
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Setelah membacakan dongeng sebelum tidur untuk Chandra dan video call dengan Kelvin, Rossy berjalan masuk ke dalam kamar tidur Jackson.
Kali ini Rossy tidak lagi bersikap menghindar dari Jackson atau pun mendiamkan Jackson.
Curahan hati yang mereka berdua lakukan pada malam itu adalah fondasi yang kuat di dalam hubungan mereka.
Rossy yakin dirinya dan Jackson saling mencintai dan perasaan itu akan bertambah kuat dan erat setiap hari.
Mengenai masalah Jackson tidak bisa bersikap romantis, Rossy tidak mau mempermasalahkannya lagi.
Selama Jackson mencintai dan menyayanginya dengan tulus, Rossy pun akan melakukan hal yang sama terhadap Jackson.
Rossy menduga Jackson menginginkan bayi perempuan seperti Kelvin dan Chandra sehingga percaya dengan mitos itu dan memberi hadiah sayuran sebanyak satu luggage van.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Jackson sudah mandi dan mengenakan baju tidur.
Seperti biasa Jackson duduk bersandar di atas tempat tidur sambil mengerjakan pekerjaan kantornya, tetapi malam ini Rossy melihat ada lebih banyak dokumen perusahaan yang berada di atas meja nakas di samping tempat tidur Jackson.
"Rossy."
Jackson mendengar suara pintu kamar dikunci sehingga tahu Rossy sudah berada di dalam kamar tidur.
"Iya," jawab Rossy.
"Hari sudah malam. Cepatlah mandi air hangat," kata Jackson dengan suara lembut.
"Oke," jawab Rossy.
Rossy membuka lemari pakaian dan mengambil baju tidur piyamanya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Rossy keluar dari kamar mandi. Rossy tidak keramas malam ini karena tidak mau suara hair dryer mengganggu Jackson yang sedang membaca dokumen perusahaan.
Rossy naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya menghadap ke arah Jackson.
Rossy menopang wajahnya dengan tangan kanannya dan menatap intens Jackson yang sedang serius membaca dokumen di tangannya.
Rossy sangat suka melihat wajah Jackson yang sedang serius bekerja. Mata yang tajam, hidung yang mancung, dan bibir yang menawan.
"Jackson semakin tampan," kata hati Rossy.
Sekarang Jackson sudah bisa makan makanan tanpa memuntahkannya lagi sehingga membuat kondisi tubuh Jackson semakin baik.
Tubuh Jackson tidak lemah seperti dulu lagi. Rossy bisa membayangkan tubuh Jackson yang semakin atletis di balik baju tidurnya.
Tanpa sadar Rossy meletakkan telapak tangan kirinya di depan dada Jackson.
Jackson meletakkan dokumennya di atas meja nakas dan memegang telapak tangan kiri Rossy yang masih menempel di dadanya.
"Kamu ingin memegang saja atau melihatnya langsung?" tanya Jackson.
Pipi Rossy merona merah karena Jackson bisa membaca isi hatinya.
__ADS_1
Rossy mencoba menarik tangan kirinya, tetapi Jackson memegangnya lebih erat lagi.
Jackson tahu Rossy pasti akan segera menarik kembali tangannya karena malu.
Jackson mengarahkan tangan kiri Rossy ke arah wajahnya dan mencium tangan Rossy dengan lembut.
Kemudian Jackson melepaskan tangan Rossy dan ikut berbaring di atas tempat tidur dan menghadap ke arah Rossy.
Jackson menopang wajahnya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang pipi Rossy.
"Aku sangat suka melihat wajahmu yang merona merah karena malu," kata Jackson.
"Aku gak merasa malu," bantah Rossy.
"Benarkah? Ayo ngaku sayang," kata Jackson sambil menggelitik pinggang Rossy.
Rossy tertawa kecil dan berusaha menahan tangan Jackson yang sedang menggelitik pinggangnya.
"Stop Jackson! Stop! Geli,"kata Rossy sambil tertawa terus menerus.
Jackson menghentikan aksinya.
"Imbalannya apa?" tanya Jackson dengan suara serak.
Rossy memajukan bibirnya dan mencium bibir Jackson dengan lembut.
Jackson membalas ciuman Rossy dan tangannya memeluk erat tubuh Rossy.
Setelah berciuman dalam waktu yang lama, Jackson menghentikan ciumannya sebelum darah mudanya memaksanya melakukan hal yang lebih agresif.
Rossy melingkarkan tangannya ke lengan Jackson dan menyandarkan kepalanya ke dada atletis Jackson.
"Jackson. Besok aku akan menemui ayahku," kata Rossy dengan suara kecil.
Jackson teringat akan mata sendu dan sedih Rossy dibalik topeng wajahnya ketika menatap Thomas dari kejauhan di pesta pertunangan Febrian dan Violet.
"Di mana?" tanya Jackson.
"Di restoran ayah," jawab Rossy dengan jujur.
"Kamu perlu aku menemanimu ke sana?" tanya Jackson.
Walaupun pekerjaan Jackson sangatlah banyak di Perusahaan Wijaya, tetapi Jackson akan meluangkan waktunya untuk menemani Rossy menemui Thomas jika Rossy membutuhkannya.
"Untuk sementara aku ingin bertemu sendirian dengan ayah. Aku pasti akan membawamu dan Kelvin serta Chandra menemui ayah nantinya," jawab Rossy.
"Baiklah. Jam berapa kamu akan bertemu dengan ayahmu?" tanya Jackson.
"Setelah mengantar breakfast untuk Kelvin. Chandra akan menemani Kelvin disana. Ada Robin yang menjaga mereka berdua sehingga aku merasa lebih tenang. Aku akan pergi diantar oleh Pak Benyamin. Jangan khawatir," jawab Rossy panjang lebar tentang jadwalnya besok.
Sewaktu pulang dari Vila Wijaya, Rossy sudah memikirkan dengan matang waktu yang tepat menemui Thomas di Restoran Hartono.
Rossy yakin dirinya tidak mungkin akan bertemu dengan Wulan Sari dan Violet jika berangkat ke Restoran Hartono di pagi hari.
Rossy ingin bicara berdua dengan Thomas tanpa campur tangan dari Wulan Sari dan Violet yang malahan akan memperkeruh keadaan apabila mereka berdua ada di sana.
"Kirim sms LINE kepadaku ketika kamu tiba di sana ya. Nama restoran ayahmu apa?" tanya Jackson.
__ADS_1
"Restoran Hartono. Lokasinya di dekat pantai. Kita bisa ke sana bersama Chandra dan Kelvin nanti.Mereka berdua pasti menyukainya," jawab Rossy.
"Iya," kata Jackson.
Jackson memutuskan akan meminta Bagaskara menunggu di dalam Restoran Hartono untuk melindungi Rossy.
Setelah berbincang tentang pertemuannya dengan ayahnya besok pagi, Rossy teringat akan pekerjaan Jackson yang menumpuk.
"Jackson. Jangan bekerja terlalu keras," kata Rossy sambil mengusap lengan Jackson.
Jackson tahu Rossy melihat dokumennya yang menumpuk di atas meja nakas.
"Hanya beberapa dokumen saja. Aku harus menyelesaikannya sehingga bisa mempunyai waktu luang sabtu ini untuk berkencan denganmu," ucap Jackson dan mencium puncak kepala Rossy yang bersandar di dadanya.
Rossy mengangkat kepalanya dan melihat wajah Jackson.
"Kencan?" tanya Rossy.
"Iya. Aku akan berkencan denganmu sabtu ini," jawab Jackson sambil tersenyum.
"Kamu akan membawaku kencan di mana?" tanya Rossy dengan mata berbinar-binar.
"Taman bermain," jawab Jackson.
"Aku belum pernah ke taman bermain. Pasti menyenangkan," kata Rossy sambil tersenyum lebar.
"Pasti!" jawab Jackson dengan yakin.
Jadwal kencan mereka berdua sabtu ini sudah dirancang sempurna oleh Jackson. Jackson yakin kencan sabtu ini akan brerjalan lancar dan menyenangkan hati Rossy.
"Baiklah," jawab Rossy.
Jackson mengecup hidung Rossy satu kali.
"Tidurlah sayang," kata Jackson.
Rossy menganggukkan kepalanya dan melepaskan tangannya yang melingkar di lengan Jackson.
Kemudian Rossy mengecup pipi kiri dan kanan Jackson sebelum berbaring di tempat tidur.
Rossy tidur pulas sambil menghadap ke arah Jackson.
Jackson melanjutkan membaca dokumennya supaya bisa cepat selesai dan menyusul ke alam mimpi bersama Rossy.
***
Selamat malam readers.
Bab ini author up pukul 20.50 WITA. Semoga cepat muncul di aplikasi dan readers menyukainya ya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1