
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Rossy merasa bingung dengan perkataan Jackson yang memintanya menemani Jackson ke rapat direksi besok pagi.
"Aku bukanlah karyawan perusahaan Wijaya. Tuan Jackson yakin akan membawaku ke rapat direksi? Apakah tidak akan ada masalah dengan para pemegang saham lainnya?" tanya Rossy.
Rossy tahu perusahaan besar seperti Perusahaan Wijaya pasti mempunyai rahasia perusahaan yang tidak boleh diketahui oleh orang luar.
Yang boleh hadir di dalam rapat direksi hanyalah para pemegang saham.
Rossy takut kehadirannya di dalam rapat direksi akan membuat para pemegang saham lainnya akan mempersulit Jackson pada saat itu.
"Sekarang kamu bukan hanya koki pribadiku tetapi asisten pribadiku juga. Mereka tidak akan berani berkata apapun di hadapanku," jawab Jackson dengan yakin.
Mendengar perkataan Jackson yang penuh keyakinan, Rossy pun tidak berani membantah lagi.
"Aku harus bertanya kepada Chandra tentang keluarga Wijaya yang akan hadir di rapat direksi. Setidaknya aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka," kata hati Rossy.
"Baiklah tuan Jackson," jawab Rossy dengan pasrah.
Rossy berjalan meninggalkan ruang kerja menuju dapur Mansion Wijaya.
***
Terdengar bunyi pesan LINE masuk ke dalam handphone Rossy
Rossy mengeluarkan handphonenya dan membaca isi pesan LINE dari Michelle.
Michelle mengirimkan foto Suster Lisa yang di ambilnya dari foto profil.
Rossy melihat foto itu dengan saksama dan mengenalinya sebagai suster yang selalu mendampingi Dokter Erik ketika dirinya bedrest seminggu di rumah sakit bersalin.
"Tidak salah lagi. Ini suster yang membantu Dokter Erik melakukan persalinanku," kata hati Rossy.
Rossy segera mengirimkan LINE balasan kepada Michelle untuk memberitahukan Michelle tentang hal ini.
Beberapa saat kemudian Michelle menelepon Rossy.
"Halo Michelle," kata Rossy.
"Halo Rossy. Suster Lisa masih berada di Healing Hands Hospital dan sekarang ada di kamar pasien VVIP Dokter Erik," kata Michelle.
Michelle sengaja memberitahukan Rossy tentang keberadaan Suster Lisa karena tahu Rossy sering mengantar makanan untuk Kelvin sekarang sehingga Rossy bisa lebih berhati-hati lagi untuk menghindari bertemu dengan Suster Lisa di Healing Hands Hospital.
Kamar Dokter Erik tepat di samping kamar Kelvin sehingga bisa ada kemungkinan Rossy akan bertemu dengan Suster Lisa nanti.
"Thank you infonya Michelle. Aku akan lebih berhati-hati lagi sewaktu mengantar makanan untuk Kelvin," kata Rossy.
"Oh iya. Nanti siang aku akan mengantarkan lunch untuk Kelvin dan Felix. Aku akan membawakan untukmu dan Chandra juga," lanjut Rossy.
"Thank you Rossy. Tetapi kamu tidak bisa bergabung makan dengan kita di kantin. Aku takut Suster Lisa akan makan siang di kantin," kata Michelle.
"Benar juga ya. Untung kamu mengingatkanku," kata Rossy.
"Iya Rossy. Suster Lisa mungkin akan berada di Bali selama seminggu. Dia cuma bisa ambil cuti sampai seminggu saja," kata Michelle.
__ADS_1
"Baiklah Michelle. Selama seminggu ini aku akan selalu berhati-hati setiap kali pergi ke Healing Hands Hospital," kata Rossy.
"Hari ini aku masak rendang sapi yang sangat empuk dan lembut. Aku sudah memasaknya selama lima jam. Kamu dan Chandra pasti menyukainya. Nanti aku titip termos penghangat makanannya di lobi Healing Hands Hospital," lanjut Rossy.
"Oke Rossy. Akusekarang sudah mulai lapar nih membayangkan masakan rendang sapi," kata Michelle sambil tertawa kecil.
"Ha ha ha. Tahan dulu ya say rasa laparmu. Masih belum waktunya lunch," kata Rossy.
"Sip lah. Aku kerja dulu ya Rossy. Bye bye," kata Michelle.
"Bye bye Michelle," kata Rossy.
***Kantin Healing Hands Hospital***
Dugaan Michelle tidaklah salah. Saat ini Suster Lisa sedang lunch di kantin Healing Hands Hospital bersama Jennifer.
Michelle memilih tempat duduk yang lebih jauh dari tempat duduk Suster Lisa dan bersama Chandra makan lunch masakan Rossy. Kalau saja Chandra tidak bersamanya sekarang, mungkin Michelle akan bergabung dengan meja Jennifer dan Suster Lisa.
Michelle tidak ingin Suster Lisa mengetahui keberadaan Chandra Wijaya. Sebisa mungkin Michelle akan mencoba mencegah Suster Lisa bertemu dengan Chandra.
Tadi Felix yang mengetahui Rossy mengirim lunch untuk Michelle juga, berinisiatif mengajak Michelle makan bersama di ruang praktik nya. Akan tetapi, Michelle menolak ajakan Felix dengan alasan putra Rossy sangatlah pemalu.
Chandra tidak boleh bertemu dengan Felix karena akan membuat identitasnya terbongkar.
***
Jennifer dan Suster Lisa sedang makan sambil mengobrol.
"Oke Lisa. Kita bisa berangkat bersama ke Healing Hands Hospital dan pulang bersama ke tempat kosku selama seminggu ini," kata Jennifer dengan senang.
"Iya. Hari ini aku akan menunggumu selesai kerja untuk pulang bersama," kata Suster Lisa sambil tersenyum.
Suster Lisa dan Jennifer mengingat kembali kenangan dulu sewaktu mereka masih tinggal di tempat kost yang sama.
Walaupun Suster Lisa dan Jennifer bekerja di rumah sakit yang berbeda, tetapi mereka akan selalu keluar jalan-jalan bersama, ke mall, nonton di bioskop, ke pantai, dan lainnya setiap kali mereka libur dari pekerjaannya.
"Nanti kita jalan-jalan ke pantai yuk," ajak Jennifer.
"Mau dong. Aku sudah lama ga ke pantai," jawab Suster Lisa.
Jennifer dan Suster Lisa mengobrol dengan gembira tentang kejadian yang pernah mereka alami di pantai.
Mata Jennifer melihat seorang dokter muda yang sedang membawa nampan yang berisi lunch sedang berjalan melewati meja mereka dan tersenyum ke arahnya.
" Michael," kata Jennifer dengan senang.
Michael yang baru saja bekerja di Healing Hands Hospital sangatlah terkenal di kalangan suster dan dokter lainnya. Terutama dokter dan suster wanita.
Mereka semua menyukai Michael yang ramah dan murah senyum.
Dalam sekejap Michael sudah menjadi idola nomor dua di Healing Hands Hospital
Idola nomor satu pastinya adalah Felix Wilson. Tampan, kaya dan juga anak dari pemilik Healing Hands Hospital.
__ADS_1
Jennifer adalah salah satu fans Michael.
"Jennifer," kata Michael.
"Ayuk bergabung bersama kita," kata Jennifer dengan antusias.
"Baiklah," jawab Michael dan duduk bergabung dengan mereka.
"Ini adalah temanku, Lisa. Lisa sedang menjenguk atasannya yang sedang dirawat di Healing Hands Hospital," kata Jennifer.
Michael mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Suster Lisa.
"Michael"
"Lisa"
Suster Lisa membalas jabatan tangan Michael sambil menyebutkan namanya.
"Atasanmu di rawat karena penyakit apa?" tanya Michael sambil menunjukkan wajah simpati.
"Atasanku tidak sakit. Dia sedang koma karena kecelakaan mobil," jawab Suster Lisa dengan jujur.
"Kecelakaan mobil? Atasanmu adalah Dokter Erik kah?" tanya Michael.
"Iya. Benar sekali Michael. Atasan Lisa adalah Dokter Erik. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Jennifer dengan penasaran.
Jennifer dan Suster Lisa menatap ke wajah Michael menunggu jawabannya.
"Aku yang membantu operasi dokter Erik di rumah sakit Medical Health dan mengantarkan ke Healing Hands Hospital waktu itu," jawab Michael.
***
Selamat siang para readers. Hari ini author akan up 2 bab ya.
Bab ini author up pada pukul 16.30 wita. Mudah-mudahan ga lama muncul di aplikasi.
Jadi penasaran kan siapa itu Michael? Apa tujuannya di Healing Hands Hospital? Silahkan tebak ya readers.
Kalau tebakan readers benar seiring alur ceritanya, author akan kasih hadiah ya.
Hadiahnya adalah : permen lolipop dan ambil langsung di laci Kelvin ya.
He he he. Author cuma bercanda aja.
Bab berikutnya akan menceritakan apa yang terjadi di rapat direksi Perusahaan Wijaya.
Sabar ya. Garis besar ceritanya sudah ada di pikiran author, dan lagi menuangkannya dalam bentuk naskah ^~°.
Pasti akan author up hari ini koq.
Setiap hari senin para readers akan mendapatkan 1 kali voucher 'VOTE'. Kalau bisa author minta ya vote nya diberikan untuk karya author ini ☺️☺️☺️.
Love You All untuk Like, Vote, Hadiah dan Komentar Positifnya 🥰🥰❤️❤️❤️
Author kasih bonus visual Dokter Michael nih
__ADS_1