Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 207. Keinginan Rossy


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya ***


Pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan Jackson berjalan keluar dengan pakaian tidur yang dipersiapkan oleh Rossy tadi. Jackson mengelap rambutnya dengan handuk.


Rossy segera meletakkan handphone miliknya di atas meja dan berjalan mendekati Jackson.


"Sini," ucap Rossy sambil menarik tangan kiri Jackson karena tangan kanan Jackson sedang memegang handuk di kepalanya.


Jackson mengikuti Rossy tanpa berbicara satu kata pun. Jackson merasa penasaran Rossy akan membawanya ke mana.


Mereka berdua menghentikan langkah kaki di depan meja rias.


"Duduklah," kata Rossy dengan lembut dan menunjuk kursi meja rias.


Jackson duduk dengan tenang, mengikuti permintaan Rossy. Rossy menyalakan hair dryer dan membantu Jackson mengeringkan rambut pendeknya.


Jackson menatap pantulan wajah Rossy dari cermin rias, yang terlihat sangat serius menggunakan hair dryer  mengeringkan rambutnya.


Jackson sangat menikmati perhatian yang Rossy berikan kepadanya.


Beberapa saat kemudian rambut pendek Jackson sudah kering sehingga Rossy mematikan hair dryer.


"Ayo kita tidur," ajak Rossy sambil mengandeng tangan Jackson dan berjalan menuju tempat tidur.


Di atas tempat tidur, Rossy seperti seekor kucing yang langsung menempelkan kepalanya di dada atletis Jackson.


Tangan melingkar di pinggang Jackson. Jackson tersenyum tipis melihat sikap Rossy.


"Baru beberapa jam tidak melihatku. Kamu sudah rindu," kata Jackson sambil mencubit gemas hidung mancung Rossy.


Rossy hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Jackson dan tidak membantahnya.


Memang benar perkataan Jackson karena sewaktu Rossy masuk ke dalam kamar tidur tadi dan tidak menemukan sosok Jackson di dalam kamar tidur,  hatinya terasa hampa.


Mungkin karena mereka berdua sudah bersama seharian ataupun mungkin karena Rossy sudah terbiasa setiap kali di kamar tidur melihat Jackson duduk bersandar di atas tempat tidur sambil membaca dokumen perusahaan sehingga sewaktu Rossy masuk ke dalam kamar tidur dan tidak melihat sosok Jackson yang sedang melakukan kebiasaan rutinnya, Rossy merasa rindu kepada Jackson.


Rossy semakin mempererat pelukannya di pinggang Jackson.


Jackson mencium puncak kepala Rossy dengan lembut.


"Jackson. Apakah kita boleh menjemput Kelvin pulang ke Mansion Wijaya?" tanya Rossy sambil mengangkat kepalanya dari dada atletis Jackson supaya bisa melihat wajah tamlan pria yang sangat dicintainya sekarang.


"Aku sudah menanyakannya ke Felix tadi. Besok Felix akan merundingkannya dengan dokter spesialis lain yang ikut merawat Kelvin selama ini, tetapi aku yakin, tidak ada kendala sama sekali dan Kelvin bisa keluar dari rumah sakit," jawab Jackson.


"Benarkah? Kelvin pasti akan sangat senang sekali," ucap Rossy dengan riang.


"Iya," jawab Jackson sambil tersenyum tipis melihat wajah gembira  Rossy.

__ADS_1


Jackson merasa senang karena dirinya mengetahui keinginan Rossy untuk berkumpul bersama Kelvin di Mansion Wijaya sehingga sudah menanyakannya terlebih dahulu ke Felix tadi.


"Besok aky akan ke rumah kontrakan Michelle dan masak lunch di sana. Aku dan Chandra akan mengantar lunch untukmu," kata Rossy.


"Baiklah," jawab Jackson.


Beberapa saat kemudian Rossy teringat akan keinginannya untuk mempertemukan Jackson dan Thomas.


"Jackson. Beberapa hari ini kamu akan sibuk di kantor kah?" tanya Rossy.


"Iya. Ada beberapa proyek kontrak kerja yang harus diselesaikan dengan cepat. Salah satunya kontrak kerja dengan Perusahaan Adinata. CEO Adinata akan datang ke Bali dari Australia. Aku harus bertemu dengannya secara langsung," jawab Jackson dengan jujur.


"Seminggu ini Jackson pasti akan sangat sibuk. Aku akan mempertemukannya dengan ayah setelah kesepakatan kontrak kerjanya selesai," kata hati Rossy.


"Kamu masih bisa melihat wajah tampanku setiap malam," ujar Jackson sambil mencium pipi Rossy.


Rossy tertawa kecil mendengar perkataan Jackson yang pe de dan narsis.


"Iya . Setiap pagi dan malam, aku bisa melihat wajah tampanmu," kata Rossy sambil menggunakan jari telunjuknya  membuat lingkaran di wajah Jackson.


Jackson memegang jari telunjuk Rossy dan mengecupnya berulang kali.


"Aku harus bekerja keras untuk menghidupi istri tercintaku dan anak-anakku," ucap Jackson sambil menatap lembut ke wajah Rossy.


"Iya benar. Kamu harus bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk membeli susu bayi kita nantinya," kata Rossy secara spontan.


"Ayo cepat tidur. Besok kamu harus bangun pagi." Rossy mencoba mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malunya dan memejamkan kedua matanya dengan rapat, berpura-pura tidur.


Samar-samar Rossy bisa mendengar suara tertawa kecil dari mulut Jackson yang membuat pipi Rossy semakin memerah seperti warna kepiting rebus.


Rossy tetap berpura-pura memejamkan kedua matanya dengan rapat.


Beberapa saat kemudian Rossy merasakan tangan Jackson membelai pipinya dengan lembut dan mengaitkan rambutnya yang menempel di wajah, ke belakang telinganya, lalu Rossy merasakan bibir Jackson mencium pipinya dan secara perlahan ciuman itu menuju ke arah dagu dan leher jenjang Rossy.


Sesekali bibir Jackson menyentuh telinga Rossy dan menggigit lembut daun telinga Rossy.


"Jackson," panggil Rossy dengan suara bergetar.


Rossy tahu pasti Jackson sedang memulai petualangan fantasinya lagi.


Jackson menghentikan ciumannya dan berbisik ke telinga Rossy.


"Rossy. Hanya satu kali saja. Aku janji," kata Jackson dengan suara serak.


Rossy membuka kedua matanya dan melihat Jackson sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar.


Tatapan mata Jackson membuat Rossy tidak bisa menolaknya. Rossy pun menganggukkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


Jackson yang mendapatkan persetujuan dari Rossy, tidak membuang waktu lagi. Jackson langsung mencium bibir Rossy dengan lembut dan memulai petualangan fantasinya karena sudah mendapat izin dari Rossy.😆


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Kelvin sangat senang dan makan dengan lahap breakfast masakan Rossy. Setelah menghabiskan semua breakfast yang dimasak Rossy untuknya, Kelvin melanjutkan dengan makan bakpao pikachu rasa coklat.


"Mommy. Tadi pagi-pagi om Felix datang bersama beberapa dokter memeriksaku," kata Kelvin dengan mulut berlepotan coklat.


Sementara Chandra duduk di kursi dan mengunyah bakpao pikachu rasa coklatnya dengan tenang. Sama sekali tidak berlepotan coklat di mulut Chandra.


Rossy tertawa kecil melihat sifat yang bertolak belakang dari kedua putra kembarnya.


"Daddy ingin menjemputmu pulang ke Mansion Wijaya sehingga om Felix dan dokter-dokter itu datang untuk memeriksa keadaanmu," ucap Rossy sambil mengelap mulut Kelvin yang berlepotan coklat dengan tisu basah.


"Benarkah?" tanya Kelvin dan Chandra bersamaan. Mereka berdua menatap Rossy dengan mata berbinar-binar.


"Benar. Jadi Vin Vin harus patuh sama perintah dokter dan makan obat yang dipersiapkan dengan rutin supaya bisa cepat keluar dari rumah sakit," jawab Rossy sambil membelai kepala Kelvin dengan lembut.


"Oke bos mommy," jawab Kelvin sambil mengacungkan jempol mungilnya ke arah Rossy.


"Mommy dan Chandra akan ke rumah aunty Michelle untuk memasak lunch. Nanti siang mommy datang lagi ya," kata Rossy.


"Oke mommy," jawab Kelvin dan menunjuk pipinya.


Rossy tersenyum dan membungkukkan badannya, mencium pipi kiri dan kanan Kelvin.


"Bye bye mommy! Bye bye brother!" ucap Kelvin sambil melambaikan tangannya.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 19.35 WITA. Semoga bisa cepat muncul di aplikasi ya.


Bab 207 yang sudah up dari tadi siang, sampai sekarang masih review 😭😭😂.


Teman sesama author up dari siang juga masih review dan belum muncul.


Mungkin Noveltoon lagi error. Sabar ya readers.


Spoiler bab besok: Michelle Angela bertemu dengan seseorang sewaktu belanja di supermarket? Siapakah dia? Tebak yuk 😊😊😊


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2