Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 130. Love is in the air


__ADS_3

**Mansion Wijaya***


Felix yang sedang makan breakfast dengan lahap mengetahui kepura-puraan Jackson dan gelagat kecil Rossy.


"Love is in the air," kata hati Felix.


Felix memutuskan dirinya akan lebih giat mengirim sinyal-sinyal cinta ke Michelle supaya tidak kalah dari Jackson dalam hal percintaan.🤭


Beberapa saat kemudian Pak Lesmana berjalan ke ruang makan sambil membawa sebuah kotak kardus di tangannya. Kotak kardus itu sudah terbuka.


"Maaf nona Rossy. Semua paket yang di kirimkan ke Mansion Wijaya harus di periksa terlebih dahulu sehingga saya tadi membuka paket nona Rossy untuk melihat isinya," ucap Pak Lesmana sambil menyerahkan kotak kardus itu ke Rossy.


Rossy melihat isi kotak kardus itu dan baru teringat akan pesanannya di online shop beberapa waktu yang lalu, di malam hari setelah kejadian penculikannya oleh pria gila.


Rossy tidak menyalahkan Pak Lesmana yang membuka isi paketnya karena memang kesalahan Rossy yang lupa memberitahukan Pak Lesmana akan pesanan online nya.


Seharusnya Rossy menuliskan alamat rumah kontrakan Michelle. Dikarenakan kejadian penculikan yang membuatnya gelisah, Rossy salah menulis alamat pengiriman sehingga paket nya terkirim ke Mansion Wijaya.


Mansion Wijaya pasti mempunyai peraturan yang lebih ketat untuk keamanan.


"Apa yang kamu pesan?" tanya Jackson secara tiba-tiba.


Jackson mendengar pembicaraan antara Pak Lesmana dengan Rossy sehingga penasaran dengan barang belanjaan Rossy


"Mungkinkah sheet mask?" kata hati Jackson.


Jackson tahu Rossy sangat minder dengan wajahnya yang jelek sehingga tidak percaya diri untuk berada di samping Jackson


"Oh ini...."


Belum sempat Rossy mengatakan isi paketnya, Pak Lesmana mengambil kotak kardus itu dari tangan Rossy dan menyerahkannya ke Jackson.


Rossy berjalan mendekati Jackson untuk menjelaskan benda di dalam kotak kardus itu.


Jackson mengeluarkan alat kejut listrik dan semprotan merica dari dalam kotak kardus itu.


"Rossy. Kenapa kamu membeli kedua alat ini?" tanya Jackson sambil memegang alat kejut listrik dan semprotan merica di kedua tangannya.


Felix pun melihat kedua alat itu dengan pandangan penasaran.


Jackson dan Felix tahu kegunaan kedua alat itu dengan jelas sehingga ingin mengetahui alasan Rossy membelinya.


"Aku akan membawa kedua alat ini setiap hari untuk melindungi diri dari orang jahat. Sewaktu tinggal di Amerika, kedua alat ini juga selalu berada di dalam tas ku dan aku beruntung tidak perlu menggunakannya di sana," jawab Rossy dengan jujur.


Jackson dan Felix yakin Rossy membeli kedua alat ini karena kejadian penculikannya beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Rossy. Berapa lama kamu tinggal di Amerika?" tanya Jackson.


Jackson ingin mengetahui lebih banyak hal tentang Rossy.


Selama ini Jackson hanya tahu Rossy kuliah di CIA (Culinary Institute of America) dan menjadi murid Mister Gordon serta mempunyai seorang putra yang seumuran dengan Chandra.


"Sekitar lima tahun," jawab Rossy dengan jujur.


"Kamu tinggal sendirian di sana bersama putramu?" tamya Jackson.


"Aku tinggal di sharing apartemen bersama dua pelajar dari Indonesia. Mereka sering membantuku menjaga Kelvin dan juga mereka yang menyarankanku untuk membawa kedua alat ini setiap saat," jawab Rossy sambil tersenyum.


Rossy sangat bersyukur selama tinggal di Amerika selalu bertemu dengan orang-orang yang baik dan mau membantunya. Jika tidak, akan sulit bagi Rossy menjadi single parent di sana.


Jackson memasukkan kembali kedua alat itu ke dalam kotak kardus dan memberikannya ke Rossy.


Jackson terdiam dan terlihat sedang memikirkanĀ  sesuatu dengan serius.


Felix yakin Jackson pasti memikirkan hal yang berhubungan dengan Rossy.


Ketika Rossy pergi untuk mengantar breakfast Kelvin ke Healing Hands Hospital, Felix melihat ke arah Jackson.


"Jackson. Sabtu ini kamu akan menemani Rossy ke pesta pertunangan ya?" tanya Felix.


Jackson sengaja tidak memberitahukan tentang pesta pertunangan sabtu ini karena tidak ingin Felix bertanya bermacam-macam hal kepadanya dengan penasaran. Akan tetapi, tidak di sangka Felix bisa mengetahui tentang pesta pertunangan yang akan di hadiri Jackson dan Rossy.


"Kenapa kamu bisa tahu?" tanya Jackson.


"Aku juga hadir di pesta pertunangan itu dengan angelku," jawab Felix sambil mengedipkan matanya dengan genit.


Felix tidak bisa menutup rasa senangnya karena akan menjadi pasangan Michelle di pesta pertunangan itu.


"Angel? pasti Michelle, temannya Rossy," kata hati Jackson.


"Oh iya. Kalau tidak salah itu pesta pertunangan adik tiri Rossy kan? Aku tidak tahu Rossy masih mempunyai keluarga di Bali," kata Felix yang teringat pesta sabtu ini adalah pesta pertunangan adik tiri Rossy.


"Hubungan mereka tidak baik," ujar Jackson dengan nada datar.


"Kenapa kamu bisa mengetahuinya? Tidak baik karena berebutan kasih sayang dari orang tua?" Felix bertanya dengan antusias.


"Tunangan adik tiri Rossy adalah mantan tunangan Rossy," jawab Jackson.


"What? Are you kidding?" tanya Felix dengan nada tidak percaya.


"No!" Jackson menjawab dengan singkat.

__ADS_1


"Gila. Kehidupan Rossy seperti drakor dan sinetron aja. Rossy sangat berani menghadiri pesta pertunangan adik tirinya dan tidak takut di kerjain adiknya di pesta itu nanti," ujar Felix.


Pemikiran Felix sama dengan yang di pikirkan oleh Jackson. Adik tiri Rossy sengaja mengundangnya ke pesta pertunangan, pasti mempunyai maksud lain yang tidak baik.


"Di mana pestanya di adakan?" tanya Jackson ke Felix.


"Di Ballroom Hotel H. Pestanya menggunakan tema pesta topeng," jawab Felix dengan lancar.


Felix bisa mengetahuinya dengan jelas karena mencari kesempatan untuk mengobrol dengan Michelle dengan menanyakan acara pesta pertunangan sabtu ini.


Jackson segera mengambil handphonenya dan menelepon Bagaskara.


"Pagi tuan Jackson," sapa Bagaskara di sambungan telepon.


"Bagaskara. Sabtu ini kamu bawa beberapa bodyguard stand by di Hotel H. Aku akan menghadiri pesta pertunangan di sana," perintah Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Bagaskara.


Bagaskara tidak menanyakan apa pun tentang yang harus di lakukannya di Hotel H. Bagaskara tahu Jackson pasti akan menghubunginya nanti jika memerlukannya.


Felix yang ikut mendengar pembicaraan telepon, mengacungkan jempol ke arah Jackson.


Felix tahu Jackson akan melindungi Rossy di pesta pertunangan sabtu ini dan tidak akan membiarkan hal buruk menimpa Rossy di sana.


"Jackson. Kamu tahu tidak, apa yang terlihat di sekitarku saat ini?" tanya Felix sambil tersenyum nakal.


"Apa?" tanya Jackson dengan nada datar.


"Love is in the air," jawab Felix.


Jackson tidak mengatakan apa pun karena mengerti perkataan Felix. Jackson tidak menyadari Felix sudah melihat telinganya yang sudah merona merah.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa klik like ya.


Besok author akan up 2 bab lagi.


Thank You


Salam Sayang


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2