Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 61. Rencana Felix


__ADS_3

**Kamar pasien VVIP Dokter Erik***


Walaupun Felix tahu Suster Lisa berbohong, Felix tidak mau membuka kedok Suster Lisa sekarang.


Hal terpenting sekarang adalah membuat Suster Lisa berada di Bali lebih lama sehingga Felix dan Jackson mempunyai waktu untuk memikirkan ide lain yang bisa membuat Suster Lisa mau mengatakan rahasia Dokter Erik.


"Dokter Erik tidak mempunyai keluarga di Bali. Suster Lisa adalah satu-satunya teman terdekat dokter Erik sekarang. Aku sarankan suster Lisa bisa sering datang mengunjungi Dokter Erik dan berbicara kepadanya. Walaupun sedang koma, Dokter Erik bisa mendengarkan suara orang yang berbicara kepadanya. Hal itu akan membuat Dokter Erik bisa lebih cepat siuman," jelas Felix panjang lebar.


Felix ingin menggunakan kondisi Dokter Erik yang sedang koma untuk menahan Suster Lisa lebih lama tinggal di Bali.


Michelle melihat Suster Lisa menatapnya terus menerus sehingga mengira Suster Lisa meminta pendapatnya. Padahal Michelle tidak tahu Suster Lisa menghindari bertatapan dengan Felix karena takut ketahuan berbohong.


Michelle pun ingin Dokter Erik segera siuman sehingga mendukung usul yang Felix sampaikan ke Suster Lisa.


"Benar apa yang dikatakan oleh Dokter Felix. Banyak kasus pasien yang koma bisa bangun kembali karena orang terdekatnya selalu menjenguk dan mengajaknya berbicara ," kata Michelle.


Suster Lisa mempercayai perkataan Michelle karena dirinya pun pernah mendengar tentang hal itu.


Seorang pasien yang sedang koma,tidak akan diketahui dengan pasti kapan akan siuman. Bisa saja besok, seminggu, setahun bahkan ada yang bertahun-tahun koma dan tidak pernah siuman.


Suster Lisa tidak ingin Dokter Erik koma dalam waktu yang lama dan sangat mengharapkan Dokter Erik bisa siuman segera.


"Baik Dokter Michelle dan Dokter Felix. Aku mengerti," jawab Suster Lisa.


"Berapa hari Suster Lisa tinggal di Bali?" tanya Felix.


"Aku mengambil cuti tiga hari. Kalau di perlukan aku bisa menambah cutinya menjadi seminggu. Itu adalah cuti maksimal yang bisa aku ambil," jawab Suster Lisa.


Felix merasa puas di dalam hatinya karena bisa menahan Suster Lisa lebih lama untuk tinggal di Bali.


Selama bekerja di rumah sakit swasta, Suster Lisa selalu bekerja keras dan tidak pernah mengambil cuti sehingga rumah sakit swasta tempatnya bekerja bisa langsung mengabulkan permintaan cuti dadakan dari Suster Lisa kemarin.


Sewaktu Suster Lisa bekerja bersama Dokter Erik di rumah sakit bersalin, Dokter Erik adalah atasan yang baik. Dokter Erik sangat sabar dan mengajarinya banyak hal sehingga Suster Lisa bisa menjadi suster yang terampil. Kalau bukan karena ayahnya yang mendadak sakit dan mengharuskannya pulang, Suster Lisa akan tetap berada di Bali dan menjadi suster di tempat praktek pribadi baru Dokter Erik.


Setidaknya selama berada di Bali, Suster Lisa akan melakukan apapun untuk membuat Dokter Erik siuman dari komanya.


"Aku masih harus melakukan pekerjaan lain. Suster Lisa bisa  berada di sini melihat keadaan Dokter Erik. Dokter Michelle akan menemanimu. Suster Lisa bisa menanyakan perkembangan dokter Erik selama ini ke Dokter Michelle," kata Felix.


Felix tahu Suster Lisa merasa waspada kepadanya karena pertanyaannya tadi sehingga Felix sengaja meninggalkan kamar pasien untuk membuat Suster Lisa merasa lebih nyaman dan tidak bersikap kaku lagi kepadanya nanti.


Felix bisa melihat dengan jelas raut wajah Suster Lisa menjadi lebih tenang ketika dirinya ingin meninggalkan kamar.


"Terima kasih Dokter Felix," kata Suster Lisa dengan sopan.


***

__ADS_1


Setelah Felix pergi,  Suster Lisa melihat ke arah Bagaskara yang masih berada di dalam kamar pasien.


"Terima kasih Pak Bagaskara sudah mengantarku ke sini," kata Suster Lisa.


"Sama-sama Suster Lisa. Aku pamit dulu sekarang," kata Bagaskara.


"Iya Pak Bagaskara. Aku bisa pulang sendiri ke tempat kos nanti. Terima kasih banyak ya atas bantuannya dari kemarin sampai hari ini," kata Suster Lisa dengan tulus.


Suster Lisa sangat berterima kasih kepada Bagaskara yang tidak menolak untuk membawanya ke Bali dan juga mengantarkan ke Healing Hands Hospital untuk mengunjungi Dokter Erik.


***


Sekarang di dalam kamar pasien hanya ada Michelle dan Suster Lisa.


Michelle yang sudah yakin Suster Lisa adalah suster yang membantu persalinan Rossy mencari ide untuk mendapatkan foto Suster Lisa karena mau menunjukkannya ke Rossy.


"Suster Lisa temannya Jennifer kan? Panggil saja aku Michelle. Aku kenal dekat dengan Jennifer," kata Michelle sambil tersenyum.


"Baiklah Michelle. Kamu juga panggil namaku saja. Tidak perlu tambahan suster suster," kata Suster Lisa.


"Yuk kita tukaran nomor LINE," kata Michelle dan Suster Lisa menyetujuinya.


Michelle tersenyum senang melihat profil Suster Lisa di LINE menggunakan fotonya sendiri.


Michelle mengobrol sebentar tentang kondisi Dokter Erik ke Suster Lisa. Kemudian pamitan karena akan memeriksa pasien yang lain.


"Lisa. Kamu bisa menghubungiku kapan saja apabila ada hal yang masih ingin di tanyakan," pesan Michelle sebelum meninggalkan kamar pasien.


"Baiklah Michelle. Terima kasih," kata Suster Lisa.


***


Suster Lisa melihat Dokter Erik yang sedang terbaring di atas tempat tidur.


"Dokter Erik. Aku Lisa. Aku datang ke Bali untuk menjengukmu sewaktu mendengar tentang dirimu yang sedang koma. Bawahan Mister W yang mencariku. Apakah Mister W ingin  mencari tahu tentang bayi yang dilahirkan oleh Miss X? Kamu tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apapun kepada mereka karena sudah berjanji kepadamu untuk merahasiakannya," kata Suster Lisa dengan suara kecil.


"Dokter Erik harus cepat siuman dari koma. Hanya kamu yang berhak menceritakan tentang rahasia lima tahun yang lalu ke Mister W," lanjut Suster Lisa.


***


Michelle yang sedang berjalan keluar dari kamar pasien VVIP Dokter Erik, mengscreenshot foto profil Suster Lisa dan mengirimnya ke LINE Rossy.


"Michelle."


Seseorang memanggil namanya sehingga Michelle memasukkan handphonenya ke dalam kantong jas dokternya dengan cepat dan melihat ke arah orang yang memanggil namanya.

__ADS_1


Michael berdiri tidak jauh darinya dan sedang tersenyum ke arahnya.


"Michael," kata Michelle.


"Bagaimana keadaan Dokter Erik sekarang?" tanya Michael sambil berjalan ke depan Michelle.


Michelle ingat bahwa Michael mengenal Dokter Erik karena dialah yang mengantarkan Dokter Erik ke Healing Hands Hospital dari rumah sakit Medical Health.


"Semua organ vitalnya perkembangannya sudah sangat bagus. Sekarang hanyalah menunggu Dokter Erik  siuman dari koma nya," jawab Michelle.


"Baguslah nyawa Dokter Erik tidak berada dalam bahaya lagi. Dokter Erik termasuk pasienku juga karena akubikut melakukan operasi untuknya di Medical Health ketika dia kecelakaan mobil," kata Michael.


Mendengar perkataan Michael, Michelle baru tahu Michael adalah dokter bedah.


Sebelumnya Michelle mengira Michael hanyalah dokter intern biasa yang di beri tugas untuk mengantar Dokter Erik ke Healing Hands Hospital.


Michelle tidak menyangka rumah sakit Medical Health akan menggunakan dokter bedahnya untuk melakukan transfer Dokter Erik.


"Michael. Aku tidak menyangka kamu adalah dokter bedah. Kamu kelihatan masih muda. Pasti keahlianmu sangat bagus," puji Michelle.


"Waktu itu aku hanya membantu dokter senior yang melakukan operasi Dokter Erik," kata Michael.


"Kesembuhan Dokter Erik tergantung kepadamu Michelle. Aku tahu Dokter Erik tidak ada keluarga di sini," lanjut Michael.


"Iya. Dokter Erik memang tidak ada keluarga di sini.Tetapi sekarang ada kenalannya yang sedang menjenguknya di dalam," kata Michelle dengan jujur.


"Kenalannya? Teman dekatnya ya?" tanya Michael.


"Hubungan mereka bisa dibilang teman dekat karena Lisa adalah suster yang pernah bekerja membantu Dokter Erik dalam waktu yang lama," jawab Michelle.


"Baguslah. Semoga saja Dokter Erik bisa siuman  dari koma nya segera," kata Michael.


"Iya Michael. Aku pun mengharapkan itu," kata Michelle.


Setelah berbincang sebentar mengenai Dokter Erik, Michelle dan Michael pun berpisah jalan di depan kamar pasien VVIP Dokter Erik.


"Lisa," kata hati Michael sambil melirik sekilas pintu kamar pasien VVIP Dokter Erik.


***


Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Jackson dan Rossy akan muncul lagi ^~°


Salam sayang


Author : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2