
***Healing Hands Hospital***
Michael tersenyum ramah kepada Michelle dan Chandra.
"Tidak apa-apa," kata Michael ke Rossy.
"Mommy?" tanya Michael dengan raut wajah pura-pura terkejut sambil menunjuk Chandra dan Rossy bergantian.
Rossy dan Michelle terdiam seketika karena sadar Michael mendengar dengan jelas Chandra memanggil mommy.
"Kamu Rossy?"
Michael bertanya lagi ke Rossy karena wanita muda itu terdiam lama.
"Iya Michael," jawab Rossy dengan jujur.
Rossy merasa tidak perlu menyembunyikan identitasnya dari Michael karena mulai hari ini dirinya tidak perlu mengubah wajahnya menjadi jelek lagi untuk mengelabui Jackson.
"Jangan khawatir, Rossy! Aku tidak akan membocorkan rahasia ini kepada siapa pun! Setiap orang punya privasinya sendiri," ucap Michael sambil memperlihatkan senyum simpatinya.
"Terima kasih Michael," jawab Rossy.
"Kalian mau kemana?" tanya Michael.
"Ke rumah kontrakan Michelle," jawab Rossy dengan jujur.
"Wah! Pasti mau masak makanan enak lagi ya!" ujar Michael.
Perkataan Michael mengingatkan Rossy akan janjinya mentraktir makan Michael karena menyelamatkan Chandra di supermarket beberapa waktu yang lalu.
"Michael! Kamu shift pagi?" tanya Rossy.
"Iya," jawab Michael.
"Kalau begitu kamu tidak perlu membeli lunch nanti siang. Aku akan memasaknya untukmu dan membawakannya ke sini," kata Rossy.
Rossy tidak mau berhutang budi terlalu lama terhadap Michael.
Siang ini Rossy bisa memasak lunch yang lebih banyak dan menyisihkannya untuk Michael.
"Baiklah. Terima kasih Rossy," kata Michael.
"Aku akan menitipkannya di lobi Healing Hands Hospital," ucap Rossy.
"Rossy! Setelah melakukan operasi pagi ini, aku sudah bisa pulang. Sekitar jam 11 an akh sudah berada di rumah kontrakanku," kata Michael.
"Baiklah. Aku akan mengantar lunch ke rumah kontrakanmu," jawab Rossy.
"See you soon, Rossy!" kata Michael.
Setelah Michael pergi, Michelle pun berpamitan ke Rossy untuk mulai bekerja.
Walaupun Chandra bersikap tenang di hadapan Michael, tetapi di dalam hati kecilnya Chandra mencurigai Michael sengaja tertabrak oleh Rossy tadi.
***Supermarket***
Rossy mendorong troli dengan tangan kanannya dan mengandeng Chandra dengan tangan kirinya.
"Chandra ingin makan apa?" tanya Rossy.
"Aku menyukai semua masakan mommy," jawab Chandra sambil tersenyum.
"Oke. Aduh! Mommy tadi lupa tanya ke Dokter Michael apakah ada jenis makanan yang tidak disukainya," kata Rossy
"Mommy jangan terlalu dekat dengan Dokter Michael! Dia mempunyai niat terselubung," kata Chandra dengan spontan.
Chandra mencoba memperingatkan Rossy yang polos dan bisa dengan mudah di tipu oleh orang lain.
"Niat terselubung? Kenapa kamu bisa berpikir begitu?" tanya Rossy.
"Sewaktu berbicara dengan mommy, matanya berbinar-binar dan sering mengumbar senyum di wajahnya . Dia ingin menarik perhatian mommy," jawab Chandra dengan yakin.
Rossy ketawa kecil mendengar jawaban Chandra.
Rossy akui dirinya juga menyadari Michael sangat suka mengumbar senyum simpati di wajahnya dan bukan hanya kepada Rossy seorang saja melainkan ke semua wanita-wanita yang dikenal oleh Michael.
"Chandra tenang saja. Mommy tidak akan akrab dengannya. Lunch kali ini adalah ucapan terima kasih dari mommy karena dia sudah menyelamatkanmu waktu itu," kata Rossy.
Rossy menduga Chandra bersikap anti terhadap Michael karena tidak ingin Jackson cemburu dan marah sehingga meminta Rossy menjaga jarak terhadap Michael.
Rossy tidak menolak saran dari Chandra karena dirinya pun tidak ingin Jackson salah paham.
Hubungannya dengan Jackson baru saja di mulai dan Rossy tidak ingin merusaknya dengan kesalahpahaman yang tidak benar.
Chandra merasa lega setelah mendengar jawaban Rossy dan bertekad dalam hatinya akan menjauhkan Rossy dari Michael.
__ADS_1
Terdengar suara handphone Rossy berbunyi sehingga Rossy menghentikan langkah kakinya dan mengambil handphone dari dalam tasnya.
'Bos J yang narsis&arogan' muncul di layar handphonenya sehingga Rossy mengangkat teleponnya dengan cepat.
"Halo Jackson," sapa Rossy.
"Rossy! Kalian sudah berada di rumah kontrakan Michelle?" tanya Jackson dengan suara lembut.
"Belum. Kita sedang berada di supermarket untuk membeli bahan makanan. Apakah kamu mau di antar lunch nanti siang?" tanya Rossy.
"Kamu dan Chandra bisa mengantarnya ke ruang kantorku. See you soon," jawab Jackson dan seperti biasa memutus sambungan teleponnya tanpa basa- basi.
Pada awalnya Rossy mengira akan meminta Pak Kuncoro membawakan lunch Jackson Wijaya ke lobi Perusahaan Wijaya karena biasanya Pak Lesmana menitipkannya ke lobi setiap kali mengantar lunch untuk Jackson, tetapi karena kali ini Jackson memintanya dan Chandra mengantarkan lunch itu langsung ke ruang kantor Jackson, Rossy tidak mungkin menolaknya.
"Mungkin Jackson ingin bertemu dengan Chandra," kata hati Rossy.
Dugaan Rossy tidak sepenuhnya salah karena Jackson memang merasa rindu kepada keluarga kecilnya terutama rindu kepada Rossy.
Sejak tiba di Perusahaan Wijaya, Jackson ingin hari segera berganti menjadi malam sehingga dirinya bisa cepat pulang ke Mansion Wijaya menemui Rossy.
Ketika Rossy mengirimkan sms LINE menanyakan tentang lunch, Jackson Wijaya ingin Rossy mengantarkan langsung lunch ke ruang kantornya sehingga dirinya bisa melihat wajah Rossy walaupun hanya sebentar😍
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Ross memasak beberapa jenis masakan untuk lunch dan sudah menyiapkannya di dalam beberapa termos penghangat makanan.
Rossy bersiap-siap berangkat meninggalkan rumah kontrakan Michelle sehingga menelepon Michael terlebih dahulu.
Nomor handphone Michael diperolehnya dari Michelle.
"Halo," kata Michael.
"Michael! Aku, Rossy. Aku mau mengantar lunch untukmu. Kamu sudah di rumah kah?" tanya Rossy.
"Sudah, Rossy. Aku akan menunggumu di depan rumah kontrakan," jawab Michael.
"Oke," ucap Rossy.
***
Rossy dan Chandra masuk ke dalam mobil Avanza biru.
"Pak Benyamin! Nanti berhenti di depan rumah berwarna coklat ya. Aku akan turun sebentar," pesan Rossy ke sopir yang mengemudikan mobil Avanza biru.
"Baik nona Rossy," jawab Pak Benyamin.
"Mommy! Aku yang turun saja," ujar Chandra dan membuka pintu mobil dengan cepat .
Chandra berjalan menghampiri Michael yang sudah berdiri di depan rumah kontrakannya.
"Om Michael! Ini lunchnya. Bye bye," ucap Chandra dengan sopan dan berjalan kembali ke dalam mobil Avanza biru.
Rossy menurunkan kaca mobil dan mengganggukkan kepalanya ke arah Michael sambil tersenyum.
Michael Adinata membalas dengan senyuman simpatinya lagi.
Setelah mobil Avanza biru sudah jauh dari pandangannya, Michael melihat termos penghangat makanan yang berada di tangannya.
"Anak Jackson sangat pintar," gumam Michael dan berjalan masuk ke dalam rumah kontrakannya.
***
Di ruang makan, Michael mengeluarkan makanan yang berada di dalam termos penghangat makanan.
Rossy menyiapkan nasi putih beserta beberapa lauk yang terlihat menggugah selera.
Michael mencoba mencicipi hasil masakan Rossy.
"Lumayan enak!" kata Michael.
***Perusahan Wijaya***
Rossy menggandeng tangan Chandra menuju ruang kantor Jackson.
Selama ini Chandra tidak pernah berkunjung ke Perusahaan Wijaya sehingga merasa sedikit antusias akan suasana tempat kerja Jackson.
"Nona Venesia!" Rossy menyapa Venesia, sekretaris utama Jackson dengan ramah.
"Selamat siang nona. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Venesia dengan ramah.
Di dalam hatinya Venesia sangat mengagumi Rossy yang terlihat cantik dan menawan.
Dari gaun formal yang dikenakan oleh Rossy, Venesia bisa menduga gaun itu dibeli dari butik ternama dan Rossy bukanlah wanita sembarangan.
__ADS_1
Begitu pun juga dengan anak kecil yang sedang digandeng oleh Rossy.
Anak kecil yang sangat tampan dan mengenakan pakaian dari butik ternama.
Venesia sama sekali tidak mengenali Rossy karena pertemuan pertama mereka di hari rapat direksi, Rossy sedang menyamar sebagai ibu-ibu koki pribadi yang tua dan jelek😅.
"Aku mau mengantarkan lunch untuk Jackson," jawab Rossy.
"Baiklah. Dengan nona siapa?" tanya Venesia dengan sopan.
"Rossy," jawab Rossy sambil tersenyum.
"Rossy? Namanya sama dengan koki pribadi tuan Jackson, tetapi nona Rossy yang ini lebih cantik berpuluh kali lipat dari ibu koki itu," kata hati Venesia.
"Tunggu sebentar nona," ucap Venesia.
Venesia menelepon ke dalam ruang kantor Jackson.
"Halo," kata Jackson dengan suara datar.
"Tuan Jackson! Nona Rossy datang mengantarkan lunch," kata Venesia.
"Antar mereka masuk!" perintah Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Venesia.
***
Venesia membuka pintu ruang kantor Jackson serta mempersilakan Rossy dan Chandra masuk ke dalamnya.
"Daddy!" teriak Chandra kegirangan.
Chandra mengagumi ruang kantor Jackson yang tertata rapi dan elegan. Chandra sangat menyukai style ruang kerja Jackson.
"Daddy? Anak kecil ini putra Tuan Jackson? Berarti nona Rossy ini adalah Nyonya Wijaya?" kata hati Venesia.
"Nona Rossy ingin minum teh atau kopi kah? Tuan muda ingin minum jus atau soft drink?" tanya Venesia dengan antusias.
Chandra tidak menjawab pertanyaan Venesia dan melihat ke arah Rossy.
Chandra ingin mendapat persetujuan dari Rossy terlebih dahulu.
" Dua gelas air putih hangat dan segelas jus segar," jawab Rossy.
"Baik nona Rossy," kata Venesia dan berpamitan ke ruang pantri untuk menyiapkan minuman.
***
Rossy dan Chandra duduk di sofa ruang kantor Jackson.
"Jackson! Kamu mau makan sekarang?" tanya Rossy.
"Baiklah," jawab Jackson dan berjalan ke arah sofa ruang kantornya.
Jackson duduk bergabung dengan Rossy dan Chandra. Rossy mengeluarkan makanan dari dalam termos penghangat makanan serta memberikan sendok makan ke Jackson.
"Makanlah selagi hangat," ucap Rossy.
Jackson menganggukkan kepalanya dan mulai mencicipi masakan Rossy satu persatu.
Rossy sengaja menyiapkan masakannya dalam porsi kecil sehingga Jackson bisa mencicipi lebih banyak jenis makanan.
Penyakit eating disorder Jackson sudah mulai sembuh sehingga Rossy ingin tubuh Jackson mendapatkan lebih banyak asupan gizi dari jenis makanan yang berbeda-beda.
"Ikan asam manis ini sangat enak. Cobalah!" kata Jackson sambil menyodorkan sendoknya yang berisi sepotong daging ikan asam manis ke bibir Rossy.
Rossy membuka mulutnya dan mengunyah daging ikan asam manis itu dengan pelan dan pipi bersemu merah karena merasa tidak tega menolak permintaan Jackson yang menatapnya dengan tatapan mata lembut.
Venesia yang berjalan masuk ke dalam ruang kantor Jackson sambul membawa nampan berisi minuman, melihat dengan jelas interaksi antara Jackson dengan Rossy sehingga semakin yakin dengan dugaannya tadi.
"Tuan Jackson, nona Rossy, tuan muda! Ini minumannya," kata Venesia sambil menghidangkan tiga gelas minuman itu di atas meja.
"Terima kasih Venesia," ucap Rossy.
Setelah Venesia meninggalkan ruang kantor Jackson, Jackson menghentikan aksi makannya dan melihat ke arah Rossy lagi.
"Rossy! Nanti malam kakek akan dinner di Mansion Wijaya bersama kita. Kamu masaklah beberapa makanan yang enak untuknya," kata Jackson.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 20.50 WITA dan sangat panjang , hampir setara dua bab. Semoga readers menyukainya 🤗🤗🤗🙏🙏🙏
Spoiler bab besok : Agung Wijaya akan mengajukan satu pertanyaan ke Jackson Wijaya pada saat dinner nanti malam, dan berhubungan dengan Rossy Hartono. Coba tebak! Apa pertanyaan itu?
Ditunggu jawabannya besok ya
THANK YOU
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE