Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 225. Test pack part II


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Pagi hari Jackson membangunkan Rossy yang sedang tertidur pulas di dalam pelukannya.


"Rossy. Ayo bangun sayang," kata Jackson sambil membelai pipi Rossy Hartono dengan lembut.


"Hm...," gumam Rossy tanpa membuka kedua matanya yang terpejam rapat.


Jackson mencium pipi Rossy bertubi-tubi. "Bangun sayang. Sudah pagi," kata Jackson Wijaya.


Rossy membuka matanya secara perlahan. "Pagi?" tanya Rossy dengan nada tidak percaya karena alarm handphone miliknya belum berbunyi sama sekali.


Rossy melepaskan pelukannya dari tubuh Jackson dan membalikkan tubuhnya. Tangan Rossy meraba-raba di atas meja nakas untuk mengambil handphone.


Sewaktu melihat jelas jam yang tertera di layar handphone, mata Rossy Hartono membulat besar.


"Jam lima pagi?" teriak Rossy dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jackson.


Jackson sudah berbaring menyamping sambil menopang wajahnya dengan tangan kirinya.


Jackson belum memakai baju dan hanya mengenakan celana boxer sehingga memperlihatkan dada atletisnya.


"Iya," jawab Jackson dengan singkat.


Rossy menatap wajah Jackson dengan bingung karena membangunkannya jam lima pagi.


Padahal Rossy baru bisa tidur pulas jam dua malam. Rossy menyesali sikap agresifnya semalam yang membuat Jackson menjadi lebih agresif dan ganas. Jackson membawanya ke petualangan fantasi dalam waktu yang sangat panjang.


Sekarang Rossy merasakan seluruh tubuhnya sakit dan tidak bertenaga, bagaikan di tabrak oleh truk barang ukuran dinosaurus berkali-kali.😂


Jackson bangun dari tempat tidur dan mengambil satu gelas besar yang berisi penuh air putih dari atas meja nakasnya.


Rossy merasa heran sejak kapan Jackson sudah mengambil segelas air putih itu.


"Minumlah sayang," ucap Jackson ke Rossy.


Rossy yang memang merasakan haus, menganggukkan kepalanya.


Kemudian Rossy menyandarkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan minum air putih itu secara perlahan karena ukuran gelasnya sangat besar.


Rossy masih merasa bingung karena Jackson membangunkannya jam lima pagi.


Pikiran Rossy melayang ke mana-mana,  mencoba mencari jawaban apa yang akan di lakukan Jackson sepagi ini.


"Kenapa Jackson membangunkanku pagi-pagi? Apakah ingin mengulang lagi petualangan fantasinya?" kata hati Rossy.


Kepala Rossy berdenyut keras memikirkan kemungkinan mengulang lagi petualangan fantasi yang memang menyenangkan tetapi sangat melelahkan hingga semua tenaganya terkuras habis.


Rossy merasa dirinya perlu melakukan negosiasi dengan Jackson tentang kuantitas petualangan fantasi yang akan mereka lakukan bersama.😂


Sesekali Rossy melirik ke dada atletis dan perut six pack Jackson yang penuh dengan gigitan cinta hasil karyanya semalam. Wajah Rossy memerah seperti kepiting rebus.


Setelah gelasnya kosong, Jackson meletakkannya di atas meja nakas dan mengambil paper bag dari atas meja nakas yang sama.


Jackson memilih benda di dalam paper bag dengan wajah serius sehingga membuat Rossy semakin penasaran apa isi di dalam paper bag itu.

__ADS_1


***


"Rossy. Kamu ingin pipis?" tanya Jackson.


"Hah?" kata Rossy yang semakin bingung dengan pertanyaan Jackson.


"Ini untukmu," ucap Jackson sambil mengulurkan dua kotak kecil dari tangannya ke Rossy.


Mata Rossy membulat besar melihat test pack strip dan tes  pack digital yang diberikan oleh Jackson.


Rossy membaca dengan saksama tulisan di paper bag besar itu.


"Apotek K-24"


"Isi paper bag itu semuanya test pack?" tanya Rossy.


"Iya," jawab Jackson dengan singkat.


"Kamu bercanda kan, Jackson?" tanya Rossy.


Jackson tidak menjawab pertanyaan Rossy melainkan mengulurkan paper bag besar itu ke hadapan Rossy.


Mata Rossy semakin membulat besar karena tebakannya tepat.


"Jackson. Tes pack ini baru bisa dipakai jika menstruasiku telat datang," kata Rossy.


"Kata apoteker, setelah berhubungan mesra lebih dari tujuh hari, sudah bisa memakai tes pack ini," ucap Jackson.


Jackson menjelaskannya kepada Rossy tentang semua ilmu tes kehamilan yang diperolehnya dari apoteker wanita dan juga cara pemakaian kedua jenis test pack itu dengan serius.


Rossy Hartono tersenyum kecil mengingat profesor cilik kesayangannya, Chandra. Sifat Chandra sangat mirip dengan Jackson.


Jackson menatap wajah Rossy setelah menyelesaikan ceramahnya.


"Baiklah. Aku akan memakainya sekarang," kata Rossy.


Kebetulan saat ini Rossy merasakan kebelet pipis yang mungkin saja disebabkan oleh satu gelas besar air putih yang diberikan oleh Jackson tadi.😂


Rossy memegang erat selimut yang menutupi tubuh polosnya dan akan  turun dari tempat tidur.


Jackson menggendong tubuh Rossy dengan sigap sebelum kaki gadis muda itu menyentuh ke lantai dan berjalan ke kamar mandi.


"Aku tunggu hasilnya," ucap Jackson dan mencium kening Rossy sebelum meninggalkan kamar mandi.


***


Di dalam kamar tidur Jackson menunggu Rossy keluar dari kamar mandi dengan perasaan antusias.


Waktu sudah  berlalu beberapa menit, tetapi Rossy masih belum keluar dari kamar mandi. Jackson merasakan penantiannya seakan-akan bertahun-tahun lamanya.


Ketika terdengar suara pintu kamar mandi dibuka dari dalam, Jackson segera berjalan menghampiri Rossy.


Tubuh polos Rossy sudah terbalut rapat dengan selimut. Rossy memegang kedua test pack dan berjalan perlahan keluar dari kamar mandi.


Jackson yang tidak sabaran dengan hasilnya segera menggendong Rossy lagi.

__ADS_1


Jackson berjalan menuju sofa yang berada di dalam kamar tidur. Jackson duduk di atas sofa sambil memangku Rossy.


"Apa hasilnya?" tanya Jackson.


Rossy menggelengkan kepalanya sambil menunjukkan kedua test pack ke Jackson.


Jackson bisa melihat satu garis di test pack strip dan tulisan 'No' di test pack digital.


"Tidak apa-apa. Kita hanya perlu lebih giat lagi berpetualangan fantasi," ucap Jackson dan mencium bibir Rossy dengan lembut.


Kepala Rossy berdenyut keras mendengar perkataan Jackson.


Kedua test pack yang berada di tangannya jatuh ke lantai. Kalau pagi ini Jackson masih membawanya petualangan fantasi lagi, Rossy yakin dirinya tidak akan bisa turun dari tempat tidur seharian.😅


***


"Jackson," panggil Rossy ketika bibir Jackson sedang mencium leher jenjangnya.


Jackson menghentikan aksinya dan menatap wajah Rossy.


"Hari ini aku harus ke Butik Athena bersama Chandra untuk membeli pakaian Kelvin," kata Rossy.


"Oke," kata Jackson dan menatap wajah Rossy secara intens.


Jackson bisa merasakan penolakan halus dari Rossy untuk berpetualangan fantasi pagi dengannya.


Jackson sadar petualangan fantasinya semalam sangatlah liar dan agresif , yang pastinya membuat Rossy kelelahan.


Lagi pula mereka berdua bisa petualangan fantasi nanti malam sehingga Jackson memutuskan melepaskan Rossy kali ini. 😂


Jackson mencium kening dan pipi Rossy, lalu memeluk tubuh Rossy dengan erat.


Rossy membalas pelukan Jackson sambil mengelus punggung kekar Jackson.


Rossy tahu Jackson sedang mencoba memadamkan gelora darah mudanya sekarang.


***


Halo readers. Crazy up hari ini done ya.


Bab ini author up pukul 19.50 WITA.


Readers jangan kecewa ya karena hasil test packnya negatif.


Jackson pasti akan mengajak Rossy berpetualangan fantasi setiap malam supaya dedek baby nya berhasil .🥰🥰🥰


Lagi pula masih ada satu paper bag test pack😂😂😂.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


Yang pastinya masih ada kemesraan Jackson & Rossy dan si benalu Violet juga akan muncul besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2