
**Mansion Wijaya***
Rossy menemukan kedua putra kembarnya sedang berada di kamar tidur Chandra.
Chandra duduk bersandar di atas tempat tidur sambil melihat handphone dengan serius, sedangkan Kelvin berada di samping Chandra dalam posisi tengkurap sambil membaca buku eksiklopedia.
Rossy tersenyum kecil melihat tingkah laku kedua putra kembarnya.
Sifat mereka berdua sangatlah bertolak belakang. Rossy bisa langsung mengenali mereka berdua dengan cepat.
"Vin Vin baca buku apa sampai serius begini?" tanya Rossy sambil berjalan menuju tempat tidur.
"Mommy!" sapa Kelvin dan Chandra bersamaan.
Rossy ikut bergabung ke atas tempat tidur serta duduk di antara Kelvin dan Chandra.
"Mommy! Buku ensiklopedia ini sangat menarik!" kata Kelvin.
"Baguslah Vin Vin suka," jawab Rossy.
"Iya mommy. Brother bilang boleh ambil buku mana saja yang Vin Vin suka," ucap Kelvin sambil tersenyum lebar.
"Iya. Nanti kalau Vin Vin sudah baca semua bukunya, kita bisa beli yang lain di toko buku," kata Rossy.
"Oke Bos mommy," jawab Kelvin dan melanjutkan membaca buku ensiklopedia di tangannya.
Rossy melihat ke arah Chandra. "Apa apa Chandra? Kenapa wajahmu tadi serius sekali?" tanya Rossy.
"Hanya mencari beberapa software saja mommy!" jawab Chandra sambil tersenyum.
"Sudah dapat software nya?" tanya Rossy.
"Sudah mommy," jawab Chandra.
Rossy tersenyum dan membelai kepala kedua putra kembarnya dengan lembut. Rossy ikut mengambil salah satu buku enskillopedia dan membacanya.
Chandra menarik napas lega karena Rossy mempercayai kebohongannya.
Sebenarnya Chandra tadi memeriksa sms Wulan Sari dan mencurigai salah satu sms Wulan Sari ke Boris.
Wulan Sari menemui Boris di malam hari dan Chandra sama sekali tidak tahu pembicaraan mereka berdua karena mereka bertemu secara langsung dan bukan melalui handphone Wulan Sari yang sudah di sadapnya.
Chandra mempunyai firasat yang tidak baik dan khawatir Wulan Sari mempunyai rencana jahat terhadap Rossy.
Semua itu hanya dugaan Chandra saja sehingga dirinya tidak memberitahukan kepada Rossy.
"Mommy sudah lunch?" tanya Kelvin sambil mengalihkan matanya dari buku ensiklopedia ke wajah Rossy.
"Sudah. Mommy lunch di kamar," jawab Rossy.
"Daddy bilang mommy kelelahan dan melarang kita mengganggu mommy," kata Kelvin dengan polos.
__ADS_1
"Iya. Tadi pagi mommy masih ngantuk dan pusing sedikit, jadi tidur lagi." Rossy terpaksa mengikuti skenario Jackson supaya putra kembarnya tidak curiga.
"Mommy juga digigit nyamuk betina ya? Sama seperti daddy tadi!" ucap Kelvin sambil menunjuk leher Rossy.
Rossy terkejut dan spontan menutupi jejak gigitan cinta Jackson di lehernya.
"Mommy ke kamar olesin obat dulu ya," kata Rossy sambil terburu-buru turun dari tempat tidur dan berlari kecil menuju kamar tidur.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy memeriksa lehernya melalui pantulan cermin meja rias. "Gara-gara Jackson!" ucap Rossy dengan kesal.
Rossy mencoba menyamarkan jejak gigitan cinta hasil karya Jackson dengan foundation.
Hari ini Rossy mengenakan pakaian santai karena tidak perlu ke Healing Hands Hospital sehingga leher jenjangnya tidak tertutup dan terlihat jejak gigitan cinta.
"Ya Tuhan! Kelvin juga melihat gigitan nyamuk di leher Jackson. Berarti...."
Pipi Rossy merona merah sewaktu membayangkan Jackson bekerja di Perusahaan Wijaya dengan hasil karyanya terpampang jelas di leher Jackson.
"Besok aku akan membantu Jackson menutupi jejaknya dengan foundation," kata hati Rossy.
***Rumah kontrakan Michael Adinarmta***
"TIDAK! IBU!" Michael berteriak keras dan terbangun dari mimpi buruknya.
Keringat dingin bercucuran di dahinya. Napasnya sangat cepat, begitu pun dengan detak jantungnya.
Michael berusaha menenangkan perasaan hatinya. "Semua hanyalah mimpi! Kapan aku bisa terlepas dari belenggu ini?" kata hati Michael.
"Michael! Michael!" panggil Dilan dari luar kamar.
"Masuklah Kak Dilan!" jawab Michael.
Hari ini Dilan bangun sangat pagi karena menyesuaikan dengan waktu di Sydney yang lebih cepat tiga jam dari Bali.
Dilan harus memeriksa email dari rekan bisnisnya dan sekretarisnya di Perusahaan Adinata, Australia.
Sewaktu mendengar suara teriakan dari dalam kamar Michael, Dilan segera meninggalkan pekerjaannya untuk melihat keadaan adik tirinya.
"Mimpi buruk lagi?" tanya Dilan ketika melihat keadaan Michael yang sangat berantakan.
"Iya!" jawab Michael sambil tersenyum hambar.
"Nanti malam aku temani kamu ke tempat praktik Dokter Nadia," kata Dilan.
Dokter Nadia adalah dokter psikiater yang dulu memeriksa Michael sewaktu kecil dan menyarankan Keluarga Adinata membawa Michael meninggalkan Bali untuk menghilangkan mimpi buruknya.
"Tidak perlu, Kak Dilan. Aku sudah tahu bagaimana cara menghilangkan mimpi buruk itu," ucap Michael.
"Jackson Wijaya?" tanya Dilan.
__ADS_1
"Kak Dilan memang paling mengerti keinginanku," jawab Michael sambil tersenyum tipis.
"Cuci muka dan gosok gigimu! Aku tunggu untuk makan breakfast bersama," kata Dilan dan berjalan meninggalkan kamar tidur Michael.
***Ruang makan rumah kontrakan Michael Adinata***
Michael berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju ruang makan.
Michael hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Berbeda jauh dengan Dilan yang berpenampilan rapi dengan kemeja dan celana panjang katun.
Di atas meja makan sudah tersedia breakfast hasil masakan dari Dilan.
"Hmmm.... harum sekali! Sudah lama aku tidak mencicipi masakan Kak Dilan," kata Michael sambil memotong steak salmon menjadi potongan kecil dan mengunyahnya.
"Enak sekali! Tetapi masakan Kak Dilan masih kalah sama masakan Rossy!" kata Michael.
"Rossy? Calon istrinya Jackson Wijaya?" tanya Dilan.
Sebelum ke Bali, Dilan sudah menyewa detektif swasta untuk menyelidiki semua hal tentang Jackson Wijaya .
Dilan tahu Rossy adalah calon istri Jackson dan juga ibu kandung dari putra kembar Jackson.
"Iya Kak Dilan. Masakan Rossy lebih lezat daripada indomie yang selama ini kurindukan. Aku yakin Jackson bisa mengatasi traumanya karena Rossy," jawab Michael.
"Maksudmu kamu mau merebut wanita itu dari Jackson Wijaya?" tanya Dilan ambil menatap tajam Michael.
Dilan sangat memahami Michael sehingga bisa menebak langsung keinginan Michael sekarang.
"Kenapa tidak?" Michael bertanya balik ke Dilan
"Kamu tidak akan pernah bisa merebut wanita Jackson Wijaya!" jawab Dilan dengan yakin.
Michael terdiam mendengar jawaban Dilan karena perkataan Dilan sangatlah benar.
Rossy sangat mencintai Jackson sehingga dirinya sama sekali tidak ada kesempatan untuk merebut Rossy dari tangan Jackson.
Lagi pula dirinya tidak mencintai Rossy dan hanya ingin menyembuhkan trauma mimpi buruknya dan bayang-bayang dari Susan.
Michael menduga Rossy lah obat ampuh yang menyembuhkan trauma Jackson sehingga dirinya juga ingin di sembuhkan dari mimpi buruknya.
***
Halo readers tercinta.
AUTHOR LYTIE mengucapkan HAPPY NEW YEAR 2022.
Selamat berkumpul NEW YEAR EVE dengan keluarga maupun teman terdekat.
Jangan lupa meluangkan waktu untuk membaca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE