Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 159. Agresif


__ADS_3

Pak Kuncoro mengemudi mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam itu keluar dari Hotel H.


"Tuan Jackson mau ke mana sekarang?" tanya Pak Kuncoro ke Jackson dengan hati-hati.


Sejak naik ke dalam mobil, Jackson tidak mengatakan tujuan yang harus di tuju oleh Pak Kuncoro sehingga ketika mobil Land Rover Range Rover Velar yang dikemudikannya sudah keluar dari Hotel H, Pak Kuncoro memperlambat laju mobilnya karena tidak mengetahui tempat tujuan Jackson selanjutnya.


Pak Kuncoro pun tidak berani mengintip keadaan kursi belakang mobil dari kaca spion dan hanya berkonsentrasi penuh menyetir mobilnya dengan perlahan sambil menunggu perintah dari Jackson.


Pak Kuncoro tidak mau lancang mengemudikan mobil Land Rover Range Rover Velar  menuju Mansion Wijaya secara langsung karena selama ini Jackson tidak pernah membawa satu wanita pun pulang ke Mansion Wijaya.


 Jackson yang duduk di kursi belakang mobil sedang kewalahan menghadapi Rossy yang bersikap agresif.


Sewaktu masuk ke dalam mobil land Rover Range Rover Velar, Rossy langsung duduk di atas pangkuan Jackson dan kedua tangannya merangkul erat ke leher Jackson.


"Rossy. Kenapa kamu seperti anak koala?" ujar Jackson dengan kesal sambil berusaha melepaskan tangan Rossy yang merangkul lehernya.


Tindakan Rossy mengingatkan Jackson akan dokumentasi National Geographic Channel tentang kehidupan koala.


Anak koala berada di belakang punggung ibu koala dan kedua tangannya merangkul erat leher ibu koala.



Jackson Wijaya berhasil melepaskan kedua tangan Rossy dari lehernya setelah bersusah payah.


Rossy tidak menyerah dan ingin merangkul lagi leher Jackson. Rossy merasakan tubuhnya panas seperti terbakar. Hanya dengan merangkul dan memeluk tubuh Jackson dengan erat, bisa membuat tubuh Rossy terasa nyaman.


"Tidak boleh!" larang Jackson sambil menatap tajam ke Rossy.


"Ah! Kamu sangat galak dan memarahiku," ucap Rossy dan dengan cepat air mata berlinang dari kedua sudut mata serta membasahi pipinya yang bersemu merah.


Rossy menangis terisak-isak di atas pangkuan Jackson hanya karena Jackson tidak memperbolehkannya merangkul leher dan memeluk erat tubuh Jackson.😅


Jackson merasa bersalah melihat Rossy menangis terisak-isak. Jackson tahu pengaruh obat itu membuat Rossy merasa kepanasan dan tidak bisa berpikir jernih lagi.


Emosional Rossy akan mudah berubah dari gembira menjadi sedih.


Jackson menghela napas dalam-dalam dan menarik kedua tangan Rossy untuk mengalungkannya ke lehernya kembali.


Jackson tahu hanya ada  cara yang bisa menghentikan tangisan Rossy yaitu mengabulkan semua keinginan Rossy  saat ini.


Dugaan Jackson sangatlah benar dan tepat. Rossy menghentikan isak tangisnya dan tertawa kecil karena sudah diperbolehkan merangkul leher Jackson.


Rossy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sambil merangkul leher Jackson, Rossy mengamati wajah Jackson dengan saksama.

__ADS_1


Rossy menatap mata, pipi, hidung, dan bibir Jackson dengan pandangan mata yang menggebu-gebu.


Jackson merasakan dirinya bagaikan seekor kelinci putih yang sedang diawasi oleh harimau betina dengan saksama.


Hanya menunggu waktu saja harimau betina di hadapannya melancarkan aksinya menerkam si kelinci putih.


Rossy bukan lagi kucing imut yang selama ini Jackson kira melainkan sudah berubah menjadi harimau betina yang kelaparan 😆


"Kamu sangat tampan," puji Rossy dan memajukan bibirnya mencium bibir Jackson bertubi-tubi.


Mata Jackson membulat besar dan tubuhnya tegang tidak bisa bergerak sama sekali sehingga  membiarkan bibirnya menjadi kelinci percobaan Rossy.


Rossy seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Rossy memajukan bibirnya sehingga menempel ke bibir Jackson kemudian Rossy menarik kembali bibirnya menjauhi bibir Jackson.


Rossy melakukannya berulang-ulang terhadap sudut bibir Jackson yang berbeda-beda, semuanya di cium oleh Rossy sambil mengeluarkan suara kecupan yang keras.


Pak Kuncoro yang mendengarkan suara kecupan itu berusaha berkonsentrasi menghafalkan rambu-rambu lalu lintas yang selama ini dipelajarinya untuk lulus dari ujian mengemudi.🤣


Wajah dan telinga Jackson sudah memerah seperti warna kepiting rebus, tetapi tubuh Jackson tetap terpaku dan tidak dapat di gerakkan sama sekali.


Jackson terhipnotis dengan kecupan Rossy dan pikiran bawah sadarnya sangat menantikan apa yang akan dilakukan lagi oleh Rossy.


Rossy tertawa cekikikan karena merasa  puas dengan mainan barunya.


"Rossy. Kamu sadar apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Jackson dengan suara yang serak.


Rossy menghentikan ketawanya dan melihat ke wajah Jackson dengan intens.


Rossy memegang kedua pipi Jackson dan memberikan satu kecupan lama di pipi kiri dan kanan Jackson.


"Malam ini aku mau bobok bersamamu," ucap Rossy sambil mengedipkan mata ke Jackson.


"Bobok bersamaku artinya berada di tempat tidur yang sama denganku?" kata hati Jackson.


 ***


Mobil Land Rover Range Rover Velar berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan karena Pak Kuncoro menginjak rem dengan keras.


Jackson spontan memeluk erat tubuh Rossy yang hampir saja terjatuh karena Rossy hanya duduk di atas pangkuan Jackson tanpa berpegangan ke apa pun.


Wajah Rossy menempel di dada Jackson dan Rossy sangat menyukai pelukan ini sehingga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jackson dengan erat.


Pak Kuncoro memberanikan diri melihat ke kursi belakang mobil.

__ADS_1


"Maaf Tuan Jackson. Ada...ada seekor kucing yang mendadak muncul di depan mobil tadi," ucap Pak Kuncoro dengan gugup.


Pak Kuncoro terpaksa berbohong ke Jackson. Pak Kuncoro  menginjak rem secara tiba-tiba karena syok dengan perkataan Rossy yang tidak sengaja terdengar olehnya.


Jackson menganggukkan kepalanya sambil melirik ke arah Rossy yang sedang tenang memeluk tubuhnya.


"Tuan Jackson mau ke mana sekarang?" Pak Kuncoro menggunakan kesempatan ini menanyakan tujuan Jackson yang belum diketahuinya sampai sekarang.


Mendengar pertanyaan Pak Kuncoro, di pikiran Jackson muncul suara pria dan wanita secara bergantian.


"Darah tali pusat."


"Malam ini aku mau bobok bersamamu"


Suara Felix dan Rossy terdengar berulang-ulang di telinganya.


"Mansion Wijaya," kata Jackson ke Pak Kuncoro.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Kuncoro.


Pak Kuncoro berkonsentrasi penuh mengemudikan mobil menuju Mansion Wijaya.


 ***


Rossy mengangkat wajahnya dari dada Jackson dan menatap wajah Jackson dengan intens.


"Kamu mau apa lagi?" tanya Jackson.


Jackson tahu pasti Rossy akan meminta sesuatu darinya lagi.


"Tadi aku sudah menciummu. Sekarang giliranmu menciumku," jawab Rossy sambil tersenyum lebar.


***


Selamat siang readers. Author up dulu satu bab ini untuk menghilangkan rasa penasaran para readers tercinta.


Masih ada satu bab lagi nanti malam ya. Author sedang berusaha menyelesaikannya. Sabar ya 🙏🤗


Di tunggu ya readers tercinta.


THANK YOU


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2