
***Mansion Wijaya***
Rossy sedang menunggu taxi online yang sudah di pesannya untuk ke rumah kontrakan Michelle.
Saat ini cuaca sedang mendung , tetapi tidak mengurungkan niat Rossy untuk menjalankan jadwal kegiatan yang sudah di susunnya sejak semalam.
Michelle mempunyai mobil Ayla sehingga mereka bisa berangkat ke mall tanpa kendala walaupun nanti akan hujan deras.
Beberapa saat kemudian taxi online pesanan Rossy berhenti di depan Mansion Wijaya dan Rossy masuk ke dalam taxi online.
Ketika di tengah perjalanan menuju rumah kontrakan Michelle, hujan rintik-rintik mulai mengguyur jalanan.
Rossy merasa bersyukur dirinya sudah berada di dalam mobil sehingga tidak kehujanan.
Keberuntungan Rossy tidak berlangsung lama karena mobil taxi onlinenya mogok di jalan secara tiba-tiba.
Hanya berjarak satu gang lagi mobil taxi online akan tiba di rumah kontrakan Michelle.
"Maaf Bu. Mobilnya mogok. Aku akan mencoba memperbaikinya. Apakah Ibu mau menunggu di mobil?" tanya sopir taxi online.
Rossy melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Rossy harus sudah berada di Mansion Wijaya jam enam sore sehingga Rossy tidak ingin menghabiskan waktunya untuk menunggu supir taxi online memperbaiki mobilnya.
Lagi pula hanya berjarak satu gang saja dan Rossy bisa tiba di rumah kontrakan Michelle.
Rossy memutuskan berlari kecil menuju rumah kontrakan Michelle. Rossy bisa menukar pakaiannya yang basah karena gerimis di rumah kontrakan Michelle nantinya.
"Aku turun di sini saja Pak. Ini uangnya," kata Rossy sambil menyerahkan uang untuk sopir taxi online.
"Terima kasih Bu," ucap sopir taxi online sambil tersenyum lebar ketika menerima uang bayaran dari Rossy yang tidak kurang satu rupiah pun.
Rossy membayar full ke sopir taxi online walaupun belum di antar ke tempat tujuan.
"Sama-sama Pak," kata Rossy.
Rossy mengangkat tas nya ke atas kepalanya untuk melindungi kepalanya dari rintikan hujan dan turun dari taxi online sambil berlari kecil menuju rumah kontrakan Michelle.
Sebuah mobil Xenia biru melaju melewati Rossy dan membunyikan klakson mobilnya terus menerus sehingga membuat Rossy menghentikan larinya.
Ketika Rossy berhenti berlari, mobil Xenia biru itu pun ikut berhenti di tengah jalan. Rossy masih menatap bingung ke arah mobil Xenia biru.
Michael turun dari dalam mobil sambil membawa payung dan berlari ke arah Rossy. Michael memayungi Rossy.
"Rossy. Ayo masuk ke mobilku," ajak Michael.
__ADS_1
Rossy menganggukkan kepalanya dan ikut masuk ke dalam mobil Xenia biru dan duduk di kursi depan.
Michael duduk di bagian kemudi dan menyerahkan satu kotak tisu yang di ambilnya dari kursi belakang ke Rossy.
"Terima kasih Michael," kata Rossy sambil menarik beberapa lembar tisu untuk mengelap tangan dan wajahnya yang basah.
"Kamu mau pergi kemana? " tanya Michael.
"Ke rumah Michelle," jawab Rossy.
"Michelle tinggal di Perumahan Cemara Asri ini?" tanya Michael.
Michael berpura-pura tidak mengetahui rumah kontrakan Michelle.
"Iya. Di gang depan," jawab Rossy.
"Aku juga tinggal di gang depan. Aku akan mengantarmu ke rumah Michelle," ucap Michael sambil tersenyum.
"Terima kasih Michael. Maaf merepotkanmu," kata Rossy.
"Hari ini aku sangat beruntung. Bisa menumpang mobil Michael dan tidak kehujanan lagi," kata hati Rossy.
Michael mengemudikan mobilnya menuju rumah kontrakan Michelle.
Sewaktu melewati rumah kontakan miliknya, Michael memberitahu Rossy tempat tinggalnya.
"Wah! Tidak ku sangka rumahmu dekat sekali dengan rumah Michelle. Hanya berjarak lima rumah saja. Michelle pasti tidak sadar bertetanggaan denganmu," kata Rossy.
"Oh ya? Ternyata dekat sekali ya. Aku baru pindah ke rumah kontrakan ini seminggu yang lalu karena lokasinya yang dekat dengan Healing Hands Hospital," ucap Michael.
Rossy mempercayai perkataan Michael. Alasan Michelle memilih rumah kontrakannya ini karena lokasinya yang dekat dengan Healing Hands Hospital.
Mobil Michael berhenti di depan rumah kontrakan Michelle.
"Oh iya. Aku kan berjanji akan mentraktir Michael makan karena menyelamatkan Kelvin waktu itu. Hari ini tidak bisa karena aku sudah janjian dengan Michelle untuk ke mall. Lain kali aku pasti akan mentraktir Michael," kata Rossy.
"Tidak apa-apa Rossy. Santai saja. Sewaktu kamu memasak di rumah Michelle, kamu bisa mentraktirku makan di sana. Aku pun ingin melihat-lihat isi rumah kontrakan Michelle apakah hampir sama dengan rumah kontrakanku sekarang," kata Michael
"Oke Michael. Aku akan menghubungimu nanti," kata Rossy.
Michael tersenyum samar ketika mendengar perkataan Rossy dan Rossy tidak menyadarinya.
Mata Rossy sedang terpaku ke satu plastik tentengan supermarket yang berada di kursi belakang.
__ADS_1
Plastik tentengan itu secara tidak sengaja terlihat oleh Rossy yang ingin meletakkan kembali kotak tisu ke kursi belakang.
Rossy terpaku karena melihat isi plastik itu adalah bungkusan indomie dalam jumlah yang banyak sehingga bayangan pria gila yang menculiknya muncul di dalam pikiran Rossy.
Sampai sekarang Rossy masih belum tahu identitas asli pria gila yang mencurinya.
Rossy yakin suara yang di dengarnya dari pria gila itu sewaktu di apartemen Felix, pasti lah bukan suara aslinya.
Rossy merasa khawatir pria gila itu akan muncul lagi di hadapannya suatu hari nanti.
Rossy memegang erat tas nya secara tidak sadar. Ada dua benda ajaib di dalam tas nya yang bisa di gunakannya untuk melawan pria gila itu.
Michael menyadari Rossy tegang setelah melihat plastik tenteng yang berada di kursi belakang.
Michael yakin Rossy pasti teringat akan penculikan yang di lakukan olehnya yang memaksa Rossy memasak dan memakan kedua belas piring variasi indomie.
Pada waktu itu Michael menculik Rossy selain karena penasaran dengan hubungan antara Jackson dan Rossy, juga dikarenakan profesi Rossy sebagai koki.
Michael ingin menemukan kembali rasa masakan indomie yang pernah di masak oleh Susan dua puluh tahun yang lalu.
Indomie paling lezat yang pernah di makan olehnya karena sudah kelaparan selama dua hari dan juga kegembiraan akan Susan yang kembali ke tempat kost terpencil itu.
Michael akui keahlian Rossy yang berhasil memasak dua belas variasi indomie dalam waktu yang singkat.
Hasil masakan Rossy pun terasa enak, tetapi bukanlah rasa yang ingin di temukannya selama ini.
"Aku baru saja belanja ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Aku tidak pintar masak dan hanya bisa membeli mi instan," jelas Michael.
"Iya. Michelle juga mempunyai banyak stok mi instan di rumah kontrakkannya," kata Rossy.
Michael merasa lega karena Rossy mempercayai perkataannya dan tidak mencurigainya ada sangkut paut dengan penculikan Rossy.
Rossy membuka pintu mobil setelah mengucapkan terima kasih ke Michael yang mengantarnya ke rumah kontrakan Michelle.
***
Selamat siang readers.
Rossy masih belum sadar pria gila ada di sampingnya 😅😅
Masih ada satu bab lagi ya malam ini.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE