Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 178. Dongeng sebelum tidur


__ADS_3

**Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Rossy dan Michelle membereskan kotak-kotak makanan kosong yang tadinya berisi dinner mereka.


Felix yang sudah makan kenyang melihat jam tangan di pergelangan tangannya.


"Michelle. Ayo kita pulang sekarang," ajak Felix.


"Oke," jawab Michelle.


"Bye Bye Aunty Michelle dan Om Felix," ucap Chandra dan Kelvin bersamaan.


Beberapa saat setelah Michelle dan Felix pulang, Jackson pun memutuskan pulang bersama Rossy dan Chandra.


"Besok mommy akan datang lagi bersama Chandra," kata Rossy ke Kelvin.


"Oke bos mommy," jawab Kelvin sambil memeluk dan mencium pipi Rossy.


Jackson akan bekerja di Perusahaan Wijaya sehingga hanya Rossy dan Chandra yang akan menjenguk Kelvin besok.


"Bye bye daddy, mommy, brother," kata Kelvin.


 ***


Ketika Jackson keluar dari kamar, terlihat Robin sedang berdiri tegak di depan kamar pasien VVIP Kelvin.


"Tuan Jackson!" sapa Robin sambil memberi hormat.


"Jaga tuan muda dengan baik!" perintah Jackson.


"Pasti tuan Jackson! Aku tidak akan membiarkan tuan muda keluar dari dalam kamar tanpa sepengetahuanku," ucap Robin dengan yakin.


Robin merasa lega karena Jackson memberinya satu kesempatan lagi untuk menjaga Chandra sehingga bertekad dalam hatinya tidak akan membuat kelalaian lagi.


Kemudian Rossy keluar dari kamar pasien sambil bergandengan tangan dengan Chandra.


"Bye bye Om Robin," kata Chandra.


"Tu...tuan muda Chandra! Jika kamu pulang sekarang, aku harus menjaga siapa nantinya?" tanya Robin dengan wajah bingung.


"Adikku," jawab Chandra dengan tenang.


"Adik tuan muda Chandra?? Sejak kapan tuan muda Chandra mempunyai adik?" kata hati Robin.


Chandra merasa kasihan melihat raut wajah Robin yang semakin kebingungan.


"Om Robin! Di dalam kamar ini ada adik laki-lakiku, Kelvin. Selama ini kalian berdua sudah berteman baik," kata Chandra.


Chandra tahu setiap hari Robin akan menemani Kelvin bermain board games dan selalu berakhir dengan wajah Robin yang penuh dengan coretan pulpen karena kalah dalam permainan board games.


Belum hilang rasa keterkejutan Robin, pintu kamar pasien VVIP Kelvin terbuka dari dalam dan Kelvin menjulurkan kepalanya saja  dari celah pintu kamar yang di bukanya.

__ADS_1


Robin terkejut dan mundur dua langkah menghindari kamar pasien VVIP Kelvin


"Kalian cepatlah pulang supaya bisa datang pagi-pagi besok menemaniku," ucap Kelvin sambil melambaikan tangan ke arah keluarga kecilnya.


Robin melihat ke arah Chandra dan Kelvin bergantian dan berulang-ulang.


"Tuan...tuan muda....Kelvin?" tanya Robin ke Kelvin setelah mulai mengingat perkataan Chandra tentang adiknya yang bernama Kelvin sedang berada di dalam kamar pasien VVIP.


"Halo Om Robin! Malam ini aku tidak mau jalan-jalan keliling Healing Hands Hospital lagi. Aku sudah capek sekarang," ucap Kelvin.


"Kelvin! Cepat masuk ke dalam kamar dan beristirahat!" ucap Rossy setelah mendengar perkataan Kelvin.


Rossy tidak ingin Kelvin kecapekan dan akan mempengaruhi penyakitnya.


"Oke mommy. Bye bye," jawab Kelvin dengan patuh dan menarik kembali kepalanya dari celah pintu kemudian menutup pintu kamar pasien.


Mereka bertiga pun berjalan meninggalkan Robin yang masih berdiri terpaku di depan pintu kamar pasien VVIP Kelvin.


Robin mencoba mencubit tangannya sendiri dengan keras dan terasa sangat sakit.


"Ini bukan mimpi. Ternyata ada dua tuan muda Chandra," kata hati Robin.


***Mansion Wijaya***


Jackson menghentikan mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam di depan Mansion Wijaya.


Pak Lesmana bergegas menghampiri mobil dan membuka pintu belakang mobil Land Rover Range Rover Velar.


Sekarang Pak Lesmana yakin Rossy akan menjadi Nyonya Wijaya di Mansion Wijaya dalam waktu yang dekat karena tadi siang Agung meneleponnya dan menanyakan tentang Rossy.


Ketika Pak Lesmana memberitahukan Agung bahwa Rossy akan tidur di kamar tidur Jackson Wijaya mulai malam ini, Agung tertawa senang dan bilang ke Pak Lesmana bahwa akhirnya dia mendapatkan cucu menantu.


Pak Lesmana menduga pastilah Jackson sudah menelepon Agung untuk meminta restu dari Agung tentang hubungan Jackson dan Rossy.


"Malam Pak Lesmana!" Rossy membalas sapaan Pak Lesmana dengan ramah.


"Pak Lesmana!" sapa Chandra


yang baru turun dari mobil.


"Tuan muda Chandra!" teriak Pak Lesmana dengan senang.


Pak Lesmana melihat Chandra dari atas kepala sampai ujung kaki dan merasa senang tuan muda Chandranya sudah sehat dan bisa keluar dari Healing Hands Hospital, sedangkan Jackson turun dari mobil bagian pengemudi dan menyerahkan kunci mobil ke Pak Kuncoro yang juga bergegas menghampiri mobil Jackson tadi.


"Pak Kuncoro! Tolong parkir mobilnya!" kata Jackson dengan suara datar.


"Baik tuan Jackson!" jawab Pak Kuncoro.


Jackson mengandeng tangan kanan Rossy berjalan masuk ke dalam Mansion Wijaya, sedangkan Chandra berpegangan di tangan kiri Rossy.


Pak Lesmana mencoba melihat lagi ke dalam mobil  bagian belakang untuk mencari putra Rossy dan tidak menemukan siapa pun di sana.

__ADS_1


"Mungkin malam ini nona Rossy ingin memupuk hubungan ibu dan anak dengan tuan muda Chandra sehingga belum membawa putranya datang," kata hati Pak Lesmana.


 ***


Jackson, Rossy, dan Chandra berada di lantai dua sekarang.


"Rossy! Nanti kamu ke kamarku," kata Jackson.


Jackson tahu Rossy ingin menemani Chandra ke kamar tidurnya terlebih dahulu sehingga Jackson mengalah sebentar ke putranya karena Rossy akan menemaninya sepanjang malam nanti.😂


"Oke Jackson," jawab Rossy dan berjalan menuju kamar tidur Chandra.


 


***Kamar tidur Chandra Wijaya***


Chandra mandi di dalam kamar mandi dengan air hangat yang sudah disiapkan oleh Rossy.


Kemudian memakai baju tidur anak-anak yang sudah disiapkan oleh Rossy dan naik ke atas tempat tidurnya.


"Chandra. Mommy akan membacakan dongeng tidur untukmu," kata Rossy.


"Thank you mommy," jawab Chandra dengan patuh.


Chandra duduk di atas tempat tidurnya dengan ekspresi wajah yang tenang sambil mendengarkan dongeng tidur yang dibacakan oleh Rossy.


Senyum tipis mengembang di sudut bibir Chandra karena mulai sekarang dirinya bisa mendengarkan dongeng sebelum tidur dari Rossy setiap malam.


Sewaktu pertama kali bertukar identitas dengan Kelvin, Chandra hanya sempat dibacakan dongeng sebelum tidur sebanyak dua kali oleh Rossy yaitu di malam Rossy tiba di Bali dan malam kedua ketika Rossy selesai interview kerja di Mansion Wijaya.


Pada hari ketiga, Rossy sudah menginap di Mansion Wijaya sehingga tidak bisa membacakan dongeng sebelum tidur untuk Chandra.


Setelah  selesai membacakan dongeng sebelum tidur, Rossy memberikan good night kiss di pipi kiri dan kanan Chandra.


***


Selamat malam readers.


Author mau ucapin terima kasih banyak kepada semua readers yang sudah mendukung novel ini, baik berupa Vote, Hadiah, Like, dan Komentar Positif 😘😘😘🤗🤗🤗.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Apakah Jackson Wijaya dan Rossy Hartono akan melanjutkan malam panas kedua? 😂😂


Atau ada 'biang kerok' yang mengganggu mereka berdua?


Ditunggu ya readers


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2