
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Jackson dan Rossy saling berpelukan di atas tempat tidur dengan erat.
"Jackson! Besok pagi kita jenguk Michael dulu ya sebelum ke Restoran Hartono. Michael sudah menyelamatkan Kelvin hari ini," kata Rossy.
"Oke!" jawab Jackson dengan singkat.
"Michael adalah putra Susan?" tanya Rossy dengan hati-hati karena mendengar panggilan Jackson terhadap Michael di tempat kos tadi.
"Iya. Aku baru menyadarinya. Kemungkinan besar dia jugalah yang menculikmu ke apartemen Felix," jawab Jackson sambil membelai rambut Rossy.
Rossy terkejut dengan perkataan Jackson, lalu gadis muda itu menghela napas panjang.
"Aku harap tidak ada orang lagi yang mengganggu keluarga kecil kita," ucap Rossy sambil memeluk erat pinggang Jackson.
"Aku yakin besok siang semua masalah akan selesai dengan baik dan lancar," kata Jackson sambil membalas pelukan Rossy dengan erat.
Rossy tersenyum kecil walaupun tidak begitu mengerti perkataan Jackson.
***Medical Health***
Michael bangun di kamar pasien Medical Health. Semalam dirinya tidak lagi bermimpi buruk dan tidur dengan nyenyak.
"Kak Dilan!" panggil Michael dengan suara lemah.
Dilan yang duduk berjaga di sofa kamar pasien, segera berjalan menghampiri Michael.
"Bagaimana? lukanya masih sakit?" tanya Dilan
"Sedikit, " jawab Michael sambil memegang perban di perutnya.
"Jangan banyak bergerak! Kamu kehilangan banyak darah kemarin," kata Dilan.
"Kak Dilan! Semalam aku bisa tidur nyenyak dan tidak bermimpi buruk lagi," ucap Michael.
"Benarkah? Kamu sudah berhasil melepaskan belenggu itu?" tanya Dilan
"Mungkin! Kalau nanti malam gak mimpi buruk lagi, berarti belenggunya sudah hilang," jawab Michael.
"Kamu pasti tidak akan bermimpi buruk lagi!" ucap Dilan
Terdengar suara ketukan pintu kamar sehingga Dilan dan Michael menoleh ke arah pintu kamar pasien yang dibuka dari luar.
Rossy membawa satu keranjang buah, berjalan masuk ke dalam kamar bersama Jackson.
"Rossy!" sapa Michael sambil tersenyum.
"Michael! Terima kasih sudah menyelamatkan Kelvin kemarin," kata Rossy.
"Rossy! Aku mau minta maaf kepadamu karrena pernah menculikmu. Kamu pasti sangat ketakutan waktu itu ," ucap Michael.
Dilan langsung menggetok kepala Michael setelah mendengar pembicaraan mereka.
"Berani sekali kamu menculik orang?" tanya Dilan dengan ketus.
"Maaf Kak Dilan! Aku khilaf waktu itu!" kata Michael.
"Aku memaafkanmu Michael. Kamu tidak melukaiku waktu itu," kata Rossy.
"Rossy! Ayo kita pulang sekarang! Anak-anak menunggu di mobil," ajak Jackson sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya.
Beberapa saat lagi sudah hampir tiba waktu janjian dengan Thomas untuk lunch di Restoran Hartono.
"Aku pamit pulang, Michael!" kata Rossy sambil tersenyum.
Sewaktu pintu kamar pasien hampir menutup, terdengar suara Jackson. "Semoga cepat sembuh."
__ADS_1
Michael tersenyum lebar setelah mendengar perkataan Jackson. Dilan ikut merasa bahagia karena pada akhirnya Michael bisa melepaskan belenggu hatinya yang melekat selama dua puluh tahun.
***Restoran Hartono***
Thomas tersenyum bahagia menyambut kedatangan Rossy, Jackson, dan si kembar Chandra-Kelvin.
Sementara Wulan Sari yang berdiri di samping Thomas berwajah pucat dan sangat gelisah.
Bagaskara yang menjemput paksa Wulan Sari dari rumah dan membawanya ke Restoran Hartono.
Semalam Boris sama sekali tidak menghubunginya. Bahkan Violet tidak bisa dihubungi dan tidak pulang semalaman sehingga Wulan Sari terpaksa berbohong kepada Thomas.
Apa lagi sekarang Rossy dalam keadaan sehat di hadapannya sehingga membuat Wulan Sari semakin gelisah.
Kelvin dan Chandra bermain di pantai sambil dijaga oleh Bagaskara dan Robin sehingga Jackson langsung mengutarakan maksud kedatangannya hari ini.
"Ayah! Ada yang ingin aku perlihatkan!" ucap Jackson dengan tenang.
Thomas tersenyum lebar karena Jackson langsung memanggilnya ayah dan menerima map file dari tangan Jackson.
Wulan Sari ikut membaca isi map file dan dalam sekejap wajahnya berubah menjadi pucat.
Isi map file adalah hasil tes DNA yang membuktikan Violet bukan anak kandung Thomas.
"Wulan! Apa penjelasanmu?" tanya Thomas.
Wulan Sari terdiam dan tidak tahu bagaimana cara memberi penjelasan kepada Thomas.
Puluhan tahun yang lalu, Thomas yang lebih sering mengutamakan Rossy kecil sehingga membuat Wulan Sari berusaha segera mendapatkan anak supaya Thomas lebih memperhatikannya, tetapi Thomas jarang berhubungan mesra dengannya karena masih teringat akan Isabella, mendiang istrinya
Wulan Sari mengambil keputusan yang disesalinya sampai saat ini yaitu berhubungan mesra dengan Boris.
Wulan Sari mengira dirinya bisa dengan mudah melepaskan diri dari Boris dan kenyataannya tidaklah seindah harapan Wulan Sari.
Boris sama sekali tidak mengetahui Wulan Sari melahirkan darah dagingnya karena Wulan Sari menutupinya dengan rapat.
Thomas merasa kecewa melihat Wulan Sari membisu ,yang membuktikan hasil tes DNA itu benar.
Thomas menampar wajah Wulan Sari secara spontan. "Kenapa kamu jahat sekali terhadap Rossy?" tanya Thomas sambil memegang dadanya sendiri.
"Lima tahun yang lalu, uang 200 juta itu adalah milik Rossy. Karena mengandung bayi tabung IVF ku," lanjut Jackson
Kenyataan dan kebenaran yang bertubi-tubi di lontarkan oleh Jackson membuat Thomas sangat syok. Bahkan tubuh pria paruh baya itu hampir saja terjatuh jika Rossy dan Jackson tidak sigap menangkap tubuh Thomas.
"Aku akan menceraikanmu, Wulan! Aku tidak akan membiarkanmu melukai Rossy lagi, " kata Thomas.
"Jangan, Thomas! Aku sangat mencintaimu!" ucap Wulan Sari sambil menangis.
Masa depan yang sudah dirancangnya hancur dalam sekejap mata.
Jackson mengeluarkan satu berkas lagi dan melemparkannya ke hadapan Wulan Sari.
"Tanda tangan sekarang!" perintah Jackson
Mata Wulan Sari membulat besar melihat surat cerai yang dipersiapkan oleh Jackson. Dengan tangan gemetar, Wulan Sari menandatangani surat cerai itu.
Rossy pun terkejut dengan kinerja Jackson yang luar biasa cepat.
"Ternyata ini maksud perkataan Jackson semalam!" kata hati Rossy.
Jackson tidak ingin ada satu butir debu halus pun yang akan mengganggu keluarga kecilnya sehingga memutuskan memberantas semuanya sekarang.
Setekah Wulan Sari selesai menandatangani surat cerai, salah satu bodyguard menyeret Wulan Sari keluar dari Restoran Hartono.
Mulai saat ini Wulan Sari maupun Violet tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga Hartono.
***
__ADS_1
"Ayah jangan bersedih lagi. Masih ada aku dan si kembar di sisi ayah," bujuk Rossy sambil memegang tangan Thomas.
"Rossy! Maafkan ayahmu yang bodoh ini sudah percaya semua kebohongan mereka," kata Thomas sambil menitikkan air mata.
"Aku tidak pernah menyalahkan ayah," ucap Rossy sambil menepuk punggung tangan Thomas.
***
Sementara itu Wulan Sari yang terusir berjalan lesu di jalanan. Terdengar suara handphone berbunyi sehingga Wulan Sari mengeluarkan handphone dari dalam tas dan ternyata panggilan telepon berasal dari Boris.
Wulan Sari segera mengangkat teleponnya. "Ada apa?" tanya Wulan Sari dengan gusar.
"Begitukah caramu berbicara padaku? Violet ada di tanganku!" kata Boris sambil ketawa.
"Apa? Kamu di mana sekarang? Aku akan ke sana," ucap Wulan Sari dengan panik.
Sejak saat itu tidak ada seorang pun yang melihat sosok Wulan Sari maupun Violet di Bali.
***Mansion Wijaya***
Malam hari Felix dan Michelle datang dinner di Mansion Wijaya sesuai janji Rossy. Thomas dan Agung pun ikut dinner di Mansion Wijaya.
Kejadian penculikan Rossy dan Kelvin kemarin tidak diketahui oleh Felix maupun Michelle.
Felix makan dengan lahap masakan lezat Rossy. Bahkan piring Felix sampai penuh sehingga membuat Jackson Wijaya tidak bisa menahan diri untuk menegurnya.
"Felix! Perutmu bisa makan begitu banyak makanan?" tanya Jackson.
"Tentu saja bisa! Masakan Rossy sangat lezat. Apa lagi ada kabar baik yang akan aku sampaikan. Kamu pasti ikut makan banyak jika mengetahui kabar itu," jawab Felix dengan mulut penuh makanan.
"Kabar baik?" tanya Jackson.
Semua mata orang yang menikmati masakan Rossy memandang ke arah Felix.
Michelle yang duduk di samping Felix pun tersenyum lebar. "Benar sekali! Kabar yang sangat mengembirakan!" ucap Michelle sambil berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Rossy.
"Rossy! Ini untukmu!" kata Michelle dan mengeluarkan satu amplop tes lab ke Rossy.
Rossy membuka amplop itu dan membaca isinya. Jackson yang duduk di sampingnya juga ikut membaca .
"Positif! Aku hamil!" teriak Rossy secara spontan.
Tangan kanan Jackson memeluk erat pinggang Rossy dan memberikan ciuman yang dalam di bibir stroberi Rossy.
"Aku akan menjadi ayah lagi!" teriak Jackson sambil tersenyum lebar.
Pipi Rossy merona merah karena Jackson menciumnya di hadapan orang terdekatnya, sedangkan Kelvin dan Chandra juga berdiri dari kursi mereka dengan senyum lebar.
"Yeay....aku akan menjadi brother!" kata Kelvin sambil meloncat-loncat kegirangan.
"Pasti dedek baby girl!" ucap Chandra dengan antusias.
Mereka semua tertawa bersamaan melihat tingkah polos si kembar.
"Thomas! Kita harus menetapkan hari pernikahan sekarang! Semakin cepat semakin baik!" kata Agung.
"Benar sekali Tuan Agung!" ucap Thomas.
Acara dinner bersama berubah menjadi acara diskusi tentang pernikahan Rossy dan Jackson.
***
Finally dedek baby yang dirindukan Chandra dan Kelvin sudah berada di dalam kandungan mommy Rossy.
Dukung terus novel ini ya readers. Author tunggu vote, like, tips iklan, hadiah, dan komentar positif.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE