
***Ruang praktik Felix Wilson***
Felix menelepon Jackson untuk memberitahukannya tentang Suster Lisa.
"Jackson! Aku bisa pastikan Suster Lisa mengetahui rahasia Dokter Erik dan menyembunyikannya," kata Felix ke Jackson melalui handphonenya.
"Sesuai dengan dugaanku," kata Jackson dengan yakin.
"Apa rencanamu untuk membongkar kebohongannya?" tanya Jackson.
"Aku mencoba menahannya lebih lama di Bali. Dia akan berada di Bali selama seminggu dan pasti menjenguk Dokter Erik setiap hari sehingga kita mempunyai waktu untuk memikirkan cara membujuknya mengatakan rahasia Dokter Erik," jawab Felix.
" Bagaskara sudah memeriksa keadaan finansial Suster Lisa. Imbalan uang yang saya berikan lima tahun yang lalu sudah di gunakannya untuk membiayai kuliah adik-adiknya. Aku bisa memberikannya uang lagi untuk membuatnya mengatakan rahasia Dokter Erik," kata Jackson.
"Jackson. Kamu tidak bisa memakai cara itu. Aku bisa menilai karakter Suster Lisa dengan jelas. Dia adalah seorang yang setia. Dari tindakannya yang langsung datang ke Bali ketika mendengar tentang Dokter Erik sedang koma, aku bisa memastikan Suster Lisa sangatlah setia kepada Dokter Erik. Mungkin Dokter Erik berjasa kepadanya selama dia menjadi suster sehingga Suster Lisa tidak akan membocorkan rahasia Dokter Erik walaupun kamu memberinya uang," kata Felix.
Felix harus mencegah Jackson melakukan hal itu karena Felix yakin jika Jackson memberikan uang kepada Suster Lisa maka akan membuat Suster Lisa melarikan diri dari Bali sehingga semakin sulit bagi mereka untuk mengetahui rahasia Dokter Erik.
Dokter Erik masih belum bisa di pastikan kapan bisa siuman dari koma nya sehingga Suster Lisa adalah satu-satunya harapan mereka sekarang.
"Apa rencanamu?" tanya Jackson.
Felix berpikir sebentar apa yang harus dilakukannya. Tujuan utama mereka adalah mengetahui identitas Miss X. Apa rahasia yang di sembunyikan oleh Dokter Erik lima tahun yang lalu tidaklah sepenting menemukan Miss X sekarang.
"Beberapa hari ini aku akan membuat Suster Lisa merasa nyaman dan berteman denganku. Secara perlahan aku akan memberitahukannya tentang kondisi Chandra yang sedang sakit dan membutuhkan darah tali pusat sehingga harus menemukan ibu kandungnya. Suster Lisa memiliki rasa simpati yang besar dan pasti akan memberitahukan kepadaku tentang identitas Miss X." Felix menjelaskan rencananya kepada Jackson.
Felix ingin menggunakan cara ini untuk mengambil rasa simpati dan iba Suster Lisa terhadap Chandra.
Dari percakapannya dengan Suster Lisa di kamar pasien, Felix sudah bisa membaca sifat dan karakter Suster Lisa.
Felix ingin Suster Lisa bersedia memberikan sketsa wajah Miss X yang bisa membantu mereka menemukan Miss X lebih cepat.
Felix tidak akan memaksa Suster Lisa mengatakan tentang rahasia Dokter Erik. Yang terpenting adalah mengetahui identitas Miss X secepat mungkin.
"Oke. Jalankan rencanamu. Aku tunggu kabar baik darimu," kata Jackson.
"Oke. Suster Lisa masih mengunjungi Dokter Erik. Aku belum bisa pulang siang ini dan harus makan lunch di Healing Hands Hospital," kata Felix.
Jackson tahu Felix sengaja memberinya kode tentang lunch.
"Aku akan meminta Rossy mengantarkan lunch untukmu juga," kata Jackson.
__ADS_1
"Thank you Jackson," kata Felix dengan semangat.
Setelah menutup pembicaraan telepon dengan Jackson, Felix bersiul riang sambil memasukkan tangannya ke kantong jas dokternya. Tangannya meraba sesuatu yang ada di dalam kantong jas dokternya.
Felix mengeluarkan permen lolipop dari kantong jas dokternya. Felix baru ingat lupa memberikan permen lolipop itu ke Michelle tadi.
Felix pun berjalan keluar dari ruang praktiknya untuk mencari Michelle.
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Pagi ini Felix yang mendorong kursi roda Jackson ke ruang kerja sebelum Felix berangkat ke Healing Hands Hospital.
Jackson melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena menjawab telepon dari Felix tadi.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Jackson.
"Masuk!" kata Jackson tanpa melihat ke arah pintu dan fokus dengan pekerjaannya.
Rossy membuka pintu ruang kerja dan berjalan ke arah meja kerja.
"Tuan Jackson," kata Rossy ketika sudah berdiri di depan Jackson.
"Tuan Jackson belum makan apapun dari pagi. Untuk lunch nanti aku memasak rendang sapi yang sudah di masak dari pagi sampai waktu lunch. Rendang sapinya pasti akan empuk dan lunak karena sudah di masak selama lima jam. Tuan Jackson bisa memakannya untuk lunch," jawab Rossy.
Hari ini adalah hari terakhir taruhan antara Rossy dengan Jackson sehingga wanita muda itu ingin berusaha membuat Jackson makan masakannya hari ini.
Jackson hanya terdiam dan tidak berkata apa pun sehingga Rossy mencoba membujuknya lagi. Rossy tidak ingin begitu cepat menyerah.
"Aku di gaji oleh tuan Jackson untuk menjadi koki pribadi. Jika tuan Jackson selalu tidak mau makan masakanku, bukankah uang yang di keluarkan untuk menggajiku menjadi sia-sia?" tanya Rossy.
"Gaji yang di bayarkan kepadamu tidaklah sia-sia. Chandra sangat menyukai masakanmu. Kamu bisa fokus masak masakan untuk Chandra," jawab Jackson.
"Tetapi tuan Jackson..."
Rossy tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika melihat tangan Jackson terangkat dan Rossy tahu itu adalah isyarat dari Jackson untuk tidak membantahnya lagi.
"Hari ini kamu tidak perlu menyiapkan makanan untukku. Aku tidak berselera makan sama sekali. Kamu hanya perlu memasak untuk Chandra dan Felix. Nanti siang sekalian antar lunch untuk Felix ke Healing Hands Hospital," pesan Jackson.
Besok adalah waktunya rapat direksi di Perusahaan Wijaya sehingga hari ini Jackson harus sibuk mempersiapkan semuanya untuk menghadiri rapat direksi.
__ADS_1
Jackson tidak ada minat sama sekali untuk makan makanan apapun. Persiapan untuk rapat direksi adalah hal yang paling penting sekarang.
"Baik tuan Jackson," kata Rossy.
Akhirnya Rossy menerima nasib menjadi asisten pribadi Jackson selama dua bulan karena kalah taruhan.
Sekarang Rossy hanya ingin fokus memasak makanan yang enak untuk Kelvin dan menemani Kelvin nanti di Healing Hands Hospital.
"Kamu sudah tahu kan besok harus bagaimana?" tanya Jackson.
"Iya tuan Jackson. Mulai besok aku adalah asisten pribadi dan koki pribadimu," jawab Rossy.
Jackson menganggukkan kepala petanda puas dengan jawaban Rossy.
"Jangan khawatir. Pekerjaanmu di Mansion Wijaya menjadi dua maka gajimu juga aku bayar double," kata Jackson.
"Tidak apa-apa tuan Jackson. Aku akan menepati janjiku menjadi asisten pribadimu secara gratis selama dua bulan," kata Rossy.
"Terima saja. Mansion Wijaya masih bisa membayar gajimu yang double. Aku akan memberitahukan Pak Lesmana nanti. Aku Jackson Wijaya, tidak pernah berhutang satu rupiah pun dengan orang yang bekerja denganku," tegas Jackson.
"Baik tuan Jackson. Terima kasih," jawab Rossy.
Rossy tahu jelas Jackson tidak mau di bantah dan menerima saja gaji double yang di janjikan oleh Jackson.
"Satu hal lagi," kata Jackson ketika Rossy ingin berjalan keluar dari ruang kerja.
"Iya tuan Jackson," jawab Rossy dengan cepat.
"Besok kamu ikut aku ke rapat direksi di perusahaan Wijaya," kata Jackson.
***
Selamat malam readers.
Author mau curhat ya. Tadi siang jam 16.00 wita author sudah up bab 61 dan sampai sekarang aplikasi masih belum up bab 61 nya. Sabar ya.
Sekarang author up bab 62 ini di jam 20.20 wita. Semoga aja bisa muncul di aplikasi hari ini dan tidak di tunda sampai besok.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ^~^
Thank you
__ADS_1
Author : LYTIE