Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 140. Gaun merah


__ADS_3

***Butik Athena***


Dua orang pegawai wanita butik Athena berjalan masuk ke dalam ruang VVIP. Mereka masing-masing memegang  segelas air putih untuk Jackson dan Rossy.


Walaupun ini adalah ruang VVIP, Athena memberi peraturan hanya boleh menyajikan air putih ke tamu VVIP.


Kopi, teh, dan jus tidak diperbolehkan berada di ruang VVIP karena di sana ada  pakaian rancangan Athena untuk tamu VVIP nya.


Athena tidak mau pakaian rancangannya rusak karena noda kopi, teh dan jus yang tidak sengaja tertumpah. Athena sangat menjaga kualitas pakaian rancangannya.


Para tamu VVIP pun memaklumi peraturan di ruang VVIP Butik Athena.


Kedua pegawai wanita itu tidak meninggalkan ruang VVIP setelah mengantarkan air putih melainkan mereka melihat ke arah ruang ganti pria.


Athena hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku kedua pegawai wanitanya.


Athena sudah tahu mereka menggunakan alasan mengantarkan minuman untuk melihat Jackson yang tampan.


Athena pun pernah muda sehingga tidak menghalangi keinginan dua pegawainya dan membiarkan mereka menunggu di sana.


Beberapa saat kemudian Jackson berjalan keluar dari ruang ganti dengan jas rancangan Athena.



Kedua pegawai wanita itu memandang Jackson dengan mata berbinar-binar dan senyum yang lebar.


Jackson berjalan ke arah cermin besar dan melihat pantulan tubuhnya di dalam cermin besar itu.


"Tuan Jackson semakin tampan dengan jas rancangan Bu Athena."


Salah satu pegawai wanita lebih agresif dan berjalan mendekati Jackson. Pegawai wanita itu berinisiatif memuji Jackson.


"Tanpa baju rancangan ini pun, aku tetap tampan."


Jackson mengucapkan perkataannya tanpa ekspresi dan berjalan menuju kursi rodanya kemudian duduk kembali di atas kursi rodanya.


Athena tersenyum kecil mendengar perkataan Jackson. Athena tidak merasa tersinggung dengan perkataan Jackson tadi karena apa yang dikatakan oleh pria muda itu benar.


Athena akui Jackson tetap terlihat tampan tanpa memakai baju rancangannya.


Mata Jackson memandang ke arah ruang ganti wanita. Jackson menunggu Rossy keluar dari ruang ganti wanita.


Kedua pegawai wanita itu berbisik-bisik memuji ketampanan Jackson. Mereka hanya berani mengagumi Jackson dari kejauhan dan tidak ada yang berani lagi mendekati Jackson.


Sikap Jackson yang dingin dan angkuh bagaikan tembok kokoh yang akan sangat sulit di robohkan.


Jackson mengacuhkan kedua pegawai wanita itu yang masih melihat ke arahnya dengan mata berbinar-binar.


Jackson mengeluarksn handphone dari kantong celananya dan berpura-pura melihat layar handphonenya dengan serius  ketika pintu ruang ganti wanita terbuka.

__ADS_1


Jackson mendengar suara sepatu high heels berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di hadapannya.


Sekilas Jackson yang sedang menunduk dapat melihat sepasang sepatu high heels berwarna merah tua yang di kenakan oleh Rossy.


"Tuan Jackson." Rossy memanggil Jackson.


Jackson mengangkat kepalanya secara perlahan dan melihat Rossy dalam balutan gaun berwarna merah.


Gaun merah itu sangat pas di tubuh Rossy dan menampilkan lekukkan tubuhnya. Gaun merahnya sangat panjang dan terlihat sexy karena pundak, lengan, dan leher jenjang Rossy terlihat dengan jelas.


Jackson merasakan tenggorokannya kering dan kehausan. Jantung Jackson berdetak kencang.


Jackson berusaha menenangkan perasaan hatinya yang membara. Selama ini Rossy selalu memakai pakaian yang formal dan tertutup. Ini pertama kalinya Jackson melihat dengan jelas kulit halus Rossy Hartono yang berwarna putih bersih.


Iya. Putih bersih. Sangat berbeda warna dengan wajah Rossy, tetapi karena Jackson sibuk menenangkan perasaan hatinya sehingga tidak menyadari perbedaan warna kulit yang sangat terlihat jelas di tubuh dan wajah Rossy.



NOTE : Readers tercinta anggap saja wajah Rossy masih mengenakan foundation gelap, banyak flek hitam dan memakai kacamata besar ya 😁🙏


"Tuan Jackson. Baguskah?" tanya Rossy.


Sewaktu di dalam ruang ganti dan berdiri di depan cermin, Rossy sudah tahu gaun cantik ini tidaklah sepadan dengan wajah jeleknya saat ini. Akan tetapi, entah mengapa Rossy mengharapkan mendengar pujian dari mulut Jackson.


"Biasa saja! Terlalu sexy! Ganti!" ujar Jackson dengan singkat dan jelas.


Jackson tidak mau semua laki-laki di pesta pertunangan Violet dan Febrian melihat Rossy dengan pakaian sexy ini.


"Baik tuan Jackson," kata Rossy sambil menganggukkan kepalanya dan berjalan ke ruang ganti wanita.


Rossy melihat dengan jelas Jackson tidak mau menatap ke arahnya lagi setelah pandangan pertama ke Rossy dengan gaun merah di tubuhnya ini.


Rossy merasa Jackson tidak menyukai gaun ini sehingga Rossy mengiyakan permintaan Jackson untuk mencoba gaun pesta kedua.


Rossy ingin memakai gaun pesta yang disukai oleh Jackson supaya rencananya di malam hari bisa berhasil.


Merry mengambil gaun warna merah yang satunya lagi dari patung manekin dan membawanya ke ruang ganti wanita untuk di berikan kepada Rossy.


Jackson menarik nafas panjang untuk menenangkan perasaan hatinya yang masih membara setelah Rossy masuk ke dalam ruang ganti wanita.


Bayangan Rossy dengan gaun merah yang sexy masih terlihat jelas di depan mata Jackson.


"Air!" kata Jackson.


Pegawai wanita yang agresif tadi buru-buru mengambil gelas air putih dari meja dan memberikannya ke Jackson.


Jackson meminum habis air putih itu dalam sekejap. Seiring dengan kesembuhan penyakit eating disordernya, Jackson sudah bisa minum air putih seperti orang lain tanpa perlu meneguk secara perlahan lagi sekarang.


"Air!" ucap Jackson lagi karena masih merasa kehausan.

__ADS_1


Pegawai wanita kedua mengambil lagi gelas kedua yang berisi air putih dan memberikannya ke Jackson. Setelah menghabiskan kedua gelas air putih itu, Jackson bisa menenangkan perasaan hatinya dan  menghilangkan bayangan Rossy dari pikirannya.


Beberapa saat kemudian pintu ruang ganti wanita terbuka lagi.


Kali ini Jackson langsung menatap ke arah pintu ruang ganti wanita dengan jantung yang berdegup kencang.


Rossy berjalan ke arah Jackson Wijaya. Sepatu high heels yang dikenakan Rossy bukan lagi berwarna merah tua melainkan berwarna putih.


Athena memang memadukan setiap gaun pesta hasil rancangannya dengan sepatu yang berbeda-beda.


"Tuan Jackson. Bagaimana dengan gaun ini?" tanya Rossy dengan ragu-ragu.


Jackson menatap gaun merah di tubuh Rossy dengan saksama.


Walaupun gaun merah yang dikenakan Rossy sekarang masih memperlihatkan leher jenjang Rossy, tetapi setidaknya gaun merah ini lebih tertutup dibandingkan gaun merah pertama.



Jackson merasa lebih puas dengan gaun kedua ini karena pundak dan lengan putih Rossy tertutup dan tidak terlihat oleh siapa pun.


"Lumayan," jawab Jackson dengan singkat.


Rossy menarik napas lega karena Jackson tidak membenci gaun kedua ini.


Athena bertepuk tangan secara tiba-tiba dan Merry serta kedua pegawai butik pengantar air putih yang berada di ruang VVIP ikut bertepuk tangan dengan bersemangat.


"Gaun pesta ini sangat pas di tubuh nona," puji Athena ke Rossy sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih Bu Athena," ucap Rossy dengan sopan.


"Tuan Jackson, gaun merah kedua akan aku masukkin ke kotak dan kirim ke Mansion Wijaya," kata Athena sambil melihat ke arah Jackson.


Jackson menganggukkan kepalanya. Athena tersenyum kecil karena tahu dengan jelas Jackson bukanlah tidak menyukai gaun pertama. Bahkan Jackson sangat menyukai gaun pesta pertama hasil rancangannya.


Athena pun mengetahui dengan jelas alasan Jackso melarang Rossy memakai gaun pesta pertama. Karena walaupun wajah Rossy tidak cantik, tetapi gaun pertama yang dikenakan oleh Rossy bisa membuat banyak pria mendekati Rossy nantinya dan Jackson tidak akan membiarkannya.


***


Selamat malam readers.


Semoga readers menyukai bab ini dan bisa menghibur readers ya.


Jackson sudah mulai bersikap posesif terhadap Rossy 😆


Bagaimana cara Rossy menghadapi perias wajah terkenal yang akan merias wajahnya nanti? Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2