Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 198. Kencan Part II


__ADS_3

**Taman bermain***


Kemesraan antara Jackson dan Rossy terekam jelas di dalam cctv taman bermain.


Bagaskara sedang duduk di ruang monitor cctv taman bermain. Di hadapan Bagaskara muncul banyak layar yang menampilkan rekaman cctv di semua bagian taman bermain.


Beberapa foto mesra Jackson dan Rossy Hdi pilih oleh Bagaskara dari rekaman cctv tersebut.


Foto-foto itu akan digunakan di dalam kejutan yang dipersiapkan oleh Jackson untuk Rossy.


Bagaskara melanjutkan mengamati semua layar monitor cctv yang berada di hadapannya.


Hari ini taman bermain memang sudah di booking penuh oleh Jackson karena akan memberikan kejutan kepada Rossy di sana.


Jackson memperbolehkan taman bermain menerima pelanggan lain karena mengikuti saran dari Felix.


 ***


Jackson dan Rossy sudah duduk di kursi yang mereka tuju tadi. Rossy mengedarkan pandangan ke sekeliling.


"Jackson. Kamu istirahat di sini dulu. Aku akan membeli minuman dan makanan ringan," kata Rossy sambil berdiri dari kursinya dan berlari kecil meninggalkan Jackson.


Jackson tidak bisa mencegah Rossy dan dengan terpaksa duduk di sana menunggu Rossy.


Jackson memejamkan matanya sambil berusaha menenangkan perasaan mual dan pusingnya.


Beberapa saat kemudian Rossy sudah kembali sambil membawa dua gelas plastik jus dan satu kotak kecil berisi kentang goreng.


Rossy duduk di samping Jackson.


"Jackson," panggil Rossy sambil menyenggol lengan Jackson dengan lengannya.


Gerakan kecil Rossy membuat Jackson membuka kedua matanya.


"Ayo diminum!" kata Rossy sambil menyodorkan satu gelas plastik jus ke Jackson.


"Terima kasih," ucap Jackson.


Jackson minum jus dengan pipet yang berada di gelas plastik jus. Setelah menghabiskan satu gelas jus, Jackson merasa lebih baik. Rasa mual dan pusingnya sudah hilang.


"Ayo makan," kata Rossy sambil memberikan satu kentang goreng di depan mulut Jackson.


Jackson membuka mulutnya dan mengunyah kentang goreng itu dengan perlahan.


"Enak?" tanya Rossy.


"Manis," jawab Jackson dengan singkat.


"Manis? Aku membeli kentang goreng biasa. Kenapa bisa rasanya manis?" tanya Rossy sambil memasukkan satu buah kentang goreng ke dalam mulutnya sendiri dan mengunyahnya.


Seolah tidak percaya dengan perkataan Jackson, Rossy memasukkan lagi dua buah kentang goreng ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.


"Tidak ada rasa manisnya," protes Rossy sambil melihat ke wajah Jackson.


"Apa pun makanan yang kamu berikan terasa manis," kata Jackson.


Rossy tertawa kecil mendengar perkataan Jackson.


"Mulutmu yang manis," ucap Rossy.

__ADS_1


"Mau coba?" tanya Jackson sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rossy.


Rossy menutup bibirnya secara spontan dengan tangan kirinya.


Jackson mencubit hidung mancung Rossy dengan gemas.


"Aku mau lagi," kata Jackson.


"Mau apa?" tanya Rossy dengan bingung setelah melepaskan tangan kirinya dari bibirnya.


"Kentang goreng," jawab Jackson.


"Oke," kata Rossy.


Mereka berdua pun makan kentang goreng bersama sambil mengobrol.


Setelah menghabiskan kentang goreng, Rossy mengambil tisu basah dari dalam tas kecilnya dan mengelap jari tangannya.


"Ayo! Kita main lagi," ajak Rossy dengan semangat dan tersenyum lebar.


Jackson menganggukkan kepalanya. Kali ini Rossy memilih wahana permainan yang tidak ekstrim lagi. Mereka berdua menaiki wahana 'Tea Cup' yang berputar-putar.



Kemudian Jackson dan Rossy bermain bom-bom car.



Kedua permainan ini tidak membuat Jackson merasa pusing dan mual 😅


Tanpa terasa hari sudah sore dan matahari sebentar lagi akan terbenam.


"Oke. Kamu mau main apa?" tanya Rossy.


"Bianglala," jawab Jackson.


"Boleh juga. Kita bisa melihat sunset di dalam bianglala," ucap Rossy dengan antusias.


Jackson menggandeng tangan Rossy berjalan ke arah wahana 'bianglala'.


"Tunggu sebentar!" seru Jackson secara tiba-tiba. Rossy pun menghentikan langkah kakinya.


Mereka berdua berhenti tepat di depan penjual permen kapas.


"Aku mau beli ini," kata Jackson ke penjual permen kapas sambil menunjuk salah satu permen kapas yang terpajang di sana.



Permen kapas berbentuk hati. Rossy tersenyum malu-malu.


"Ini Pak," kata penjual permen kapas sambil menyerahkan permen kapas berbentuk hati ke Jackson.


Jackson Wijaya memberikan permen kapas itu ke Rossy dan mengambil dompet dari saku celana untuk membayar. Mereka berdua berjalan menuju bianglala.



Rossy dan Jackson duduk berdekatan di dalam bianglala. Tangan kiri Jackson merangkul pinggang ramping Rossy.


Secara perlahan bianglala mulai terangkat ke atas. Rossy melihat dengan antusias pemandangan dari dalam bianglala sambil makan permen kapasnya.

__ADS_1


"Jackson. Kamu mau?" tanya Rossy sambil menggoyangkan permen kapas di tangannya.


Jackson menganggukkan kepalanya. Rossy menyodorkan permen kapas ke mulut Jackson.


Jackson menggigit secuil permen kapas itu. "Manis kan?" kata Rossy dan menggigit permen kapas itu dengan mulutnya.


Jackson menundukkan kepalanya secara tiba-tiba dan mencium bibir stroberi Rossy.


Permen kapas yang berada di dalam mulut Rossy pun dicicipi oleh Jackson melalui ciuman mereka.


Rossy membalas ciuman mesra Jackson karena  mereka berdua sedang berada di dalam bianglala dan bukan di tempat umum sehingga Rossy tidak merasa malu berciuman dengan Jackson.


Jackson menghentikan ciuman mereka yang berlangsung lama  dan menyandarkan kepala Rossy ke dadanya.


Mereka berdua berusaha menenangkan detak jantung  masing- masing yang berdegup kencang tanpa henti.


Suasana di dalam bianglala menjadi sepi dan tenang. Rossy menggigit permen kapas yang berada di tangannya dengan perlahan.


 "Jackson! Lihatlah! Sunset!" teriak Rossy kegirangan sambil menunjuk sunset di hadapan mereka.


Bianglala yang mereka duduki masih bergerak perlahan ke atas.


"Cantik ya!" kata Rossy dengan mata yang masih menatap ke arah sunset di hadapannya. Jackson menunduk dan melihat ke wajah Rossy.


"Iya. Sangat cantik," jawab Jackson dengan matanya menatap intens ke wajah Rossy yang merona merah karena senang.


"Pemandangan sunset dari Restoran Hartono juga sangat cantik," kata Rossy.


Rossy teringat akan kenangan indahnya melihat sunset bersama Thomas sewaktu mereka berada di Restoran Hartono.


"Kita akan melihat sunset bersama Kelvin dan Chandra di sana," ucap Jackson sambil mencium puncak kepala Rossy.


Rossy menganggukkan kepalanya dengan cepat dan tersenyum lebar.


Rossy sangat senang karena Jackson bisa membaca keinginan hatinya dengan tepat. Mereka berdua pun menikmati pemandangan sunset yang indah.


 


Kemesraan Jackson dan Rossy di dalam bianglala pun terekam di dalam cctv .


Bagaskara sibuk memilih foto-foto yang paling bagus dan menggabungkannya dengan foto-foto yang sudah didapatkannya tadi.


Dengan cepat Bagaskara mulai menyusun semua foto itu sesuai permintaan Jackson karena sebentar lagi adalah waktu yang tepat untuk memberikan kejutan ke Rossy.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.35 WITA.


Apa kejutan yang akan Jackson Wijaya berikan ke Rossy Hartono?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


 

__ADS_1


__ADS_2