
***Mansion Adinata***
Sejak saat itu Michael menjadi bagian dari keluarga besar Adinata dan tinggal di Mansion Adinata.
Proses adopsi dan menjadikan Michael bagian keluarga besar Adinata, bukanlah masalah besar bagi Salim. Semuanya berjalan lancar dan cepat.
Ketika Arum menanyakan tanggal lahir Michael, Michael memberitahukannya bahwa dirinya akan berulang tahun setiap tanggal 3 Desember mulai dari saat itu.
Arum sangat mengetahui arti dari tanggal 3 Desember bagi Michael karena di tanggal itulah Arum membawa Michael pulang ke Mansion Adinata.
Arum tahu Michael tidak mau menggunakan tanggal lahir aslinya karena ingin melupakan semua masa lalu nya yang tidak baik sehingga Arum pun tidak melarang Michael.
Arum sangat menyayangi Michael. Begitu pun juga dengan Salim dan Dilan. Mereka menganggap Michael sebagai anak kandung dan juga saudara kandung.
Selama tinggal di Mansion Adinata, Michael selalu menampilkan pribadi yang ceria. Semua kesedihan dan kepedihan di pendam dengan sangat rapat di dalam lubuk hati Michael.
Sosok Susan dan semua hal yang di lalui olehnya bersama Susan, di simpan dengan rapat oleh Michael.
Michael sama sekali tidak pernah membicarakan tentang ibu kandungnya lagi.
Michael berusaha menerima kematian Susan dengan lapang dada. Michael sangat tahu alasan Susan bunuh diri di rumah sakit jiwa. Semuanya karena Satria meninggal di dalam kecelakaan mobil.
Michael hanya menyalahkan dirinya sendiri yang telat bertemu dengan Arum.
Kalau saja dirinya bertemu lebih cepat dengan Arum, maka dia akan bisa menemukan Susan yang masih hidup di rumah sakit jiwa.
Waktu yang sudah berjalan dan lewat tidak akan terulang kembali sehingga Michael sangat menghargai kesempatan kedua yang di berikan oleh Tuhan kepadanya.
Michael bersyukur bertemu dengan keluarga besar Adinata yang menyayanginya.
Sepintar-pintarnya Michael mengubur semua masa lalu di dalam hatinya, Michael hanyalah anak kecil yang berusia kurang dari lima tahun.
Setiap malam Michael akan memimpikan kejadian dirinya terpisah dengan Susan dan juga kejadian di dalam kamar hotel sehingga Michael selalu terbangun di tengah malam dan tidak berani untuk tidur lagi.
Masalah mimpi buruk Michael di ketahui oleh keluarga besar Adinata.
Mereka semua tahu Michael masih terlalu kecil dan pastinya sangat tergoncang dan merasa berat menerima kematian ibu kandungnya.
Selama ini mereka semua tahu Michael berpura-pura bersikap ceria di depan mereka semua.
Pada akhirnya Salim mengambil keputusan memanggil dokter psikiater kenalannya, Dokter Nadia untuk menolong Michael.
Tidak seperti Jackson yang menutup rapat mulutnya terhadap semua dokter psikiater yang di panggil oleh Agung tentang apa yang di lakukan oleh Susan terhadapnya, Michael sangat terbuka dan menceritakan semua hal tentang dirinya dan Susan kecuali tentang Jackson yang di culik oleh Susan ke Dokter Nadia.
__ADS_1
Michael menutupinya karena tidak ingin orang lain berpikiran negatif dan menghujat perbuatan jahat Susan terhadap Jackson.
***
Dokter Nadia yang memeriksa Michael menemui Salim dan Arum untuk membicarakan masalah Michael.
"Selama ini Michael hidup berdua dengan ibu kandungnya sehingga kematian mendadak dari ibu kandungnya merupakan pukulan yang berat untuknya. Aku sarankan Michael harus meninggalkan Bali dan menetap di kota lain ataupun negara lain. Selama Michael masih berada di Bali, dia pasti akan selalu teringat akan ibu kandungnya yang meninggal di sini, " kata Dokter Nadia.
"Baik Dokter Nadia. Kita akan mempertimbangkannya," ucap Salim.
Dokter Nadia menganggukkan kepala dan kemudian menghela napas panjang sehingga membuat Arum khawatir.
"Kenapa Dokter Nadia menghela nafas panjang. Apakah Michael...."
Arum tidak melanjutkan perkataannya karena Dokter Nadia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Bukan Bu Arum. Aku yakin keadaan Michael akan semakin membaik dan tidak mimpi buruk lagi jika meninggalkan tempat ini. Semua karena Michael mau menceritakan semuanya kepadaku sehingga aku bisa mengobatinya. Aku hanya teringat dengan pasienku yang hampir seumuran dengan Michael yang tidak bisa aku sembuhkan."
Dokter Nadia menjelaskan panjang lebar ke Arum untuk menghindari kesalahpahaman.
"Apa yang terjadi dengan anak itu?" tanya Arum penasaran.
Berita tentang kematian dan istrinya Eva karena kecelakaan mobil sudah di ketahui oleh banyak orang sehingga Dokter Nadia pun tidak menutupinya dari Salim dan Arum.
"Cucu nya Pak Agung Wijaya?" Salim bertanya untuk kepastian.
"Iya Pak Salim. Pak Agung sudah memanggil banyak dokter psikiater untuk memeriksa Jackson. Aku termasuk salah satunya. Kita tidak berhasil menyembuhkan Jackson karena dia tidak mau menceritakan traumanya. Kasihan sekali, di usianya yang masih kecil menderita penyakit eating disorder dan kedua orang tuanya meninggal," jawab Dokter Nadia.
Setelah Dokter Nadia pergi, Salim memeluk erat Arum yang termenung lama karena perkataan Dokter Nadia tadi.
"Salim. Mereka berdua anak yang malang," kata Arum.
Salim mengerti maksud perkataan Arum dan hanya bisa menepuk lembut punggung Arum untuk menenangkannya.
"Kita akan menetap di Australia," kata Salim secara tiba-tiba.
Arum melepaskan pelukan Salim dan menatap wajah suaminya dengan serius.
"Bagaimana dengan Perusahaan Adinata?" tanya Arum.
"Aku akan mendirikan kantor pusat Perusahaan Adinata di Australia, sedangkan Perusahaan Adinata yang ada di Bali akan menjadi kantor cabang. Lagi pula Bali dan Australia sangat dekat. Mungkin dua tahun pertama aku akan bolak balik Australia dan Bali, tetapi itu bukan masalah. Badanku masih sehat dan kuat," jawab Salim sambil tersenyum.
Selama ini Salim menjaga kesehatannya dengan baik dan rajin berolahraga.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Arum. Arum menyetujui usul Salim.
Beberapa hari kemudian keluarga besar Adinata pindah ke Australia. Semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan perkiraan Dokter Nadia, Michael tidak lagi mengalami mimpi buruk selama tinggal di Australia.
Ketika Michael dewasa dan ingin menjadi dokter bedah, Salim dan Arum mendukung sepenuhnya keinginan Michael.
Salim tidak memaksa Michael untuk membantunya di Perusahaan Adinata.
Salim dan Arum tahu pasti apa alasan Michael ingin menjadi dokter bedah.
Michael ingin menjadi dokter bedah karena penyakit tumor otak yang di derita oleh Susan, ibu kandung Michael.
Salim dan Arum yakin Michael pasti akan menjadi dokter bedah yang hebat.
Michael tidak mengecewakan harapan Salim dan Arum. Michael berhasil menjadi dokter bedah di usia yang masih muda. Setelah Michael menjadi dokter bedah, Michael memutuskan untuk pulang ke Bali dan menjadi dokter bedah di sana.
Salim dan Arum merelakan kepergian Michael ke Bali.
Kematian Susan sudah dua puluh tahun yang lalu. Michael pun sudah tumbuh menjadi pria dewasa.
Salim dan Arum yakin saat ini Michael pasti sudah bisa mengatasi masa lalu nya yang kelam.
***
Selamat siang Readers.
Masih ada satu bab lagi ya nanti malam.
Sesuai dengan alur ceritanya, akan tiba saatnya Jackson Wijaya dan Michael Adinata bertemu secara langsung.
Pada saat itulah akan muncul percikan api di antara mereka berdua (bukan percikan api seperti Jackson dengan Rossy ya 🤣🤣).
Sabar ya. Ceritanya lagi menuju ke sana 😊😊😊🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
FB : Lytie
IG : lytie777
__ADS_1