng Captain America nya dari wajahnya.


"Topeng Captain America ini pasti idemu. Chandra tidak akan pernah memikirkan ide yang konyol," kata Rossy sambil mencubit gemas hidung Kelvin.


"He He He. Mommy sudah tahu semuanya dari brother ya?" tanya Kelvin.


"Iya. Kamu dan Chandra adalah anak kembar mommy," jawab Rossy .


"Bagaimana mommy bisa menyadari aku bukan Chandra? Mommy kan tidak bisa melihat wajahku dari dalam topeng?" tanya Kelvin Hartono dengan penasaran.


Kelvin mengira Chandra lah yang identitasnya terbongkar sehingga mommy bisa mengetahui mereka tertukar.


"Permen lolipopmu lah yang membuat mommy curiga," kata Rossy sambil menunjuk laci tempat menyimpan permen lolipop.


"Lagipula mommy melihat jelas wajahmu sewaktu kamu pingsan tadi," lanjut Rossy.


"Oh!" kata Kelvin sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.


"Mommy mau membawaku pulang ke rumah kontrakan aunty Michelle kah?" tanya Kelvin.


Rossy menatap wajah Kelvin dan terdiam sejenak memikirkan pertanyaan Kelvin.


Rossy ingin Kelvin tetap menjalani perawatan insentif di Healing Hands Hospital. Akan tetapi, jika Kelvin ingin pulang, Rossy akan membawanya pulang.

__ADS_1


"Vin Vin mau tetap di rawat di sini atau ikut mommy pulang?" tanya Rossy.


Rossy akan mengikuti apapun keputusan dan keinginan Kelvin.


"Mommy. Aku tidak ingin melihat mommy diam-diam menangis lagi karena penyakitku. Aku akan berkumpul kembali dengan mommy setelah penyakitku sembuh. Jadi untuk sementara aku akan tinggal di Healing Hands Hospital," jawab Kelvin dengan tegas.


"Baiklah," ucap Rossy.


Rossy merasa lebih tenang jika Kelvin berada di Healing Hands Hospital.


Di Healing Hands Hospital Kelvin akan mendapat  perawatan insentif dari Felix dan beberapa dokter spesial.


Michelle yang bekerja di sini pun bisa membantunya mengawasi perkembangan penyakit Kelvin.


Rossy hanya perlu  konsentrasi memikirkan cara  bagaimana mendapatkan darah tali pusat dari Jackson untuk mengobati Kelvin.


"Kamu harus berjanji mendengar semua perkataan Om Felix dan dokter selama berada di sini," kata Rossy.


"Oke Boss mommy," jawab Kelvin.


"Oh iya. Ada satu hal yang harus aku lakukan," kata Rossy.


"Hal apa mommy?" tanya Kelvin.


Rossy mencabut sehelai rambut Kelvin dengan cepat.


"Aduh mommy. Sakit!" keluh Kelvin.


Kelvin melihat Rossy memasukkan sehelai rambutnya ke dalam plastik kecil yang dikeluarkan Rossy dari dalam tasnya.


Michelle yang memberikan plastik itu kepada Rossy.


"Kenapa mommy menyimpan sehelai rambutku?" tanya Kelvin dengan heran.


"Rambut ini untuk tes DNA, " jawab Rossy


"O...," jawab Kelvin dengan mulut berbentuk O bulat.


"Aunty Michelle akan membantuku mengurus tes DNA untuk membuktikan kamu dan Chandra adalah anak kandung dari Jackson Wijaya," kata Rossy.


Sewaktu di kantin, Michelle yang mengusulkan hal itu kepada Rossy


Rambut Chandra sudah di ambil dan di serahkan kepada Michelle.


Rossy dan Michelle tidak ingin lagi ada kesalahpahaman identitas ayah biologis Kelvin dan Chandra.


"Aku dan brother pun merencanakan untuk tes DNA. Tetapi rambut daddy sangat licin. Aku belum berhasil mengambilnya," kata Kelvin.


"Serahkan hal itu kepada mommy," kata Rossy sambil menepuk dadanya.


"Mommy simpan nomor handphone ini ke dalam handphone mommy."  Kelvin mengucapkan nomor handphone  di dalam iphone milik Chandra.


"Okay Vin Vin. Mommy akan meneleponmu setiap malam," janji Rossy ke Kelvin.


"Sekarang mommy harus pulang ke Mansion Wijaya. Nanti malam mommy akan mengantarkan dinner untukmu," lanjut Rossy.


"Okay Boss Mommy.Bye bye," kata Kelvin.

__ADS_1


Rossy mencium pipi Kelvin sebelum meninggalkan kamar.


lanjut bab berikutnya ya....


__ADS_2