Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 260. Terluka


__ADS_3

***Tempat kos anak buah Boris***


Mata Rossy memerah menatap punggung Jackson yang berjalan menuju Boris dan anak buahnya.


Rossy takut Jackson akan terluka parah, sedangkan Jackson berjalan dengan tenang dan tanpa ragu sambil melepaskan dasinya dan melingkarkan dasi itu ke telapak tangan kirinya.


Cara membungkusnya sama seperti memakai sarung tangan untuk melindungi tangan saat bertinju.


"Serang!" teriak Boris.


Dalam sekejap puluhan anak buah Boris menyerang Jackson. Bahkan ada yang memegang pipa baja yang diambil dari mobil mereka.


"Jackson!" teriak Rossy. Air mata mengalir deras di kedua pipinya melihat Jackson diserang oleh banyak preman.


Mata Rossy membulat besar sewaktu melihat Jackson bisa menghindari pukulan dengan gesit.


Bahkan Jackson berhasil merebut salah satu pipa baja dan menggunakannya sebagai senjatanya.


Pertarungan sengit pun terjadi. Anak buah Boris menjadi gusar karena menyadari Jackson menguasai bela diri sehingga mereka melancarkan serangan yang lebih ganas.


Jackson hampir kewalahan karena jumlah lawannya terlalu banyak.


Salah satu anak buah Boris ingin melayangkan pipa baja ke kepala Jackson dari belakang.


"Di belakang!" Rossy berteriak keras untuk mengingatkan Jackson akan serangan dari belakang pria yang sangat dicintainya itu.


Pipa baja itu jatuh ke lantai karena di tendang oleh Michael yang muncul secara tiba-tiba.


Suara pipa baja yang jatuh dengan keras, membuat Jackson membalikkan badannya dan melihat jelas wajah Michael.


"Kamu!" ujar Jackson. Jackson tidak menyangka Michael akan muncul dan menyelamatkannya.


"Selamatkan Rossy dulu!" kata Michael.


Jackson menganggukkan kepalanya dan mereka berdua bekerjasama melawan anak buah Boris.


Satu persatu anak buah Boris jatuh tergeletak di atas lantai. Boris mengepalkan kedua tangannya dan memutuskan untuk turun tangan secara langsung.


Boris mengeluarkan pisau lipat dan mengarahkannya ke tubuh Jackson yang sedang fokus bertarung dengan anak buah Boris.


Secara refleks Michael yang melihat pisau Boris, menghadang di depan tubuh Jackson.


"Argh...." Michael meringis kesakitan sambil memegang perutnya yang bercucuran darah segar.


Jackson menendang tubuh Boris sehingga Boris terpental jatuh ke lantai.


Tubuh Michael yang mulai tumbang, dengan cepat di tangkap oleh Jackson. Jackson memapah tubuh Michael.


"Tuan Jackson!" Bagaskara dan beberapa bodyguard tiba tepat waktu dan segera bertarung melawan sisa anak buah Boris. Dikarenakan bala bantuan sudah datang, Rossy segera berlari menghampiri Jackson dan Michael.


"Michael! Kamu tidak apa-apa?" tanya Rossy sambil menatap tangan Michael menekan perutnya sendiri yang terluka oleh pisau.


"Mommy! Daddy!"


"Michael!"


Dilan menggendong Kelvin berlari menghampiri mereka bertiga.


Tadi Kelvin sudah siuman di Medical Health dan Dilan berniat mengantarnya pulang ke Mansion Wijaya.


Bersamaan dengan itu Bagaskara dan beberapa bodyguard juga tiba di Medical Health karena lokasi GPS jam tangan Kelvin yang di share oleh Jackson.


Bagaskara memberitahukan tentang penculikan Rossy dan ingin menuju ke tempat Rossy karena Kelvin dalam kondisi aman sekarang.


Dilan memutuskan ikut menyusul karena khawatir dengan keadaan Michael.


Mereka pun berangkat bersamaan ke tempat kos yang berada dekat dengan Medical Health. Dilan menggendong Kelvin yang masih lemah ke dalam mobilnya.


"Kelvin!" teriak Rossy dan Jackson bersamaan.


Rossy segera menggendong Kelvin dari tangan Dilan, Smsedangkan Dilan menghampiri Michael.


"Vin Vin tidak apa-apa?" tanya Rossy.

__ADS_1


"Vin Vin di bius oleh wanita jahat itu!" jawab Kelvin sambil menunjuk Violet yang masih duduk di lantai.


"Untung ada Om Michael yang menyelamatkanku," lanjut Kelvin.


Perkataan Kelvin di dengar jelas oleh Jackson


"Michael! Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Dilan dengan nada khawatir.


"Jackson! Aku tidak hutang padamu lagi!" ucap Michael dengan suara lemah dan senyum hambar.


Secara perlahan mata Michael akan tertutup. "Kamu tidak boleh mati, Jackson!" ujar Jackson dengan suara tegas dan keras supaya Michael mendengar jelas perkataannya.


Air mata mengalir dari sudut mata Michael yang sudah tertutup rapat sekarang.


Dilan ikut terkejut mendengar Jackson memanggil Michael dengan nama 'Jackson', yang merupakan nama sebenarnya Michael sebelum menjadi anak asuh Keluarga Adinata.


Dilan segera membawa Michael menuju Medical Health, rumah sakit terdekat.


Jackson membawa Rossy dan Kelvin ke dalam mobil Land Rover Range Rover Velar.


Sewaktu Jackson Wijaya akan naik ke dalam mobil, Bagaskara memanggilnya.


"Tuan Jackson! Bagaimana dengan mereka?" tanya Bagaskara sambil melihat Boris dan anak buahnya yang tergeletak di lantai serta Violet yang masih duduk di lantai.


Tadi sewaktu Jackson Wijaya menghempaskan tubuh Violet ke lantai, kaki dan tangannya terkilir sehingga dia sama sekali tidak bisa meninggalkan tempat kos.


"Tinggalkan saja!" jawab Jackson.


"Baik Tuan Jackson!" ucap Bagaskara.


"Bagaskara! Ada satu hal penting yang harus kamu lakukan sekarang!" kata Jackson.


"Aku pasti akan melakukannya dengan baik, Tuan Jackson!" jawab Bagaskara.


"Cabut sehelai rambut wanita itu dan rambut Thomas. Berikan ke Felix untuk tes DNA segera!" perintah Jackson sambil menunjuk ke arah Violet yang sedang menatap ke Jackson.


Violet mengira Jackson meminta Bagaskara untuk menyelamatkannya.


"Baik Tuan Jackson!" jawab Bagaskara.


***


Bagaskara berjalan menghampiri Violet sehingga membuat gadis muka tembok itu tersenyum lebar.


"Tangan dan kakiku terkilir.  Bantu papah..... Auh...."


Violet meringis kesakitan karena Bagaskara mencabut sehelai rambutnya dengan keras.


Bagaskara dan para bodyguard anak buahnya langsung meninggalkan tempat kos setelah mendapatkan rambut Violet.


"Hei! Aku masih di sini! Kalian belum membawaku pergi!" Violet berteriak seperti orang gila.


Bagaskara dan para anah buahnya tidak memedulikan teriakan Violet. Mobil mereka pergi jauh dalam waktu singkat.


***


Boris bangkit dari lantai dan menjambak rambut Violet dengan kasar.


"Siapa wanita ini?" tanya Boris ke Ale dan Udin.


Boris mengira Violet adalah komplotan Jackson setelah mendengar perkataan Violet barusan.


"Aku anaknya Wulan Sari!" teriak Violet sambil meringis kesakitan.


"Anaknya Wulan," gumam Boris sambil melepaskan tangannya dari rambut Violet.


Boris melihat Violet dari atas kepala sampai ujung kaki dan memang terlihat ada sedikit kemiripan dengan Wulan Sari.


"Kamu anak Wulan sama Thomas. Gara-gara Wulan, anak buahku terluka sekarang! Aku akan menjadikanmu bayaran bonus untuk anak buahku!" kata Boris.


"Bonus?" teriak Violet dengan wajah sepucat warna kertas.


"Iya! Tubuh ibumu sudah kunikmati puluhan tahun! Jadi aku tidak akan menyentuhmu sama sekali! Tetapi anak buahku bisa!" kata Boris sambil ketawa keras.

__ADS_1


"Bos! Aku dan Udin yang duluan menemukannya," ucap Ale dengan antusias.


"Pergilah!" kata Boris sambil membalikkan badannya, ingin meninggalkan tempat kos Ale dan Udin.


"Ucok! Hasan! Tulus! Wanita itu bonus untuk kalian juga!" ucap Boris ke  anak buah kepercayaannya.


"Terima kasih Bos!" jawab ketiga anak buah kepercayaan Boris.


Ale menggendong tubuh Violet dan membawanya ke dalam kamar mandi bersama Udin karena pintu kamar kos nya sudah rusak.


Sementara Ucok, Hasan, dan Tulus menunggu giliran mereka dengan antusias.


***Vila Wijaya***


Indra berlutut di hadapan Agung, Smsedangkan Kusuma berdiri di samping Indra sambil menundukkan kepalanya.


"Kusuma dan Indra! Akh sangat kecewa dengan kalian berdua! Kelvin masih kecil dan kalian tega mengutus orang untuk menculiknya!" ujar Agung.


Chandra lah yang mengirimkan video rekaman cctv taman bermain saat para bodyguard Indra menculiknya, berkelahi dengan Robin dan pengakuan bos mereka adalah Indra


"Maafkan aku,, Kakek! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" mohon Indra.


"Kusuma! Semua sahammu di Perusahaan Wijaya akan aku beli dengan uang tunai. Kamu dan Indra bukan lagi bagian dari Perusahaan Wijaya. Kamu bisa membuka perusahaan baru dengan uang itu!" kata Agung.


"Tetapi ayah..."


Kusuma masih ingin memprotes dan langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Agung.


"Kusuma! Merintis satu perusahaan menjadi besar bukanlah hal yang mudah! Selama lima tahun ini Jackson sudah bekerja keras dengan kondisi penyakitnya yang memprihatinkan. Sedangkan kalian berdua? Apa yang sudah kalian dapatkan untuk Perusahaan Wijaya?" tanya Agung.


Kusuma dan Indra terdiam tanpa bisa menyela satu kata pun karena perkataan Agung sangat benar.


Selama ini mereka berdua pun menikmati keuntungan Perusahaan Wijaya yang didapatkan oleh kerja keras Jackson, sedangkan mereka berdua sama sekali tidak mendapatkan satu pun proyek kerja.


Tujuan mereka selama ini hanyalah merebut posisi CEO dari tangan Jackson.


"Ayah harap perusahaan barumu bisa berkembang. Sekarang kalian berdua pulanglah!" kata Agung.


"Baik Ayah!" jawab Kusuma.


"Baik Kakek!" jawab Indra.


Mereka berdua pulang dari Vila Wijaya dengan lesu.


***Mansion Wijaya***


Rossy menggenggam erat kedua tangan putra kembarnya di sisi kiri dan kanannya.


"Mommy jangan khawatir lagi! Kita sekeluarga sudah berkumpul dengan selamat!" kata Chandra.


"Iya!" jawab Rossy.


Beberapa saat kemudian, Rossy teringat akan janji dinner bersama Thomas di Restoran Hartono.


"Aku akan menelepon ayah untuk membatalkan dinner malam ini!" ucap Rossy ke Jackson.


"Ganti besok siang!" kata Jackson dengan singkat.


"Baiklah!" jawab Rossy dan menelepon Thomas.


Keluarga kecil Wijaya makan malam masakan Pak Simon dan Bu Liana di Mansion Wijaya.


***


Halo readers tercinta. Jangan lupa dukung novel ini ya. Author tunggu vote, tips iklan, hadiah, like, dan komentar positifnya 🥰🙏


Maaf author kejam sama Violet😑😅😅 🙏


Di tunggu kelanjutan ceritanya ya 🙏🙏🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2