
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy terdiam dengan mata membulat besar setelah mendengar perkataan Jackson.
"Pacaran? Jackson mau berpacaran denganku?" kata hati Rossy.
Dalam sekejap di pikiran Rossy muncul bayangan kejadian di dalam ballroom Hotel H.
Rossy mengingat dengan jelas dirinya menggunakan telapak tangan kanan Jackson menggosok-gosok wajahnya dan menatap terus ke wajah Jackson.
"Kita pacaran yuk!"
Rossy mendengar dengan jelas suaranya itu.
"Ya Tuhan! Aku benar-benar memintanya berpacaran denganku!" teriak hati Rossy.
Bagaikan kotak pandora yang sudah terbuka, di pikiran Rossy muncul semua kilasan-kilasan hal gila yang telah dilakukannya tanpa sadar termasuk kilasan malam panas yang dilaluinya bersama Jackson semalam.
Wajah Rossy bersemu merah dan secara spontan mengibaskan kepalanya dengan keras untuk menghilangkan adegan malam panas yang muncul terus menerus di dalam pikirannya.
Kemudian Rossy merasakan dua tangan besar dan hangat memegang kepalanya untuk menghentikan aksinya mengibaskan kepala.
"Ada apa Rossy? Kepalamu masih pusing dan sakit?" tanya Jackson dengan suara yang lembut.
"Hah? Tidak! Kepalaku tidak pusing dan sakit lagi," jawab Rossy dengan suara kecil.
Rossy masih belum bisa menerima kenyataan yang terpampang jelas di hadapannya.
Hanya satu malam saja dirinya sudah berubah status dari koki pribadi Jackson menjadi pacar Jackson dan juga sudah melewatkan malam panas bersama Jackson
Padahal Rossy yakin semalam dirinya belum minum minuman alkohol sama sekali dan merasa bingung mengapa dirinya bisa agresif dan sangat liar terhadap Jackson semalam.
Mata Jackson melirik sekilas ke tangan Rossy yang menggenggam erat selimut yang membungkus tubuhnya.
"Mau mandi bersama?" tanya Jackson secara tiba-tiba.
"Ah.. tidak.. tidak... kamu...kamu mandi duluan," jawab Rossy terbata-bata.
Rossy tidak berani menatap ke wajah Jackson dan matanya melihat ke lantai kamar tidur Jackson.
Terlihat semua pakaian Rossy semalam tergeletak tidak beraturan di lantai kamar.
"Oke," kata Jackson dengan singkat.
Tadi Jackson sengaja ingin menggoda Rossy karena Jackson sangat suka melihat wajah Rossy yang merona merah.
Sewaktu Rossy menyamar menjadi jelek, Rossy selalu menggunakan foundation berwarna gelap di wajahnya sehingga tidak akan terlihat jelas rona merah di wajah Rossy pada waktu itu apabila Rossy malu.
Hari ini adalah hari pertama dirinya meresmikan hubungan dengan Rossy sehingga Jackson tidak mau terlalu cepat bersikap agresif terhadap Rossy.
Jackson sangat percaya diri bahwa Rossy m tidak akan bisa terlepas dari cengkeram tangannya.
Jackson membuka selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan turun dari tempat tidur dengan santai.
Rossy syok melihat tubuh belakang Jackson yang polos sedang berjalan ke arah kamar mandi.
Punggung Jackson juga penuh dengan bekas cakaran kuku hasil karya Rossy.
"Gila! Makan apa aku semalam? Kenapa bisa seganas itu?" kata hati Rossy.
Rossy terkejut melihat Jackson menghentikan langkah kakinya ke kamar mandi melainkan ke lemari pakaian dan mengambil sesuatu.
__ADS_1
Ketika Jackson membalikkan tubuhnya menghadap Rossy, Rossy spontan membalikkan badannya supaya tidak melihat tubuh polos Jackson bagian depan.
Kepala Rossy berdenyut keras karena mendengar suara langkah kaki Jackson sedang menuju ke arahnya dari belakang.
"Stop!" teriak Rossy dengan spontan
"Kenapa?" tanya Jackson sambil menghentikan langkah kakinya.
Rossy mengambil bantal dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih memegang erat selimut yang membungkus tubuhnya.
"Ini untukmu!" ucap Rossy sambil melemparkan bantal itu ke belakang, ke arah Jackson.
"Bantal iini untuk apa?" tanya Jackson ke Rossy setelah berhasil menangkap bantal yang dilemparkan oleh Rossy secara sembarangan.
"Bantalnya untuk... untuk...tutup..tutupi.. itumu...," jawab Rossy dengan terbata-bata.
"Apa?" tanya Jackson.
"Kamu harus memakai bantal itu jika ingin mendekatiku sekarang," ucap Rossy dengan spontan.
Rossy tidak ingin melihat pemandangan 'fatamorgana' yang bisa membuatnya mimisan sepagi ini.
Jackson ketawa kecil setelah mengerti maksud perkataan Rossy.
"Oke," jawabJackson dengan singkat kemudian melanjutkan perjalanannya yang tertunda tadi😅.
Jackson berdiri tepat di hadapan Rossy.
"Puas?" tanya Jackson ke Rossy.
Rossy menganggukkan kepalanya dan merasa lega seketika karena bantal itu cukup besar untuk menutupi pemandangan 'fatamorgana' di tubuh Jackson.
Rossy menerima kemeja putih itu dan menatap bingung ke wajah Jackson.
"Kamu bisa mengenakan kemeja ini dulu setelah mandi dan kembali ke kamarmu untuk berganti pakaian. Lemariku tidak ada baju wanita," jelas Jackson.
"Terima kasih tuan Jackson," ucap Rossy.
Jackson memajukan badannya ke arah Rossy sehingga Rossy menutup matanya dengan cepat karena bantal yang sedang dipegang oleh Jackson pun sedang menuju ke arahnya 😅
Rossy merasakan bibir Jackson menyentuh bibirnya dengan lembut dan hanya sebentar saja.
Hanya kecupan singkat yang diberikan oleh Jackson kali ini.
"Rossy! Mulai sekarang panggil namaku saja. Tidak perlu tambahan tuan," kata Jackson.
"Baik tu..Jackson," ucap Rossy dengan patuh dan kedua matanya masih tertutup rapat.
Jackson memencet hidung Rossy dengan gemas sebelum berjalan kembali ke arah kamar mandi.
Rossy membuka kedua matanya setelah mendengar suara pintu kamar mandi di tutup.
Rossy turun dari tempat tidur dan spontan menghentikan langkah kakinya karena kakinya terasa lemas dan sekujur tubuhnya sakit dan pegal.
Rossy tidak berani berpikir jauh tentang dirinya berapa kali di tabrak oleh 'truk barang' semalam.
Rossy berjalan perlahan memungut semua pakaiannya yang berserakan di lantai kamar tidur.
Kemudian Rossy duduk kembali ke atas tempat tidur sambil menunggu Jackson selesai mandi.
Dua puluh menit kemudian, Jackson keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi yang tidak terikat erat.
__ADS_1
Rossy bisa melihat jelas lagi hasil karyanya di tubuh atletis Jackson dan membuat pipi Rossy bersemu merah lagi.
Jackson tersenyum tipis melihat reaksi Rossy karena dirinya memang sengaja ingin melihat pipi Rossy yang bersemu merah.
"Rossy. Aku sudah mengisi air panas di dalam bathtub. Kamu bisa berendam sebentar," kata Jackson.
"Terima kasih," ucap Rossy dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi bersama selimut yang membungkus erat tubuhnya.
***
Jackson menelepon Pak Lesmana.
"Pagi tuan Jackson," sapa Pak Lesmana melalui sambungan telepon.
"Pak Lesmana. Tolong pesan breakfast yang banyak ke Mansion Wijaya dan siapkan dua termos penghangat makanan yang berisi makanan breakfast itu," pesan Jackson.
"Baik tuan Jackson. Nona Rossy...."
Belum sempat Pak Lesmana menyelesaikan perkataannya, Jackson sudah menyela perkataannya.
"Rossy tidak masak hari ini," kata Jackson dengan tegas.
"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.
"Selain ini, Pak Lesmana tolong beli beberapa gaun formal wanita dan sepatu di butik Athena. Aku mau semuanya tersedia di dalam lemari pakaianku nanti malam," pesan Jackson.
"Baik tuan Jackson. Size baju dan size sepatunya berapa?" tanya Pak Lesmana.
"Bajunya size XS dan sepatunya size 34. Ingat! Pilih pakaiannya yang tertutup. Hanya boleh memperlihatkan bagian leher saja!" perintahJackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana dengan patuh.
Setelah Jacksom menutup sambungan teleponnya, Pak Lesmana menarik napas dalam-dalam.
"Bagaimana dengan nona Rossy? Nona Rossy masih belum pulang ke Mansion Wijaya," kata hati Pak Lesmana.
Pak Lesmana yakin baju wanita dan sepatu yang akan di belinya di Butik Athena adalah untuk wanita cantik bergaun merah yang pulang bersama Jackson semalam dan sampai saat ini masih berada di dalam kamar tidur Jackson.
***
Selamat siang readers.
Readers pasti sudah bisa menebak untuk siapa saja breakfast yang berada di dalam kedua termos penghangat makanan.
Jangan lupa masih ada kelanjutannya nanti malam ya.
Di tunggu ya readers 🤗🤗
Author LYTIE mau infoin cover NOVEL ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF di ganti lagi ya.
Setelah author menunggu selama beberapa purnama 😆, Noveltoon membuatkan cover baru untuk novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF.
Ini cover barunya ya readers. Semoga readers menyukainya.
SALAM SAYANG
LOVE YOU ALL
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1