Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 35. Rahasia terbongkar


__ADS_3

Rossy berada di dalam taxi online menuju Mansion Wijaya.


Terdengar suara pesan LINE di handphonenya .


"Rossy! Aku sudah berhasil mengambil rambut Felix,"  isi pesan LINE dari Michelle.


"Kamu hebat sekali Michelle. Terimalah ciuman dariku. Muachhh muachh muachhh." Rossy membalas pesan LINE ke Michelle.


"Nanti siang aku akan membawakan lunch untukmu dan Vin Vin ya."


"Thank you Rossy. Tahu aja aku rindu masakanmu. Jangan lupa ambil sehelai rambut Kelvin untuk  tes DNA." Michelle membalas pesan LINE.


"Okay Michelle. See you soon."


Rossy tersenyum senang setelah mengirim pesan LINE ke Michelle karena tidak lama lagi akan diketahui dengan jelas apakah Felix adalah Mister W atau bukan.


***


Sesampainya di Mansion Wijaya, Rossy sibuk memasak di dapur.


Rossy memasak beberapa masakan yang cocok untuk anak-anak  seperti egg chicken roll, sup kepiting telur, dan brokoli saus tiram.


Semua masakan itu adalah kesukaan Kelvin sehingga Rossy yakin Chandra yang seusia dengan Kelvin pasti akan menyukainya juga.


Rossy juga mengukus bakpao pikachu empat buah untuk Kelvin dan Chandra.


Rossy bersiap berangkat ke Healing Hands Hospital setelah semua masakan dimasukkan ke dalam termos penghangat makanan.


Pak Lesmana datang ke dapur dan menghampiri Rossy.


"Nona Rossy. Pak Kuncoro yang akan mengantarmu  ke Healing Hands Hospital," kata Pak Lesmana.


"Pak Kuncoro tidak stand by di kantor tuan Jackson kah?" tanya Rossy.


"Tuan Jackson menyuruhnya untuk mengantar nona Rossy ke Healing Hands Hospital. Setelah itu baru kembali ke perusahaan Wijaya," Jljawab Pak Lesmana.


"Baiklah. Terima kasih Pak Lesmana. Aku permisi dulu untuk berangkat ke Healing Hands Hospital," kata Rossy.


"Baik nona Rossy," jawab Pak Lesmana.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Kelvin sedang bermain board games dengan Robin.


Seperti biasa wajah Robin penuh dengan coretan pulpen karena kalah di permainan board games.


Kelvin melihat jam tangannya menunjukkan pukul dua belas siang.


"Mommy akan datang sebentar lagi. Aku harus segera memakai topeng Captain America," kata hati Kelvin.


"Om Robin! Bentar lagi chef daddy akan mengantar lunch. Board gamesnya kita lanjutkan besok ya, "kata Kelvin.


"Baik tuan muda. Aku akan berjaga di luar," kata Robin.


Ketika Robin menutup pintu kamar, dia melihat Rossy sedang berjalan ke arahnya.


"Nona Rossy," sapa Robin.


"Pak Robin. Wajahmu...," kata Rossy sambil menunjuk wajah Robin yang penuh dengan coretan.


"Tadi..tadi aku sedang bermain board games dengan tuan muda Chandra," jawab Robin dengan jujur.


"Oh begitu. Pak Robin bisa membersihkan wajah di toilet. Aku akan menemani tuan muda Chandra, " kata Rossy.


"Baik nona Rossy. Terima kasih. Tuan muda Chandra sudah menunggu masakan nona," kata Robin dan berjalan ke arah toilet.


Rossy tersenyum kecil melihat sikap Robin yang polos dan jujur. Kalau saja Rossy tidak memintanya untuk mencuci mukanya di toilet, mungkin Robin akan berjaga di depan pintu kamar dengan wajah yang penuh coretan.


Tok tok tok


Rossy mengetuk pintu kamar .

__ADS_1


"Tuan muda Chandra. Aku Rossy, koki baru yang membawakan lunch, " kata Rossy.


"Masuklah." Terdengar suara anak kecil dari dalam kamar.


Rossy membuka pintu kamar dan melihat Kelvin sedang duduk di atas tempat tidur dengan memakai topeng Captain America.


Rossy meletakkan dua termos penghangat makanan yang berisi makanan untuk Kelvin dan Felix ke atas meja.


Rossy sudah mengantar lunch untuk Michelle dan Chandra terlebih dahulu sebelum ke kamar pasien VVIP.


"Tuan muda Chandra. Ini lunch untukmu dan Felix. Aku memasak egg chicken roll, sup kepiting telur dan brokoli saus tiram. Semuanya adalah makanan kesukaan anakku. Aku rasa tuan muda Chandra pasti akan menyukainya juga," kata Rossy.


Mendengar perkataan Rossy, mata Kelvin mulai berkaca-kaca.


"Walaupun mommy sibuk bekerja, mommy selalu memikirkanku," kata hati Kelvin.


Kelvin berusaha menahan keinginannya untuk memeluk erat Rossy.


"Iya. Aku menyukai semua makanan itu. Thank you mom....aunty,"  jawab Kelvin.


Rossy yang mendengar suara Kelvin merasakan sangat familiar dengan suara itu.


"Tadi tuan muda Chandra memanggilku mom...mommy kah? Tuan muda Chandra pasti mengharapkan mempunyai seorang mommy. Sama seperti Kelvin yang mengharapkan daddy di lubuk hatinya. Walaupun Kelvin tidak mengatakannya, aku tahu pasti dia menginginkan daddy, " kata hati Rossy.


Rossy merasa iba kepada tuan muda Chandra yang tidak mempunyai mommy dan pastinya Jackson sebagai daddynya tidak memberikan kasih sayang yang cukup untuknya karena pria itu selalu sibuk bekerja.


"Aku akan membantu tuan muda Chandra menyiapkan lunch," kata Rossy dan ingin membuka termos penghangat makanan.


"Tidak perlu! " sela Kelvin dengan cepat.


Kelvin menolak bantuan Rossy karena takut dirinya akan ketahuan apabila terlalu lama bersama Rossy.


Kelvin sadar bahwa dirinya tidak bisa mengontrol perasaannya ketika sedang berada bersama Rossy.


"Tuan muda Chandra belum lapar?" tanya Rossy.


"Aku... aku akan menunggu Om Felix untuk lunch bersama," kata Kelvin.


"Apakah tuan muda Chandra mau makan bakpao pikachu dulu sambil menunggu Felix datang?" tanya Rossy.


"Bakpau pikachu?" kata Kelvin dengan mata berbinar-binar.


"Iya. Aku tahu dari daddymu dan Felix bahwa kamu sangat menyukai bakpao pikachu buatanku waktu itu sehingga aku membawa dua buah untukmu hari ini," kata Rossy sambil melihat mata Kelvin.


Walaupun wajah Kelvin tertutup oleh topeng, Rossy bisa melihat mata Kelvin berbinar-binar sewaktu dirinya mengucapkan bakpao pikachu.


Kelvin menganggukkan kepala dengan riang.


"Mau rasa coklat atau stroberi?" tanya Rossy.


"Coklat," jawab Kelvin.


Rossy mengambil satu buah bakpao pikachu rasa coklat dan memberikannya kepada Kelvin.


Bakpao pikachu di makan oleh Kelvin dengan lahap.


"Tuan muda tidak melepaskan topeng Captain America nya?" tanya Rossy yang melihat Kelvin langsung makan bakpao pikachu tanpa membuka topengnya.


"Mulutku tidak tertutup. Aku tidak perlu membuka topengnya," tolak Kelvin.


Rossy teringat akan wajah Robin yang penuh coretan pulpen.


"Mungkin tuan muda Chandra merasa malu karena wajahnya juga penuh coretan pulpen seperti Robin, " kata hati Rossy.


"Aunty akan menemanimu di sini sampai Felix datang," kata Rossy.


Kelvin menganggukkan kepala .


Rossy mengambil tisu dan membantu Kelvin mengelap tangannya yang berlepotan coklat .


Rossy melihat sekeliling mulut Kelvin juga terkena coklat sehingga Rossy memegang wajah Kelvin dan membantu mengelap mulutnya dengan lembut.


"Tuan muda Chandra sama seperti anakku. Setiap kali makan bakpao pikachu coklat, mulutnya pasti berlepotan coklat," kata Rossy sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Mata Kelvin yang memandang Rossy dari balik topengnya menjadi berkaca-kaca mendengar perkataaan Rossy.


Kelvin mengambil tisu dari tangan Rossy.


"Aku bisa mengelapnya sendiri aunty," kata Kelvin.


"Baiklah," jawab Rossy.


Kelvin mencoba menjaga jarak dari Rossy karena tidak bisa menahan perasaannya terlalu lama.


"Mommy tidak boleh terlalu lama berada di sini," kata hati Kelvin.


"Aunty bisa pulang dulu. Aku akan ditemani Om Robin," kata Kelvin.


"Tuan muda Chandra mungkin merasa tidak nyaman ditemani oleh orang yang baru dikenalnya. Sekarang Robin pasti sudah selesai membersihkan wajahnya. Aku bisa meninggalkan tuan muda dengan tenang," kata hati Rossy.


"Baiklah. Aku akan memanggil Robin menemanimu," kata Rossy.


"Thank you aunty," kata Kelvin sambil menarik nafas lega.


"Oh iya. Nanti malam tuan muda Chandr ingin makan masakan apa?" tanya Rossy.


"Aku menyukai semua masakan aunty. Masakan aunty sangat lezat," jawab Kelvin.


Rossy tersenyum mendengar pujian Kelvin. Wanit muda itu berjalan keluar dari kamar dan meminta Robin masuk ke dalam kamar menemani Kelvin sampai Felix datang.


Baru saja Rossy menutup pintu kamar, terlihat Felix berjalan ke arahnya.


"Rossy."


Felix menyapa Rossy dengan ramah.


"Felix! Lunchmu ada di dalam kamar tuan muda Chandra," kata Rossy.


"Terima kasih Rossy," jawab Felix.


"Tuan muda! Tuan muda!" Terdengar teriakan panik Robin dari dalam kamar.


Felix bergegas masuk ke dalam kamar. Rossy yang merasa khawatir ikut masuk ke dalam kamar dan berdiri di belakang Felix.


Felix dan Rossy melihat Kelvin berbaring di atas tempat tidur.


"Robin! Ada apa dengan Chandra?" tanya Felix sambil memeriksa keadaan Kelvin.


Felix membuka topeng Kelvin untuk memudahkannya melakukan pemeriksaan.


"Tuan muda mimisan dan pingsan," kata Robin dengan panik.


"Telepon Jackson sekarang!" perintah Felix ke Robin.


Robin segera menelepon Jackson untuk memberitahukan keadaan Kelvin yang pingsan.


Sementara itu Rossy berdiri terpaku dengan wajah pucat dan tidak bisa berkata apa pun.


Rossy sangat syok melihat wajah tuan muda Chandra yang sangat mirip dengan, putranya.


***


Selamat siang para pembaca setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Author LYTIE mau promosi Novel pertama Author yang berjudul :


PUTRA MAHKOTA DAN CHEN XIAO RAN.





__ADS_1



__ADS_2