Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 163. Dedek baby girl


__ADS_3

***Kamar Hotel H***


"Sialan!"


Violet melemparkan handphonenya ke atas tempat tidur kamar Hotel H.


Sewaktu berlari keluar dari ballroom Hotel H, sosok Febrian sama sekali tidak terlihat oleh Violet sehingga Violet tidak tahu harus ke mana mengejar Febrian.


Beberapa staf Hotel H diam-diam melirik ke arah Violet karena mengetahui kejadian di dalam ballroom Hotel H.


Violet merasa malu sehingga berlari kembali ke dalam kamar Hotel H , tempat dirinya beristirahat dan di rias oleh penata rias pengantin tadi.


Violet tidak ingin pulang ke rumah Hartono sekarang karena tidak mau Thomas mengetahui Febrian membatalkan pertunangan.


Violet mencoba menelepon Febrian dan tidak diangkat oleh Febrian sama sekali.


Sambungan teleponnya selalu di tolak oleh Febrian. Violet tidak putus asa dan menelepon Febrian Iskandar berulang-ulang. Sampai akhirnya nomor handphonenya di blokir oleh Febrian sehingga Violet merasa kesal dan melemparkan handphonenya ke atas tempat tidur.


Violet berjalan mondar mandir di dalam kamar hotelnya sambil menggigit kuku jarinya dan  memikirkan cara bagaimana mengetahui keberadaan Febrian saat ini.


Pada akhirnya Violet memutuskan menelepon Joni Iskandar. Violet menunggu lama baru terdengar Joni mengangkat teleponnya.


"Halo," kata Joni.


"Om Joni tahu Febrian ada di mana sekarang?" tanya Violet dengan hati-hati.


"Violet! Kenapa kamu mengundang Rossy?Salahmu sendiri Febrian membatalkan pertunangan!"tukas Joni dan memutuskan sambungan telepon secara langsung.


Joni menyalahkan Violet yang menyebabkannya kehilangan muka di depan rekan bisnisnya.


Walaupun Febrian yang membatalkan pertunangannya dengan Violet, tetapi kejadian hari ini di ballroom Hotel H semua karena kemunculan Rossy di pesta pertunangan  sehingga Violet lah penyebab utama Joni kehilangan muka dan menyebabkannya tidak tahu keberadaan putra semata wayangnya saat ini.


Joni takut Febrian akan depresi karena peristiwa malam ini.


"Febrian. Kamu ada di mana sekarang?" gumam Joni sambil mengurut kepalanya yang sakit.


 *"*


"Dasar tua bangka!" pekik Violet sambil mengacak-acak rambutnya dengan keras.


"Semua karena Rossy! Awas kamu Rossy! Aku tidak akan memaafkanmu! Aku akan membalas dendam!" ujar Violet.


Violet yakin malam ini dirinya pasti tidak akan bisa menemukan Febrian sehingga memutuskan besok pagi akan mencari Febrian di kantor.


Telepon Violet berbunyi dan ketika Violet melihat nama yang muncul di layar handphonenya, Violet Hartono mempunyai firasat yang buruk.


"Ada apa Wati?" tanya Violet dengan ketus.


Violet tidak mau menghabiskan waktu untuk berbasa-basi dengan Wati.


Wati adalah janda beranak satu dan juga sekretaris utama Febrian yang selama ini ditindas oleh Violet ketika Febrian tidak ada di kantor.


"Nona Violet. Pak Febrian sudah memecat anda dari perusahaan. Nona Violet tidak diperbolehkan menginjakkan kaki di Perusahaan Iskandar," kata Wati dengan suara kecil.

__ADS_1


"Apa? Di mana Febrian? Aku mau bicara dengannya!" teriak Violet.


"Pak Febrian hanya mengirim sms pemberihuan kepadaku. Aku tidak tahu keberadaan Pak Febrian sekarang. Selamat malam Nnona Violet," ucap Wati dan mematikan sambungan telepon dengan cepat.


"Sialan! Mereka semua berani mematikan handphonenya di Febrian! Kamu kira aku mencintaimu?? Ha Ha Ha. Aku memilihmu karena kamu adalah tunangan Rossy! Sekarang kamu sudah tidak berguna sama sekali! Aku akan merebut Jackson Wijaya dari tangan Rossy! Jackson Wijaya lebih unggul ratusan kali lipat darimu, Febrian!"


Violet berbicara dengan dirinya sendiri seperti orang gila. Violet yakin dirinya pasti bisa merebut Jackson Wijaya dari tangan Rossy.


Violet tidak percaya putra Rossy adalah putranya Jackson Wijaya.


Kalaupun benar putra Rossy adalah putra Jackson Wijaya, selama lima tahun ini Rossy dibiarkan hidup sendirian bersama putranya di Amerika.


Hal ini menandakan Rossy sama sekali tidak ada di hati Jackson sehingga Violet merasakan dirinya masih punya kesempatan untuk mendapatkan Jackson Wijaya.


***Bar Hotel H***


Wati menarik napas panjang dan merasa lega setelah mematikan sambungan teleponnya dengan Violet.


Sms di handphone Wati berbunyi terus menerus sehingga Wati membaca sms di grup chat rekan kantor Perusahaan Iskandar.


Semuanya membahas tentang pertunangan Violet dan Febrian yang dibatalkan.


Wati memandang punggung Febrian yang sedang duduk di depan bartender dan minum minuman alkohol terus menerus. Saat ini Wati baru tahu kenapa Febrian meninggalkan ballroom Hotel H.


Violet tidak bisa menemukan Febrian karena Febrian sama sekali tidak meninggalkan Hotel H melainkan menuju bar Hotel H.


Febrian ingin mabuk-mabukkan untuk melepaskan segala kegundahan hatinya.


Wati yang  menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian malam ini, secara tidak sengaja melihat Febrian meninggalkan ballroom Hotel H dengan wajah sedih sehingga Wati mengikuti Febrian dari belakang dan akhirnya tiba di bar Hotel H.


Wati menitipkan putranya ke tetangga dekatnya karena harus menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian di Hotel H.


Febrian langsung duduk di depan bartender dan memesan banyak minuman beralkohol.


Wati duduk di samping Febrian dan melihat dengan jelas Febrian mematikan panggilan ke handphonenya berkali-kali.


Wati tahu Violet yang menelepon Febrian sehingga menduga pasti terjadi sesuatu di dalam ballroom Hotel H tadi.


"Pak Febrian," panggil Wati.


Febrian melirik sekilas ke arah Wati yang duduk di sampingnya dan hanya menganggukkan kepala ke Wati.


Kemudian Febrian melanjutkan minum minuman alkohol sambil mematikan panggilan teleponnya lagi dan karena merasa kesal dengan handphonenya yang berbunyi terus menerus, Febrian memblokir nomor handphone Violet dan mematikan total handphonenya.


Wati terdiam dan tidak berani bertanya apa pun ke Febrian.


"Wati," ujar Febrian secara tiba-tiba.


"Iya Pak Febrian," jawab Wati.


"Telepon Violet dan katakan padanya mulai besok tidak perlu ke Perusahaan Iskandar lagi," kata Febrian Iskandar.


"Baik Pak Febrian," jawab Wati dan berjalan menjauhi bar Hotel H untuk menelepon Violet.

__ADS_1


Febrian tahu pasti Violet akan mencarinya di Perusahaan Iskandar besok pagi dan Febrian tidak mau bertemu dengan Violet. Dengan melihat wajah Violet, Febrian akan teringat kembali kejadian di dalam ballroom Hotel H.


Rossy yang sangat dicintainya selama ini, masihlah Rossy yang  dulu dan malahan semakin cantik sekarang.


Hanya saja di sisi Rossy sudah ada Jackson Wijaya dan Febrian tahu pasti dirinya tidak ada keunggulan apa pun dibandingkan Jackson.


Jika putra yang dilahirkan Rossy lima tahun yang lalu adalah putra Jackson, maka dirinya semakin tidak ada kesempatan untuk mendapatkan Rossy lagi.


 ***Rumah kontrakan Michelle Angela***


Chandra bersiap-siap untuk ke kamar tidurnya setelah selesai  cuci muka dan menggosok gigi di kamar mandi, sedangkan Michelle duduk di sofa ruang tamu sambil memegang handphonenya.


Michelle mengkhawatirkan keadaan Rossy dan ingin menelepon Rossy, tetapi Michelle mengurungkan niatnya dengan cepat karena ragu-ragu akan apa yang sedang dilakukan oleh Rossy saat ini.


"Aunty Michelle," panggil Chandra.


"Iya Chandra," jawab Michelle.


"Aunty Michelle tidak perlu khawatir dengan keadaan mommy. Besok pagi mommy akan datang ke sini," kata Chandra dengan yakin.


"Benarkah? Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Michelle Angela.


"Mommy akan datang bersama daddy menjemputku pulang ke Mansion Wijaya," jawab Chandra dengan tenang.


"Oh iya. Benar juga. Jackson Wijaya sudah mengetahui kamu dan Kelvin kembar. Besok pagi dia pasti akan datang menjemputmu pulang," kata Michelle.


Michelle merasa lebih tenang karena bisa bertemu dengan Rossy besok pagi sehinggamenuangkan segelas air putih untuk di minumnya.


"Iya aunty Michelle. Aku yakin malam ini daddy dan mommy pasti berhasil membuat dedek baby girl," ucap Chandra dengan antusias.


"Uhuk..uhuk..." Michelle tersedak air putih yang sedang diminumnya karena perkataan Chandra.


"Aunty Michelle tidak apa-apa?" tanya Chandra dengan nada khawatir.


"Aunty baik-baik saja. Aunty mau bersiap-siap untuk tidur sekarang. Good night Chandra," jawab Michelle sambil berdiri dari sofa dan memegang kepala Chandra dengan lembut.


"Good night aunty Michelle," ucap Chandra Wijaya.


Michelle menarik napas lega melihat Chandra berjalan menuju kamar tidurnya. Michelle sangat takut Chandra akan melanjutkan topik tentang dedek baby girlnya dan dirinya tidak tahu harus menjawab apa.


***


Selamat siang readers.


Masih ada satu bab lagi nanti malam ya.


Ayo readers tercinta memberikan VOTE untuk Jackson Wijaya dan Rossy Hartono supaya mereka mau meninggalkan malam panasnya dan hadir menghibur readers 😂😂😂.


Jackson Wijaya dan Rossy Hartono akan hadir di awal bab berikutnya ya readers.


Di tunggu ya


TERIMAKASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2