Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 148. Pusat perhatian


__ADS_3

***Ballroom Hotel H***


Michelle kagum melihat gaun merah dan kalung yang melingkar di leher Rossy.


"Rossy. Gaun merahmu cantik banget dan kalung di lehermu sangat berkilau. Aku yakin Violet akan marah, kesal, dan iri ketika melihat penampilanmu yang sempurna."


Michelle berbicara dengan berbisik-bisik di telinga Rossy karena merasa malu jika terdengar oleh Felix dan Jackson yang duduk semeja dengan mereka.


"Iya Michelle. Kalung ini sangat mahal dan akan membuatku mengabdi seumur hidup di Mansion Wijaya jika hilang," ucap Rossy sambil berbisik ke Michelle.


Michelle tertawa kecil mendengar perkataan Rossy.


"Ada satu cara supaya kamu tidak usah mengabdi seumur hidup di Mansion Wijaya jika kalung ini hilang," ujar Michelle.


"Apa?" tanya Rossy dengan polos.


"Menjadi nyonya Wijaya," jawab Michelle sambil menghindar dari cubitan Rossy.


Rossy dan Michelle saling bercanda dan tertawa kecil, sedangkan Jackson dan Felix mengobrol dengan santai.


"Kalung The Heart Of Kingdom?" tanya Felix sambil tersenyum nakal ke arah Jackson.


Jackson memberikan jawaban dengan anggukkan kepala.


"Jackson. Tidak sia-sia aku membelikanmu buku pakar cinta," kata Felix sambil berbisik di telinga Jackson.


Felix pun tidak ingin perihal dirinya dan Jackson membaca buku pakar cinta terdengar oleh Michelle dan Rossy.


"Em!" Jackson menjawab sambil menganggukkan kepalanya lagi.


Felix menatap ke arah Jackson dengan ekspresi terkejut karena tidak menyangka sama sekali Jackson akan mengakuinya.


"Aku harus membaca sampai habis buku pakar cinta setelah pulang dari pesta ini. Aku tidak boleh kalah dari Jackson," tekad hati Felix.


Jackson mengakuinya dengan jujur di hadapan Felix karena setelah membaca buku pakar cinta itu, Jackson selalu ingin mempraktekkan semua hal yang tertulis di dalamnya dengan Rossy.


Salah satunya adalah ketika dirinya membantu Rossy merapikan rambut dan mengaitkannya ke belakang telinga Rossy.


Sekarang Jackson merasakan ketagihan untuk mengulanginya lagi ke Rossy.😅


Jackson melirik sekilas ke arah Rossy yang duduk di sampingnya  dan melihat wanita muda itu sedang memandangi sesuatu dengan intens.


Sorot mata Rossy yang selalu terlihat lincah dan bersemangat, sekarang kelihatan sendu dan sedih.


Jackson mengikuti arah pandangan mata Rossy yang tertuju ke tempat duduk khusus yang berada di depan. Ada sepasang pria dan wanita sedang duduk di sana.


Jackson menoleh ke arah Felix.


"Felix. Kamu tahu siapa pria berjas hitam dan wanita bergaun putih yang sedang duduk di tempat duduk khusus paling depan?" tanya Jackson.


Felix melihat ke tempat duduk khusus paling depan dan segera mengenali kedua orang yang sedang duduk di sana.


"Yang pria namanya Thomas, ayah dari Rossy. Wanita di sampingnya adalah ibu tiri Rossy," jawab Felix.


Felix tahu nama Thomas karena mendengar Michelle


menyapa pria tua itu dengan Om Thomas sewaktu bersalaman.


Felix teringat akan sesuatu informasi yang didapatnya dari Michelle ketika mereka mengobrol tadi.


"Jackson. Ibu kandung Rossy meninggal sewaktu melahirkannya," ucap Felix.


Jackson terkejut dengan perkataan Felix. Selama ini Rossy selalu berpenampilan percaya diri dan ramah kepada semua orang.

__ADS_1


Jackson tidak menyangka Rossy sama seperti dirinya yang tidak bisa lagi mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.


Bisa dikatakan Jackson lebih beruntung daripada Rossy karena pernah merasakan kasih sayang dari Eva selama lima tahun, sedangkan Rossy sama sekali tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya yang sudah meninggal.


Sekarang Jackson mengerti mengapa Rossy bersikeras menjadi single parent membesarkan putranya sendiri karena Rossy tidak ingin putranya kehilangan kasih sayang ibu seperti yang dialami oleh Rossy selama ini.


Dari tindakan adik tiri Rossy yang merebut mantan tunangan Rossy, Jackson bisa memastikan selama ini ibu tiri dan adik tiri Rossy memperlakukan Rossy dengan buruk.


Jackson bertekad dalam hatinya,  tidak akan membiarkan mereka berdua menyakiti Rossy lagi mulai saat ini.


Michelle yang duduk di sebelah kiri Rossy pun tahu Rossy sedang melihat ayahnya.


"Rossy. Kamu mau bertemu Om Thomas kah?" tanya Michelle sambil memegang tangan Rossy.


Rossy terdiam sebentar memikirkan perkataan Michelle.


Rossy ingin sekali berlari ke arah Thomas dan memanggilnya ayah dengan suara yang keras, tetapi malam ini bukanlah saat yang tepat.


Rossy yakin Wulan Sari dan Violet tidak akan membiarkannya mendekati Thomas sekarang.


Rossy berencana akan menemui Thomas di Restoran Hartono dalam waktu dekat.


Di Restoran Hartono tidak akan ada Wulan Sari dan Violet yang menghalanginya bertemu dengan Thomas.


"Lain kali saja Michelle," jawab Rossy dengan suara kecil dan mengalihkan pandangannya dari Thomas.


"Baiklah," jawab Michelle.


Malam ini Rossy sudah merasa senang bisa melihat Thomas dari kejauhan dan mengetahui Thomas dalam keadaan sehat.


***


Beberapa saat kemudian terdengar suara musik mengalun dengan keras di dalam ballroom Hotel H. Seorang MC pria berdiri di atas panggung.


"Para undangan terhormat. Mari kita berdiri dan bertepuk tangan menyambut pasangan Febrian Iskandar dan Violet Hartono yang bertunangan hari ini," kata MC pria dari atas panggung.


Rossy tertawa kecil melihat reaksi Michelle dan ikut berdiri di samping Michelle.


Semua tamu undangan yang berada di dalam ballroom berdiri menyambut kedatangan Febrian dan Violet. Hanya Jackson satu-satunya yang duduk dengan santai di atas kursi rodanya.


"Ternyata ini salah satu alasan Jackson memakai kursi rodanya ke pesta ini," kata hati Felix.


Di depan pintu masuk ballroom terlihat Febrian memakai jas berwarna putih bergandengan tangan dengan Violet yang mengenakan gaun merah belahan dada rendah dan belahan di samping kiri kanan pahanya.


Violet berjalan masuk ke dalam ballroom dengan percaya diri akan menjadi pusat perhatian di ballroom pesta pertunangannya.


Sesuai dugaan Violet, banyak tamu undangan pria yang menatap ke arahnya dan tidak melewatkan kesempatan melihat bagian tubuh Violet yang terbuka.


Para undangan pria itu merasa beruntung bisa menghadiri pesta pertunangan Febrian dan Violet karena sudah mendapatkan 'pemandangan gratis' di meja penerima tamu dari ketiga wanita penerima tamu yang berpakaian seksi dan rok yang super mini.


Sekarang mereka bisa melihat 'pemandangan gratis' dari Violet.


Hanya beberapa tamu undangan pria yang tidak melihat ke arah Violet, termasuk Jackson dan Felix.


Jackson sibuk memeriksa email melalui handphonenya, sedangkan pandangan mata Felix tidak pernah meninggalkan sosok Michelle yang berdiri di sampingnya.


Violet berjalan masuk ke dalam ballroom sambil mencari sosok Rossy dengan gaun merahnya.


Ketika berjalan melewati meja Rossy, Violet mengamati dari balik topengnya  siapa saja yang semeja dengan Rossy.


Violet tersenyum sinis ketika melihat pria yang berada di samping Rossy duduk di atas kursi roda.


"Rossy, Rossy. Kamu kasihan sekali. Tidak bisa membawa pasangan yang perfect malahan membawa pria yang lumpuh ke pesta pertunanganku," kata hati Violet.

__ADS_1


Violet semakin yakin Rossy tidak mempunyai pacar yang sempurna dan hanya membual saja sewaktu di Healing Hands Hospital. Suasana hati Violet semakin senang karena merasa dirinya lebih unggul dari pada Rossy saat ini.


Para tamu undangan bertepuk tangan ketika Febrian dan Violet naik ke atas panggung.


"Selamat bertunangan untuk Febrian Iskandar dan Violet Hartono. Bersulang!" kata MC pria sambil mengangkat gelas di tangannya.


Febrian dan Violet juga mengangkat gelas di tangannya diikuti oleh para tamu undangan mengambil gelas dari meja masing-masing dan bersulang.


Setelah bersulang, para tamu undangan duduk kembali di tempat duduknya masing-masing. Michelle segera berbisik ke telinga Rossy.


"Gila si Violet. Gaunnya kekurangan  bahan banget," ucap Michelle.


Rossy ketawa kecil mendengar perkataan Michelle.


"Violet memang suka memakai pakaian seperti itu. Kamu lupa foto-fotonya yang menyebar waktu itu?" tanya Rossy.


"Oh iya ya. Masa Febrian tidak melarangnya memakai gaun itu?" tanya Michelle.


"Mungkin," jawab Rossy.


Michelle masih penasaran dengan gaun merah Violet yang kekurangan bahan sehingga melihat ke arah Felix.


"Felix. Kamu suka gaun merah Violet?" tanya Michelle dengan polos.


"Tidak! Aku lebih suka gaun hitammu," jawab Felix dengan cepat.


Seketika Michelle menunduk tersipu malu, sedangkan Rossy tersenyum lebar mendengar gombalan Felix ke Michelle.


"Rossy." Jackson memanggil Rossy.


"Iya tuan Jackson," jawab Rossy sambil mendekatkan badannya ke arah Jackson.


"Kamu....gaunmu lebih cantik," ucap Jackson dengan singkat.


"Terima kasih pujiannya tuan Jackson," kata Rossy sambil tersenyum.


***


Para tamu undangan sudah mulai mengantri mengambil makanan buffet setelah MC pria mengumumkan hidangan makan malam sudah tersedia.


Rossy ingin menjalankan rencananya untuk membuat kacau pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Rossy akan ke toilet untuk menghapus make up jelek di wajahnya dan Michelle menemani Rossy ke toilet.


Sementara itu Wulan Sari masih berakting sakit perut sehingga  Thomas memutuskan meninggalkan pesta pertunangan dan membawa Wulan Sari ke dokter.


***


Selamat malam readers.


Spoiler bab besok :


Wulan Sari dan Thomas Hartono akan berpapasan dengan Rossy Hartono yang sedang menuju toilet bersama Michelle Angelakah ?


Apa rencana Violet Hartono yang dibantu oleh ketiga teman baiknya mempermalukan Rossy Hartono di pesta pertunangannya?


Dan masih ada lagi Agung Wijaya serta Indra Wijaya yang sedang menuju ke pesta pertunangan Violet Hartono dan Febrian Iskandar.


Jangan ketinggalan baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Dukung terus novel ini ya readers tercinta. Di tunggu vote, tips iklan, hadiah, like, dan komentar positif.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2