
***Rumah Hartono***
Thomas, Wulan Sari, dan Violet sedang makan breakfast bersama.
Mereka makan bubur polos masakan Wulan Sari.
Wulan Sari memang tidak pintar memasak, tetapi Thomas tetap menghargai apapun hasil masakan Wulan Sari.
Biasanya setiap pagi Thomas yang memasak breakfast sederhana untuk dirinya dan Wulan Sari saja.
Dulu setiap pagi Violet tidak pernah makan breakfast di rumah dengan alasan akan makan bersama Febrian di restoran dekat Perusahaan Iskandar.
Padahal Violet sering tidak pulang ke rumah Hartono. Setiap malam Violet clubbing bersama teman-temannya. Kadang-kadang bisa sampai mabuk berat sehingga Violet menginap di rumah teman clubbing nya.
Thomas sama sekali tidak tahu tentang kebenaran ini karena Wulan Sari selalu membantu menutupi kebohongan Violet.
Sejak kejadian pesta pertunangan yang dibatalkan oleh Febrian, Violet terpaksa harus menjadi anak baik-baik di hadapan Thomas karena teman-teman clubbing menjauhinya.
Thomas melihat sekilas ke arah Wulan Sari yang sudah berpakaian rapi, yang menandakan Wulan Sari berencana keluar dari rumah Hartono setelah dirinya berangkat kerja.
"Wulan! Pagi ini kamu mau keluar lagi?" tanya Thomas.
Biasanya Wulan Sari akan keluar berkumpul dengan teman sosialitanya di siang hari dan pulang ke rumah Hartono di sore hari, tetapi belakangan ini Thomas merasa heran karena Wulan Sari sudah keluar dari rumah setiap pagi.
Wulan Sari terkejut dengan pertanyaan Thomas dan berusaha bersikap tenang di hadapan Thomas.
"Iya. Sekarang mereka suka sekali membuat acara kumpul bareng di Vila Siska setiap pagi," jawab Wulan Sari.
"Oh begitu," ucap Thomas sambil menganggukkan kepalanya.
Wulan Sari merasa lega karena Thomas mempercayai kebohongannya.
Wulan Sari bukanlah pergi setiap pagi untuk menemui Siska ataupun teman sosialitanya yang lain melainkan untuk menemui Boris.
Karena kedua preman bawahan Boris yang terluka parah dipukul oleh Bagaskara dan tiga bodyguard di pesta pertunangan itu membuat Wulan Sari harus membayar uang ganti rugi dan juga menjadikan dirinya 'bonus' untuk Boris setiap hari.
Beberapa saat kemudian Thomas menoleh ke arah Violet yang sedang makan bubur polosnya sambil melamun.
"Violet!" panggil Thomas
"Iya Ayah," jawab Violet yang tersadar dari lamunannya karena di panggil oleh Thomas.
"Apakah kamu sudah dapat pekerjaan? Atau sementara waktu ke Restoran Hartono membantu ayah?" tanya Thomas.
"Kerja di restoran? Aku harus taruh di mana mukaku kalau harus menjadi pelayan di restoran," kata hati Violet.
__ADS_1
"Ayah! Aku sedang menunggu panggilan interview kerja," jawab Violet.
Sampai mati pun Violet tidak akan rela bekerja sebagai pelayan di Restoran Hartono.
"Ayah yakin kamu akan segera mendapat panggilan interview kerja. Selama ini kamu kan menjadi sekretaris Febrian yang handal," kata Thomas sambil tersenyum.
"Iya Ayah," jawab Violet dengan patuh.
Thomas sama sekali tidak tahu Febrian lah yang memecat Violet dan juga selama ini Violet bukanlah sekretaris utama di Perusahaan Iskandar.
Violet sangat pintar berakting di hadapan Thomas sehingga pria tua itu tidak pernah merasa curiga sama sekali.
Selama ini Violet mengaku dirinya adalah sekretaris utama Febrian. Padahal Violet sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan pekerjaan sebagai sekretaris dengan baik.
Selama di Perusahaan Iskandar, banyak hasil kerja keras Wati, sekretaris utama Febrian direbut oleh Violet dan dinyatakan sebagai hasil dari kerja kerasnya.
Sampai sekarang Febrian tidak mengetahui hal itu, apa lagi Thomas yang selalu percaya dengan kebohongan Violet.
Tadi Thomas menyarankan Violet bekerja di Restoran Hartono karena mengira Violet sedang melamun memikirkan tentang pekerjaan yang belum di dapatnya.
Thomas pun melanjutkan makan breakfastnya.
Wulan Sari melirik sekilas ke wajah Violet yang sedang lesu dan tidak bersemangat.
Wulan Sari tahu pasti siapa yang menyebabkan putri kesayangannya menjadi seperti itu.
Putri kesayangan Thomas dan merupakan permata berharga yang ditinggalkan oleh Isabella untuk Thomas.
Wulan Sari tahu pasti Thomas lebih menyayangi Rossy daripada Violet.
Hal itu jugalah yang membuat Wulan Sari ingin mengusir Rossy pergi jauh meninggalkan Bali.
Semalam Wulan Sari sudah melihat video tentang lamaran Jackson ke Rossy yang tersebar di media sosial.
Wulan Sari yakin Violet pasti sudah melihat video itu sehingga menyebabkan Violet menjadi tidak bersemangat pagi ini.
Wulan Sari bersyukur Thomas tidak mempunyai media sosial apa pun sehingga Thomas masih belum mengetahui Jackson melamar Rossy.
"Thomas! Apakah Rossy ada menemuimu lagi di restoran?" tanya Wulan Sari.
"Rossy berjanji akan datang ke restoran lagi sewaktu tidak sibuk bekerja," jawab Thomas sambil tersenyum.
Sejak Rossy menemuinya di Restoran Hartono, setiap hari Rossy akan mengirimnya sms ataupun meneleponnya sebentar untuk menanyakan keadaannya.
Hanya saja kemarin di hari minggu, Rossy sama sekali tidak mengirimnya sms ataupun meneleonnya.
__ADS_1
Thomas menduga Rossy sedang sibuk bekerja sebagi koki pribadi sehingga tidak mempermasalahkannya.
Tadi pagi Rossy sudah mengirimkan sms kepadanya dan meminta Thomas harus selalu menjaga kesehatannya.
Thomas sangat senang mendapat sms dari Rossy. Selama dirinya bisa berhubungan dengan Rossy setiap hari dan mengetahui keadaan putrinya dalam keadaan baik-baik, Thomas sudah merasa puas.
"Aku juga rindu sama Rossy dan putranya. Pasti selama ini mereka hidup kesusahan," kata Wulan Sari.
Wulan Sari ingin mengetahui sejauh mana Thomas mengetahui keadaan Rossy dan putra yang dibawa oleh Rossy pulang ke rumah Hartono lima tahun yang lalu.
Sewaktu Violet memberitahukannya bahwa Jackson mengakui putra Rossy adalah putranya, Wulan Sari sama sekali tidak percaya. Akan tetapi, sekarang Jackson melamar Rossy di tempat umum sehingga membuat Wulan Sari menjadi curiga kemungkinan besar putra Rossy memang putra Jackson.
"Rossy mempunyai bos yang baik. Putranya tinggal bersama Michelle," kata Thomas.
Wulan Sari menganggukkan kepalanya dan tersenyum karena sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.
"Putranya tinggal bersama Michelle? Pantas aja setiap kali bertemu Michelle pasti ada anak haram itu. Bagaimana mungkin anak itu putra Jackson Wijaya?" kata hati Violet.
***
Wulan Sari dan Violet duduk di ruang tamu untuk mengobrol setelah Thomas berangkat kerja ke Restoran Hartono.
"Mom! Kamu sudah menonton video itu?" tanya Violet.
"Iya. Aku sudah menontonnya semalam," jawab Wulan Sari.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Mom?" tanya Violet.
"Itu hanyalah video lamaran biasa saja. Dia masih belum menjadi Nyonya Wijaya. Kita masih bisa menghadapinya," jawab Wulan Sari dengan tenang.
"Betul sekali Mom. Aku sudah mendapatkan info tentang Jackson Wijaya. Selama ini tidak pernah ada wanita di sisinya. Mungkin saja sekarang dia merasa Rossy yang terbaik buatnya, tetapi aku yakin aku lebih baik daripada Rossy. Jackson Wijaya pasti akan menyukaiku. Aku akan merebut Jackson Wijaya dari tangan Rossy. Tidak ada kucing yang menolak ikan asin," kata Violet dengan pe de.
"Betul sekali Violet! Kamu harus segera mendekati Jackson Wijaya. Mumpung mereka masih belum menikah," kata Wulan Sari.
"Beres Mom. Aku sudah punya rencana," ucap Violet sambil tersenyum lebar.
***
Selamat siang readers tercinta. Bab ini author up pukul 17.00 WITA. Mudah-mudahan ga error semalaman lagi ya NT nya 😅😅
Betul atau tidak ya ungkapan 'Tidak ada kucing yang menolak ikan asin?'
Di tunggu lanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE