
Selamat Siang Para Pembaca Setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Author ingin mengumumkan cover novel yang lama akan diganti ya.
Ini cover baru Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef buatan author.
Author tidak pintar membuat cover yang bagus dan akan berusaha terus membuat cover yang lebih baik ya.
Cover pertama untuk novel ini author dapat gratis dari aplikasi sampul buku.Hal itu membuat banyak novel karya teman lain yang memakai cover itu sehingga author memutuskan mengganti covernya ^~^.
Visual Si Kembar sudah ada ya .
CHANDRA WIJAYA
Author memilih foto ini karena Chandra Wijaya anak yang tenang dan mandiri.Cocok dengan foto di atas.
KELVIN HARTONO
Author memilih foto di atas sebagai Kelvin Hartono karena sifat Kelvin yang ceria dan usil.
Kedua foto ini adalah anak yang sama . Baju dan ekspresi mukanya saja yang berbeda ^~^
Semoga para pembaca menyukainya ya.
***Kolam renang Mansion Wijaya***
Pak Lesmana yang mendengar teriakan minta tolong dari Rossy, segera berlari ke kolam renang dan terkejut melihat posisi Jackson dan Rossy yang kelihatan sedang berciuman di tepi kolam renang.
Pak Lesmana syok dengan pemandangan di depan matanya sehingga membalikkan badannya membelakangi Jackson dan Rossy.
"Kenapa tuan Jackson dan nona Rossy berciuman di lantai? Tadi aku sangat jelas mendengar nona Rossy berteriak minta tolong. Apakah tuan Jackson yang memaksa nona Rossy?" kata hati Pak Lesmana dengan penasaran.
Jackson dan Rossy melihat ke arah Pak Lesmana yang membelakangi mereka .
"Pak Lesmana!" teriak Jackson dan Rossy bersamaan.
Jackson dan Rossy yakin Pak Lesmana pasti salah paham terhadap mereka.
Mendengar namanya dipanggil, Pak Lesmana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya terlebih dahulu kemudian membalikkan badannya menghadap Jackson dan Rossy.
"Pak Lesmana. Kamu salah paham."
Rossy berusaha menjelaskan kepada Pak Lesmana. Bapak tua itu memberanikan diri membuka tangannya yang menutup wajahnya dan terkejut melihat wajah Rossy yang berlepotan.
"Ya Tuhan! Ada apa dengan wajahmu nona Rossy?" tanya Pak Lesmana .
Melihat ekspresi Pak Lesmana yang syok, Rossy sadar foundation di wajahnya pasti sudah luntur dan berlepotan karena air kolam renang.
"Tadi tidak sengaja masuk ke kolam renang sehingga make up ku luntur," jawab Rossy sambil berusaha bangkit dari tubuh Jackson.
Kedua tangan Rossy menekan dada Jackson supaya memudahkannya berdiri. Tanpa sengaja kuku Rossy menggores dada bidang Jackson.
"Aduh!" pekik Jackson kesakitan.
Rossy melihat di dada Jackson ada bekas goresan kukunya.
" OMG! Kenapa dadanya mudah sekali tergores? Bagaimana nih? Apa yang harus aku lakukan?" kata hati Rossy dengan panik.
__ADS_1
Rossy takut Jackson marah dan akan memecatnya karena telah membuat luka di tubuh Jackson.
Padahal Rossy masih membutuhkan pekerjaan ini untuk mendekati Felix.
"Maaf tuan Jackson! Aku tidak sengaja," ucap Rossy sambil meniup bekas goresan kukunya di dada Jackson dengan lembut.
Rossy teringat akan perlakuannya kepada Kelvin di saat putra kesayangannya itu terluka dan menangis. Rossy akan meniup lembut luka Kelvin. Kemudian Kelvin tidak merasakan sakit lagi dan menghentikan tangisnya . Rossy menganggap itu adalah jurus andalannya. Sekarang Rossy menggunakan jurus andalan itu ke Jackson.
Jackson terkejut dengan perlakuan Rossy. Bibir Rossy sangat dekat dengan dadanya sehingga walaupun hanya tiupan dari bibir wanita muda itu, Jackson hampir bisa merasakan bibir Rossy menyentuh dadanya.
"Tidak perlu tiup lagi!" teriak Jackson dengan wajah bersemu merah.
"Oke oke!" ucap Rossy sambil berdiri.
Rossy merasa lega karena Jackson tidak mempermasalahkan luka yang dibuatnya.
Mata dan mulut Pak Lesmana membulat besar. Pak Lesmana merasa malu melihat perlakuan mesra Rossy meniup dada Jackson.
Di dalam pikiran Pak Lesmana, sikap Rossy dan Jackson seperti sepasang kekasih yang sedang bermesraan.
"Pak Lesmana! Tolong bantu papah tuan Jackson," pinta Rossy.
"Baik, nona Rossy!"
Pak Lesmana bersama Rossy memapah Jackson menuju kursi di dekat kolam renang. Setelah Jackson duduk dengan tenang, Pak Lesmana melihat ke arah Rossy yang basah kuyup.
"Bagaimana nona Rossy bisa jatuh ke kolam renang? Apakah nona Rossy terluka?" tanya Pak Lesmana.
"Aku tidak jatuh ke kolam renang. Aku..."
Rossy belum selesai menjelaskan kepada Pak Lesmana, Jackson sudah memotong pembicaraannya.
"Dia jatuh ke kolam renang dan hampir tenggelam. Aku yang menyelamatkannya ," kata Jackson.
"WHAT?" teriak hati Rossy.
Rossy melihat wajah Jackson yang tetap tenang seolah perkataannya adalah kenyataan dan bukan kebohongan.
Wanita muda itu juga melihat Pak Lesmana yang menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Jackson Wijaya, yang membuktikan Pak Lesmana mempercayai seratus persen ucapan Jackson.
Jackson tersenyum kecil melihat sikap Rossy yang sedang menahan emosi.
Jackson mengibaratkan Rossy sebagai seekor harimau betina yang berubah menjadi kucing di hadapannya karena tidak bisa menunjukkan cakar harimaunya.
"Kucing yang imut," kata hati Jackson sambil membalas menatap Rossy.
Pak Lesmana yang melihat Jackson dan Rossy saling bertatapan dengan tajam, seolah merasakan percikan api cinta di dalam mata mereka.
Jackson ingin berganti pakaian di kamarnya .
"Rossy! Papah aku ke kamar!" perintah Jackson.
Rossy memeras air dari bajunya sambil berpura-pura tidak mendengar perintah Jackson.
Pak Lesmana berinisiatif mengajukan diri untuk membantu Jackson karena melihat Rossy mengacuhkan Jackson.
"Tuan Jackson. Aku yang akan memapahmu ke kamar," ucap Pak Lesmana.
"Tidak perlu!" jawab Jackson dengan singkat.
"Rossy Hartono!"
Jackson Wijaya berteriak keras memanggil nama Rossy.
"Iya tuan Jackson!"
Rossy terpaksa menjawab Jackson karena nama lengkapnya di panggil oleh Jackson.
Jackson akan memanggil namanya dengan lengkap apabila sedang marah besar.
"Papah saya ke kamar!" perintah Jackson sekali lagi.
"Baik tuan Jackson!" jawab Rossy dengan pasrah.
__ADS_1
Rossy membantu memapah Jackson dari kursinya. Tangan kanan Jackson bertumpu ke pundak Rossy.
Jackson tahu Rossy sudah sangat jengkel dengannya. Hal itu membuat Jackson semakin ingin mengganggu Rossy.
Jackson sengaja menekankan semua berat tubuhnya ketika Rossy memapahnya.
Rossy berjalan sempoyongan memapah tubuh Jackson yang berat sambil menggigit bibirnya.
"Dia sengaja," kata hati Rossy.
Pak Lesmana yang melihat Rossy kesusahan memapah Jackson, ingin maju membantunya.
Sorotan tajam dari mata Jackson yang mengarah kepadanya, membuat Pak Lesmana mengurungkan niatnya.
"Tuan Jackson ! Aku akan menelepon Pak Felix untuk memintanya ke Mansion Wijaya memeriksa keadaan tuan Jackson," kata Pak Lesmana.
Jackson menjawab dengan anggukkan kepala. Rossy yang ikut mendengar pembicaraan Jackson dan Pak Lesmana menjadi senang.
"Felix akan datang. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini," kata hati Rossy.
Rossy yang semula lemas dan bete karena di kerjain Jackson, menjadi bersemangat memapah Jackson ke kamar.
Jackson merasa heran dengan perubahan sikap Rossy Hartono.
Tubuh mereka yang dekat membuat Jackson bisa merasakan kehangatan tubuh Rossy.
Baju Rossy yang basah membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas di mata Jackson.
Wajah dan telinga Jackson merona merah seketika.
Jackson berusaha mengalihkan perhatiannya dari Rossy dan menarik tubuhnya menjauhi Rossy supaya tidak bersentuhan.
"Jangan goyang-goyang tuan Jackson. Kita berdua bisa terjatuh nanti," ujar Rossy.
Pikiran Rossy terfokus untuk mengantar Jackson ke kamarnya secepatnya dan menunggu Felix datang sehingga Rossy tidak menyadari wajah dan telinga Jackson yang merona merah.
Rossy mengira Jackson sengaja mengerjainya lagi .
Sewaktu tiba di kamar Jackson, dengan sigap Rossy mengambil handuk dan pakaian ganti Jackson dari lemari dan menyerahkannya ke Jackson.
"Terima kasih," kata Jackson.
Setelah beberapa saat, Rossy masih berada di dalam kamar Jackson Wijaya, tetapi mata wanita muda itu menatap terus ke arah pintu kamar.
"Kenapa kamu belum keluar?"tanya Jackson.
"Aku akan menemani tuan Jackson di sini sambil menunggu Felix," jawab Rossy.
"Dia memapahku dengan semangat ke kamar karena ingin bertemu dengan Felix," kata hati Jackson.
Suasana hati Jackson mendadak berubah menjadi buruk.
"Keluar!" perintah Jackson.
"Tuan Jackson! Waktu lunch masih lama. Aku akan menemanimu dulu di sini."
Rossy bersikeras tidak mau meninggalkan kamar Jackson karena Felix belum datang.
"Apakah kamu sadar bagaimana penampilanmu sekarang?" tanya Jackson.
"Penampilanku?" ucap Rossy dengan bingung.
Rossy berlari ke arah cermin yang berada di kamar Jackson Wijaya. Wanita muda itu merasa syok melihat penampilannya yang berantakan dan wajah yang berlepotan.
"Felix tidak boleh melihatku dalam keadaan begini," kata hati Rossy.
"Tuan Jackson! Aku ke kamarku untuk berganti pakaian," ucap Rossy dan berlari secepat kilat meninggalkan kamar Jackson.
***
Author : LYTIE
Instagram : lytie777
__ADS_1
Facebook : Lytie