
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Michelle dan Felix sedang mengobrol di ruang tamu. Felix baru tiba di rumah kontrakan Michelle tiga puluh menit yang lalu.
Felix sengaja lebih cepat datang karena ingin menghabiskan waktu berdua dengan Michelle sebelum Rossy dan Chandra tiba.
Terdengar suara pintu rumah kontrakan di buka dari luar sehingga Michelle dan Felix berjalan menuju ke sana.
Felix melihat Rossy dan Michael membawa kantong belanjaan di tangan masing-masing.
Felix mengambil kantong belanjaan dari tangan Michael dengan cepat.
"Silahkan duduk dulu, Dokter Michael!" kata Felix.
"Tidak disangka bisa bertemu dengan Dokter Felix di sini," ucap Michael sambil tersenyum.
"Michelle adalah pacarku. Wajar saja aku berada di rumah kontrakannya," kata Felix dengan santai.
Sejak Jackson mencurigai Michael, Felix berinisiatif membantu mengawasi Michael secara diam-diam sewaktu berada di Healing Hands Hospital.
Felix tahu Michael sering menggunakan senyuman simpatinya terhadap suster maupun dokter wanita yang bekerja di Healing Hands Hospital.
Sebagai dokter psikiater yang profesional, Felix bisa memastikan senyuman simpati itu adalah senyuman palsu yang selama ini menjadi topeng Michael.
Felix tidak mempermasalahkan apa niat terselubung Michael terhadap suster wanita ataupun dokter wanita yang bekerja di Healing Hands Hospital, tetapi sewaktu Michelle memberitahukannya Michael akan datang ke rumah kontrakan, Felix merasa Michael mempunyai niat terselubung terhadap Michelle.😆
Michael duduk di sofa ruang tamu. Felix ingin membawa kantong belanjaan yang berada di tangannya ke dapur.
"Felix. Kamu dan Chandra temani Michael di sini. Aku dan Rossy yang ke dapur saja," kata Michelle dan mengambil kantong belanjaan dari tangan Felix.
"Oke," jawab Felix dengan patuh dan duduk di samping Michael.
Selama Michael tidak berada di dekat Michelle, Felix merasa lebih tenang.
"Chandra temanin Om Felix dan Om Michael ya. Mommy masak dulu," kata Rossy.
"Oke mommy," jawab Chandra dengan patuh.
***
Suasana ruang tamu menjadi tenang dan sepi karena ketiga orang yang sedang duduk di sana terdiam dan terhanyut dengan pikiran masing-masing.
Felix ingin mengetahui kepribadian Michael sehingga berinisatif mengobrol duluan.
"Dokter Michael. Seingatku kamu dulu bekerja di Medical Health. Kenapa bisa pindah ke Healing Hands Hospital?" tanya Felix sambil melihat ekspresi wajah Michael.
__ADS_1
"Gaji dan fasilitas yang diberikan Healing Hands Hospital sangat baik. Tentu saja aku tertarik untuk bekerja di sana," jawab Michael dengan tenang.
Felix akui jawaban Michael memang benar. Healing Hands Hospital bersedia membayar gaji yang tinggi dan memberikan fasilitas yang baik untuk dokter spesialis yang handal.
Felix tahu Michael adalah salah satu dokter bedah terbaik Healing Hands Hospital sekarang.
"Dokter Michael tinggal di mana?" tanya Felix.
"Aku tinggal di perumahan ini. Rumah kontrakanku sangat dekat dengan rumah ini. Bisa dikatakan aku dan Michelle tetanggaan," jawab Michael.
"Kamu tinggal sendirian? Di mana kedua orang tuamu?" tanya Felix.
Michael terdiam sejenak dengan pertanyaan Felix. Sejak kepulangannya ke Bali, belum pernah ada satu orang pun yang menanyakan tentang orang tuanya.
Michael mengira Felix sudah mencurigai identitas aslinya sebagai putra Susan dan ingin mendapatkan informasi darinya.
"Orang tuaku tinggal d Australia. Sebulan sekali aku akan pulang ke sana mengunjungi mereka," jawab Michael.
Felix menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Felix berfirasat Michael sedang menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan asal usulnya.
"Aku harus menjauhkan Michelle dari Michael. Michelle terlalu polos," kata hati Felix.
Hanya melakukan percakapan singkat saja, Felix sudah bisa menilai kepribadian Michael.
Felix takut Michael bisa menyakiti Michelle. "Pantas saja Jackson mencurigainya. Apakah Jackson tahu Michael akrab dengan Rossy juga?" kata hati Felix.
Sebagai teman yang baik, Felix memutuskan akan memberitahukan hal itu kepada Jackson nantinya karena Rossy pun sama polosnya dengan Michelle dan bisa dengan mudah dibohongi oleh sikap ramah Michael.
Selanjutnya Felix hanya melakukan obrolan ringan dengan Michael. Chandra duduk dengan tenang sambil mendengar pembicaraan mereka berdua.
***
Empat puluh menit kemudian Felix mencium harum masakan Rossy yang memenuhi rumah kontrakan Michelle.
Perut Felix semakin lapar. "Chandra! Masakan mommy mu harum sekali. Chef Rossy is the best!" puji Felix.
Chandra menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Felix.
Kemudian terlihat Michelle menghampiri mereka. "Masakan chef Rossy sudah ready. Michael mau lunch di sini?" tanya Michelle.
"Oke," jawab Michael tanpa merasa sungkan.
Michael mengira Rossy juga akan lunch bersama di rumah kontrakan Michelle sehingga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Mereka semua pun berjalan menuju ruang makan. Felix dan Michael segera duduk di ruang makan, sedangkan Michelle ke dapur mengambil perlengkapan makan.
__ADS_1
Chandra mengikuti Michelle ke dapur. Michael melihat sekeliling dan tidak terlihat sosok Rossy.
"Mungkin Rossy masih memasak masakan lain," kata hati Michael.
Michelle berjalan keluar dari dapur dan meletakkan piring kosong di meja.
Michael menghitung jumlah piring kosong itu. "Kenapa hanya tiga piring? Apakah Michelle dan Felix sepiring berdua dan Rossy sama Kelvin juga sepiring berdua?" kata hati Michael Adinata.
***
Beberapa saat kemudian, Rossy keluar dari dapur bersama Chandra dengan tangan menenteng paper bag.
"Aku pergi dulu ya. Enjoy lunch nya," kata Rossy.
"Bye Rossy," ucap Michelle.
"Bye Rossy. Sampaikan salamku untuk Jackson," kata Felix sambil mengisi lauk masakan Rossy ke dalam piring kosongnya.
Michael terkejut dengan perkataan. Suasana hatinya menjadi tidak baik karena mengetahui Rossy akan mengantar lunch untuk Jackson.
Kesempatannyan untuk lebih mengenal dekat Rossy menjadi pupus seketika, tetapi dengan cepat Michael berhasil menutupi perasaan hatinya yang tidak baik.
"Bye Rossy. Terima kasih lunch gratisnya," kata Michael sambil memberikan senyum simpatinya.
Rossy hanya menganggukkan kepala dan menggandeng tangan Chandra meninggalkan rumah kontrakan Michelle.
Rossy tidak mau terlambat mengantar lunch untuk Jackson karena tahu Jackson mempunyai jadwal kerja yang padat hari ini.
Mereka bertiga pun mulai makan lunch bersama setelah Rossy dan Chandra pergi.
Michael hanya memakan sedikit saja kemudian berpamitan pulang.
Felix mengantar Michael sampai di depan pintu masuk rumah kontrakan Michelle engan senang hati karena tidak ada lagi orang yang mengganggu waktu berduaannya dengan Michelle.
CHANDRA WIJAYA VERSI KARTUN 🥰🥰🥰
***
Terima kasih dukungannya readers tercinta.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1