Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 218. Pangeran Siang Bolong


__ADS_3

***Ruang tamu rumah kontrakan Michelle Angela***


Felix duduk di ruang tamu menunggu Michelle. Felix senyum-senyum sendiri mengingat Michelle bersedia menjadi pacarnya tanpa ragu-ragu.


Itu membuktikan selama ini Michelle sudah menyukainya sehingga membuat Felix merasa sangat bahagia sekali saat ini. Kemudian Felix teringat akan sesuatu dan  mengeluarkan handphone dari kantong celananya.


Felix membuka semua media sosial yang dimilikinya dan mengubah statusnya dari ' single'  menjadi 'pacaran'😁. Akhirnya setelah puluhan tahun menjadi jomblo tajir, Felix bisa memamerkan status barunya.


Felix juga mengirim sms LINE untuk menyebarkan kabar baik ini ke Jackson.


"Jackson! Aku sudah pacaran sama angel ku," ketik Felix di sms LINE.


Felix menunggu lama dan belum ada balasan dari Jackson sama sekali.


"Jackson pasti sedang meeting," kata hati Felix.


Dugaan Felix Wilson memang benar karena setelah mengirimkan foto ke Rossy, Jackson tiba di tempat pertemuan dengan rekan bisnisnya dan sedang meeting bersama.


***Kamar tidur Michelle Angela**


Michelle membuka lemari pakaiannya dan terlihat sibuk memilih baju yang akan dikenakannya untuk kencan pertama bersama Felix.


Michelle sangat bingung harus memilih baju yang mana sehingga memutuskan melakukan video call dengan Rossy.


Michelle ingin meminta saran dari Rossy supaya kencan pertamanya bersama Felix bisa berjalan lancar seperti kencan pertama Rossy dan Jackson.


***


Beberapa saat kemudian wajah Rossy muncul di layar handphone Michelle.


"Halo Michelle," sapa Rossy.


"Aunty Michelle!" sapa Kelvin dan Chandra secara bersamaan.


Wajah Kelvin dan Chandra ikut muncul di layar handphone Michelle.


Michelle tahu Rossy masih berada di Healing Hands Hospital bersama kedua putra kembarnya.


"Chandra, Kelvin!" balas Michelle sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian, Michelle mendengar suara Rossy yang berbicara dengan kedua putranya.


"Mommy mau ngobrol dengan Aunty Michelle. Kalian berdua lanjutkan main board gamesnya."


"Oke mommy!"


"Oke Bos mommy!'


***


Wajah Rossy muncul lagi di layar handphone Michelle setelah berbicara dengan kedua putra kembarnya.

__ADS_1


"Ada apa Michelle? Kenapa video call?" tanya Rossy.


"Rossy! Kira-kira aku harus pakai baju yang mana supaya terlihat lebih feminim?" jawab Michelle sambil memperlihatkan baju-baju di dalam lemari pakaiannya ke Rossy melalui video call.


"Terlihat lebih feminim? Kamu mau pergi kencan ya?" tanya Rossy dengan spontan.


Michelle terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Rossy karena merasa malu.


"Michelle! Benaran kamu mau kencan? Sama Felix?" tanya Rossy dengan antusias.


Rossy tahu Felix ke rumah kontrakan Michelle untuk makan lunch mac n cheese, tetapi Rossy tidak menyangka acara lunch bareng Felix dan Michelle akan berlanjut menjadi acara kencan dalam waktu yang singkat.


"Iya," jawab Michelle dengan jujur dan suara yang kecil.


"Felix memang pintar dan tidak basa-basi langsung meminta Michelle menjadi pacarnya," kata hati Rossy setelah mendengar jawaban jujur Michelle dan melihat pipi sahabat karibnya merona merah.


"Wow mantap nih si Felix! Congrats ya Michelleku! Akhirnya pangeran yang  selama ini ditunggu-tunggu sudah muncul," ucap Rossy sambil tertawa kecil.


"Iya. Pangeran siang bolong," jawab Michelle yang ikut tertawa.


"Michelle! Kamu hutang traktir satu kali kepadaku! Aku yang mengirim pangeran siang bolong itu ke rumah kontrakanmu!" kata Rossy dengan antusias.


"Iya calon Nyonya Wijaya."


Michelle pun tidak mau kalah dan membalas meledek Rossy.


"Kalian mau kencan di mana?" tanya Rossy.


"Ke bioskop aja. Kan malamnya aku masih harus kerja di Healing Hands Hospital," jawab Michelle.


"Oke. Sebentar ya," jawab Michelle dengan semangat sambil memilih dress di dalam lemari pakaiannya.


Michelle memilih dress warna hitam, biru muda, dan kuning untuk diperlihatkan kepada Rossy.


Beberapa saat kemudian Rossy sudah memilih dress yang tepat untuk Michelle.


"Pilih yang warna biru muda, " kata Rossy.


"Oke Rossy! Thank you ya. Aku ganti pakaian dulu. Felix masih menunggu di ruang tamu. Bye bye," kata Michelle Angela.


"Bye bye Michelle.  encan pertamamu dengan Felix pasti berjalan lancar," ucap Rossy sambil mengacungkan jempol.


"Iya Rossy," jawab Michelle sambil tersenyum.


Setelah menutup sambungan pembicaraan, Michelle segera mengganti pakaiannya dengan dress berwarna biru muda, berdandan natural,  dan menyisir rambutnya supaya terlihat lebih rapi.


***Ruang tamu rumah kontrakan Michelle Angela***


"Felix! Ayo kita berangkat sekarang," ajak Michelle.


Felix terpesona melihat Michelle yang terlihat feminim dengan dress berwarna biru muda.

__ADS_1



"Kamu cantik sekali Michelle," puji Felix spontan.


Pipi Michelle merona merah karena pujian dari Felix. "Terima kasih Felix," kata Michelle.


Mereka berdua berjalan berdampingan keluar dari rumah kontrakan. Michelle mengunci pintu rumah kontrakannya.


Felix mengandeng tangan Michelle berjalan ke arah mobil BMW X1 warna mediteranean blue miliknya dan membuka pintu mobil untuk Michelle sebelum dirinya masuk ke dalam mobil bagian kemudi.


Mobil BMW X1 warna mediteranean blue bergerak meninggalkan rumah kontrakan Michelle.


***


Felix dan Michelle tidak menyadari Michael melihat mereka berdua bergandengan tangan keluar dari rumah kontrakan Michelle.


Tadi Michael melihat mobil BMW X1 warna mediteranean blue milik Felix berada di depan rumah kontrakan Michelle sewaktu Michael keluar dari rumah kontrakannya untuk membuang kedua  kotak aluminium foil yang berisi lunch masakan Rossy.


Salah satu kotak aluminium foil yang berisi mac n cheese  sudah kosong karena Michael sudah menghabiskannya, sedangkan kotak aluminium foil yang berisi sirloin steak sapi masih utuh dan tidak bisa di makan oleh Michael sama sekali sehingga pria muda itu membuangnya.


Karena ada mobil BMX X1 warna mediteranean blue di depan rumah kontrakan Michelle, Michael memutuskan untuk mengintai rumah kontrakan Michelle.


Beberapa saat kemudian, Michael melihat dengan jelas Felix dan Michelle saling bergandengan tangan keluar dari rumah kontrakan yang membuktikan mereka berdua sedang berpacaran.


Selama ini Michael tahu Felix menyukai Michelle sehingga ingin tahu hubungan antara mereka berdua sudah sampai sejauh mana.


Belakangan ini Michael bisa merasakan Felix memantaunya secara diam-diam sewaktu di Healing Hands Hospital  dan pastinya ada sangkut pautnya dengan Jackson.


Michael yakin Jackson sudah mencurigainya karena tindakan cerobohnya yang mengikuti mobil Jackson waktu itu.


Jackson pasti memeriksa identitasnya dan mengetahui hubungannya dengan keluarga Adinata.


Sekarang Michael ingin tahu sejauh mana Jackson mencurigainya dan apakah Jackson sudah tahu dirinya adalah putra dari Susan yang menghilang dua puluh tahun yang lalu sehingga Michael pun mengawasi segala tindak tanduk Felix.


"Felix berpacaran dengan Michelle. Semakin menarik," kata hati Michael.


Tidak sia-sia dirinya pindah dari apartemennya ke rumah kontrakan yang dekat dengan rumah kontrakan Michelle sehingga bisa mengetahui apa saja yang sedang terjadi dengan Jackson dan orang di sekitarnya.


***


Halo readers. Ini bab kedua yang di up hari ini ya.


Masih ada 1 bab lagi nanti malam.


Di tunggu ya readers tercinta.


CRAZY UP TODAY


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE



__ADS_2