Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 99. Tidur di lantai


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson menatap Rossy yang masih tersenyum lebar di hadapannya. Rossy tidak bisa menutupi rasa senangnya karena penyakit eating disorder Jackson sudah mulai membaik.


Padahal sewaktu Rossy mengantarkan susu gelas hangat itu ke kamar tidur Jackson, Rossy tidak yakin Jackson benar-benar akan meminumnya.


Rossy yakin secara perlahan tubuh Jackson sudah bisa menerima makanan dan minuman sedikit demi sedikit.


Sekarang hanya tinggal satu langkah lagi menuju kesembuhan penyakit eating disorder Jackson yaitu segera menemukan makanan apa yang di berikan oleh Susan kepada Jackson pada saat Jackson di culik. Setelah mengetahui jenis makanan tersebut, maka akan bisa membuka rahasia apa saja yang di alami oleh Jackson pada saat itu dengan harapan Jackson bersedia menceritakannya kepada Felix ataupun Rossy.


Jackson harus bisa dan mau menceritakan kejadian dua puluh tahun yang lalu itu. Penyakit eating disordernya di sebabkan oleh trauma psikologis Jackson.


##Trauma psikologis adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk yang menimpa diri seseorang. Kejadian yang tidak menyenangkan ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak aman dan tidak berdaya menghadapi dunia yang penuh bahaya##


Seperti yang di katakan oleh Felix, selama ini tidak ada satu pun dokter psikiater yang bisa menyembuhkan Jackson karena Jackson selalu diam dan menolak menceritakan kejadian yang di alaminya tersebut.


Sekarang semuanya tergantung kepada Jackson. Rossy yakin Jackson pasti akan menceritakan kejadian dua puluh tahun yang lalu itu karena Jackson pasti sangat ingin sembuh dari penyakit eating disordernya.


Hanya menunggu pemicu yang tepat dan semuanya pasti akan berjalan lancar ke arah yang lebih baik lagi.


"Aku sudah bisa makan nasi putih. Segelas susu hangat ini hanyalah masalah sepele. Tidak usah terlalu heboh," kata Jackson.


Rossy tahu Jackson malu untuk mengakui dirinya juga merasa senang karena bisa minum susu hangat itu.


Pria di hadapannya ini memang selalu bersikap angkuh dan memiliki harga diri yang tinggi.


"Iya tuan Jackson. Maafkan aku yang terlalu heboh," ucap Rossy.


Jackson sangat puas dengan jawaban yang di berikan oleh Rossy.


"Rossy. Apakah kamu merasa saya sangat tampan?" tanya Jackson dengan serius.


"What?" Rossy berteriak di dalam hatinya setelah mendengar pertanyaan Jackson.


"Bukan hanya penyakit eating disordernya yang parah, bahkan penyakit narsisnya semakin bertambah parah ," kata hati Rossy.


Rossy menatap wajah Jackson dengan saksama. Pria di hadapannya ini terlihat sangat percaya diri dengan wajah dan penampilannya.

__ADS_1


Rossy akui wajah pria di hadapannya ini sangatlah tampan dan bisa menarik perhatian banyak gadis sehingga tidaklah salah Jackson mempunyai sifat narsis yang luar biasa karena memang di dukung oleh wajahnya yang tampan.


"Iya. Sangat tampan." Rossy menjawab dengan jujur.


Sudut bibir Jackson terangkat sedikit ke atas ketika mendengar jawaban Rossy.


"Aku perintahkan kamu untuk hentikan semua niat tersembunyimu terhadapku," kata Jackson dengan tegas.


Jackson merasa perlu memperingatkan Rossy sekali lagi karena dia tahu wanita muda ini sangat tergila-gila kepadanya. Rossy terkejut mendengar perkataan Jackson Wijaya.


"Apakah dia sudah tahu tujuanku ke Mansion Wijaya? Padahal aku belum melakukan apa pun," kata hati Rossy.


Rossy salah mengartikan perintah Jackson terhadapnya.


Rossy mengira Jackson sudah mulai mencurigainya tetapi Rossy percaya Felix tidak mungkin mengkhianatinya dan mengatakan kebohongan penyamaran wajah jeleknya ke Jackson.


"Baik tuan Jackson. Aku akan menghentikannya," jawab Rossy dengan patuh.


Rossy ingin menyingkirkan rasa curiga Jackson terhadapnya  sehingga mengiyakan perintah dari Jackson.


Ada sedikit rasa kecewa di hati Jackson ketika mendengar Rossy memberikan jawaban dengan pasti dan yakin.


Pemikiran narsis Jackson membuatnya yakin Rossy sedang berbohong.


"Aku mau tidur sekarang," ucap Jackson.


"Baik tuan Jackson. Selamat malam," kata Rossy dengan senang.


Akhirnya dirinya bisa meninggalkan pria narsis ini. Baru saja Rossy ingin membalikkan tubuhnya menuju pintu kamar, Jackson memanggilnya.


"Rossy. Untuk memudahkanku ke toilet tengah malam, kamu tidur di lantai kamarku sekarang," kata Jackson.


"Hah? Tuan Jackson ingin aku tidur di lantai kamar ini?" tanya Rossy dengan bingung.


"Kalau bukan tidur di lantai, kamu mau tidur di tempat tidurku?" Jackson bertanya balik ke Rossy.


"Wanita ini sudah ketahuan belangnya. Seharusnya dia merasa puas karena aku memberinya kesempatan untuk sekamar denganku tetapi dia masih tidak puas dan  menginginkan hal lain." Pemikiran narsis Jackson mulai kambuh lagi. 🤣

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku tuan Jackson. Aku..aku tidurnya sangat lasak. Aku sering mengigau dan menggertakkan gigi sewaktu tidur. Aku takut bisa mengganggu kenyamanan tidur tuan Jackson," jawab Rossy.


Rossy sengaja mengatakan semua hal itu karena tahu jelas sifat Jackson yang sempurna pasti tidak akan menyukai sikap buruk Rossy ketika tidur dan akan mengusirnya keluar dari kamar tidur secepatnya.


"Kamu kan tidak bisa tidur nyenyak. Jadi tidak akan menggangguku," jawab Jackson dengan tenang.


Pupus sudah harapan Rossy ketika mendengar jawaban Jackson tetapi Rossy belum menyerah dan muncul rencana lain di pikiran Rossy.


"Baiklah tuan Jackson. Aku akan mengambil selimut dan bantal guling di kamarku dulu," kata Rossy.


Rossy ingin menggunakan alasan mengambil perlengkapan tidurnya untuk meninggalkan kamar tidur Jackson. Setelah itu Rossy akan mematikan handphonenya sehingga Jackson tidak bisa meneleponnya sama sekali.


Rossy yakin Jackson tidak akan mungkin ke kamarnya untuk memanggilnya.


Rossy akan menggunakan alasan dirinya tertidur di kamarnya ke Jackson keesokan paginya.


Rencana yang disusun oleh Rossy berantakan karena sepertinya Jackson mempunyai mata X-ray  yang bisa membaca isi pikiran Rossy.


"Tidak perlu repot. Di dalam lemari ada bedcover baru dan sepasang bantal guling baru. Kamu bisa memakainya," kata Jackson.


"Ha ha. Tidak di sangka lemari tuan Jackson menyimpan benda yang lengkap. Bahkan bantal guling juga ada di dalamnya," ujar Rossy sambil ketawa jengkel karena ketahuan rencananya.


Rossy berjalan dengan lesu menuju lemari dan mengambil bedcover beserta bantal guling baru yang berada di dalamnya.


Jackson tersenyum tipis melihat tingkah laku Rossy yang di rasanya sangat cute dan lucu.


***


Selamat siang readers. Penasaran kan apa yang terjadi dengan Jackson Wijaya dan Rossy Hartono yang tidur sekamar malam ini.


Semuanya ada di bab berikutnya yang akan author up hari ini juga.


Jangan lupa membacanya ya.


Terima kasih.


Salam Sayang

__ADS_1


Author : LYTIE


__ADS_2